spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8226

 Upaya Pemprov Jabar Bangun Bandara Kertajati Diganjar Penghargaan

0
foto HPJ

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Upaya dan inisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka diganjar penghargaan khusus oleh Pemerintah Pusat.

Penghargaan khusus tersebut diberikan oleh Kementerian Bappenas dan Agraria Tata Ruang (ATR) dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Hotel Sahid Jakarta, Senin (30/4/2018) kemarin.

Disaksikan Presiden RI Joko Widodo penyerahan dilakukan oleh Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro kepada Sekda Jabar Iwa Karniwa yang hadir mewakili Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
Mewakili Gubernur Jabar, Iwa mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen dalam percepatan pembangunan BIJB.

“Bandara Kertajati ada komitmen yang kuat dari Pemprov Jabar dan stakeholder lainnya, sehingga pada Juni 2018 bisa digunakan. Cita-citanya calon haji berangkat dari Kertajati. Kalau bisa dilakukan, ini menjadi reputasi internasional. Sekitar 38 ribuan calon haji Jawa Barat akan berangkat dan mendarat di Kertajati,” kata dia.

Percepatan pembangunan ini, dilakukan dengan cara mendorong BIJB segera menyelesaikan pekerjaannya membangun bandara. Termasuk pembagian saham BIJB dengan Angkasa Pura II.

Lebih lanjut Iwa mengatakan bahwa penghargaan yang diterima ini istimewa, karena hasil penilaian khusus dari pemerintah pusat kepada Pemprov Jabar terkait pembangunan infrastruktur, yang mana proyek BIJB dipilih sebagai contoh keberhasilan daerah.

“Alhamdulillah, ini penghargaan khusus satu-satunya bagi Jabar. Satu-satunya, dari 34 provinsi hanya Jabar yang meraih penghargaan ini,” kata Iwa.

Pemerintah memuji kerja keras Pemprov Jabar yang tak hanya melahirkan inisiatif, namun juga memberikan porsi besar APBD dan kontribusi guna membangun bandara yang akan diresmikan pada Juni 2018 mendatang ini.

“Bukan hanya insiatifnya tapi komposisi Jabar pada proyek ini mencapai 60 persen,” jelas dia.

Selain itu, Pemprov pun dinilai berhasil menerapkan konsep Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam BIJB dengan melibatkan pihak lain dalam kepemilikan saham. Tak hanya komposisi saham provinsi yang mayoritas di BUMD PT BIJB juga ada PT Angkasa Pura II, Danareksa hingga pertama kalinya PNS memiliki saham lewat Koperasi  Konsumen Praja Sejahtera.

“Pembangunannya juga relatif lancar dan hasil pembangunannya dinilai lebih baik dibanding bandara yang lain. Ini yang membuat Pak Presiden melalui Kementerian Bappenas memberikan penghargaan khusus satu-satunya bagi Jabar,” katanya.

Iwa mengatakan, pihaknya mewakili Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku bersyukur dan bahagia atas penghargaan ini. Terwujudnya Bandara Kertajati juga tidak terlepas daru dukungan DPRD Jabar, Pemkab Majalengka dan masyarakat Majalengka serta komponen yang lain.

“Atas dukungan semua pihak, bandara ini bisa terwujud dengan baik. Alhamdulillah di luar dugaan ini mendapat apresiasi dari Bapak Presiden melalui Kementerka Bappenas. Jabar mendapat penghargaan satu-satunya provinsi dari 34 provinsi di Indonesia,” pungkasnya.
(LIN)

Reuni dengan Greg, Igbonefo Siap Tampil Maksimal

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemain belakang Persib Bandung Victor Igbonefo akan bertemu dengan sahabatnya Greg Nwokolo pada laga Persib konta Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (4/5/2018).

Sebelumnya, kedua pemain tersebut sempat berada dalam satu tim seperti di Pelita Jaya, Chiangrai United dan Timnas Indonesia. Sehingga, Igbonefo dan Greg sudah mengetahui permainan satu sama lain.

Meski begitu, Igbonefo siap menampilkan permainan terbaiknya dan menjaga lini pertahanan Maung Bandung agar tidak mudah ditembus pemain Madura termasuk Greg.

“Ya kita pernah bareng dan bertemu di lapangan, tapi di lapangan kita profesional,” kata Igbonefo ditemui di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (1/5/2018).

Selain Greg, Igbonefo menilai tim Madura United dihuni pemain berkualitas lainnya, sehingga butuh kerja keras untuk mengamankan poin penuh.

“Tim mereka sangat bagus, kita harus mewaspadai Greg , dia sangat bagus dan bahaya. Tapi kita harus waspadai mereka sebagai tim karena berkualitas. Kita tidak pikir bagaimana tim lawan, tetapi bagaimana kita bermain,” tegas dia.

(Arif/LIN)

Kondusifitas Pilkada Banjar Terancam?

0
foto ilustrasi/boip

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pengamat Politik dari STISIP Bina Putera Banjar Sidik Firmadi menyebut bahwa Pilkada Banjar 2018 terancam tidak kondusif.

Hal itu menyusul kondisi yang semula baik-baik saja, tercoreng perilaku penyebar informasi tak bertanggungjawab yang mengatasnamakan Forum Warga Banjar Ber-SATU (1).

Dalam selebaran itu terdapat beberapa poin yang meminta masyarakat tidak memilih pasangan calon yang didukung partai tertentu.

Kemudian ada pula perintah untuk tidak memilih pasangan yang di dukung oleh ormas Islam tertentu, serta masih banyak lagi poin informasi yang lainnya.

“Kejadian ini tentunya menjadi ancaman bagi pembangunan demokrasi di Kota Banjar, bahkan bisa memengaruhi situasi politik menjadi tidak sehat,” tegas Sidik, Selasa (1/5/2018).

Menurut dia, penyebaran informasi seperti itu merupakan upaya untuk ‘memainkan’ isu SARA dalam Pilkada Banjar. Jelas ini tidak baik, terlebih, kata dia, selebaran itu bagian dari kampanye hitam.

Panwaslu Kota Banjar harus segera bertindak cepat guna menyelidiki dan menangkap pelaku penyebaran informasi tersebut. Jangan sampai Panwaslu lemah dalam penanganan kasus tersebut.

“Sudah saatnya Panwaslu menunjukkan taringnya, sehingga masalah ini tidak semakin berkembang dan menyebabkan konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat. Bagi saya masalah ini pertaruhan citra Panwaslu Kota Banjar,” kata dia.

Dia berharap agar pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran selebaran itu segera menghentikan perbuatannya.

” Segera bertaubat, jangan hanya karena kepentingan politik sesaat, rela mengorbankan kerukunan masyarakat Banjar,” kata dia.

(Boip/LIN)

Airlangga Disiapkan Gantikan Ezechiel

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung tak akan diperkuat Ezehciel N’douassel saat menghadapi Madura United pada pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (4/5/2018).

Pemain asal Chad ini terpaksa tidak dibawa ke Madura karena mengalami cedera setelah mengikuti latihan di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Senin (30/4/2018).

Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez menuturkan, absennya Ezehciel bukan masalah besar, walaupun perannya di tim sangat penting. Karena, Maung Bandung masih memiliki pemain yang bisa mengisi posisi striker.

” Itu tergantung, tapi kemungkinan Airlangga bisa menggantikan dia (Ezechiel),” ucap Gomez di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (1/5/2018).

Selain Airlangga, Persib masih memiliki Muchlis Hadi Ning. Meski begitu, Gomez kemungkinan tidak akan menurunkannya di laga tandang tersebut.

” Saya lebih memilih Airlangga,” ungkapnya.

(Arif)

Persib Tanpa Ezechiel Saat Menghadapi Madura United

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan menghadapi Madura United pada pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (4/5/2018).

Tim berjuluk Maung Bandung ini berencana berangkat ke Madura, Rabu (2/5/2018) besok dari bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung dengan kekuatan 18 pemain. Dari daftar pemain yang akan dibawa, tidak ada nama Ezechiel N’douassel.

Menurut pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, Ezchiel terpaksa ditinggal di Bandung karena mengalami cedera.

“Kita akan membawa 18 pemain ke Madura tanpa Ezechiel. Dia mengalami nyeri di kakinya dan tidak bisa bermain. Kalian bisa tanya ke Soler soal daftar pemain yang dibawa,” kata Gomez, Senin (1/5/2018).

Gomez tak ingin memaksakan pemain yang sudah mengoleksi enam gol tersebut tampil di Madura, karena dia tak ingin pemain asal Chad tersebut mengalami cedera parah.

“Dia tidak dalam kondisi yang bagus dan akan berbahaya jika dia memaksakan bermain di Madura. Jadi dia harus menunggu laga berikutnya di kandang,” jelasnya.

(Arif/Bam’s)

Merasa Disudutkan, Tim Pemenangan Iman Barokah Laporkan Dugaan Kampanye Hitam

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Tim Pemenangan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar nomor urut 2 Maman Suryaman-Irma D Bastaman (Iman Barokah) merasa dirugikan dengan selebaran kampanye hitam yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

“Jelas kami merasa dirugikan, karena isi dari selebaran itu sangat menyudutkan kami dari paslon urut 2,” kata Ketua Tim Pemenangan urut 2 Budi Kusmono, Selasa (1/5/2018).

Sebagai langkah hukum, kader PKS itu pun melaporkan dua sugaan kasus pidana yang terjadi, yakni ujaran kebencian yang beredar di media sosial serta selebaran provokasi yang telah menyeret sejumlah nama elit partai dan organisasi massa.

“Selebaran yang mengatasnamakan Forum Warga Banjar Ber-satu (1) itu telah mencoreng pesta demokrasi di Banjar. Kami laporkan dugaan pelanggaran itu ke pihak kepolisian,” kata dia.

(Boip/LIN)

Perpres Tenaga Kerja Asing Dinilai Rugikan Pribumi

0
(FOKUSJabar/Budi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua DPD LEM Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jawa Barat, Muhamad Sidarta menilai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing sangat merugikan pribumi. Pasalnya, tenaga kerja asing bisa dengan mudah masuk ke Indonesia dan bekerja.

“Aturannya dipermudah. Tadinya hanya menduduki jabatan tertentu, sekarang kerjaan kasar bahkan bisa di lembaga negara, “kata Sidarta di sela aksi peringatan hari buruh di Jalan Dipenogoro, Selasa (1/5/2018).

Menurut dia, sejak tahun 2015/2016, ancaman tenaga asing sudah menjadi isu nasional. Bahkan, pihaknya selalu meneriakan isu tersebut.

“Sekarang jadi marak sekali dan menjadi sorotan publik, itu sudah kita ingatkan jauh-jauh hari. Mereka bekerja di infrastruktur, seperti di tol cisundawu, proyek-proyek kelistrikan dan pertambangan,” ucapnya.

Sidarta pun menuntut kepada pemerintah untuk segera melakukan revisi dan juga evaluasi terhadap pemberlakukan Perpres yang sangat merugikan masyarakat banyak.

“Ini menyedihkan sekali kalau kita biarkan. Nah ini tuntutan konstruktif, mudah-mudahan pemerintah daerah sampi tingkat pusat mendengar aspirasi ini,”pungkasnya

(budi/bam’s)