spot_img
Jumat 24 Mei 2024
spot_img
More

    Pekan Depan, Pemkot Bandung Putuskan Soal Karantina Terbatas

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana melaksanakan karantina terbatas guna menekan penularan Covid-19. Terkait itu, akan menjadi bahasan dalam rapat terbatas (Ratas) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung yang dilaksanakan pekan depan.

    “Jadi karantina terbatas itu, bahan ratas kita di minggu depan. Kita akan persiapan itu bagaimana merespon tentang kebijakan arahan dari pak presiden. Tapi sebetulnya dengan kebijakan terdahulu, kita sudah melaksanakan dan merespon itu,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Jabar, Jumat (29/1/2021).

    Menurutnya, Pemkot Bandung memiliki pengalaman dalam melakukan karantina terbatas atau pembatasan berskala mikro seperti yang pernah terjadi di Kecamatan Cidadap dan Bandung Kulon. Nantinya, apabila karantina terbatas dilakukan, maka diprioritaskan di wilayah dengan kasus Covid-19 yang tinggi.

    “Pendekatan idealnya terhadap wilayah kecamatan yang memang dari sisi kasus (Covid-19) cukup banyak. Nanti yang akan kembali imbau camat lurah untuk mengusulkan kebijakan tersebut karena legitimasinya harus ditetapkan oleh aturan wali kota,” kata dia.

    BACA JUGA: Distaru Kota Bandung Bakal Rekrut Warga TPU Cikadut Jadi PHL

    Ema mengatakan, pihak kecamatan harus tetap berkoordinasi dengan yang lain jika karantina terbatas dilakukan. Sebab, dalam karantina terbatas, yang harus dilakukan adalah mobilitas masyarakat dapat terkontrol dan terkendali.

    “Yang urgent, bagaimana mobilitas masyarakat mampu terkontrol dan terkendali. Jangan sampai ada kebijakan tentang PSBK atau apapun pembatasan masyarakat berskala mikro kemudian satu sisi mobilitas tinggi,” katanya.

    Ema menambahkan, pihak Pemkot bandung akan menjelaskan kepada peserta ratas tentang arahan karantina terbatas. Menurutnya, jika kasus Covid-19 terus naik, maka karantina terbatas harus dilakukan untuk mencegah kasus lebih banyak.

    “Saya pikir dari sisi angka terus meningkat, kita harus melakukan itu tapi sejauh mana konsolidasi yang sudah dilaksanakan oleh masing-masing wilayah. Dari tingkat kasus aktif harus segera ajukan,” kata Ema..

    (Yusuf Mugni/Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img