spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8231

Band Kotak Siap Meriahkan Harmoni Pesta Demokrasi Pilgub Jabar

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) memfasilitasi KPU dan Bawaslu Jabar untuk ikut mensosialisasikan pentingnya menggunakan hak pilih di Pilgub Jabar 2018.

Kesbangpol Jabar Ruddy Ganda Kusumah menjelaskan, dalam sosialisasi tersebut akan dibuat semeriah mungkin.

Tak tanggung-tanggung, Bakesbangpol Jabar mengundang para musisi papan atas untuk menarik masyarakat datang ke acara bertajuk ‘Harmoni Pesta Demokrasi’ itu.

“Kami berharap massa bisa datang, terlebih dengan dihadirkannya band-band papan atas yang memeriahkan acara tersebut,” jelas Ruddy di Bandung, Senin (30/4/2018).

Dengan tema ‘Memilih Jabar Kondusif 2018’, Ruddy berharap generasi milenial khususnua bisa menghadiri acara yang akan digelar di Lapangan Pussenif, Kota Bandung, Sabtu 5 Mei sekitar pukul 14.00 WIB-22 WIB nanti.

“Kita menyasar generasi milenial, tetapi bukan berarti bapak-bapak dan ibu-ibu tidak diikutsertakan,” kata dia.

Ruddy mengatakan, acara serupa sudah dilakukan di beberapa kabupaten/kota. Menurut dia, hal tersebut dilakukan agar target 70 persen partisipasi bisa tercapai di Pilgub Jabar dan pilkada di 16 kabupaten/kota se Jabar.

“Kita sudah roadshow ke Kabupaten Karawang, dilanjutkan ke Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung dan di Kabupaten Indramayu. Jadi di Kota Bandung ini adalah puncak dari acara roadshow Harmoni Pesta Demokrasi,” terang dia.

Ruddy menjelaskan, acara tersebut akan dibuat semenarik mungkin dengan mengundang para pelajar, organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan.

” Kami sengaja mengundang para pelajar (pemilih pemula) agar bisa mendapat pendidikan politik yang pada akhirnya mereka bisa berpartisipasi menggunakan hal pilihnya. Apalagi nanti selain hiburan, akan diadakan juga pendidikan politik,” kata dia.

Lebih lanjut dia berharap, pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan di Jabar bisa berjalan lancar, sukses dan
kondusif tanpa ada gejolak di tengah masyarakat.

Pihaknya ingin, seluruh masyarakat bisa menggunakan hak konstitusinya untuk memastikan kepemimpinan Jawa Barat ke depan harus lebih baik.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menciptakan Pilkada yang damai, aman tanpa ekses di tengah masyarakat,” kata dia.

Gelaran roadshow ini bakal disemarakkan dengan berbagai kegiatan, seperti kesenian tradisional dan door prize bagi peserta.

Sebagai acara puncak Pesta Demokrasi Jabar Memilih Jabar Kondusif Tahun 2018, rencananya bakal ada penampilan Band Kotak.

Selain itu akan dimeriahkan dengan penampilan Mat Bitel, Mat Setum, Time Bom Blues, Black Juice, Kawan Baik, New Friend, Jamaicca Sound, Madame Rockers, De Roxxx, The Lizens, Black SG dan Rdj Band.

(LIN)

Forbat Minta Pembangunan SPBU di Lembang Dihentikan

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Seratusan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Forum Bandung Utara (Forbat) menggelar aksi ‘Save KBU (Kawasan Bandung Utara)’ di depan kantor Pertamina Marketing Operation Region III Jawa Barat, Bandung dan DPRD Provinsi Jawa Barat, Bandung, Senin (30/4/2018).

Hal itu dilakukan sebagai kritik pada pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang masuk dalam KBU.

Dalam aksinya mereka memeragakan kesenian kuda lumping, serta membentangkan spanduk bertuliskan pentingnya penegakkan aturan aturan terkait KBU, sehingga wilayah konservasi itu tidak semakin rusak.

Ketua Forbat Suherman mengatakan, aksinya ini dilakukan untuk menyadarkan semua pihak akan pentingnya menjaga lahan hijau di KBU.

Berbagai bencana terutama banjir yang terjadi di Bandung saat ini akibat tidak terkendalinya alih fungsi di KBU.

“Salah satunya pembangunan SPBU di Jalan Raya Lembang ini, yang sama sekali tidak ada izin,” ungkap Suherman di sela aksinya.

