spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8187

BPNT Disalurkan, Legislator NasDem Sebut Nilainya Kurang dari Rp110 Ribu?

0
(dok FOKUSJabar.co.id)

GARUT, FOKUSJabar.id : Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang digulirkan Pemerintah Pusat yang diperuntukan bagi warga miskin tidak tepat sasaran. Bahkan, jumlah barang berupa beras dan telur diduga tidak mencapai Rp110 ribu.

Demikian diungkapkan Legislator Partai Nasional Demokrat (NasDem) Garut, Yusep Mulyana. Menurutnya, program pemerintah tersebut sangat bagus namun dalam pendataan sampai penyalurannya sedikit ada masalah.

” Mulai dari pendataan hingga penyalurannya bermasalah,” kata Yusep kepada FOKUSJabar.id, melalui pesawat telpon, Rabu (16/5/2018) malam.

Disebutkan Yusep, dalam pendataan dan yang mendapatkan kartu Kombo (BPNT) banyak yang tumpang tindih. Dimana sebagian besar warga yang dapat kartu kombo adalah warga yang dapat Program Keluarga Harapan (PKH). Sedangkan warga miskin lainnya tidak kebagian.

” Seperti halnya Desa Sukaluyu Sukawening, seperti laporan warga banyak jompo dan masyarakat miskin yang tidak mendapatkan kartu kombo,” imbuhnya.

Diterangkan Yusep, bahkan dalam penyalurannya juga dianggap bermasalah. Kartu Kombo nominalnya Rp110 ribu per bulan. Sedangkan yang disalurkan di Kabupaten Garut berupa beras 7 kg dan telur sebanyak 10 butir.

” Jika dikalkulasikan, harga beras premium Rp12 ribu per kg dan telur Rp2 ribu per butir. Berarti 7 kg beras ditambah 10 butir telur hanya Rp104 ribu. Sisanya kemana,” tanyanya.

Oleh karena hal tersebut, lanjut dia, pihaknya akan memanggil Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut guna dimintai kejelasan tentang sistem pendataan dan penyaluran BPNT.

” Jangan sampai program pemerintah pusat yang begitu bagus dinodai dengan sistem pendataan dan penyaluran tidak merata yang terjadi di daerah,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

TPPAS Regional Legok Nangka Masuki Lelang

0
TPPAS
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSjabar.co.id: Proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional Legok Nangka kini memasuki tahap lelang. Hal itu ditandai dengan penyerahan dokumen pengadaan badan usaha Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha TPPAS Legok Nangka dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dokumen tersebut berupa dokumen pra kualifikasi dan rancangan kontrak yang diserahkan langsung oleh Kepala LKPP Agus Prabowo kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate Bandung, Selasa (15/05/2018).

“Telah kami terima dua dokumen tadi dan kami akan segera melelangnya,” kata Gubernur Aher.

Walapun ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi oleh Pemprov Jabar namun proses pelelangan sudah bisa dilakukan.

BACA JUGA: Masalah Kontraktor TPPAS Lulut-Nambo Selesai

“Tinggal ada sejumlah persyaratan yang harus kami penuhi dan sambil jalan kita buka tendernya,” ujar Aher.

Aher menargetkan, pelelangan akan mulai dilakukan di bulan Ramadan ini.

“Target lelang mudah-mudahan saya sih inginnya sebelum masa jabatan saya berkahir jadi bulan Ramadan ini Insya Allah akan dilelang,” ucapnya.

Aher mengungkapkan, sudah ada 13 investor yang berminat menangangani proyek yang direncanakan akan mengolah minimal 1500 ton sampah perharinya ini. Ke 13 investor tersebut berasal dari perusahaan dalam negeri, Tiongkok dan sejumlah negara di Eropa. Nilai dari proyek TPPAS Legok Nangka yang akan mampu menghasilkan energi listrik bagi masyarakat ini senilai Rp 3,2 Triliun.

“Kalau ini terlaksana ini menjadi tender tercepat diantara proyek nasional. Percepatan sejumlah daerah di Indonesia untuk memproses sampah ke energi artinya proses ramah lingkungan dengan proses yang modern,” ungkap Aher.

