spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 49

Hajat Bumi Kota Banjar Hadirkan Budayawan Jawa Tengah

0
Hajat Bumi Banjar fokusjabar.id
Para budayawan Hajat Bumi di Sumanding Wetan. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pertunjukan seni tradisional dan tari-tarian mewarnai kemeriahan acara Syukuran Hajat Bumi di RT03/22 Lembur Sumanding Wetan, Kota Banjar Jawa Barat (Jabar).

Kegiatan yang mengusung tema “Ngerawat Tradisi, Ngariksa Toleransi, Ngawangun Lembur Sumanding Wetan anu Sabilulungan” itu menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antarbudayawan dari berbagai daerah.

BACA JUGA:

30 Pelatih Sepak Bola Ikut Kursus Lisensi D

Ketua pelaksana, Muhammad Syarif Hidayatulloh (Romo Syarif) mengatakan, kegiatan Hajat Bumi 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia menghadirkan konsep seni lintas daerah dengan melibatkan para seniman dan budayawan dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

“Kami hadirkan seni lintas daerah untuk mempererat silaturahmi. Tahun ini ada budayawan dari Dieng, Magelang dan Yogyakarta,” katanya Romo Syarif, Jumat (3/7/2026) malam.

Ia menjelaskan, Hajat Bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang di berikan. Selan itu, ungkapan terima kasih terhadap bumi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

“Intinya kami ingin bertasyakur binikmat. Apa yang kita pijak, apa yang kita makan dari tanah ini, semuanya harus kita syukuri,” katanya.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan menampilkan beragam kesenian tradisional. Pada malam pembukaan di gelar tari jaipong, pencak silat serta pertunjukan orkestra dari Sang Manarah.

Sementara pada hari kedua, masyarakat akan di suguhkan atraksi pencak silat dari PSSI Kota Banjar. Selanjutnya pertunjukan seni angguk khas kawasan Gunung Dieng, Jawa Tengah. Pada malam harinya di tampilkan tari-tarian anak-anak serta kesenian ronggeng.

BACA JUGA:

99 Mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar Ikut Program KKN

Puncak acara pada hari Minggu akan di tutup dengan pertunjukan Eblak dan Kuda Lumping yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

Romo Syarif berharap, kegiatan Hajat Bumi tidak hanya menjadi hiburan. Tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya leluhur.

“Harapan kami, generasi penerus tidak buta terhadap sejarah, budaya dan warisan leluhur. Tradisi ini harus terus di jaga agar tidak hilang di telan zaman,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

30 Pelatih Sepak Bola Ikut Kursus Lisensi D

0
Pelatih Sepak Bola Lisensi D fokusjabar.id
Para calon pelatih lisensi D mengikuti kursus program PSSI Jabar. (Istimewa/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Calon pelatih sepak bola kini tidak perlu lagi khawatir dengan mahalnya biaya lisensi. PSSI Jawa Barat resmi membuka program Kursus Pelatih Lisensi D dengan biaya yang sangat terjangkau.

Melalui program ini, calon pelatih cukup membayar biaya pendaftaran Rp500 ribu. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kursus, peserta sudah berhak mengantongi Lisensi D resmi.

BACA JUGA:

HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Banjar Bagikan Traktor Gratis Demi Pacu Ketahanan Pangan

Program khusus ini di canangkan sebagai upaya PSSI Jawa Barat untuk memperbanyak jumlah pelatih berlisensi. Targetnya adalah meningkatkan kualitas kepelatihan di 27 kabupaten/kota.

Ketua PSSI Kota Banjar, A. Anggi D. Sihombing mengatakan, program ini di fokuskan pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurutnya, sektor kepelatihan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sepak bola.

“Peserta cukup membayar Rp500 ribu karena ini program PSSI Jawa Barat untuk memberi kesempatan pelatih aktif di SSB, akademi dan klub yang belum memiliki sertifikat,” katanya, Sabtu (4/7/2026).

Dengan adanya program tersebut, PSSI Kota Banjar juga melaksanakan yang di ikuti 30 orang.

BACA JUGA:

Perumda Tirta Anom Umumkan Gangguan Air, Ini Penyebab dan Imbauannya

Untuk pelaksanaan praktek nantinya di laksanakan di Sport Center Langensari dan untuk teori nantinya menggunakan ruangan kelas SMKN 3 Banjar dengan Coach Educator Yusuf Bachtiar dari APSSI Jawa Barat.

“Saya berharap agar semua SSB maupun akademi di Kota Banjar ini memiliki pelatih berlisensi. Semoga program pembinaanya bisa berjalan dengan baik demi kemajuan sepak bola Kota Banjar kedepan,” harapnya.

(Agus Purwadi)

Masjid Jami Cijambe jadi Inspirasi Kebangkitan Peradaban Garut Utara

0
Masjid Jami Cijambe fokusjabar.id
Masjid Jami Cijambe (foto: dok PM Gatra)

GARUT, FOKUSJabar.id: Masjid Jami Cijambe Desa Limbangan Tengah Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) jadi inspirasi kebangkitan peradaban dan terwujudnya Kabupaten Garut Utara.

Masjid Jami Cijambe berdiri megah di atas tnah wakaf seluas 1.400 m² bukan sekadar bangunan ibadah. Melainkan monumen persatuan, kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat.

BACA JUGA:

Sawala Adat Budaya Sunda 10 Segera Digelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun Garut

Lahan tersebut terwujud melalui udunan wakaf masyarakat yang di inisiasi Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen.

Keberhasilan menghimpun wakaf masyarakat membuktikan bahwa ketika masyarakat memiliki visi yang sama, cita-cita besar dapat di wujudkan tanpa harus menunggu.

“Masjid Jami Cijambe lahir dari kebersamaan, keikhlasan serta keyakinan bahwa membangun rumah Allah adalah investasi dunia dan akhirat,” kata Inisiator udunan wakaf masyarakat dan pembangunan Masjid.

Menurut Holil, dalam proses pembangunan mendapat dukungan penuh dari donatur tunggal, Syekh Ridho Garut (keluarga besar Almarhum Mama Haji Syamsudin Limbangan) yang berdomisili di Makkah Al-Mukarramah.

“Berkat kemurahan hati Beliau, Masjid Jami Cijambe berdiri megah dan menjadi kebanggaan masyarakat,” ungkap Holil.

Kini, Masjid Jami Cijambe telah berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan yang hidup dan aktif. Berbagai kegiatan seperti salat berjamaah, pengajian, pendidikan Al-Qur’an, majelis taklim, peringatan hari besar Islam hingga kegiatan sosial kemasyarakatan terus berlangsung.

Sehingga menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan ukhuwah Islamiyah.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan para agnia, para perantau asal Limbangan, tokoh masyarakat dan seluruh warga Cijambe yang terus menjaga semangat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Sinergi inilah yang menjadikan pembangunan masjid berlangsung secara berkelanjutan dan penuh keberkahan.

Bagi PM Gatra, kisah Masjid Jami Cijambe memiliki makna yang jauh lebih besar.  Keberadaannya menjadi bukti nyata bahwa persatuan masyarakat adalah modal utama untuk mewujudkan cita-cita besar.

BACA JUGA:

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkab Garut-OJK Bersinergi

“Jika masyarakat mampu bersatu mewujudkan wakaf, membangun masjid dan memakmurkannya, maka masyarakat Garut Utara pun memiliki kemampuan yang sama untuk memperjuangkan lahirnya Kabupaten Garut Utara,” tegas Holil.

Perjuangan pemekaran bukan sekadar membentuk wilayah administratif baru. Tetapi membangun peradaban yang lebih maju, pelayanan publik yang lebih dekat, pemerataan pembangunan yang lebih adil dan masa depan yang lebih baik bagi generasi Garut Utara.

Masjid Jami Cijambe telah membuktikan bahwa gotong royong mampu melahirkan karya besar. Kini, semangat yang sama harus menjadi energi kolektif untuk mewujudkan Kabupaten Garut Utara.

