GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai menyiapkan pengembangan pelayanan kesehatan melalui kunjungan kerja pimpinan Perkumpulan Teknik Pelayanan-Kesehatan Indonesia (PTPI) ke RSU dr Slamet, Jumat (9/10/2026).
Kunjungan tersebut membahas penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Smart Hospital untuk meningkatkan mutu, efisiensi, keselamatan dan keramahan pelayanan kesehatan.
BACA JUGA:
Penemuan Jenazah Gegerkan Warga Kampung Sayang Garut
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengatakan, Pemda tengah berupaya meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan.
Upaya tersebut menghadapi tantangan berupa ketersediaan tempat tidur dan jumlah tenaga medis yang belum ideal di bandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Garut (2,9 juta jiwa).
“Kita sekarang lagi berusaha untuk melakukan transformasi. Tantangannya sangat berat karena rumah sakit masih dipakai. Sebagai ilustrasi kepada masyarakat bahwa secara teoritis mestinya di Indonesia itu minimal satu bed melayani 1.000 orang,” ungkapnya.
Untuk mengatasi potensi penuhnya kapasitas rumah sakit dan tingginya beban pelayanan, pemerintah daerah merencanakan pembangunan rumah sakit baru serta revitalisasi fasilitas yang sudah ada.
“Kita coba membangun rumah sakit yang baru. Sedang diajukan. Yang kedua kita melakukan revitalisasi agar perencanaannya tetap terintegrasi, sistematis dan menyeluruh,” kata Bupati.
Syakur menekankan pentingnya keramahan dalam pelayanan kepada pasien dan masyarakat.
Ia mengapresiasi kehadiran tim PTPI yang beranggotakan 12 orang untuk memberikan masukan mengenai aspek yang perlu diperbaiki. Termasuk membantu penyusunan rencana induk atau masterplan pengembangan rumah sakit untuk jangka panjang.
“Dan kita juga minta ahlinya datang, ini ada 12 orang mereka memberikan perspektif tentang apa yang harus diperbaiki. Sehingga ke depan kalau kita dimungkinkan nanti akan ada bantuan untuk pembuatan masterplan secara keseluruhan,” katanya.
BACA JUGA:
Bupati Garut Canangkan Bulan Dana Kemanusiaan PMI 2026
Presiden PTPI, Eko Supriyanto menjelaskan, SNI Smart Hospital memiliki sejumlah pilar utama. Yakni, keselamatan pasien, pencegahan kesalahan medis, mutu pelayanan, keamanan serta keramahan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Yang kedua bahwa rumah sakit ini harus bermutu atau berkualitas. Ketiga rumah sakit juga harus aman, ramah sosial dan ramah lingkungan.”
“Kita tekankan RS nyaman. Satu lagi T itu Terjangkau. Bahwa rumah sakit bagaimana pun juga harus di jangkau wilayah, secara ekonomi, geografi maupun secara demografi. Itulah kira-kira arah smart hospital,” ucapnya.
Ia menerangkan, standar Smart Hospital juga mencakup ketahanan bangunan terhadap bencana. Seperti gempa dan kebakaran, komposisi serta kompetensi sumber daya manusia (SDM), tata kelola organisasi dan efisiensi waktu tunggu pasien yang idealnya kurang dari 30 menit.
Eko mengapresiasi langkah Kabupaten Garut yang menginginkan pendampingan dalam penerapan kebijakan Smart Hospital.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani menyatakan, jajarannya siap melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kapasitas tempat tidur rumah sakit.

Penambahan kapasitas tersebut di perlukan untuk mengurangi risiko kelebihan beban pelayanan.
“Ya memang kita kemungkinan untuk overload terus ya, karena memang Garut itu harus terus kapasitas bednya itu dinaikan. Dan kita juga, Pak Bupati terus berupaya untuk bagaimana meningkatkan kapasitas bed,” imbuhnya.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan UOBK RSU dr Slamet Garut, Gita Rahayu Kania menambahkan, penyusunan masterplan hingga 15 tahun ke depan di arahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola, keramahan dan profesionalisme SDM, kinerja operasional, serta kepuasan pasien.
BACA JUGA:
Kebakaran Lahan di Garut Naik jadi 1495,24 Persen
“Selanjutnya bagaimana tingkat SDM, meningkatkan pendapatan dan juga kualitas pelayanan yang dilaksanakan oleh rumah sakit,” ucap Dia.
Melalui perencanaan tersebut, pengembangan RSUD dr Slamet Garut diharapkan dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Selain itu, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
(Bambang Fouristan)



