spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8225

SPSI Minta UMK Karawang Rp4 juta Jangan Diganggu

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ribuan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) menggelar aksi untuk memperingati Hari Buruh Sedunia atau Mayday yang jatuh pada tanggal 1 Mei   Selasa (1/5/2018). Dalam aksinya, para buruh mendesak Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk  menetapkan UMK Karawan sebesar Rp 4 juta.

“UMK Karawang sebesar Rp 4 juta ini sudah layak jangan ada pengkajian ulang atau dianulir dengan alasan  terlalu besar. Saya kira itu adalah standar yang cukup untuk buruh di Indonesia. Jangan diganggu lagi,” kata Ketua FSP LEM SPSI Muhamad Sidarta kepada FOKUSJabar.id di sela-sela aksinya di depan Gedung Sate.

Menurutnya, justru yang harus dikaji oleh Pemerintah adalah banyaknya UMK di Jawa Barat yang sangat rendah salah satunya adalah Kabupaten Ciamis, Pangandaran dan Kota Tasikmalaya.

“Maka dari itu kami meminta Gubernur Jawa Barat agar segera menetapkan surat keputusannya (UMSK), disahkan sesuai dengan rekomendasi Bupati Karawang,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan agar segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) atau Peraturan Daerah (Perda) terkait dengan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) Jawa Barat agar tidak lagi terjadi polemik.

“Soal UMSK yang sejak pertama kali proses penetapannya dipisahkan demgan proses penetapan UMK pada 2015 hingga saat ini menjadi polemik. Hal itu karena belum adanya pedoman bagi kabupaten/kota di Jawa Barat,” jelas Sidarta.

(Ibenk/DAR)

Kalau Bencana Alam Guncang Tasik, Ratusan Relawan Siap Turun

0
Penyelamatan Korban Banjir dan Tenggelam dengan Water Rescue oleh BPBD (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya melakukan pelatihan dan pembekalan terhadap para relawan BPBD. Pelatihan ini bertujuan untuk memamnatau sejauh mana kesiapan relawan dalam menghadapi bencana alam.

”Relawan-relawan ini kan  ujung tombak BPBD di lapangan mereka  wajib memiliki skil melakukan pertolongan terhadap korban bencana alam,”ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Yudi Kustiadi saat memantau lokasi pelatihan di objek wisata Siti Gede Kota Tasikmalaya Selas (01/05/18).

Dalam pelatihan penyelamatan ini, banyak materi dan teknik-teknik yang diajarkan bagi relawan untuk bisa dipraktikkan dalam penyelamatan ketika terjadi bencana banjir. Ada teknik tertentu yang wajib dilakukan relawan dalam melakukan penyelamatan korban dari dalam air seperti Reach (menjangkau korban dengan tangan), Throw (menolong korban dengan melempar ring buoy/pelampung), Row (menolong dengan perahu), mendekati korban dengan berenang, berenang sambil membawa korban, cara mendayung Water Rescue, serta Throw and Carry.

Dia pun menjelaskan, pelatihan ini melibatkan tenaga dari Basarnas Pos Perwakilan Tasikmalaya, serta diikuti ratusan relawan dari Kecamatan Purbaratu, Tamansari dan Kec.Cibeureum Kota Tasikmalaya relawan yang sudah mengikuti pelatihan ini, jika terjadi bencana mereka sudah tangguh melakukan pertolongan, akan lebih siap dan lebih cepat dalam penyelamatan korban.

(Seda/DAR)

Dua Bulan Kampanye Berakhir, Asyik Tinggalkan Pilgub

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Calon Gubernur Jawa barat Nomor urut 3 Sudrajat-Syaikhu (Asyik) meninggalkan Pilgub Jabar untuk sementara. Mereka memutuskan untuk menjalani ibadah umrah.

Demikian disampaikan Ketua Tim Media Paslon Asyik Machroni Kusuma saat dikonfirmasi, Selasa (1/5/2018).

Dia mengatakan bahwa rencana umrah itu sudah dijadwalkan sejak acara deklarasi paslon pada 10 Januari 2018 lalu di Monumen Perjuangan, Kota Bandung.

“Pak Ajat (Sudrajat) dan Pak Syaikhu berangkat umrah dari 30 april sampai 5 Mei. Mereka sudah minta dibuatkan jadwal pergi jauh-jauh hari,” kata dia.

Sementara itu, Ketua tim pemenangan Asyik Haru Suandaru tidak mempermasalahkan kepergian paslon Asyik untuk umrah di saat penyelenggaraan kontestasi menyisakan waktu kurang dari dua bulan lagi.

Pasalnya, mereka meyakini bahwa kepergiannya ke tanah suci merupakan bagian dari ikhtiar memenangkan Pilgub Jabar dan tak membuat mereka kehilangan momentum.

“Hampir dua bulan lebih di masa kampanye mereka sudah melakukan agenda sosialisasi, bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat. Itu bagian ikhtiar,” jelas Haru.

Terkait sosialisasi, Haru memastikan bahwa simpatisan Asyik terus bergerak. Partai koalisi pun semakin kompak meski melakukan kampanye dengan caranya sendiri-sendiri.

Apalagi, ada agenda besar yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 Mei, yakni kampanye akbar. Rencananya acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo dan Ahmad Heryawan di Kota Bandung.

“Sepulang dari umrah, mereka langsung tancap gas lagi,” pungkasnya.

(LIN)

UMR Buruh Rendah, PKS: Harusnya Investor Tertarik Berinvestasi di Banjar

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id : Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banjar, Budi Kusmono mengkritik peran Wali Kota Banjar yang dianggap belum maksimal dalam melindungi hak-hak buruh.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) peka dengan kondisi kebutuhan masyarakat. Trlebih kaum buruh yang menjadi salah satu bagian dari penyumbang pajak daerah.

“Masalah kemisminan, pengangguran dan kurangnya lapangan pekerjaan masih perlu di maksimalkan. Walikota sangat berperan untuk membuka lapangan pekerjaan baru dengan mendatangkan investor untuk bermodal di Banjar,” kata Budi Kusmono.

Dia mengungkapkan, hari buru se dunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei seharusnya menjadi ruh pergerakan perjuangan buruh untuk menyampaikan hak-haknya. Apalagi Upah Minimum Regional (UMR) Banjar sebut Budi sangat rendah yakni dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Barat.

“Seharusnya ini dapat dimanfaatkan oleh walikota untuk menggandeng investor supaya tertarik berinvestasi. Dan saya rasa UMR rendah ini pun bisa menjadi peluang bagi investor untuk membuka lapangan pekerjaan di Banjar karena secara perhitungan akan mengurangi beban biaya tenaga kerja,” paparnya.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 561/Kep.1065-Yanbangsos/2017 Tentang Upah Minimum Kabupaten Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018.

UMK UMR untuk Kota Banjar tersebut mulai berlaku mulai tanggal 01 Januari 2018.

Besaran Nilai Gaji UMK / UMR untuk wilayah Kota Banjar adalah sebesar Rp. 1.562.730,28,-

(Boip/Bam’s)

Pelapor Dugaan Kampanye Hitam Harus Lengkapi Syarat Formal?

0

BANJAR, FOKUSJabar.id: Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Banjar Irfan Saeful Rohman memberikan tenggat waktu tujuh hari kepada pelapor untuk melengkapi pelaporan dugaan kampanye hitam.

Berdasarkan Peraturan Badan Pengawasan Pemilu (Perbawaslu) No 14/2017 pasal 13, salah satu poinya yakni harus ada identitas pelapor dan terlapor.

“Kami telah menerima laporan dugaan pelanggaran dari pihak tim paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar nomor urut 2 Maman Suryaman-Irma D Bastaman. Namun identitas pelapor sebagai syarat formalnya belum dilengkapi,” kata Irfan, Selasa (1/5/2018).

Kendati begitu, jika laporan tersebut tidak memenuhi syarat formal, tetapi memenuhi syarat materil, maka menjadi informasi awal adanya dugaan pelanggaran yang ditindaklanjuti Panwaslu untuk ditelusuri dan bisa dijadikan temuan.

“Kami memiliki ketentuan peraturan yang telah ditetapkan. Maka kami akan bertindak sesuai peraturan yang mengatur bagaimana menyelesaikan masalah pilkada,” tegas dia.

Kemudian jika pelapor bisa memenuhi syarat formal dalam tujuh hari, maka Panwaslu akan memeriksa dan mengkonfirmasi dugaan pelanggaran pada pelapor dan melanjutkan ke KPU serta kepolisian.

Kendati begitu, pihaknya mengakui bahwa secara keseluruhan, selebaran itu terindikasi melanggar tindak pidana umum serta pelanggaran pemilu. Secara konsisten pihaknya pun akan berkoordinasi dengan beberapa pihak berwenang, termasuk Kesbangpol Banjar.

(Boip/LIN)

SPSI Jawa Barat Minta Aher Terbitkan Pergub UMSK

0
Ribuan Massa dari FSP LEM SPSI di depan Gedung Sate Bandung, Selasa (1/5/2018). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Peringati hari buruh sedunia (May Day), ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) menggelar aksi di depan Gedung Sate, Selasa (1/5/2018).

Dalam aksinya, massa menuntut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) segera menerbitkan Pergub atau Perda yang mengatur proses penetapan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) Jabar.

“Soal UMSK yang sejak pertama kali proses penetapannya dipisahkan dengan proses penepatan UMK pada 2015, hingga saat ini menjadi polemik,” kata Ketua FSP LEM SPSI Muhamad Sidarta.

Hal itu, kata dia, terjadi karena belum adanya pedoman atau standar dalam bentuk regulasi bagi kabupaten/kota di Jabar. Agar proses penetapan UMSK tahun 2019 dan seterusnya tidak lagi bermasalah dalam proses dan mekanismenya, maka FSP LEM SPSI Jabar menuntut Gubernur Jabar segera menerbitkan Perda atau Pergub yang mengatur proses penetapan UMSK Jabar.

Hal itu terjadi karena adanya perbedaan penafsiran kajian antara Pemprov Jabar dengan Pemkot Bandung, di mana hal serupa juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

“Proses UMSK 2018 baru sampai kajian juga sudah gugur sebelum berkembang, karena belum adanya standar kajian dan proses penetapan UMSK. Ke depan, ini tidak boleh terjadi untuk melindungi kaum buruh yang posisi tawarnya semakin lemah,” tegas Sidarta.

Dia pun menyampaikan, UMSK 2018 yang telah direkomendasikan oleh Dewan Pengupahan Pemprov Jabar agar segera diterbitkan surat keputusannya.

Dan untuk UMSK 2018 Kabupaten Karawang disahkan sesuai rekomendasi Bupati Karawang.

(Ibenk/LIN)

Gomez: Madura Harus Bekerjakeras Kalahkan Persib

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Laga antara Persib kontra Madura United pada kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (4/5/2018), Persib Bandung kemungkinan tidak akan diperkuat Febri Hariyadi dan Supardi Nasir.

Kedua pemain tersebut belum bisa tampil dengan alasan yang berbeda, Febri absen karena masih memperkuat Timnas Indonesia di ajang PSSI Anniversary Cup 2018, sedangkan Supardi masih menjalani sanksi larangan bermain dari Komite Disiplin PSSI.

“No problem, kita bisa mainkan Atep,” kata Pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (1/5/2018).

Gomez menilai, Madura merupkan tim berkualitas dan dihuni pemain berpengalaman. Sehingga, pihaknya sudah mempersiapkan timnya dengan maksimal.

“Iya saya tahu mereka tim yang bagus, apalagi main di kandang, mereka selalu menang. Tapi mereka harus bekerjakeras untuk mengalahkan kita, dan kita juga akan bekerjakeras untuk mengalahkan mereka,” ungkapnya.

(Arif/LIN)