spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8301

Ghozali Siap Berhadapan dengan Sahabatnya

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gelandang Persib Bandung Ghozali Siregar akan bereuni dengan sahabatnya Wiganda Pradika pada pertandingan kandang Persib menghadapi Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/4/2018).

Menurut Ghozali, sebelum menjadi lawan, Wiganda adalah teman satu timnya, sehingga keakrabannya terus terjalin hingga ke luar lapangan. Meski begitu, pemain berusia 25 tahun tersebut tidak akan gentar berhadapan dengan sahabatnya. Dia akan bermain maksimal membela Persib Bandung.

“Ya kita itu dari dulu sudah sama-sama, dari kecil lah dari junior sudah sama-sama, tapi ya tergantung besok juga gimana kita fight di lapangan,” kata Ghozali di Graha Persib, Jalan Suanjana, Kota Bandung, Sabtu (7/4/2018).

Ghizali tidak akan menyepelekan kulitas Wiganda, untuk itu pemain bernomor punggung 77 itu akan bekerjakeras dan bertekad membawa Persib meraih hasil maksimal.

“Buat kita siapa yang paling fight itu pemenangnya besok. Ya Insya Alloh, doakan saja semuanya berjalan lancar dan mudah untuk kita,” jelas dia.

(Arif/LIN)

Jose: Jangan Anggap Enteng Mitra Kukar

0
ilustrasi (Web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Mitra Kukar akan menjadi lawan Persib Bandung pada pertandingan kandang kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/4/2018).

Asisten pelatih Persib Herrie Setyawan (Jose) mengatakan bahwa tim yang akan dihadapi Persib tidak bisa dianggap enteng. Terlebih, kata dia, Mitra Kukar adalah tim bagus.

BACA JUGA:

Soal Pilkada 2024, Ini Kesepakatan PDI-P dan PCNU Ciamis

Menurut dia, bermain sebagai tuan rumah harus bisa dimanfaatkan Persib, apalagi dukungan penuh dari bobotoh yang hadir akan menambah semangat bermain.

“Kita harus maksimal, semua pemain harus punya tekad demi mendapatkan tiga poin,” kata Jose.

(Arif/LIN)

Rotasi Pemain Jadi Persiapan Persib Lawan Mitra Kukar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung akan menghadapi Mitra Kukar pada pertandingan kandang kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/4/2018).

Menjelang pertandingan tersebut, asisten pelatih Persib Herrie Setyawan (Jose) memastikan pelatih Mario Gomez sudah membenahi kekurangan anak asuhnya.

Pasalnya pada pertandingan kontra PS TIRA dan Sriwijaya FC, pemain Persib sering kehilangan konsentrasi hingga berakibat kekalahan untuk Persib Bandung.

“Evaluasi tetap ada, untuk dua pertandingan kemarin kita lost konsentrasi di sana, makanya di pertandingan ketiga nanti kita fokus. Apalagi kita bermain di kandang,” ucap Jose, Sabtu (7/4/2018).

Menghadapi Naga Mekes nanti, Persib akan merotasi pemain, terlebih ada beberapa pemain yang penampilannya tidak maksimal di dua pertandungan lalu.

Jose optimistis pemain yang berkesempatan merumput nanti akan menampilkan permainan terbaiknya.

“Kondisi pemain siap Insya Alloh, ada beberapa posisi dirotasi, tapi Insya Alloh siapapun yang dipasang dan dimainkan oleh coach Gomez akan tampil maksimal,” tegasnya.

(Arif/LIN)

Mantap! Profesor dan Pelajar China Kagumi Domba Garut

0
Profesor dan pelajar China saat berkunjung ke Padepokan Pusaka Wangi Garut (Foto. Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Dalam rangka “ Transforming Beyond Borders Starting the New Urban Agenda “ Sejumlah profesor dan pelajar dari Universitas Tong Jie China mengunjungi Kelompok Ternak Domba Garut Pusaka Wangi, Kecamatan Pasirwangi, Sabtu (7/4/2018).