“Bila masyarakat mampu bersatu membangun rumah Allah. Maka masyarakat juga mampu bersatu membangun daerahnya. Dari Cijambe kita belajar, cita-cita besar selalu di mulai dari kebersamaan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Bogor Nyatakan Perang Terhadap Judi Online

0
Bogor Judi Online fokusjabar,id
Bupati Bogor, Rudy Susmanto (foto: bogorkab.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik judi online yang di nilai semakin meresahkan masyarakat.

Upaya tersebut di lakukan sebagai bagian dari langkah menjaga ketentraman, ketertiban umum serta melindungi generasi muda dari dampak negatif perjudian berbasis digital.

BACA JUGA:

Sambut Tamu Negara, Pemkab Bogor Gelar Apel Gabungan dan Kerja Bakti di Babakan Madang

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menilai pemberantasan judi online tidak dapat di lakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dan penindakan dapat berjalan secara maksimal.

Komitmen tersebut juga di perkuat melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Regulasi tersebut menjadi landasan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat. Termasuk praktik judi online.

Rudy Susmanto menegaskan, judi online merupakan ancaman serius yang tidak boleh di anggap remeh. Selain berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, aktivitas tersebut juga dapat memicu berbagai persoalan sosial yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

“Yang namanya judi online, peredaran narkoba, itu menjadi perang kita bersama. Kita harus melindungi generasi-generasi penerus kita yang ada di Kabupaten Bogor,” tegas Rudy.

BACA JUGA:

Helpdesk SPMB 2026 Kabupaten Bogor Siap Layani Masyarakat 

Menurutnya, kemudahan akses terhadap judi online membuat masyarakat dari berbagai kalangan berisiko terjerat. Terutama generasi muda.

Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan.

Ia pun menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya judi online.

Edukasi tersebut di harapkan mampu membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah tergoda oleh janji keuntungan instan yang di tawarkan praktik perjudian daring.

“Pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Edukasi harus terus di lakukan agar masyarakat memahami bahwa judi online bukan solusi untuk memperoleh penghasilan. Melainkan dapat menghancurkan masa depan individu maupun keluarga,” ujarnya.

Selain mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus memperkuat langkah penindakan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat.

Upaya tersebut di lakukan melalui satuan tugas khusus yang telah di bentuk dan masih aktif menjalankan tugasnya.

Rudy menjelaskan bahwa satgas tersebut tidak hanya berfokus pada pemberantasan judi online. Tetapi juga menangani persoalan narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Seperti tramadol.

Berbagai kegiatan pengawasan dan pemeriksaan rutin terus di laksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

“Untuk memerangi judi online, narkotika, tramadol, kita sudah punya satgas, tim tersendiri dan sampai sekarang pun masih berjalan. Bahkan tadi pun kita sudah mendapat jadwal, ini ada jadwal rutin, salah satunya adalah kita rutin menggelar pemeriksaan tes narkoba di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bogor,” ungkap Rudy.

Dia menilai keberhasilan pemberantasan judi online sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak. Pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai bentuk penyakit masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mempertaruhkan masa depan demi keuntungan sesaat.

Melalui peningkatan kesadaran, penguatan pengawasan serta dukungan terhadap upaya penegakan hukum, di harapkan praktik judi online dapat di tekan. Sehingga Kabupaten Bogor menjadi daerah yang semakin aman, tertib dan sejahtera.

(Jingga Sonjaya)

Jembatan Pemuda Penghubung Depok-Bogor di Cipayung Jaya Direvitalisasi

0
Jembatan Pemuda fokusjabar.id
Revitalisasi Jembatan Pemuda (foto: depok.go.id)

DEPOK, FOKUSJabar.id: Pembangunan Jembatan Pemuda di Kampung Pulo Kelurahan Cipayung Jaya Kecamatan Cipayung mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Proyek tersebut di nilai menjadi jawaban atas kebutuhan warga akan akses penyeberangan yang lebih aman dan layak di gunakan.

BACA JUGA:

Kota Depok dan UNY Juara Umum SPAO VI 2026, Perpani Jabar Jadikan Ajang Seleksi Junior

Realisasi pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) hingga jajaran pemerintah wilayah setempat.

Kehadiran infrastruktur baru tersebut di harapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta keselamatan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

Selama ini, kondisi Jembatan Pemuda di nilai sudah memerlukan pembaruan karena struktur yang ada di anggap mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, proses pembongkaran dan pembangunan ulang di sambut dengan rasa syukur oleh warga sekitar.

Salah seorang warga RT01/10 Kampung Pulo, Annisa mengaku, pembangunan jembatan tersebut merupakan harapan yang telah lama di nantikan masyarakat.

“Alhamdulillah, harapan jadi kenyataan. Kami sangat bersyukur. Jembatan yang sebelumnya kondisinya mengkhawatirkan, kini di bongkar dan di ganti dengan struktur yang baru,” ujarnya.

Menurut Annisa, selama proses pembangunan berlangsung akses jembatan memang di tutup sepenuhnya. Sehingga masyarakat harus menggunakan jalur alternatif untuk beraktivitas.

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut tidak menjadi persoalan karena penutupan di lakukan demi mendukung proses pembangunan yang nantinya akan memberikan manfaat bagi seluruh warga.

“Jembatan yang menghubungkan Kota Depok dan Kabupaten Bogor tersebut di harapkan selesai tepat waktu. Dengan begitu, warga bisa segera menggunakannya kembali untuk mobilitas sehari-hari,” katanya.

Lurah Cipayung Jaya, Susniawati menyampaikan, kawasan tersebut memang masuk dalam rencana pembangunan jalan tol. Ke depannya, lokasi tersebut berpotensi di lengkapi dengan underpass maupun flyover.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait kepastian pembangunan fasilitas tersebut dari pihak pengelola jalan tol.

Karena itu, kebutuhan masyarakat terhadap jembatan yang layak tetap menjadi prioritas utama.

BACA JUGA:

Festival Heritage Depok Lama 2026 Hadirkan Sejarah, Budaya, dan Bazar UMKM

“Memang nantinya itu menjadi perlintasan tol, kemungkinan akan ada underpass atau flyover. Tetapi saya belum mendapatkan informasi pasti dari pihak tol. Yang jelas, kebutuhan warga saat ini sudah sangat mendesak dan harus ada penggantian jembatan,” tegas Nia.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Depok melalui Dinas PUPR yang telah mengakomodasi kebutuhan masyarakat dengan merealisasikan pembangunan Jembatan Pemuda.

“Alhamdulillah di akomodir melalui Dinas PUPR. Mudah-mudahan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” katanya.

Dengan di mulainya pembangunan Jembatan Pemuda, masyarakat berharap proses pengerjaan dapat berjalan sesuai target. Sehingga akses penghubung antara Kota Depok dan Kabupaten Bogor segera kembali berfungsi.

Kehadiran jembatan baru tersebut di harapkan mampu mendukung mobilitas warga sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

(Jingga Sonjaya)

Disarpus Kabupaten Bekasi Hadirkan Buku Sejarah untuk Perkuat Literasi Masyarakat

0
Kabupaten Bekasi fokusjabar.id
Plt. Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bekasi Agung Mulya, menunjukan buku Sejarah Bekasi Edisi ke-tiga (foto: bekasikab.go.id)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat melalui penyediaan berbagai koleksi bacaan berkualitas.

Salah satu upaya tersebut di wujudkan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) dengan menghadirkan buku bertema sejarah lokal sebagai bahan bacaan di Perpustakaan Daerah.

BACA JUGA:

Pemkab Bekasi Alokasikan Rp192 Miliar untuk Infrastruktur Jalan 2026

Salah satu koleksi yang kini menjadi perhatian adalah buku “Sejarah Bekasi: Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini” karya sejarawan Endra Kusnawan.

Buku tersebut menjadi salah satu koleksi unggulan yang di harapkan mampu memperluas wawasan masyarakat mengenai perjalanan sejarah Bekasi dari masa ke masa.

Kehadiran buku tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal. Khususnya di kalangan generasi muda.

Plt Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Agung Mulya mengatakan, buku tersebut di harapkan dapat menjadi sumber referensi bagi masyarakat yang ingin mempelajari sejarah Kabupaten/Kota Bekasi secara lebih utuh dan mendalam.

“Melalui buku karya Endra Kusnawan ini, masyarakat dapat lebih mengenal, memahami dan mengetahui perjalanan sejarah serta perkembangan Kabupaten Bekasi hingga menjadi daerah yang maju seperti saat ini,” ujar Agung.

Menurut Agung, keberadaan buku-buku sejarah lokal memiliki arti penting dalam memperkuat jati diri daerah sekaligus mendukung peningkatan indeks literasi masyarakat.

Selain menghadirkan ribuan koleksi bacaan dari berbagai bidang ilmu, Disarpus juga terus memperluas layanan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah guna menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar.

Ia menilai bahwa membaca sejarah bukan hanya memberikan tambahan pengetahuan. Tetapi juga mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah sendiri.

Dengan memahami perjalanan masa lalu, masyarakat di harapkan semakin terdorong untuk menjaga nilai budaya dan warisan sejarah yang di miliki Bekasi.

BACA JUGA:

PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit Persib, dr. Imam Siap Turunkan Tim Medis Terbaik untuk Liga 2

“Kami mengapresiasi Bang Endra Kusnawan yang telah menyusun perjalanan panjang sejarah Bekasi secara rinci. Sehingga kini dapat menjadi referensi bagi masyarakat di Perpustakaan Daerah,” katanya.

Penulis buku Sejarah Bekasi, Endra Kusnawan menjelaskan, buku yang terbit pada 2026 merupakan edisi ketiga.

Sebelumnya, buku tersebut pertama kali di terbitkan pada 2016. Kemudian mengalami revisi pada 2019, sebelum kembali di perbarui dengan berbagai tambahan data dan materi. Sehingga kini memiliki ketebalan 600 halaman.

Endra mengungkapkan, penyusunan buku di lakukan secara kronologis dengan mengulas perjalanan sejarah Kabupaten/Kota Bekasi sejak masa Peradaban Buni, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda, periode kolonial, masa perjuangan kemerdekaan hingga perkembangan pemerintahan modern.

“Banyak masyarakat asli Bekasi yang belum memahami sejarah daerahnya sendiri karena literatur mengenai sejarah Bekasi masih sangat terbatas,” ujarnya.

Ia menambahkan, edisi terbaru memuat dokumentasi perjalanan pemerintahan seluruh kepala daerah Kabupaten Bekasi. Mulai dari bupati dan wakil bupati beserta dokumentasi fotonya sebagai pelengkap informasi sejarah pemerintahan daerah.

Tak hanya membahas perjalanan pemerintahan, buku tersebut juga mengulas sejumlah situs bersejarah. Di antaranya Tugu Bambu Runcing di Warung Bongkok, Kecamatan Cikarang Barat serta sejarah SDN Simpangan 01 Cikarang Utara yang telah di tetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

“Lewat buku ini di harapkan masyarakat tidak hanya mengenal nama suatu tempat. Tetapi juga memahami latar belakang sejarahnya,” kata Endra.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Kejar Target Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Mandiri

Melalui kehadiran buku “Sejarah Bekasi: Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini”, Disarpus Kabupaten Bekasi berharap minat masyarakat untuk mempelajari sejarah lokal terus meningkat.

Upaya tersebut di harapkan mampu memperkuat kecintaan terhadap sejarah dan identitas daerah sekaligus menjadi bagian dari pembangunan karakter generasi penerus.

(Jingga Sonjaya)

Bekasi Berpotensi jadi Markas Adhyaksa FC, Stadion Wibawa Mukti Masuk Pertimbangan

0
Adhyaksa FC fokusjabar.id
Plt. Wakil Jaksa Agung RI Asep Nana Mulyana didampingi Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi meninjau kesiapan sarana dan prasarana Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur (foto: bekasikab.go.id)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Peluang Stadion Wibawa Mukti di Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Jabar) menjadi markas baru Adhyaksa FC pada kompetisi Liga 1 musim 2026/2027 semakin terbuka.

Hal itu di tandai dengan kunjungan lapangan yang di lakukan jajaran Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja) bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk meninjau langsung kondisi stadion.

BACA JUGA:

Pemkab Bekasi Buka Ruang Kolaborasi bagi Mahasiswa dalam Konfercab VII PMII

Peninjauan tersebut di pimpin oleh Plt Wakil Jaksa Agung RI, Asep Nana Mulyana di dampingi Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja serta Sekretaris Daerah.

Kunjungan tersebut untuk mengevaluasi kesiapan stadion beserta fasilitas pendukung sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan lokasi kandang Adhyaksa FC.

Selain meninjau kondisi lapangan utama, rombongan juga memeriksa berbagai sarana penunjang yang menjadi bagian dari persyaratan klub profesional untuk mengikuti kompetisi Liga 1.

Demikian di katakan Plt Wakil Jaksa Agung RI, Asep Nana Mulyana. Kunjungan lapangan di lakukan untuk melihat secara langsung kesiapan Stadion Wibawa Mukti beserta fasilitas pendukung yang di butuhkan klub profesional.

Ia menjelaskan, peninjauan tidak hanya di fokuskan pada kualitas lapangan pertandingan. Tetapi juga mencakup berbagai fasilitas lain yang harus tersedia. Seperti mes pemain, tempat ofisial hingga sarana akomodasi yang menjadi bagian dari standar penyelenggaraan kompetisi.

BACA JUGA:

Pemkab Bekasi Terapkan Program 1 RW 1 Bank Sampah untuk Kurangi Sampah Rumah Tangga

“Kami melihat fasilitas lapangan cukup memadai. Kemudian kami juga meninjau fasilitas pendukung lainnya. Termasuk kebutuhan mes pemain dan ofisial yang harus memenuhi standar kompetisi,” katanya.

Menurut Asep Nana, hasil dari kunjungan tersebut nantinya akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat pengurus sebelum keputusan akhir mengenai lokasi home base Adhyaksa FC di tetapkan.

“Kunjungan ini akan memberikan gambaran bagi kami untuk menentukan langkah selanjutnya. Karena setelah ini akan kami bawa ke rapat pengurus,” ujarnya.

Secara umum, ia menilai kondisi Stadion Wibawa Mukti sudah cukup baik. Meski demikian, masih terdapat sejumlah bagian yang memerlukan perbaikan karena stadion sempat lama tidak di gunakan serta mengalami dampak akibat bencana puting beliung.

“Secara umum bagus, walaupun di beberapa bagian masih perlu di benahi karena stadion ini cukup lama tidak di gunakan dan sempat terdampak puting beliung,” katanya.

Asep Nana menekankan pentingnya pengelolaan stadion secara profesional agar aset olahraga tersebut dapat di manfaatkan secara optimal.

Menurutnya, keberadaan klub sepak bola di suatu daerah juga mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sepak bola tidak hanya soal olahraga. Tetapi juga memiliki dampak bagi UMKM, masyarakat sekitar dan pemerintah daerah. Sehingga dapat memberikan manfaat bersama,” ucapnya.

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengaptesiasi atas kunjungan jajaran Persaja yang sedang mempertimbangkan Stadion Wibawa Mukti sebagai kandang baru Adhyaksa FC untuk menghadapi Liga 1 musim depan.

Ia berharap, hasil peninjauan tersebut memberikan kesan positif. Sehingga Stadion Wibawa Mukti dapat di percaya menjadi markas Adhyaksa FC pada musim kompetisi mendatang.

“Mudah-mudahan Stadion Wibawa Mukti dapat terpilih. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bekasi apabila stadion ini di percaya menjadi home base Adhyaksa FC,” katanya.

Asep Surya Atmaja juga memaparkan perkembangan renovasi Stadion Wibawa Mukti. Menurutnya, proses pembenahan masih terus berlangsung dan di targetkan selesai pada September 2026.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, progres renovasi saat ini telah mencapai sekitar 76 persen dan di targetkan selesai sebelum September. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat di selesaikan tepat waktu,” ujarnya.

(Jingga Sonjaya)