spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8223

Ditinggal Bekerja, Rumah PNS di Panumbangan Hangus Terbakar

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Rumah permanen berukuran 12 x 10 m2 milik seorang PNS, Uyeh warga Dusun Manganti, Desa Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis hangus terbakar.

Akibat musibah tersebut, korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah karena harta benda yang berada di dalam rumahnya tak satupun terselamatkan.

Menurut Kapolsek Panumbangan, AKP Tri Adi Widodo, kejadian kebakaran yang menghanguskan rumah milik korban tadi pagi saat pemilik rumah sedang pergi bekerja.

“Kejadian kebakaran rumah milik korban itu tadi pagi,” katanya, Rabu (2/5/2018).

Widodo mengatakan, peristiwa kebakaran rumah milik korban menurut sejumlah saksi diduga akibat korsleting listrik dari dapur.

“Sebelum api membesar ada warga yang mendengar letupan di dapur rumah korban dan tidak lama berselang api langsung membesar,” ucapnya.

Widodo melanjutkan, melihat api yang membesar warga yang pertama kali melihat kebakaran langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa setempat.

“Petugas piket sesaat setelah menerima laporan adanya kejadian kebakaran langsung kelokasi ,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Demo Buruh Yogyakarta Rusuh, 3 Mahasiswa Jadi Tersangka

0
ilustrasi (web)

YOGYAKARTA, FOKUSJabar.id: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan tiga oknum mahasiswa sebagai tersangka dalam kasus demonstrasi yang berujung pembakaran pos polisi lalu lintas di Simpang Tiga Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (1/5/2018), bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.

“Saat ini kami sudah menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut,” kata Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dhofiri di Mapolda DIY, Seperti dilansir CNN, Rabu (2/5/2018).

Ketiga tersangka masing-masing berinisial AR, IB, dan MC. Mereka masih tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi di wilayah Sleman, Yogyakarta.

“Ketiga tersangka merupakan bagian dari 69 orang massa aksi yang ditangkap semalam seusai demo Hari Buruh Internasional,” kata Dhofiri.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan berdasarkan penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh, penyidik menetapkan ketiga orang itu sebagai tersangka.

Ia mengatakan, para tersangka dijerat Pasal 160,170, dan 406 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

“Sehingga kami melakukan penahanan untuk para tersangka karena anacaman hukuman di atas lima tahun,” katanya.

(Agung)

KPK Sita Uang Rp4 Milyar dan 13 Kendaran di Rumah Orangtua Bupati Mojokerto

0
KPK menyatakan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sengaja menggunakan rekening bank keluarganya buat menerima gratifikasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp4 milyar yang diduga milik Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.

Melansir CNN, Mustofa merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi atas penerimaan hadiah terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, uang itu ditemukan di rumah orangtua Mustofa sebesar Rp3,7 milyar dalam bentuk pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Dan Rp700 juta di simpan dalam tas plastik hitam. Sisanya disimpan di tiga tas lain.

“Kami juga mendalami dugaan penerimaan gratifikasi melalui sarana perbankan dengan pihak keluarga,” ujar Febri melalui pesan singkat, Rabu (2/5/2018).

Sejumlah kendaraan milik Mustofa yang disita KPK, kata Febri, diduga menggunakan nama pihak lain. Mustofa diketahui memiliki 13 kendaraan diduga hasil gratifikasi dan telah disita KPK, yakni lima jet ski dan enam kendaraan masing-masing Toyota Kijang Innova, Subaru, Honda CR-V, Range Rover, Daihatsu Pikap, dan dua sepeda motor.

KPK menetapkan Mustofa sebagai tersangka dalam dua kasus pidana korupsi. Yaitu penerimaan hadiah terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015, dan gratifikasi.

(Agung)

Pelajar SMP di Ciamis Tewas Setelah Menenggak Alkohol 70 Persen

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Diduga keracunan Miras Oplosan yang diraciknya sendiri, FJ (15) pelajar SMP di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis meregang nyawa di RSUD Tasikmalaya, Selasa (1/5/2018) kemarin.

Menurut Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, diduga meninggalnya korban akibat miras oplosan yang diraciknya sendiri.

“Menurut beberapa saksi teman korban yang diperiksa, korban bersama temannya hari senin (30/4/2028) lalu bertempat di Dusun Babakan, Desa Sadewata, Kecamatan Lumbung meminum Alkohol 70 persen yang dicampur minuman suplemen,” katanya, Rabu (2/5/2018).

Bismo mengatakan, setelah korban meminum miras oplosan, dilarikan ke RSUD Tasikmalaya.

“Korban meninggal dalam perawatan tim medis,” ucapnya.

Bismo melanjutkan, saat ini pihak kepolisian sudah sudah meminta keterangan dari teman korban yang saat itu minum bersama korban.

” Menurut keterangan teman korban saat dimintai keterangan memang saat itu korban minum karena yang meracik minuman itu korban,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Aher Sebut Zaman Modern yang Wajib Belajar Bukan Hanya Siswa dan Mahasiswa

0
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher seusai melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Gasibu Bandung, Selasa (2/5/2018). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, hari ini kemajuan zaman sudah sangat pesat. Bahkan, industri saat ini sudah memasuki revolusi generasi empat yang tidak lepas dari Teknologi Informasi (TI).

Dia berharap, insan-insan pendidikan terus menumbuhkembangkan kualitas agar bisa mendidik siswa dan mahasiswa lebih baik.

” Tentu kualitas pendidik harus terus diasah. Jangan mengatakan yang wajib belajar adalah hanya para siswa. Hari ini situasi lain, seluruh stakeholder, khususnya para pengajar wajib belajar,” ujar Aher usai melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Gasibu Bandung, Rabu (2/5/2018).

Dia menegaskan, pengajar di perguruan tinggi maupun pengajar di SMA/SMK dan SMP hingga SD wajib mengembangkan kemampuan untuk mengejar keadaan zaman yang terus maju.

” Ini untuk pengajar secara khusus dan kita semua secara umum, wajib terus mengembangkan dan melakukan pembelajaran kemampuan yang ada pada hari ini. Sebab, kemampuan dan pengetahuan kita harus terus diupgrade dan diupgrade,” tegasnya.

 

(Ibenk/Bam’s)

Aher: Hardiknas Mendorong Semangat Baja Memajukan Pendidikan

0
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan seusai melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Gasibu Bandung, Rabu (2/5/2016).(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Gasibu Bandung, Rabu (2/5/2018).

Bagi Aher, Hardiknas yang di peringati setiap tahun ini merupakan motivasi bagi jajaran pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya Jawa Barat (Jabar), untuk terus memajukan pendidikan.

BACA JUGA:

Kala Pers dan Selebriti Menanam Cinta di Cileueur Riverwalk Ciamis

” Mudah-mudahan Hardiknas yang di acarakan setiap tahun ini terus menggugah kita, mendorong motivasi, semangat baja kita semua untuk terus memajukan pendidikan,” kata Aher seusai melaksanakan upacara.

Menurut Aher, pendidikan adalah pilar paling utama yang bisa memajukan bangsa. Sebab tidak ada negara manapun di dunia ini kecuali kemajuannya itu di dahului oleh hadirnya masyarakat yang terdidik.

“Negara maju tersebut pasti mempunyai generasi terdidik, para pelajar, para mahasiswa yang professional, berkarakter sesuai dengan tuntutan zaman,” ujar Aher.

Dia melanjutkan, bahwa zaman sekarang ini adalah zaman paling modern, generasinya disebut generasi milenial. Serta kalau dari sisi industri, katanya, hari ini sudah memasuki revolusi industri generasi empat.

“Oleh karena itulah sekarang ini adalah generasi-genarasi siber, generasi serba elektronik, generasi serba dunia maya, generasi serba menggunakan teknologi tinggi dan digital sekaligus,” ujarnya.

Bahkan, kata Aher, generasi dunia digital ini adalah generasi yang tidak ada urusan dengan jarak. Dengan teknologi, lanjutnya, semua negara bisa terkoneksi hanya dengan melakukan online di dunia maya.

“Sehingga pendidikan yang disipakan pada hari ini adalah pendidikan yang tentu cocok dengan tuntutan zaman pada saat ini. Yaitu zaman baru yang milenial dan selalu berhubungan dengan teknologi informasi (IT),” ucapnya.

(Ibenk/Bam’s)

Momen Hardiknas Ajang Kebangkitan Pendidikan di Garut

0
(FOKUSJabar/Andiam)

GARUT, FOKUSJabar.id : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) harus menjadi momen kebangkitan dunia pendidikan di Kabupaten Garut. Baik dari segi metoda pembelajaran hingga alat kelengkapan sekaligus ruangan.

Demikian di ungkapkan Anggota Komisi D DPRD Garut dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Yusep Mulyana. Menurutnya, moment Hardiknas ini cocok di jadikan awal kebangkitan dunia pendidikan Garut.

BACA JUGA:

Kala Pers dan Selebriti Menanam Cinta di Cileueur Riverwalk Ciamis

” Sudah saatnya pendidikan di Garut bangkit dari keterpurukan,” kata Yusep kepada FOKUSJabar.id, Rabu (2/5/2018).

Di tambahkan Yusep, kebangkitan tersebut di awali dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang di tunjang dengan teknologi yang sejak dini di perkenalkan kepada siswa.

” Siswa akan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang di barengi dengan Iman dan Taqwa (Imtaq),” imbuhnya.

Selain itu lanjut dia, dengan sarana dan prasarana pun harus menjadi skala prioritas. Tidak sedikit bangunan sekolah yang perlu dilengkapi bahkan banyak sekolah yang kekurangan ruangan.

” Mudah-mudahan saja dengan Hardiknas ini pendidikan di Garut selangkah lebih baik. Dan menghasilkan generasi penerus bangsa yang bisa diandalkan,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)