spot_imgspot_img
Selasa 6 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Pangandaran Luruskan Isu Pengumpulan Infak Milangkala Ke-14

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami memberikan klarifikasi resmi mengenai pengumpulan infak pada rangkaian peringatan Hari Jadi (Milangkala) ke-14 Kabupaten Pangandaran. Bupati menegaskan bahwa pembiayaan acara sama sekali tidak menyentuh dana infak masyarakat.

Pemerintah daerah mengalokasikan seluruh hasil pengumpulan infak tersebut secara utuh untuk membantu fakir miskin dan anak yatim.

Baca Juga: 47 Kasus HIV/AIDS di Pangandaran, Ada yang Baru Tahu Saat Skrining Calon Pengantin

“Kalau infak itu uangnya itu nanti akan kita kasih ke fakir miskin. Beda, enggak ada urusan dengan masa duit infak dipakai Milangkala? Enggak lah,” ujarnya.

Nominal Angka 14 Hanya Simbolis dan Tanpa Paksaan

Bupati menjelaskan penggunaan nominal angka 14 dalam seruan infak tersebut. Pihaknya memakai angka 14 murni sebagai simbolik usia Kabupaten Pangandaran yang memasuki 14 tahun, serta penerimaannya bersifat sukarela.

“Itu karena memang momennya 14 tahun jadi di angka 14 mungkin ya. Mau 14 perak mangga, mau 14.000 mangga, mau 114, 1,4 miliar bebas eta mah mangga. Enggak ada paksaan,” jelasnya.

Citra kembali menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah dalam mengelola dana sosial tersebut. Pihaknya menyalurkan uang infak langsung kepada warga yang berhak, bukan menggunakannya untuk membiayai pesta atau kegiatan hura-hura.

“Dan uang itu akan disalurkan kepada fakir miskin, kepada anak yatim. Enggak ada urusan dengan anggaran Milangkala,” tegasnya.

Pemerintah Daerah Tampik Isu Anggaran Milangkala Mencapai Rp2 Miliar

Selain masalah infak, Bupati Pangandaran meluruskan kabar burung yang menyebut anggaran Milangkala menembus angka Rp2 miliar. Ia mengungkapkan bahwa anggaran kegiatan sangat terbatas dan hanya membiayai acara rutin di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Rangkaian acara merangkul berbagai atraksi seni dan promosi daerah, seperti karnaval budaya, Ronggeng Amen, kuda lumping, pencak silat, lomba masak kuliner khas pindang gunung, hingga tabligh akbar pada malam penutupan.

“Momentum Milangkala ini menjadi momentum kita untuk mempromosikan wisata kita. Kita melibatkan anak-anak sanggar, UMKM lokal,” katanya.

Sejumlah pihak swasta dan lembaga turut mendukung kesuksesan acara melalui kolaborasi non-tunai. Bank BJB menghadirkan grup musik Letto, Bank Indonesia menyediakan panggung utama, serta Djarum mendukung program pemberdayaan UMKM lokal.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru