spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8218

Siswa Overload, Angota DPR-RI Diminta Perjuangkan RKB

0
Anggota Komisi X DPR RI Thoriq Hidayat Lc saat memantau pelaksanaan UN di SDN Karsanagara Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Rabu (3/5) (Dadang A Rasyid)

TASIKMALAYA, FOKUSjabar.co.id: Anggota Komisi X DPR RI Thoriq Hidayat Lc memantau pelaksanaan UN di SDN Karsanagara Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Rabu (3/5).Kedatangan politisi PKS itu disambut Kepala SDN Karsanagara H Nuning Yuningsih SPd dan para guru.

“Terima kasih atas kedatangannya di sekolah kami, tak disangka sebelumnya,” kata Nuning.

Nuning menjelaskan kondisi sekolah dan siswa yang mengikuti UN, ada sekitar 120 siswa yang mengikuti UN. SDN Karsanagara memang merupakan sekolah yang jumlah siswanya cukup banyak sehingga kekurangan ruangan belajar.

“Sekolah kami overload, ada sekitar 600-san siswa, perlu ruang kelas baru,” kata Nuning sembari berharap anggota DPR-RI dari Dapil Kota/Kab Tasik dan Kab Garut itu memperjuangkan bantuan untuk membangun ruang belajar baru.

“Mudah-mudahan kedatangan pangersa (thoriq, red) bisa membantu memperjuangkan anggaran untuk membangun ruang belajar baru, proposalnya sih sudah diajukan tapi belum ada jawaban,” katanya.
Nuning menjelaskan, karena kekurangan ruang belajar terpaksa diberlakukan ship pagi dan siang untuk kelas I.
“Sekolah kami selalu kebanjiran siswa, kalau ada ruang belajar baru tak harus ada ship pagi dan siang lagi,” katanya.

Thoriq Hidayat mengatakan, permasalahan sarana dan prasarana pendidikan seperti kekurangan ruang belajar memang jadi kendala majunya pendidikan di negeri ini. Penyebabnya keterbatasan anggaran sementara banyak sekolah yang harus dibangun dan diperbaiki.

“Banyak sekolah rusak yang harus diperbaiki, sedangkan anggarannya kurang memadai,” katanya.
Thoriq Hidayat menjelaskan, dari Total Anggaran Pendidikan Rp444,131 Triliun, yang terbanyak menyerap anggaran adalah Kemenag Rp52,681 triliun disusul oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebesar Rp40,393 triliun, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebesar Rp40,092 triliun.

“Dana sebesar itu masih belum cukup untuk memperbaiki atau menambah ruang belajar baru, namun insya Allah saya akan memperjuangkannya. Apalagi proposalnya sudah masuk,” pungkasnya. (DAR)

Dinilai Mampu Pimpin Jabar, Hasan Digelar Pamangku Sakabumi Pajajaran

0
Cagub Jabar TB Hasanuddin saat menerima gelar pamangku sakabumi pajajaran dari pendekar Sukabumi (Foto IST)
Cagub Jabar TB Hasanuddin saat menerima gelar pamangku sakabumi pajajaran dari pendekar Sukabumi (Foto IST)

SUKABUMI,FOKUSJabar.id: Para pendekar silat dari berbagai paguron di Kota Sukabumi memberikan gelar Pemangku Sakabumi Pajajaran kepada Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan). Gelar itu diberikan karena Hasan dinilai mampu memangku masyarakat Jawa Barat dan seluruh kekayaan alam yang ada di tanah Pasundan.

Gelar Pemangku Sakabumi Pajajaran diberikan langsung oleh tokoh agama yang juga guru silat Kyai Muhammad Fajar Laksana pada perhelatan Seni Budaya Pencak Silat di Jalan Karang Tengah, Gunung Puyuh, Sukabumi belum lama ini.

Kyai Fajar yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Zikir Alfath itu mengatakan, sebagai Purnawirawan Jendral TNI AD, Hasan merupakan sosok pemberani yang akan membawa perubahan lebih baik untuk Jawa Barat. Mulai dari pembangunan, pendidikan hingga mempertahankan kebudayaan yang ada di tatar Sunda, Hasan dinilai mampu.

“Seorang Mayjen (Purn) jangan ditanya soal berkelahi, beliau adalah sorang pejuang yang mampu Mangku ku Sakabumi Tatar Sunda, menjaga, melindungi Wilayah Sukabumi, khususunya Jawa Barat.” ungkap Fajar.

Selain mendapat gelar, Hasan pun dianggap sebagai warga kehormatan Sakabumi Pajajaran dan tokoh seni budaya masyarakat Pajajaran.

Maka, kata Fajar, sudah sepatutnya Jawa Barat dipimpin oleh sosok yang memiliki kekuatan spiritual, kepemimpinan dan kekuatan rakyat.

“Kang Hasan adalah Jenderal yang telah teruji. Pengalamannya luas, dan punya darah Seni dan Budaya Sunda yang kuat” tegas Kyai Fajar.

Pada kesempatan yang sama, Kang Hasan berkomitmen mempertahankan seni dan budaya Sunda sebagai jati diri masyarakat Jawa Barat. Menurut dia, masyarakat yang berbudaya adalah ciri masyarakat yang maju dan berkarakter.

“Kami akan pertahankan budaya Sunda, ciri kita sebagai orang Sunda dan bangsa Indonesia,” kata Hasan.

(LIN)

Kotak Band Siap Meriahkan Harmoni Pesta Demokrasi di Sport Centre Arcamanik

0
Kepala Bakesbangpol Jabar Ruddy Ganda Kusumah saat memaparkan puncak acara Harmoni Pesta Demokrasi di Bandung (foto LIN)
Kepala Bakesbangpol Jabar Ruddy Ganda Kusumah saat memaparkan puncak acara Harmoni Pesta Demokrasi di Bandung (foto LIN)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemerintah Provinsi Jawa Barat memfasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Jawa Barat mensosialisasikan Pilkada Serentak 2018.

Kepala Bakesbangpol R. Ruddy Gadakusumah menjelaskan, pihaknya berupaya menggelar sosialisasi semaksimal mungkin guna mendorong partisipasi masyarakat menyukseskan agenda pilkada, termasuk Pilgub Jabar 2018.

Beberapa rangkaian acara yang digelar akan melibatkan seniman musik papan atas. Ruddy menyatakan bahwa langkah itu dilakukan untuk memancing masyarakat menghadiri sederet acara bertajuk ‘Harmoni Pesta Demokrasi’.

“Untuk mengumpulkan massa tanpa hiburan cukup sulit. Oleh karena itu kami menghadirkan band papan atas untuk memeriahkan acara,” kata Ruddy di Bandung, Kamis (3/5/2018).

Melalui tema ‘Memilih Jabar Kondusif 2018’, Ruddy berharap generasi muda, termasuk di dalamnya kelompok milenial bisa menghadiri acara yang puncaknya bakal digelar di Lapangan Parkir Sport Center Arcamanik, Kota Bandung.

Semula lokasi kegiatan akan digelar di Lapang Pussenif Kota Bandung, namun dialihkan ke Lapang Parkir Sport Centre Arcamanik karena mendadak digunakan untuk kegiatan internal.

“Ya, kita menyasar generasi milenial namun bukan berarti bapak-bapak dan ibu-ibu tidak diikutsertakan. Acaranya akan digelar Sabtu 5 Mei mulai pukul 14.00-22.00 WIB,” kata dia.

Ruddy menyebutkan acara serupa sudah dilakukan di beberapa kota/kabupaten se-Jawa Barat (Jabar). Melalui rangkaian kegiatan tersebut, dia berharap target angka partisipasi warga pemilih pada Pilkada Serentak 2018 mencapai 70 persen. Di Jabar terdapat 16 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada plus pilgub.

“Kita sudah roadshow ke Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, dan di Kabupaten Indramayu. Di kota Bandung adalah puncak roadshow Harmoni Pesta Demokrasi,” tutur dia.

Hal dilakukan Bakesbangpol semata agar pesta demokrasi lima tahunan di Jabar berjalan lancar, sukses dan kondusif tanpa gejolak di tengah masyarakat. Bakesbangpol ingin seluruh masyarakat menggunakan hak konstitusinya demi lahirnya kepemimpinan di Jabar ke depan yang semakin baik.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menciptakan Pilkada yang damai, aman tanpa ekses atau gejolak perpecahan di tengah masyarakat,” ucap Ruddy.

