spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8224

Bantu Para Pelaku UMKM Masuki Pasar Global bank bjb dengan PGO (Perkumpulan Gerakan OK OCE) Tandatangani MoU 

0
foto : DCS BJB

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penopang perekonomian nasional, oleh karenanya pengembangan UMKM terus digalakkan. Sejalan dengan program tersebut, bjb sebagai bank berskala nasional turut berperan serta dalam mendorong dan memajukan UMKM. Bentuk dukungan yang dilaksanakan oleh bank bjb diimplementasikan melalui dua program, yaitu penyaluran pembiayaan sebagai sumber permodalan usaha dan program pemberdayaan pelaku usaha dengan nama program PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu).

Program PESAT merupakan wujud dari misi bank bjb sebagai penggerak dan pendorong laju perekonomian di daerah sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. “saat ini banyak Pengusaha UMKM muda tidak hanya membutuhkan modal, namun mereka juga membutuhkan pendidikan, training, dan pelatihan, serta pembinaan saat mereka berusaha. Dalam program tersebut bank bjb juga memberikan berbagai pengetahuan seperti cara pemasaran produk, sistem keuangan yang baik, kemasan produk yang bisa membuat produk menjadi menarik, manajerial dan lainnya guna mendukung usaha para UMKM itu bisa lebih maju.” Ujar Dirut bjb Ahmad Irfan.

Diakui atau tidak perkembangan teknologi ikut berperan mempermudah para pelaku usaha memasarkan produknya. Salah satunya melalui e-Commerce, mengingat dengan maraknya perdagangan melalui e-Commerce, menuntut para pelaku UMKM Indonesia untuk bisa bersaing dengan skala yang lebih luas di pasar global. Oleh karenanya bank bjb belum lama ini melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PGO Tentang Penggunaan Produk, Jasa dan Layanan Perbankan yang bertempat di Ruang Balai Agung & Ruang Media–Balaikota DKI Jakarta pada bulan april lalu yang ditandatangi oleh CEO Regional 2 bank bjb Muhammad Mufti dan Feran Jaya Selaku Ketua PGO. Turut hadir Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta H. Sandiaga Salahuddin Uno. B.B.A.M.B. beserta Jajaran SKPD DKI Jakarta, Ketua Kadin PB SHIA Sapto Kashariyanto, Head e-Commerce Tigers Global Logistic & e-Shop Mr. Jiun Jye, CEO Global Trade Logistik Network Siswandi, Representation Global SME Alliance Mr. Michael The & Mr. Lewi Lim, Representation EBS China Ms. Huang Xiaoli & Ms. Ou Xiaoling serta Para Pimpinan bank bjb.

Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman terkait :

  1. Funding
  2. Lending
  3. Transaksi, yaitu Sarana layanan perbankan yang membantu dan memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan, meliputi :
    • Penggunaan Layanan Informasi Keuangan Perbankan
    • Payroll Service
    • Sistem Pembayaran dan penerimaan yang terintegrasi misalnya Host To Host(H2H)
    • Jasa layanan Perbankan lainnya sesuai dengan kesepakatan kedua pihak,.

Kemudian akan dilakukan sinergi bersama SME (Small Medium Enterprise) Indonesia dengan menghadirkan export via e-Commerce yaitu OK OCE EXPORT untuk memfasilitasi “Layanan End to End Worldwide e-Commerce“ bagi para pelaku UMKM yang ingin melakukan kegiatan Export via e-Commerce.

Platform ini menggabungkan beberapa jenis kegiatan usaha mulai dari dalam negeri sampai ke mancanegara. Sehingga dalam kegiatan ini akan dihadirkan 7 mitra leader dalam dan luar negeri yang berkomitmen untuk mensuport platform ini yaitu : KADIN PB SOEKARNO HATTA, SMEIndonesia.org, GLOBAL TRADE LOGISTIC NETWORK, TIGERS GLOBAL LOGISTIC, TIGERS E-SHOP, bank bjb, GLOBAL SME ALLIANCE, EBS – China.

