spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8188

Wakapolres Banjar Perintahkan Babinkamtibmas Awasi Dana Desa

0
foto : Boip Fokus

BANJAR, FOKUSJabar.id : Untuk mencegah penyelewengan dana desa yang sangat besar, Wakil Kepala Polisi Resort Banjar  Kompol Ade Najmulloh memerintahkan anggota Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk mengawasi anggaran desa. “Para Bhabinkamtibmas diharapkan kompak dan selalu koordinasi dengan pihak terkait yakni Kepala desa dan Bhabinsa selaku 3 pilar dalam membangun desa,” jelasnya Rabu (16/05/2018).

Menurut dia, Saber pungli ini merupakan program pemerintah dalam melaksanakan reformasi di bidang hukum dan bertujuan menjadikan pemerintah ini bersih, jujur dan adil demi kemajuan bangsa Indonesia.

“Sosilisasi bisa menjadi salah satu fungsi pencegahan. Untuk itu kita sebagai anggota Polri agar dapat mengingkatkan dan menghimbau masyarakat agar tidak terlibat pungli dan mau bekerjasama untuk melaporkan dan memberantas pungli,” imbuh dia.

Waka Polres Banjar juga memerintahkan seluruh jajaran untuk tetap melaksanakan tugasnya dalam fungsi penegakan hukum, sosialisasi saber pungli tersebut diisi paparan dari Kejari Banjar.

(boip)

Temui Sekolah dan Jalan Rusak Berat, Hasan: di Karawang Seperti Tak Ada Pemerintah

0

KARAWANG,FOKUSJabar.id: Kabupaten Karawang dikenal sebagai salah satu daerah Industri yang cukup maju dan memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi.

Namun dibalik itu, beberapa wilayah di Karawang belum memiliki infrastruktur yang layak, bahkan tidak memperoleh pasokan listrik.

Melihat hal tersebut, Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Hasan) mengaku prihatin.

Dia menilai, pemerintah seolah tidak hadir di wilayah tersebut. Alhasil, masyarakat terisolasi dan perekonomiannya rendah.

“Disini (Karawang) seperti tidak punya pemerintah, ironisnya jarak dengan kawasan industri hanya dua kilometer,” ungkap Hasan saat bertemu dengan para petani Jeruk, di Kampung Tanjakan Pacul, Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Rabu (16/5/2018).

Pada kunjungannya ke daerah tersebut, Hasan menyoroti masalah infrastruktur jalan yang masih tanah dan tidak rata.

Sehingga, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menjangkau lokasi. Selain itu, dalam kondisi hujan, masyarakat akan semakin sulit melalui jalan tersebut.

Menurut dia, masalah tersebut sangat mudah diselesaikan, jika pemimpinnya terjun langsung dan melihat kondisi nyata yang dialami oleh rakyatnya.

“Dengan jarak yang dekat seperti ini, sebetulnya mudah, kalau memang tak ada anggaran, kan bisa dengan CSR dari perusahan sekitar,” paparnya.

Hasan menegaskan bahwa infrastuktur menjadi salah satu fokus utama dalam membangun Jawa Barat.

Pembangunan infrastruktur, lanjut Hasan, bertujuan untuk mengembangkan pusat-pusat pereokonomian baru, terutama di wilayah yang memiliki kesenjangan pembangunan, seperti Jawa Barat Selatan.

“Kita punya program Turkamling (Infrastruktur, Keamanan dan Lingkungan), bukan hanya jalan, tapi seluruh akses untuk kebutuhan pertumbuhan ekonomi di semua wilayah Jawa Barat,” tegas dia.

Tak jauh dari lokasi, Hasan pun turut meninjau bangunan sekolah dasar yang tidak layak digunakan sebagai lembaga pendidikan.

SDN Kutanegara II yang hanya memiliki 4 ruangan itu, terlihat memprihatinkan, dengan dinding berlubang dan lantai yang tak terawat. Hasan ditemani warga sekitar, sempat mengelilingi sekolah berpagarkan anyaman bambu itu.