Suherman menegaskan bahwa pembangunan SPBU itu tidak memiliki izin dari Pemprov Jabar. Padahal menurut Perda Provinso Jabar nomor 2 tahun 2016, pembangunan di KBU harus memiliki rekomendasi gubernur.

“Ini tidak ada, izinnya tidak lengkap,” tegas dia.

Pihaknya pun akan menyampaikan aspirasi ke DPRD Jabar hari ini. Pihaknya akan meminta dewan bersikap tegas agar rekomendasi gubernur untuk pembangunan itu tidak dikeluarkan oleh Pemprov Jabar.

Tidak hanya itu, Forbat pun meminta dewan lebih serius menegakkan hukum di KBU sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2016 Tentang KBU.

“Bahkan kami minta dewan meng-status quo-kan KBU. Hentikan dulu semua pembangunan di KBU. KBU sudah semakin rusak,” kata dia.

DPRD KBB, kata dia, sudah melakukannya, dalan rapat gabungan komisi, DPRD KBB meminta pembangunan SPBU itu dihentikan terlebih dahulu.

“Kami pun meminta Pertamina menghargai aturan ini. Berhenti membangun sebelum ada aturan yang jelas,” jelas Suherman.

Menurut dia, kehadiran SPBU di Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang itu menyalahi aturan. Pembangunan SPBU seluas 1.822 meter persegi itu tidak menyertakan ruang terbuka hijau (RTH) sesuai ketentuan yang disyaratkan dalam izin pembangunan SPBU yang telah diterbitkan.

Sebaliknya, lahan untuk RTH justru digunakan sebagai tangki penyimpanan bahan bakar oleh pemilik.

“Di lapangan tidak sesuai. Lahan seluas 856 meter persegi yang seharusnya digunakan untuk RTH malah dibangun untuk tangki, sehingga lahan serapan air tidak ada,” jelas Suherman seraya menyebutkan, anggota Forbat umumnya merupakan para kader pengawas KBU yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Lebih lanjut dia menegaskan, Forbat hanya ingin pelaksanaan Perda Provinsi Jabar nomor 22 tahun 2016 tentang Pengendalian Pemanfaatan Ruang KBU berjalan maksimal.

Terlebih, koofisien wilayah terbangun (KWT) di Desa Gudang Kahuripan kini hanya tinggal 15 persen, yang artinya sudah sangat kritis.

“Kalau KWT-nya sudah 15 persen, artinya bangunannya tidak boleh lebih dari 20 persen (dari luas lahan). Ini malah dilanggar,” tegas dia.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPRD Jabar Yod Mintaraga menyatakan bahwa pembangunan SPBU di kawasan Lembang tersebut menyalahi aturan.

Yod mendesak Pemkab Bandung Barat dan Pemprov Jabar tak ragu menghentikan pembangunan SPBU tersebut.

Bahkan, Yod menyebut, bila perlu, dibongkar saja.

“Perda KBU sudah ada, RDTR (rencana detail tata ruang) juga. Kalau menyalahi, bongkar saja, kenapa tidak? “ tegas dia.

Yod membeberkan, pengelola SPBU tersebut awalnya mengajukan izin pembangunan untuk merenovasi SPBU. Kenyataannya, pihak pengelola malah membangun baru.

Hal itu membuktikan adanya pelanggaran yang dilakukan pengelola SPBU.

“Renovasi dengan membangun kan beda, itu sudah menyalahi aturan,” tegasnya.

(LIN)

Turnamen Volli Dijuarai oleh Tim Acil Linggamukti

0
Turnamen
(FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id: Ratusan pasang mata menyaksikan laga final Volli Ball NasDem Cup yang mempertemukan Tim Acil Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja dengan Stim Desa Situgede Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut.

Warga sangat antusias menyaksikan pertandingan tersebut. Sorak sorai pun disertai tepuk tangan mengiringi setiap tim yang berhasil meraih poin.

Ketua Penyelenggara Turnamen Volli Ball NasDem Cup, Yusep Mulyana yang juga selaku Anggota DPRD Garut mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan antusiasnya warga menyaksikan pertandingan final ini.

” Ini merupakan hiburan buat warga masyarakat,” kata Yusep kepada FOKUSJabar.id, usai pertandingan, Minggu (29/4/2018).

BACA JUGA: Liga 1 Diganti Turnamen, Ini Tanggapan Robert Alberts

Disebutkan Yusep, selain hiburan, kegiatan ini guna menyalurkan hobbi sekaligus mencari bibit unggul. Juga guna menggalakan kembali mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga.

