spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 48

Bupati Citra Pitriyami Optimistis Pangandaran Makin Maju, PAD dan Investasi Kian Bertumbuh

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: bupati Pangandaran Citra Pitriyami (istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mematok rasa optimistis yang tinggi bahwa Kabupaten Pangandaran bakal tumbuh semakin maju. Ia mendasarkan keyakinan tersebut pada kondisi fiskal daerah yang terus membaik, tren kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta derasnya arus investasi yang mengalir ke sektor pariwisata dan perhotelan.

Bupati Citra menaruh harapan besar agar kondisi anggaran daerah bisa menjadi semakin sehat pada masa-masa mendatang.

“Harapan saya tentu anggaran Kabupaten Pangandaran semakin sehat. Mudah-mudahan pada tahun 2027 anggaran untuk Pangandaran tidak dipotong lagi,” ujar Citra, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga: Pangandaran Akhirnya Miliki Sekda Definitif, Agus Nurdin Siap Emban Amanah Baru

Menurut penilaiannya, jalannya program pembangunan di Pangandaran bakal jauh lebih optimal apabila pemerintah pusat tidak lagi memangkas alokasi anggaran daerah.

Memaksimalkan Pajak Hotel dan Retribusi Wisata

Citra juga membidik target agar PAD Kabupaten Pangandaran terus merangkak naik, walaupun ia mengakui bahwa tantangan di lapangan tidaklah ringan.

Sektor pariwisata saat ini masih memegang peranan sebagai tulang punggung utama sumber PAD Pangandaran. Sejauh ini, tim pemkab telah mengelola penarikan dari sektor retribusi secara cukup maksimal.

“Kami terus berupaya mengoptimalkan potensi retribusi agar kontribusinya terhadap PAD semakin besar. Tentu kami juga berharap penerimaan dari pajak hotel dan restoran semakin meningkat sehingga dapat memperkuat pendapatan daerah,” katanya.

Arus Investasi 2026 Sentuh Rp600 Miliar

Di samping penguatan sektor pajak, Citra membeberkan data bahwa realisasi investasi di Pangandaran hingga pertengahan tahun 2026 ini sudah menyentuh angka sekitar Rp600 miliar.

Berbagai macam sektor menyumbang angka fantastis tersebut, terutama proyek pembangunan hotel-hotel baru serta ekspansi ragam usaha yang terus menggeliat.

“Kalau melihat kondisi investasi saat ini, saya semakin yakin Pangandaran akan semakin maju karena investor terus masuk ke Pangandaran,” ucap Citra.

Melalui kombinasi apik antara perbaikan kondisi fiskal, optimalisasi PAD, dan masuknya para pemodal, Pemerintah Kabupaten Pangandaran memasang target pertumbuhan ekonomi daerah yang jauh lebih kokoh untuk beberapa tahun ke depan.

(Sajidin)

Tabuhan Bedug dan Lantunan Nadhoman Bikin Pembukaan PORSADIN VIII Ciamis Berlangsung Meriah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Penampilan dari Academy Barudak Bedug Baregbeg Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Panitia mengemas pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Ciamis Tahun 2026/1448 H dengan sangat semarak.

Irama tabuhan bedug yang berpadu serasi dengan lantunan nadhoman membuka secara resmi rangkaian kegiatan di Aula Pondok Pesantren Ar Risalah, Cijantung, Kabupaten Ciamis, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga: Ratusan Santri dari 27 Kecamatan Ramaikan PORSADIN VIII Ciamis, Adu Prestasi dan Akhlak

Penampilan atraktif dari komunitas Academy Barudak Bedug Baregbeg ini kemudian sukses menyita perhatian ratusan peserta serta tamu undangan yang memadati ruangan. Atraksi seni Islami yang memukau tersebut menjadi sajian pembuka sebelum Asisten Daerah III Setda Kabupaten Ciamis, Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M., membuka acara secara resmi mewakili Bupati Ciamis.

Mengusung Tema Budi Pekerti dan Prestasi

Tahun ini, panitia mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti dan Diniyah yang Berprestasi”. Rangkaian acara PORSADIN VIII sendiri bakal bergulir selama tiga hari penuh, mulai dari tanggal 3 hingga 5 Juli 2026.

Perhelatan akbar ini berfungsi sebagai ajang strategis untuk mengasah bakat santri. Sekaligus mempererat tali ukhuwah (persaudaraan) antar-Madrasah Diniyah Takmiliyah dari seluruh pelosok kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Ketua Komunitas Academy Barudak Bedug Baregbeg mengungkapkan bahwa timnya mematangkan persiapan atraksi ini selama kurang lebih tiga minggu. Waktu tersebut mencakup dua minggu porsi latihan intensif demi menyuguhkan penampilan yang maksimal.

“Persiapan berjalan kurang lebih tiga minggu, dengan dua minggu latihan eksklusif. Kami kemudian ingin memberikan penampilan terbaik untuk memeriahkan pembukaan PORSADIN. Sekaligus mengenalkan seni tabuhan bedug yang berpadu dengan nadhoman sebagai bagian dari tradisi Islam,” ujarnya.

Kolaborasi Apik Pelajar Lintas Sekolah di Ciamis

Komunitas yang baru berdiri pada tahun 2026 tersebut mengusung konsep segar yang mengawinkan ketukan bedug tradisional dengan syahdunya syair-syair nadhoman. Formula ini kemudian terbukti ampuh memancing tepuk tangan riuh dari para hadirin.

Hebatnya, grup seni ini mengandalkan talenta lokal dari barisan pelajar lintas jenjang pendidikan di Kabupaten Ciamis, antara lain:

  • Azka Mugia Bagja (SMK LPS 2 Ciamis)
  • Syaifa Ramadhani (MTs Harapan Baru)
  • Raihan (MAN 2 Ciamis)
  • Fauzi (Lulusan SMA Negeri 2 Ciamis)
  • Abdhi (SMKN 2 Ciamis)

Kehadiran Academy Barudak Bedug Baregbeg memberikan warna yang berbeda dan segar pada upacara pembukaan PORSADIN VIII FKDT Kabupaten Ciamis. Selain menghibur, aksi panggung mereka juga mengampanyekan gerakan pelestarian seni budaya Islami kepada generasi z dan milenial.

Melalui perkawinan musik tradisional dan syiar keagamaan ini, pihak komunitas berharap generasi muda tetap mengenal dan mencintai seni bedug serta nadhoman. Misi mulia tersebut berjalan selaras dengan semangat PORSADIN yang tidak hanya mengejar prestasi. Tetapi juga menanamkan akhlak mulia serta kecintaan terhadap khazanah budaya Islam pada diri santri.

(Mia)

Ratusan Santri dari 27 Kecamatan Ramaikan PORSADIN VIII Ciamis, Adu Prestasi dan Akhlak

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Pembukaan PORSADIN VIII FKDT Ciamis Tahun 2026

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ratusan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dari 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis mengerahkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pendidikan Agama Diniyah (PORSADIN) VIII. Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Ciamis menggelar perhelatan akbar ini sepanjang tahun 2026.

Aula Pondok Pesantren Ar Risalah, Cijantung, Kabupaten Ciamis menjadi saksi kemeriahan pembukaan kegiatan tersebut, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga: Polres Ciamis Tangkap Empat Oknum Pembawa ID Card Media Diduga Lakukan Pemerasan

PORSADIN VIII hadir sebagai wadah strategis bagi para santri untuk mengasah bakat terpendam, melejitkan potensi diri, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarlembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Ciamis.

Asisten Daerah III Setda Kabupaten Ciamis, Wawan Ruhyat, hadir mewakili Bupati Ciamis untuk membuka acara secara resmi. Saat membacakan sambutan tertulis Bupati, Wawan melayangkan apresiasi tinggi kepada FKDT Kabupaten Ciamis yang konsisten menggulirkan PORSADIN demi mendongkrak mutu pendidikan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada FKDT Kabupaten Ciamis atas terselenggaranya PORSADIN VIII. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membina dan mengembangkan potensi anak-anak didik MDT, baik dari sisi keagamaan, akademik, seni maupun olahraga,” ujarnya.

Menjadi Benteng Moral Generasi Muda

Wawan menilai MDT memegang peran yang sangat krusial dalam menempa karakter generasi muda. Terutama saat menghadapi gempuran arus globalisasi dan lompatan teknologi.

Pendidikan ini, lanjutnya, menjadi tameng utama yang menjaga moral, akidah, serta nilai-nilai keislaman para penerus bangsa. Oleh karena itu, esensi PORSADIN melampaui sekadar kompetisi berburu piala, melainkan menjadi media memperkokoh persaudaraan dan membentuk mentalitas santri.

“Pemerintah berharap melalui ajang ini akan lahir bibit-bibit unggul yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan. Tetapi juga memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat kepada Allah SWT,” katanya.

Ia juga memotivasi seluruh peserta agar memanfaatkan PORSADIN sebagai ruang belajar dan saling bertukar pengalaman positif. Serta selalu menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan kebersamaan.

Pertandingkan 14 Cabang Olahraga dan Seni

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC FKDT Kabupaten Ciamis, Abdul Wahab Syahroni, menyebut PORSADIN sebagai program pembinaan berkelanjutan untuk memetakan dan melejitkan potensi santri.

Menurut Abdul Wahab, orientasi kegiatan ini tidak melulu soal mengejar podium juara. Melainkan membangun ukhuwah (persaudaraan) yang kokoh antarsantri maupun antarlembaga pendidikan.

“PORSADIN merupakan wadah untuk menggali potensi, bakat, serta kemampuan santri. Kami ingin melahirkan generasi yang memiliki budi pekerti yang baik dan mampu berprestasi,” tuturnya.

Dalam PORSADIN VIII kali ini, panitia menggelar 14 cabang perlombaan yang mempertemukan utusan dari seluruh pelosok Ciamis. Peserta bersaing dalam tiga cabang olahraga, yakni tenis meja, bulu tangkis, dan lari sprint. Sementara belasan cabang lainnya berfokus pada kompetisi seni islami dan pengetahuan agama.

Abdul Wahab menitip pesan agar seluruh santri bertanding dengan mengedepankan disiplin tinggi serta memegang teguh nilai-nilai luhur keagamaan.

“Keberhasilan bukan hanya terukur dari siapa yang menjadi juara. Tetapi juga dari sikap santun, kejujuran, kedisiplinan, dan akhlak yang mereka tunjukan selama mengikuti PORSADIN,” tegasnya.

Lewat kesuksesan PORSADIN VIII, FKDT Kabupaten Ciamis optimistis dapat mencetak generasi santri yang tidak hanya bersinar dalam prestasi akademik maupun non-akademik, tetapi juga berkarakter akhlakul karimah demi masa depan bangsa.

(Mia)

Taman Alun-Alun Bandung Belum Dibuka Meski Revitalisasi Sudah Selesai, Ini Penjelasannya

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Revitalisasi Taman Alun-Alun Kota Bandung dipastikan telah selesai sejak tahun lalu. Namun hingga kini, taman tersebut belum dibuka secara penuh untuk masyarakat karena masih menunggu instruksi dari Wali Kota Bandung. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung sebenarnya telah menyelesaikan proyek revitalisasi Taman Alun-Alun Kota Bandung sejak tahun lalu. Namun, hingga saat ini masyarakat belum bisa menikmati fasilitas publik tersebut secara menyeluruh karena pemkot masih menunggu instruksi resmi dari Wali Kota Bandung.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Lutfi Firdaus, memastikan bahwa timnya sudah menuntaskan seluruh proses perbaikan sejak tahun kemarin. Saat ini, pekerja tidak lagi melakukan aktivitas renovasi apa pun di area tersebut.

Baca Juga: Pemkot Bandung Kejar Target Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Mandiri

“Sudah selesai. Perbaikannya sudah selesai tahun kemarin,” kata Lutfi, Sabtu (4/7/2026).

Lutfi menegaskan bahwa wewenang penuh untuk membuka kembali Taman Alun-Alun berada di tangan Wali Kota Bandung. Oleh karena itu, jajaran DPKP memilih bersikap pasif seraya menanti arahan dari pimpinan tertinggi Pemkot Bandung.

“Kita menunggu petunjuk pimpinan. Coba nanti ditanyakan ke Pak Wali,” ucapnya.

Hanya Buka untuk Kegiatan Terbatas

Meskipun belum menerima kunjungan warga secara reguler, DPKP sesekali mengizinkan penggunaan Taman Alun-Alun untuk agenda-agenda spesifik. Pihak dinas membolehkan instansi menyelenggarakan kegiatan edukatif di sana, seperti acara literasi perpustakaan atau sosialisasi program pemerintah.

“Kalau ada event seperti kemarin ada perpustakaan atau kegiatan sosialisasi, kita buka secara terbatas kalau memang ada kegiatan di situ,” jelas Lutfi.

Lutfi kembali meluruskan persepsi publik bahwa kebijakan mengunci pagar Alun-Alun bukan karena kendala teknis atau kerusakan fasilitas, melainkan murni karena belum adanya keputusan waktu pembukaan.