“Ini bahkan lebih parah kondisinya dari semua sekolah di daerah yang pernah saya kunjungi di Jawa Barat, ini harus segera diurus,” kata dia.

(LIN)

Guru SMA Harusnya Mengedukasi Pemilih Pemula Bukan Kampanye Calon

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar Harminus Koto mengimbau guru, khususnya tingkat SMA/SMK dan sederajat di Jabar agar memberikan edukasi Pilkada Serentak 2018 kepada calon pemilih pemula.

“Guru itu memberi edukasi calon pemilih pemula, bukan dia ikut kampanye pada pasangan calon. Kalau kampanye kan menjadi krusial,” kata Harminus Koto di kantornya, Rabu (16/5/2018).

Menurut data Bawaslu Jabar, Kota Bandung merupakan daerah dengan jumlah temuan dugaan pelanggaran terbanyak soal netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprofesi sebagai guru. Sampai 7 Mei 2018 sudah ada 15 guru yang melanggar netralitas.

“Jadi Bawaslu sudah memproses, mekanismenya, jika pelanggar itu guru (atau ASN lain), Bawaslu memberikan rekomendasi kepada KASN, nanti KASN yang memberikan putusannya lalu diberikan kepada bupati/wali kota atau pejabat yang berwenang yang memberikan sanksi,” kata Harminus.

Dia juga mengungkapkan, jumlah pelanggaran terbanyak ditemukan pada saat kampanye sudah berlangsung dibanding pada saat pra kampanye.

Adapun alasan pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh guru di antaranya, adanya kepentingan pribadi yang terkait dengan jabatan atau karir. Karena, jelasnya, jabatan struktural guru ditunjuk oleh bupati/wali kota.

Selain karena jabatan, katanya, guru atau ASN lain yang melakukan pelanggaran netralitas disebabkan oleh finansial.

“Jadi dua hal itu lah dalam penelitian saya. Misal, supaya tidak dimutasi karena karir ya, dan juga finansial. Finansial itu juga kan macam-macam salah satunya uang kan,” pungkas Harminus.

(Ibenk/LIN)

Selama Ramadhan, Warung Nasi Dilarang Buka Siang

0
Exif_JPEG_420

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis memasang imbauan di sejumlah warung nasi.

Imbauan berisi larangan warung nasi melayani pembeli siang hari di bulan Ramadhan itu ditempel di dinding warung.

Sekertaris Sat Pol PP Kabupaten Ciamis Dedi Iwa Saputra mengatakan, berdasarkan hasil rapat kordinasi Forkominda Kabupaten Ciamis, Selasa (15/5/2018) lalu, diputusakan bahwa seluruh warung nasi tidak boleh melayani pembeli di siang hari selama Ramadhan.

Petugas Satpol Pp Ciamis Pasangang Imbauan Larangan tempat hiburan buka di bulan Ramadhan (foto Husen)
Petugas Satpol Pp Ciamis Pasangang Imbauan Larangan tempat hiburan buka di bulan Ramadhan (foto Husen)

“Hari ini sejumlah warung yang biasa menjual nasi dipasangi surat imbauan,” tegas Dedi, Rabu (16/5/2018).

Dedi mengatakan, dipasangnya imbauan larangan melayani konsumen di siang hari, semata untuk menjaga kekhusyuan umat Islam menjalankan ibadah puasa.

“Jadi ini bukan larangan berjualan, tetapi waktunya dibatasi, setelah sore hari (pukul 15.00 WIB) baru boleh, ” kata dia.

Selain imbauan kepada sejumlah warung nasi, Satpol PP pun mengimbau para pemilik tempat hiburan untuk tidak melakukan aktivitasnya.

(Husen Maharaja/LIN)

Sekretaris MUI Banjar: Tidak Ada Agama yang Mengajarkan Terorisme

0
foto : BOIP Fokus

BANJAR, FOKUSJabar.id : Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjar menegaskan bahwa aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya tidak diakui oleh seluruh agama di Indonesia.

Karena semua agama di Indonesia tidak ada yang mengatur tentang perbuatan tersebut.

“Kami FKUB berbagai lintas agama tidak mengakui perbuatan bom bunuh diri. Agama mana pun tidak mengajarkan tindakan yang sangat terkutu itu,” terang Sekretaris MUI Kota Banjar Iskandar, Rabu (16/05/2018).

Iskandar menegaskan bahwa FKUB akan tetap bergandengan tangan dan menjamin kerukunan umat beragama.

Pihaknya pun mendukung Polri  mengusut tuntas tindak kejahatan terorisme di Indonesia.

“Kami akan tetap bersama untuk bergandengan tangan menjamin kerukuman umat beragama dan mengutuk segala cara terorisme di Indonesia,” tegas dia.

(Boip/LIN)

Antisipasi Teror, Penjagaan di Mapolres Ciamis Diperketat

0
Personil Polisi Polres Ciamis Saat Berjaga. (FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id : Polres Ciamis perketat penjagaan dengan ‘mempertebal’ personel di pintu masuk Mapolres. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian peyerangan terhadap Mako Polres seperti di daerah lain.

Demikian diungkapkan Kasat Sabhara Polres Ciamis AKP Sugiantu di Mapolres Ciamis, Rabu (16/5/208).

“Penebalan personel dipintu masuk ini untuk menjaga sesuatu hal yang tidak diinginkan oleh kita semua,” kata dia.

Adapun protab yabg dijalankan jajaran Polres Ciamis, yakni memeriksa semua tamu yang akan masuk ke Mapolres.

“Bagi tamu yang datang diperiksa terlebih dahulu apalagi yang membawa tas. Setelah tamu itu steril baru bisa masuk untuk melanjutkan keperluanya datang ke Mapolres Ciamis,” ucapnya.

Menurut dia, penebalan personel di pintu masuk akan terus dilakukan sesuai protab yang berlaku.

“Sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan penebalan personel Polisi dipintu masuk Mapolres akan terus dilaksanakan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/LIN)

Strategi Pengenalan Pariwisata Membuat TPK Hotel Berbintang di Jabar Meningkat

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Barat (Jabar) pada Februari ke Maret tahun 2018 mengalami peningkatan. Hal ini merupakan dampak positif dari strategi pengenalan pariwisata di berbagai daerah.

Dari realese Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, mengungkapkan TPK hotel berbintang pada Februari 2018 mencapai 57,98 persen dan meningkat pada Maret menjadi 61,21 persen naik 3,23 poin pada Maret 2018 jadi 61,21 persen.

“Alhamdulillah ya, mungkin dengan strategi peduli pariwisata oleh pemerintah, semakin banyak wisatawan yang datang. Indikator yang kita pantau ini selalu menunjukkan tren positif dibanding dua tahun yang lalu,” ujar Dody beberapa hari yang lalu.

Tentu, lanjutnya, pariwisata sudah menjadi andalan berbagai daerah di Indonesia. Semua berharap pariwisata, lanjutnya, terutama di daerah mencapai pertumbuhan yang lebih baik lagi.

“Sebenarnya pariwisata itu bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi di banyak daerah,” katanya.

Dia juga menginformasikan bahwa TPK tertinggi ada pada hotel bintang empat. Sedangkan yang terendah terjadi pada hotel bintang satu.

“TPK hotel bintang empat sebesar 66,30 persen, tapi kalau hotel bintang satu yang terendah, hanya 33,86 persen,” ucap Dody

BPS Jabar juga mencatat rata-rata tamu menginap di hotel. Pada Maret 2018, lanjutnya, tamu menginap di hotel bintang rata-rata 1,90 hari.

“Kalau tamu asing, menginap di hotel berbintang rata-rata 4,03 hari. Sementara tamu asal Indonesia menginap di hotel berbintang rata-rata selama 1,80 hari,” ungkapnya.

(ibenk/DH)