Mereka kerja bareng Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mempelajari sekaligus mengenal lebih dekat tentang Domba Garut yang terkenal hingga ke mancanegara.

BACA JUGA:

Ikan Sapu-Sapu Dilarang, Ini Penjelasan KKP RI

Ketua rombongan Profesor dan pelajar China, Li Zhang mengaku ingin melihat lebih dekat keberadaan Domba Garut yang sangat terkenal tersebut. Dia juga bangga dengan Negara Indonesia yang kaya akan budaya.

” Saya bangga dengan Indonesia yang kaya akan budaya. Salah satunya Domba Garut,” kata Li Zhang di Padepokan Pusaka Wangi, Kecamatan Pasirwangi.

Ketua Padepokan Pusaka Wangi, Atep mengaku bangga. Bagaimana tidak, Kelompok ternak Domba di bawah binaannya di kunjungi para profesor dan pelajar asal China.

” Jelas saya bangga karena ada negara lain yang ingin memperhatikan Domba Garut.  Semoga ikon Garut ini lebih terkenal lagi,” harap Atep.

Senada di sampaikan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Aep. Menurut dia, saat ini perkembangan Domba Garut sangat baik dan banyak dilirik oleh negara-negara tetangga.

” Saat ini perkembangan Domba Garut sangat baik dan akan menambah pupulasinya seiring banyaknya perhatian dari negara-negara tetangga,” singkat Aep.

(Andian/Bam’s)

Acil Bimbo: Mahasiswa Jabar Kurang Membantu Pembangunan Nasional

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dialog publik bersama Cagub-Cawagub Jabar 2018 yang digelar Pascasarjana Universitas Parahyangan (UNPAR) Jalan Merdeka, Kota Bandung, Sabtu (7/4/2018) hanya dihadiri Cawagun Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi.

Meski hanya dihadiri Dedi Mulyadi dan budayawan Acil Darmawan Hardjakusumah (Acil Bimbo), dialog tetap berlangsung. Acil mengatakan bahwa dialog tersebut sebagai forum intelektual yang dibutuhkan masyarakat kampus (mahasiswa).

“Hari ini orang-orang kampus sangat memerlukan forum-forum intelektual, seperti ini,” kata Acil.

Terlebih kata dia, dalam Pilkada Jabar saat berpotensi munculnya  kegaduhan intoleransi. Mahasiswa dalam hal ini bisa menjadi tameng kegaduhan yang berpotensi muncul itu.

“Saya mengajak mahasiswa untuk ikut bersama-sama menjaga Pilkada Jabar dari isu-isu yang bisa memecah belah,” jelas dia.

Lebih lanjut Acil menyebut, Jabar sebagai daerah dengan jumlah kampus terbanyak, namun mahasiswanya kurang membantu pembangunan Indonesia.

“Meski saya tidak tahu datanya seperti apa, yang pasti ada kritik yang menyebutkan bahwa mahasiswa di Jabar kurang membantu pembangunan nasional,” kata dia.

(Ibenk/LIN)