” Siapa tahu dari turnamen ini muncul bibit unggul yang bisa bicara banyak di kancah nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Dijelaskan Yusep, setelah acara turnamen ini kelar maka akan dilanjut dengan turnamen volli ball puteri se Wilayah Garut Timur.

Sementara itu, salah seorang penonton, Ny. Rani, mengatakan, turnamen ini selain mempererat tali silaturahmi juga merupakan hiburan warga.

” Saya atas nama warga mengucapkan terima kasih kepada Partai NasDem juga Pak Yusep yang sudah menggelar turnamen ini,” singkatnya.

(Andian/Bam’s)

Deddy Mizwar: Jangan Putus karena Pilgub Jabar

0
pilgub
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menilai, kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 jangan sampai berdampak putusnya tali silaturahmi baik antar individu maupun kelompok.

Hal tersebut ditegaskan Deddy Mizwar disela kampanye di Desa Cipurut Kecamatan Cireungas Kabupaten Sukabumi.

“Jangan berkelahi, gontok – gontokan hanya Gara – Gara beda pilihan. Di sini (Sukabumi) belum tentu pilih nomor empat semua, tidak apa – apa yang penting tetap jaga silaturahim,” ujar Deddy, Minggu (29/4/2018).

BACA JUGA: Rindu sebagai Pemenang Pilgub Jabar 2018

Tidak hanya itu, Deddy juga menekankan masyarakat untuk berperan aktif menciptakan suasana kondusif dan adil serta terbuka dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

“Jangan sia – siakan hak pilih ibu dan bapak, 27 Juni nanti datang ke TPS dan tentukan pilihan untuk menentukan masa depan Jawa Barat. Segera laporkan ke Panwas kalau melihat kecurangan, jangan takut,” terangnya.

Lanjut Deddy, keikutsertaan masyarakat mengawasi pelaksanaan Pilgub Jabar 2018 mendapat hak perlindungan. “Jika terus dibiarkan lama – lama kesalahan itu menjadi terbiasa dan akhirnya bisa dianggap sebagai kebenaran,” katanya.

(Adie/DH)

Kimia Farma Targetkan Penjualan 4 Milyar

0
Kimia Farma
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : PT Kimia Farma (Persero) Tbk menargetkan untuk meraup pendapatan sebesar Rp4 milyar dari produk Salicyl Fresh pada tahun 2018. Produk bedak tabur antiseptik, Salicyl Fresh, pun kini tampil dengan kemasan baru yang lebih menarik dan diperkenalkan kepada anak-anak melalui program Teman Main Salicyl Fresh di berbagai kota.

Direktur Produksi dan Supply Chain PT Kimia Farma (persero) Tbk, Verdi Budidarmo mengatakan, melalui program Teman Main Salicyl Fresh, pihaknya kembali mengenalkan produk bedak tabur antiseptik dengan kemasan baru.

Tidak hanya di Kota Bandung, Program Teman Main Salicyl Fresh pun digelar di beberapa kota di Indonesia. Seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta hingga Manado.

“Produk Salicyl Fresh ini memiliki kemasan yang lebih menarik dengan gambar 4 ikon lucu bernama Acil, Ibo, Uta, dan Sali. Selain itu, dari formula sekarang ada sedikit perubahan yakni lebih spesifik untuk anak-anak di usia 3-12 tahun,” ujar Verdi saat ditemui di area Taman Inklusi, Jalan Saparua Kota Bandung, Minggu (29/4/2018).

BACA JUGA: Launching Produk Terbaru, Kimia Farma Cetak Rekor MURI Aksi Kumur Bersama Enkasari Mouthwash

Pada produk sebelumnya, lanjut Verdi, target pasar dari bedak tabur antiseptik produksi Kimia Farma ini tidak menyasar pada segmen tertentu. Namun dengan formula baru di Salicyl Fresh, target pasar menjadi spesifik yakni kepada segmen anak-anak.

“Kalau dilihat dari market pasarnya, sangat bagus. Bahkan cukup potensial dengan pertumbuhan yang sangat baik. Terlebih produk ini bisa digunakan oleh anak-anak tanpa ada indikasi bagi yang memiliki alergi. Produk ini aman, nyaman dan cocok digunakan anak-anak,” terangnya.

Marketing Manager OTC dan Herbal PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Bayu Lendrotomo menambahkan, melalui kegiatan re-launching Salicyl Fresh ini, pihaknya menargetkan untuk meningkatkan pendapatan penjualan produk. Dengan melibatkan anak-anak sebagai segmentasi dari produk Salicyl Fresh, diharapkan bisa mendukung terhadap peningkatan target penjualan.