Untuk diketahui, Puncak Acara Harmoni Pesta Demokrasi nanti akan disemarakan berbagai kegiatan, seperti penampilan seni tradisional dan door prize bagi peserta. Selain itu, akan hadir pula band papan atas Kotak, Mat Bitel, Mat Setum, Time Bom Blues, Black Juice, Kawan Baik, New Friend, Jamaicca Sound, Madame Rockers, De Roxxx, The Lizens, Black SG, dan Rdj Band.

(LIN)

Dedi Mulyadi: Komitmen Kuat Semua Pihak Jadi Solusi Persoalan Lingkungan Hidup

0
Cawagub Jabar Dedi Mulyadi dan Cawagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum dalam Dialog Publik (foto Budi)
Cawagub Jabar Dedi Mulyadi dan Cawagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum dalam Dialog Publik (foto Budi)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Dedi Mulyadi menilai, persoalan lingkungan hidup di Jabar akan mengalami kehancuran jika dibiarkan. Sebab, kata dia, ada tata nilau kehidupan yang bergeser dan terjadinya pemisahan antara manusia, alam dan keyakinan.

“Kalau itu semuanya terpisah akan hancur, karena tidak ada keterikatan dengan alamnya. Padahal ajaran Sunda mengajarkan papat kalima panceg, manusia yang sempurna adalah manusia yang menyatu dengan alamnya secara paripiurna. Prinsip ini hilang dalam sistem kita,” kata Dedi dalam diskusi publik ‘Menakar Komitmen Kandidat Gubernur-Wakil Gubernur dalam Perlindungan Ruang dan Lingkungan Hidup Jawa Barat’ di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Kota Bandung, Kamis (3/4/2018).

Menurut Dedi, persoalan lingkungan terletak pada tata ruang di sebuah daerah yang tidak terintegrasi dengan baik dan hampir semua kepala daerah mempunyai orientasi untuk mengubah daerahnya.

“Ini problem yang harus diselesaikan. Berulang-ulang saya sampaikan bagaimana menyelesaikan hulu Citarum dan bagaiman mengubah pola pikir orang yang ada di pinggiran hutan,” ucapnya,

Untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup, kata Dedi, dibutuhkan komitmen kuat dari semua pihak. Pemahaman dan kesadaran menjadi faktor utama. Dimana Pemerintah mendorong melalui aturan dan tindakan yang nyata.

“Komitmen lingkungan hidup bukan hanya anggaran yang besar. Tapi diukur seberapa besar Pemprov Jabar untuk bisa melakukan evaluasi tata ruang secara menyeluruh di Jabar,” tukasnya.

Acara diskusi publik tersebut hanya dihadiri dua pasang calon wakil gubernur, yakni nomor urut satu Uu Ruzhanul Ulum dan Cawagub nomor urut empat Dedi Mulyadi.

(Budi/LIN)

Sepatu Roda Porda Jabar XIII Digelar di Bandung

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pertandingan cabang olahraga (Cabor) sepatu roda pada Porda Jabar XIII/2018 dipastikan digelar di lintasan sepatu roda Saparua pada 10-12 Oktober 2018 dan SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung pada 13 Oktober 2018.Kota Bandung.

Ketua Umum P‎engurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Jabar Erry Sudradjat mengatakan, kepastian tersebut sudah ditetapkan pada saat pelaksanaan Chief de Mission (CDM) Meeting Porda Jabar XIII di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. Sebelumnya, pertandingan cabor sepatu roda akan digelar di Saparua, Kota Bandung, dan di Kota Bekasi.

“Jika digelar di Kota Bekasi, kita harus menyetel ulang peralatan perlombaan dan membutuhkan biaya, termasuk akomodasi hingga konsumsi untuk petugas lapangan dan juri. Diputuskan di Kota Bandung karena lebih efisien dan efektif,” jelasErry di Bandung, Kamis (3/5/2018).

Kualitas litasan Saparua pun lebih baik dibandingkan  di Kota Bakeasi. Meski demikian, pihaknya tidak menampik jika lintasan sepatu roda pun memerlukan sedikit pembenahan serta penyempurnaan.