Isi Kekosongan Sekda,  Pemkot Bandung Adakan Seleksi Terbuka

0
BANDUNGFOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengumumkan pembukaan seleksi terbuka untuk Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Bandung, Jumat (6/4/2018). Tahap pertama, yakni pengumpulan berkas, dimulai pada 6-26 April 2018.
Para Aparatur Sipil Negara (ASN)  di lingkungan Pemkot Bandung, Pemerintah Kabupaten/Kota di Jabar maupun Pemprov Jabar yang memenuhi syarat berhak mendaftarkan diri. Salah satu syaratnya adalah memiliki pangkat sekurang-kurangnya Pembina Tingkat I Golongan/Ruang IV/b dan diutamakan memiliki pangkat Pembina Utama Muda Golongan/Ruang IV/c.
Pelamar pun harus pernah atau sedang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II B) atau Jabatan Fungsional Madya minimal selama dua tahun. Ia juga harus berusia maksimal 56 tahun per Juli 2018.
Untuk kualifikasi pendidikan, calon minimal berpendidikan S1/DIV yang relevan dengan jabatan sekretaris daerah. Kendati begitu, tim penilai akan memberikan bobot lebih kepada pelamar yang berpendidikan lebih tinggi dari S1.
Tidak hanya itu, para pelamar juga harus memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan Jabatan Sekda secara kumulatif minimal selama lima tahun serta telah mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II untuk peserta dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.
Hal yang tak kalah penting adalah memiliki nilai minimal ‘baik’ dalam semua unsur penilaian prestasi kerja dalam dua tahun terakhir dengan melampirkan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (PPKPNS) Tahun 2016 dan 2017. Pelamar harus memiliki rekam jejak jabatan, integritas, dan moralitas yang baik dan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin.
Kabid Humas Setda Kota Bandung Yayan A Brillyana menjelaskan, segala kriteria itu dirancang untuk mendapatkan calon pemimpin terbaik. Sebagai ibukota Provinsi Jabar, Kota Bandung haruslah memiliki sekretaris daerah yang teladan dan profesional.
“Sekda ini adalah nakhoda bagi seluruh ASN di Kota Bandung. Dia harus memiliki kemampuan manajerial di atas rata-rata serta mampu menjawab tantangan pemerintahan era masa kini. Apalagi sekarang kita sedang menghadapi proses Pilkada yang tentu membutuhkan energi ekstra. Kita perlu pemimpin terbaik,” jelas Yayan.
Proses seleksi akan berlangsung hingga 30 Mei 2018. Panitia seleksi yang diketuai oleh Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja selaku Ketua Panitia Seleksi telah menyusun jadwal kegiatan agar rangkaian istimewa ini bisa berlangsung optimal.
“Panitia akan menyeleksi berkas yang masuk hingga 27 April 2018. Tim akan menelusuri rekam jejak jabatan, moralitas, dan integritas sehingga bisa dinyatakan lulus secara administratif,” kata dia.
Para calon Sekda akan menjalankan seleksi kompetensi bidang melalui uji gagasan tertulis pada tanggal 2 Mei 2018. Hasil ujian tertulis akan diumumkan pada 7 Mei 2018. Peserta juga akan menempuh seleksi kompetensi manajerial pada tanggal 8-9 Mei 2018 dan hasilnya akan dipublikasikan pada tanggal 23 Mei 2018. Setelah itu, akan ada wawancara akhir pada tanggal 25-26 Mei 2018 sehingga pada tanggal 30 Mei 2018 sudah ada pengumuman hasil 3 besar.
(Budi/LIN)

Sudrajat Tawarkan Program Bank Tanah untuk Daerah Rawan Longsor

0
BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 3 Sudrajat menawarkan program Bank Tanah sebagai solusi menangkal potensi longsor di kawasan permukiman.
Sudrajat menjelaskan, program Bank Tanah ini secara langsung akan membatasi ruang gerak para pengembang yang sembarangan membangun di lokasi rawan longsor. Salah satu daerah yang menjadi perhatian, yakni Kawasan Bandung Utara (KBU).
“Dengan Bank Tanah, pengembang yang tidak bertanggungjawab tidak bisa sembarangan lagi (membangun),” kata Sudrajat, Sabtu (7/4/2018).
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan, yakni titik longsor di Dago Resort. Menurut dia, kawasan tersebut merupakan daerah resapan air.
“Baru 20 tahun sudah banyak bangunan yang dikuasai oleh pengembang, bahkan puluhan hektar sudah dikuasai pengembang,” terangnya.
Menurut dia, ketegasan dalam menjaga lahan tersebut sangat diperlukan, karena proses pembangunan yang berjalan kerap mengenyampingkan aspek lingkungan.
“Yang perlu dipahamai itu bukan hanya lingkungan alamiah, tetapi bagaimana masyarakat tradisional yang sudah lama di daerah tersebut tidak terganggu kenyamanan hidupnya,” jelas dia.
Pihaknya berharap, Jabar ke depan semakin aman dari bencana, pembangunan berkelanjutan pun diperhatikan,” kata dia.
(Adie/LIN)