TPPAS Legok Nangka sendiri akan melayani sampah dari seluruh wilayah Bandung Raya ditambah dua Kecamatan dari Kabupaten Garut dan Sumedang.

Terkait tipping fee pembuangan sampah, Aher menuturkan, akan kembali dibicarakan dengan Kabupaten dan Kota yang terlibat. Namun persentasenya 30 persen akan ditanggung oleh Pemprov Jabar dan 70 persennya oleh masing-masing Kabupaten dan Kota.

“Tipping fee nanti kalau ada perubahan akan kita bicarakan lagi dengan Kokab tapi berubah atau tidak prinsipnya Provinsi menanggung 30 persen Kabupaten, Kota 70 persen,” tuturnya.

Menurutnya hal tersebut merupakan kerjasama yang sangat baik sebab menurut peraturan urusan wajib sampah sebetulnya ada di Kabupaten dan Kota.

“Urusan wajib sampah itu ada pada Kabupaten Kota tapi ini Provinsi peduli dengan urusan sampah sehingga meskipun beban aslinya ada di mereka tapi Provinsi maju untuk menanggung menyelesaikan beban bersama,” kata Aher.

Kepala LKPP Agus Prabowo mengatakan, setelah menyerahkan dokumen KPBU TPPAS Legok Nangka pihaknya akan terus mendorong hingga tahap lelang selesai.

“Telah saya serahkan dokumen KPBU nya sekarang tinggal kami mendorong dari belakang supaya segera ditenderkan karena sudah banyak calon-calon investor yang berminat,” kata Agus.

(HUMAS JABAR)

Selama Puasa Persib Latihan Sore dan Malam Hari

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Selama bulan Ramadhan 1439 H tim Persib tetap berlatih. Namun latihan dilakukan pada sore dan malam hari. Latihan tetap berjalan mengingat tim berjuluk Maung Bandung ini memiliki jadwal pertandingan di kompetisi Liga 1 2018.

Menurut pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya, pada bulan Ramadhan, rencanannya skuad Maung Bandung akan menggelar latihan pada malam hari. Karena, semua laga akan berlangsung pada malam hari pukul 20.30 WIB, sehingga cocok untuk adaptasi.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan latihan akan digelar pada sore hari. Karena, pemain sebelumnya sudah sempat melakoni latihan sore hari di bulan puasa.

“Kita sudah koordinasi dengan pemain, karena kita ingin maksimal, misalnya ingin latihan malam. Tapi, kita juga sudah terbiasa latihan sore di bulan puasa,” kata Yaya, Rabu (16/5/2018).

Pelatih fisik yang turut mengantarkan Persib meraih gelar juara ISL 2014 ini menambahkan, ibadah puasa yang dijalankan mayoritas pemain tidak dijadikan kendala untuk memberikan program latihan.

“Coach oke, kita coba. Paling penting di bulan puasa itu kita tetap memanfaatkan latihan dengan maksimal. Kebanyakan sore, tapi tidak menutup kemungkinan juga malam. Jadi dalam satu minggu itu ada latihan malam. Divariasikan,” jelasnya.

(Arif/DH)

Puasa, Intensitas Latihan Fisik Pemain Persib Tetap Normal

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan tetap menggelar latihan pada bulan Ramadhan 1439 H, karena ada beberapa laga di Liga 1 2018 yang harus dilakoni.

Menurut pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya progrm latihan yang diberikan staf pelatih hampir sama dengan biasanya, selain itu intensitas latihan tidak mengalami perubahan.

Meski begitu, pemain pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan waktu makan dan latihan.

“Persiapan di bulan ramadan, intensitas dan volume latihan tetap sama. Hanya, waktu dan adaptasi di pola makan saja yang berbada,” kata Yaya, Rabu (16/5/2018).

Yaya menambahkan, fisik pemain akan tetap dijaga selama bulan Ramadhan, agar saat melakoni petandingan bisa tampil maksimal.