“Untuk tahun ini, kita menargetlkan penjualan dari Salicyl Fresh ini mencapai Rp4 milyar. Kami cukup optimis karena pada tahun kemarin yang masih menggunakan kemasan yang lama ditambah dengan formula lama, bisa mencapai penjualan produk hingga Rp1,5 milyar,” pungkas Bayu.

(ageng/bam’s)

Solihin: Unity Run Harus Jadi Agenda Tahunan Pemkot Bandung

0
(FOKUSJabar/Adi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sekitar 3000 orang ikut serta pada ajang lomba lari yang menjadi puncak peringatan 63 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), Unity Run, yang mengambil start dan finish di Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (29/4/2018). Ajang lomba lari yang melibatkan pelari dari seluruh Indonesia dan 15 negara di Asia dan Afrika ini menempuh jarak sepanjang 6,3 kilometer.

Bendera start dikibarkan Staf Ahli bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti bersama Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin tepat di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, sekitar pukul 06.00 WIB.

Para peserta pun satu per satu berlari mengikuti rute jalur yang sudah ditentukan. Mulai dari Jalan Asia Afrika, Jalan Banceuy, Jalan Braga, Jalan Suniaraja, Jalan Viaduct, Jalan Stasiun Timur, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Wastukancana, Jalan LL RE Martadinata, Jalan Merdeka, Jalan Jawa, Jalan Sumatera, Jalan Tamblong dan kembali finish di Jalan Asia Afrika.

“Ini harus menjadi agenda tahunan Pemkot Bandung. Meski hadiah yang disiapkan tidak terlalu besar dan sifatnya lebih ke fun bukan prestasi, namun pesertanya mencapai 3000 orang. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Yang terpenting, kegiatan ini harus diambil manfaatnya yakni kebersamaan, kesehatan, kekompakan, dan kegembiraan,” ujar Solihin saat ditemui di garis finish, Minggu (29/4/2018).

Solihin menambahkan, ajang ini bisa membuat warga menjadi lebih bugar dan sehat secara fisik maupun mental. Di tengah kesibukan bekerja dan beraktivitas, warga perlu mengikuti kegiatan rekreatif dan menyehatkan. Apalagi, kegiatan Unity Run ini pun diikuti peserta yang berasal dari negara-negara lain sehingga bisa lebih menjalin silaturahmi yang baik dengan negara-negara sahabat.

“Keakraban inilah yang ingin kita bangun. Tidak hanya dengan sesama warga Kota Bandung, tapi juga dengan daerah lain dan mancanegara,” terangnya.

Sebagai sebuah ajang internasional, Solihin pun berharap agar seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat bisa memanfaatkan even ini dengan sebaik mungkin. Pasalnya, kegiatan ini bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan dan mempromosikan Kota Bandung ke dunia luas.

“Nilai-nilai yang ingin kita munculkan dari kegiatan ini adalah keakraban, kekeluargaan, dan kebersamaan. Yang tidak kalah penting, silaturahim antar aparat yang bekerja di Pemkot Bandung dengan masyarakat. Kita bisa melihat kondisi Kota Bandung pagi hari dan lebih banyak bisa mendengar yang diinginkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terbuka seperti sekarang,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Akibat Ngantuk, Sandi Alami Kecelakaan Lalu Lintas

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Sandi Sutrisno (21) warga Dusun Kertaharja, Desa Kertahayu Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis dilarikan ke RSUD setempat dengan sejumlah luka di tubuhnya akibat kecelakaan yang dia alami.

Sepeda motor yang dikendarainya menabrak pagar rumah warga di Jalan Raya Jenderal Sudirman. Tepatnya sebelah timur jembatan timbang Kelurahan Sindangrasa Ciamis, Minggu (29/4/2018).

Menurut warga setempat, Rahmat, peristiwa kecelakaan berawal ketika sepeda motor Honda Supra Z 4889 TH yang dikendarai korban dari arah Kota Tasikmalaya menuju Ciamis, tiba-tiba oleh ke sebelah kiri dan menabrak pagar rumah warga.

” Di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai korban oleng ke sebelah kiri jalan dan langsung menabrak pagar rumah warga,” katanya.

Rahmat menduga, korban mengalami kelelahan dan mengantuk akibat perjalanan jauh.

” Sepertinya korban kelelahan dan mengantuk,” ucapnya.

Beberapa saat, warga yang melihat kecelakaan langsung mengevakuasi korban dan dilarikan ke RSUD  Ciamis.

(Husen Maharaja/Bam’s)