“Terkait sisi mana yang harus dibenahi, kita sudah sampaikan ke pihak KONI Jabar maupun PB Porda Jabar XIII. Kita berharap Juli 2018 sudah mulai progres perbaikan dan September 2018 sudah selesai,” kata dia.

(Ageng/LIN)

Sebanyak 56 Atlet Boling Jabar Siap Berlaga di Porda Jabar XIII‎

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebanyak 56 atlet boling akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII di lintasan boling Bogor Nirwana Residence (BNR) Kota Bogor, 9-15 Oktober 2018. Ke-56 atlet itu akan menjadi wakil dari delapan kota/kabupaten di Jabar.

“Ke-56 atlet yang akan berlaga di Porda Jabar XIII Cabor boling itu berdasarkan hasil dari babak kualifikasi. 56 atlet tersebut terdiri dari 27 atlet‎ putra dan 29 atlet putri,” kata Technical Delegate Cabor boling Porda Jabar XIII Darmadji di Siliwangi Boling Center, Jalan Aceh Kota Bandung, Kamis (3/5/2018).

‎Cabor boling pada Porda Jabar XIII akan mempertandingkan sebanyak 11 nomor pertandingan, yakni single, double, trio, master, dan all event putra-putri serta satu nomor campuran (mix double).

“Jadi jumlah medali yang diperebutkan di cabor ini cukup banyak‎, sehingga setiap peserta kota dan kabupaten punya peluang sama,” kata dia.

Pihaknya pun sudah menyodorkan pakta integritas kepada semua atlet yang berlaga di Porda Jabar XIII. Pihaknya pun memastikan semua atlet yang akan berlaga nanti akan menjadi bagian tim boling Jabar di PON XX 2020 di Papua.

(Ageng/LIN)

Pemprov Jabar Minta Kepastian Pelaksanaan Asian Games 2018 untuk Venue di Jabar

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta kepastian terkait pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan menggunakan sejumlah venue di Jabar.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengaku bahwa pihaknya sudah menyampaikan sejumlah catatan penting terkait semakin dekatnya pelaksanaan Asian Games 2018, khususnya untuk event yang digelar di Jawa Barat.

“Kami bersama INASGOC sudah menggelar rapat koordinasi sembilan kali untuk memecahkan sejumlah persoalan,” kata Iwa di Bandung, Kamis (3/5/2018).

Salah satu poin yang disampaikan, yakni permintaan kepada Satuan Tugas Venue Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar rutin menginformasikan laporan pekerjaan pembangunan, baik rehabilitasi maupun renovasi venue kepada panitia daerah.

Terlebih, kata Iwa, baik Presiden maupun Wakil Presiden seringkali menanyakan data dan informasi mengenai perkembangan pekerjaan penyiapan venues tersebut kepada Gubernur Jawa Barat.

“Kami selaku panitia daerah dan pembantu Gubernur, setiap saat harus mampu menyampaikan data dan informasi terbaru,” kata dia.

Selain itu, dibatalkannya penggunaan stadion GBLA, dan hanya menggunakan Stadion Sepakbola Si Jalakharupat Kabupaten Bandung sebagai stadion pertandingan untuk cabor sepakbola pun belum memiliki kejelasan. Bahkan, sampai saat ini belum ditetapkan lokasi stadion latihan.

“Apakah di stadion Arcamanik, lapangan sepakbola Sabuga ITB, lapangan sepakbola UNPAD Jatinagor, atau lokasi yang lain? Padahal ini penting untuk memastikan kesiapan,” jelas dia.

Pihak panitia daerah sudah meminta seluruh kepastian informasi terkait rencana event sepakbola, canoe-slalom, balap sepeda (road race) maupu sepeda gunung kepada pihak INASGOC. Hal itu mengingat mengingat beberapa sarana utama penunjang di beberapa venue nampaknya belum siap sepenuhnya.

Lebih lanjut pihaknya mendesak agar instruksi Presiden Joko Widodo terkait peningkatan promosi dan publikasi penyelenggaraan Asian Games segera dibahas secara bersama-sama antara Inasgoc dan panitia daerah.

“Kami berharap persoalan yang ada bisa sama-sama dibahas agar penyiapan penyelanggaran Asian Games di Jabar bisa segera dituntaskan,” kata Iwa.

(LIN)