“Biasanya, dalam satu bulan itu ada beberapa pertandingan. Artinya di masa kompetisi kita tetap menjaga fisik, teknik, taktikal, dan mental seperti dalam masa kompetisi ketika pertandingan,” jelasnya.

(Arif)

Batal Lawan Persebaya Persib Fokus Hadapi PSM

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pertandingan tandang Persib Bandung menghadapi Persebaya Surabaya batal digelar pada 19 Mei 2018, karena masalah kemanan yang terjadi di Surabaya.

Ditundanya pertandingan menghadapi tim berjuluk Bajul Ijo ini membuat staf pelatih Persib langsung fokus mempersiapkan pertandingan selanjutnya menghadapi PSM Makassar.

Pertandingan menghadapi PSM ini akkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Rabu (23/5/2018), karena pada laga tersebut Persib bertindak sebagai tuan rumah.

“Lawan Persebaya memang di tunda. Masih menunggu dari PT Liga Saat ini kita fokus ke pertandingan lawan PSM,” kata pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya, Rabu (16/5/2018).

Persib saat terus mempersiapkan diri dengan menggelar latihan, bahkan staf pelatih sudah mempersiapkan program untuk tim Maung Bandung di bulan Ramadhan 1439 H dan intensitasnya tidak jauh berbeda dengan hari biasa.

(Arif/DAR)

Gakkumdu Masih Proses Laporan Tim Hasanah

0
Gakkumdu
Ketua Bawaslu Jawa Barat Harminus Koto. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Tim Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Provinsi Jawa Barat sedang menggodok laporan dari tim Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah), Rabu (16/5/2018).

“Ada pasal lain-lain yang melaporkan ke Bawaslu Jawa Barat dengan kejadian di Depok,” kata Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Harminus Koto.

Tim advokasi pasangan calon Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) melaporkan dugaan pelanggaran Pilkada kepada Sentra Gakkumdu Bawaslu Jawa Barat. Hal ini sebagai buntut  ricuh, aksi pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang menyampaikan pesan #2019GantiPresiden yang diikuti bentangan kaos juga berbuntut pelaporan.

Sebelumnya di akhir debat, pernyataan penutup Asyik dianggap memancing kegaduhan. Pasca menjanjikan membangun Jabar modern, maju, bertakwa, dan sejahtera, tiba-tiba saja Sudrajat berbicara ganti presiden. “Saudaraku pilihlah pasangan No 3, Asyik, kalau Asyik menang insya Allah 2019 kita akan mengganti presiden,” tandasnya diikuti pembentangan kaos bertagar #2019GantiPresiden oleh Syaikhu.

Kontan saja situasinya mendadak riuh. Massa bereaksi. Mereka kemudian ditenangkan Tubagus Hasanuddin. Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat pun sempat naik ke panggung ikut menenangkan massa. Dalam laporannya, Tim Pemenangan Hasanah, Rafael Situmorang menilai tindakan Asyik melanggar sejumlah pasal dalam UU Pilkada di antaranya pasal 69, 72, dan 187 ayat 2 dan 4.

(ibenk/dar)

Batal Lawan Persebaya, Latihan Persib Tetap Berlangsung

0
ilustrasi (Web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Laga tandang Persib Bandung vs Persebaya Surabaya batal digelar pada 19 Mei 2018 karena teror bom Surabaya. Meskipun pertandingan batal  staf pelatih langsung membuat program pengganti, salah satunya yakni mengelar game internal.

Apalagi pada Rabu (23/5/2018) Persib akan melakoni pertandingan kadang menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

“Tentunya ini kita antisipasi dengan periodisasi seperti kita main sebelumnya. Misalnya, sabtu kita kan harusnya main lawan Persebaya, kita bisa ganti dengan game internal sebagai adaptasi untuk pertandingan lawan PSM,” kata pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya, Rabu (16/5/2018).

Yaya menambahkan, game internal disiapkan sebagai pengganti laga Persebaya yang batal. Sehingga, pemain Maung Bandung tetap merasakan atmosfer pertandingan.

“Jadi intensitasnya diharapkan pemain merasakan hal yang sama dengan kompetisi,” jelas Yaya.

(Arif/DAR)