Untuk transaksi keuangan platform ini dukung oleh bank bjb yang juga telah menyiapkan Kartu ATM Co-Branding debit/kredit untuk memfasilitasi layanan keuangan SME Export-Import dimana terdapat potensi bisnis lainnya selain penggunaan Co-Branding dan fasilitas layanan keuangan, seperti :

  • Penggunaan layanan Account Serviceuntuk UMKM yang bernaung dibawah PGO
  • Pembuatan kartu ATM Co-Brandinguntuk UMKM yang bernaung dibawah PGO (pengajuan Co-Branding sesuai regulasi dari BI, yakni harus dilakukan pengajuan 60 hari sebelumnya untuk registrasi dan mendapat persetujuan dari BI).
  • Pengelolaan keuangan (Giro, tabungan, dan deposito) untuk PGO (Perkumpulan Gerakan OK OCE) serta UMKM
  • Kerjasama penyediaan market placeDebitur UMKM binaan bank bjb.

DKI Jakarta masih menjadi hub dari kegiatan e-Commerce International bagi produk-produk dalam negeri, untuk itu Pemerintah DKI Jakarta melalui OK OCE EXPORT memfasilitasi hal ini sehingga mempermudah UMKM di DKI Jakarta khususnya dan yang ada di seluruh Indonesia untuk memasuki pasar global melalui wadah ini.

Diharapkan dengan adanya platform ini, UMKM serta para Stakeholders dapat bersinergi lebih strategis dalam meningkatkan daya saing global usaha dan tenaga kerja UMKM, sehingga bisa mendukung kinerja ekonomi DKI khususnya dan Bangsa Indonesia dengan lebih signifikan.

Selain itu, kerjasama ini sebagai salah satu upaya mewujudkan visi bank bjb menjadi 10 Bank terbesar berkinerja baik di Indonesia serta hal ini merupakan bentuk sinergi bank bjb dengan Pemerintah setempat dalam hal ini Pemerintah Pronvinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan dan mendorong perekonomian masyarakat setempat.

(HW)

 

Dispora Jabar Kembali Gelar Piala Gubernur Mulai Bulan Ini

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat akan kembali menggelar kompetisi olahraga bagi atlet usia sekolah bertajuk ‘Piala Gubernur Jabar’ di tahun 2018. Pada tahun 2018 ini, Piala Gubernur Jabar akan mulai digelar pada bulan Mei 2018 ini.

“Kita sudah pastikan akan ada lima cabang olahraga yang akan menggelar kompetisi Piala Gubernur Jabar pada tahun 2018 ini. Yang pertama menggelar yakni cabang olahraga Judo pada tanggal 12 sampai 13 Mei mendatang,” ujar Kepala Dispora Jabar, Yudha M Saputra saat ditemui di kawasan olahraga SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (1/5/2018).

Untuk Piala Gubernur Jabar tahun 2018 ini, diakui Yudha, lebih spesial karena menjadi salah satu apresiasi bagi kinerja Ahmad Heryawan yang akan menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur Jabar pada tahun 2018. Pasalnya, selama kepemimpinan Ahmad Heryawan sebagai Gubernur, Jabar berhasil mencetak beberapa prestasi olahraga membanggakan di tingkat nasional.

Berbagai prestasi olahraga yang dicetak Jabar saat kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan diantaranya juara umum Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dua kali berturut-turut pada tahun 2015 dan 2017, lalu juara umum Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) dua kali berturut-turut di tahun 2012 dan 2016, hingga puncaknya menjadi juara umum pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 setelah terakhir kali Jabar menjadi juara umum pada tahun 1961. Tak hanya itu, berbagai gelar pun diraih Ahmad Heryawan dalam bidang olahraga saat menjabat sebagai Gubernur Jabar yang salah satunya dinobatkan sebagai Pembina Olahraga Daerah Berprestasi Tahun 2017 saat perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke XXXIV.

“Kejuaraan Piala Gubernur Jabar ini memang menjadi agenda kegiatan tahunan Dispora Jabar. Namun terasa spesial pada tahun ini, karena bertepatan dengan masa jabatan terakhir Pak Gubernur Ahmad Heryawan. Jadi gelaran Piala Gubernur Jabar tahun ini sebagai apresiasi bagi prestasi olahraga yang sudah beliau torehkan,” tuturnya.

Pada Piala Gubernur Jabar sendiri, lanjut Yudha, pihaknya memprioritaskan bagi atlet-atlet yang masih dalam usia sekolah atau atlet pelajar. Hal ini seiring dengan tupoksi dari Dispora Jabar sendiri untuk membina atlet pelajar sebelum mereka masuk ke dalam jenjang atlet elite yang selanjutnya dibina oleh Pengprov cabang olahraga yang bersangkutan dan KONI.

“Jadi Piala Gubernur Jabar ini digelar untuk mendukung pembinaan olahraga pelajar yang kedepannya akan disiapkan untuk perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jabar, Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Nasional (Popwilnas) hingga Popnas. Khusus tahun 2018 ini, kita rencanakan menggelar sekitar tujuh cabang olahraga yang lima diantaranya digunakan menggunakan anggaran murni 2018 dan dua cabang olahraga lain menggunakan anggaran perubahan 2018,” pungkasnya.

(ageng)

Mayoritas Warga Kota Banjar Ingin Perubahan

0
Banjar
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Peluang pasangan calon walikota/wakil walikota Banjar Maman Suryaman-Irma D Bastaman (Iman Barokah) untuk menang sangat terbuka. Pasalnya mayoritas warga Kota Banjar menginginkan perubahan.

“Data internal kita 91, 3% warga Banjar menginginkan perubahan. Saya yakinkan pasangan urut 2 sangat layak untuk memimpin Kota Banjar,” kata Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Wali/Wakil Wali Kota Banjar urut 2, yakni Budi Kusmono, 91,3% warga Kota Banjar mengharapkan adanya perubahan.

BACA JUGA: AKB di Kota Banjar Menunggu PSBB Berakhir

Budi Kusmono menambahkan, posisi pemilih Maman-Irma didominasi oleh kaum intelektual dan perkotaan. Mereka adalah pemilih terpelajar yang memahami betul karena para intelektual ini sudah melek informasi bagaimana kondisi pembangunan Banjar.

“Sejauh ini, masyarakat perkotaan serta kaum intelektual yang mandominasi lumbung suara Maman-Irma. Sedangkan untuk masyarakat yang berada di pinggiran belum tersentuh maksimal, maka kita akan terus bergerak untuk mengenalkan paslon Iman Barokah ini,” jelasnya.

(Boip)

Incar Hattrick Juara Umum PIN, Porserosi Jabar Akan Gelar Seleksi Ketat

0
EMAS PERTAMA CABOR SEPATU RODA. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Jawa Barat akan menggelar seleksi atlet pembentukan tim Sepatu Roda Jabar untuk menghadapi perhelatan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda ‘Piala Ibu Negara (PIN)’ 2018 pada bulan Juni 2018 di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Seleksi sendiri akan digelar dengan aturan ketat untuk memastikan hattrick juara umum PIN.

Ketua Umum Pengprov Porserosi Jabar, Erry Sudradjat menuturkan, pihaknya akan menerapkan limit waktu maksimal yang harus dicapai atlet untuk bisa mengikuti seleksi. Di setiap kelompok usia maupun di setiap nomor pertandingan yang diseleksi.

“Misalnya, seorang atlet tidak bisa mengikuti seleksi ini jika tidak memenuhi limit waktu maksimal untuk jarak 200 meter yakni 21 detik. Dan untuk setiap kelompk usia di setiap nomor, kita sudah punya limit waktu maksimal yang harus dimiliki atlet kalau mereka ingin bisa berpartisipasi dalam seleksi,” ujar Erry saat ditemui di GOR KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung.

Penetapan limit waktu sendiri, lanjut Erry, didasarkan pada limit waktu yang dicapai atlet peraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 lalu. Salah satunya, catatan waktu yang dicapai atlet Jabar, Azmi Al Ghiffari Jayadi saat meraih medali emas di nomor ITT 300 meter putra yakni 26.256 detik.

“Ini sebagai upaya kita mempertahankan prestasi di PON XIX dengan raihan lima emas dan tiga perunggu, pada perhelatan PON XX di Papua tahun 2020 nanti. Selain itu, kita ingin mencetak hattrick juara umum di kejurnas PIN 2018 ini setelah pada perhelatan tahun 2014 dan 2016 berhasil menjadi juara umum,” terangnya.

Untuk memastikan catatan waktu setiap atlet sesuai, Erry mengaku bisa dilakukan pengujian untuk jarak 200 meter. Pasalnya, setiap atlet yang mengikuti seleksi pembentukan tim Sepatu Roda Jabar untuk PIN 2018 akan dicatat waktunya untuk jarak 200 meter.

“Jadi kalau waktunya tidak masuk di jarak 200 meter sesuai dengan ketentuan kami, maka yang bersangkutan tidak bisa mengikuti seleksi lanjutan. Jadi jangan pernah coba-coba untuk memanipulasi catatan waktu, kita akan tahu dan kita sudah memiliki catatan waktu setiap atlet sepatu roda di Jabar,” tuturnya.

Sementara untuk seleksi sendiri, pihaknya akan menggelar untuk nomor jarak pendek, jarak menengah dan jarak jauh. Catatan waktu setiap atlet di setiap nomor tersebut, akan didata sebagai dasar pemilihan atlet sepatu roda yang mewakili Jabar di kejurnas PIN 2018.

“Jadi tidak otomatis juara di setiap nomor akan kita pilih masuk tim Jabar untuk kejurnas PIN 2018. Kita akan lihat catatan waktu mereka di setiap nomor. Kalau memang berpeluang bisa meraih medali emas dengan catatan waktu yang diperoleh, maka si atlet bisa kita ambil jadi bagian tim Jabar. Tapi kalau catatan waktunya terlalu jauh meski menjadi juara 1 di salah satu nomor, kita bisa tidak memasukkannya dalam tim. Kita lakukan seleksi ketat ini sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi sepatu roda Jabar di level nasional, salah satunya di kejurnas PIN 2018 ini,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Sosialisasi Asian Games XVIII Belum Maksimal

0
(dok FOKUSJabar.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Panitia Pelaksana Asian Games XVIII Indonesia atau Indonesian Asian Games Organizing Commite (INASGOC) belum maksimal menyosialisasikan  Asian Games XVIII yang akan digelar di Jakarta, Palembang dan Jabar Agustus 2018 mendatang.

“Sosialisasinya belum maksimal sehingga gaung multieven olahraga terakbar di Asia ini belum terlalu menggema di Indonesia,” kata Kepala Dispora Jabar, Yudha M Saputra ujar Yudha saat ditemui di kawasan olahraga SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (1/5/2018).

Yudha menambahkan, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam gelaran multieven olahraga ini harus benar-benar terasa. Dengan demikian, pelaksanaan Asian Games XVIII yang kembali digelar di Indonesia setelah 56 tahun yang lalu tersebut bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Misal dari sisi ekonomi, bagaimana masyarakat bisa terlibat langsung untuk menjual souvenir, makanan, atau apapun. Ini kan banyak masyarakat yang belum mengetahui harus seperti apa teknisnya. Asian Games yang baru digelar kembali di Indonesia setelah tahun 1962, harus berdampak pada masyarakat. baik dari sisi ekonomi, sosial budaya, pariwisata, bahkan dari sisi budaya olahraga masyarakat kita,” terangnya.

Dalam memberikan dampak positif pelaksanan pertandingan lima cabang olahraga Asian Games XVIII yang digelar di wilayah Jawa Barat, Yudha mengaku jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder dan OPD terkait. Seperti diketahui, Jabar ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara pertandingan untuk cabang olahraga sepakbola, paragliding, balap sepeda road race, balap sepeda MTB, dan dayung kano slalom.

“Khususnya untuk cabang olahraga sepakbola yang merupakan cabang olahraga terpopuler di dunia. Ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh kita, karena dipastikan akan menyedot banyak sorotan media dan supporter dari berbagai negara di Asia atau bahkan di dunia,” tambahnya.

Untuk itu, keuntungan tersebut pun harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki Jabar. Tidak hanya dari sisi souvenir khas Jabar, namun hingga budaya dan pariwisata yang ada di Jabar.

“Sebanyak 45 negara yang akan bersaing di cabang olahraga sepakbola, menjadi keuntungan bagi Jabar. Bagaimana caranya kita bisa mempromosikan Jabar ke semua negara peserta Asian Games XVIII, tidak hanya menjual kursi di stadion saja namun memberikan sesuatu yang berkesan kepada mereka yang datang ke stadion. Dan untuk itu kita sudah koordinasi dengan OPD terkait, salah satunya Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Jabar. Dampak positif Asian Games harus terasa setelah gelaran multieven olahraga ini usai,” pungkasnya.

(ageng/DAR)

Selain Perpres TKA, Buruh di Jabar Juga Meminta PP 78 Tahun 2015 Dicabut

0
Ribuan buruh Jawa Barat dari berbagai organisasi menggelar aksi di depan Gedung Sate Bandung, Selasa (1/5/2018). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ribuan buruh di Jawa Barat yang melakukan aksi Hari Buruh sedunia (May Day) di depan Gedung Sate Bandung, Selasa (1/5/2018) kemarin. Mereka meminta Pemerintah mencabut Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dicabut.

Selain Perpres tentang TKA yang dinilai merugikan masyarakat Indonesia dicabut, buruh di Jawa Barat (Jabar) juga meminta agar Peraturan Pemerinrah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan tidak diberlakukan lagi.

“Juga kami meminta PP 78 tahun 2015 tentang upah juga dicabut, karena sangat sederhana memberikan dasar pengupahan dalam PP tersebut. Hanya nenggunakan rumus formula,” kata Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jabar, Muhamad Sidarta.

Dia menjelaskan, rumus formula yang dia maksud itu adalah, misalkan penetapan upah tahun 2019 itu dihitung dengan cara upah pada 2018 ditambah upah dikali inflasi dan ditambah PDB Indonesia.

“Sekarang inflasi dan PDB-nya 8.7 persen, berarti upah Kota Bandung yang hanya Rp2 juta pada 2018 misalkan, ditambah 8 dikali 8.7 persen. Kecil sekali kenaikannya. Sedangkan harga-harga sangat melambung tinggi,” beber Sidarta.

Hari ini saja, lanjutnya, bahan bakar minyak (BBM, tarif listrik, LPG, sembako, dan pajak tinggi sekali. Sementara, katanya, upah buruh hanya Rp 2 juta per bulan.

“Kami, buruh, tidak bisa mengejar. Pendapatan kami karena itu minus terus. Kami selalu bekerja yang keras tapi tidak pernah pinya penghasilan yang mencukupi,” tegas Sidarta.

(Ibenk/Bam’s)

Tenaga Kerja Asing Bekerja di Tol Cisumdawu

0
Tenaga Kerja Asing
Ketua Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Provinsi Jawa Barat Muhamad Sidarta. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Provinsi Jawa Barat mendesak, Peraturan Presiden (Perpres) No20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dicabut.

Hal itu diutarakan FSP LEM SPSI saat menggelar aksi di depan Gedung Sate untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Selasa (1/5/2018) kemarin.

Ketua FSP LEM SPSI Muhamad Sidarta mengungkapkan, sudah banyak TKA yang bekerja di proyek pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

BACA JUGA: Perpres Tenaga Kerja Asing Dinilai Rugikan Pribumi

” Bahkan tenaga kasar, teman-teman kalau suvei di Cisumdawu, yang dekat dengan Gedung Sate, banyak TKA yang bekerja di proyek-proyek tol,” kata Muhamad Sidarta saat diwawancara FOKUSJabar.id.

Menurtnya, kalau saja tenaga kasar yang bekerja di Indonesia ini sudah menggunakan TKA, bagaimana nasib masyarakat Indonesia yang menjadi pengangguran.

“Ini adalah masukan yang konstruktif untuk Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu kita ingin cabut Perpres No.or 20 tahun 2018,” tegas Sidarta.

(Ibenk/Bam’s)