“Sebetulnya bukan pemerintah tutup. Kalau ada event masih kita buka secara terbatas. Mungkin sebentar lagi sama Pak Wali Kota dibuka, tapi sampai sekarang belum ada petunjuk untuk pembukaan secara umum,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Polres Ciamis Tangkap Empat Oknum Pembawa ID Card Media Diduga Lakukan Pemerasan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Katpot: Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP. Carsono saat menginterogasi oknum yang mengaku wartawan dari media tertentu

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) melalui Unit Tipikor Polres Ciamis Polda Jawa Barat berhasil membongkar praktik pemerasan dan mengamankan empat orang pria yang membawa id card media tertentu.

Petugas meringkus keempat pelaku di sekitar kawasan Islamic Centre, tepatnya di depan Gedung KH Irfan Hielmi, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Penangkapan tersebut bermula setelah Polres Ciamis menerima aduan resmi dari masyarakat yang resah.

Baca Juga: Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Kebakaran Lahan di Lokasi Leuwikeris Ciamis

Menurut penjelasan Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah melalui Kasat Reskrim AKP Carsono, jajarannya mengamankan keempat oknum tersebut menyusul adanya laporan dari pihak korban terkait dugaan tindak pidana.

“Keempat orang itu telah dilaporkan karena telah mengintimidasi dan melakukan pemerasan kepada sejumlah korbannya,” kata Carsono, Sabtu (4/7/2026).

Modus Operandi Pelaku: Investigasi Berujung Ancaman

Carsono membeberkan bahwa dalam melancarkan aksinya, keempat pelaku mendatangi sejumlah instansi di wilayah Kabupaten Ciamis. Mereka berpura-pura melakukan investigasi dan meminta konfirmasi mengenai suatu temuan kasus yang sengaja mereka tanyakan.

“Dalam aksinya mereka mendatangi instansi yang ada di Ciamis yang selanjutnya meminta sejumlah uang agar persoalan yang ada instansi itu tidak diberitakan,” ucapnya.

Polisi Imbau Instansi Periksa Kartu UKW Wartawan

Menyikapi fenomena ini, Carsono mengimbau kepada seluruh instansi dan lembaga di Kabupaten Ciamis agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku-ngaku sebagai insan pers. Pihak instansi harus memastikan terlebih dahulu keabsahan status mereka. Apakah mereka benar-benar wartawan resmi atau hanya masyarakat biasa yang mencatut profesi jurnalis.

“Kalau kedatangan yang mengaku wartawan tanyakan legalitasnya. Apakah mereka wartawan atau masyarakat yang mengaku sebagai wartawan dengan meminta menunjukkan kartu uji kompetensi wartawan (UKW),” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Tower Bekas Aset Pemkot Banjar Ambruk, Dua Pekerja Tewas di Tempat

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Polisi sedang melalukan olah TKP. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Proses pembongkaran tower bekas aset Pemerintah Kota Banjar di kawasan Kompleks Perkantoran Purwaharja berakhir dengan tragedi memilukan. Dua orang pekerja, Apip dan Andri meninggal duna setelah menara besi setinggi sekitar 40 meter tersebut mendadak ambruk saat proses pembongkaran sedang berlangsung.

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menjelaskan bahwa insiden maut yang menewaskan kedua korban tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut penjelasannya, kedua korban langsung mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.

Baca Juga: Hajat Bumi Kota Banjar Hadirkan Budayawan Jawa Tengah

“Dua pekerja langsung meninggal dunia di tempat,” kata Didi saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Sabtu (4/7/2026).

Polisi Soroti Kelengkapan Prosedur Keselamatan Kerja

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, Didi menambahkan bahwa kedua korban memang mengenakan sabuk pengaman saat bekerja. Namun, petugas kepolisian belum menemukan adanya helm keselamatan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut apakah pihak pelaksana proyek telah memenuhi seluruh prosedur keselamatan kerja (K3) dengan benar.

“Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi,” ujar Kapolres Banjar.

Kronologi Sementara Robohnya Tower

Pihak kepolisian menduga kuat kedua pekerja sedang melepas bagian-bagian atas tower sebelum struktur besi itu kehilangan keseimbangan. Ketika menara tersebut runtuh, kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri karena sabuk pengaman masih mengikat tubuh mereka ke rangka besi. Akibatnya, mereka ikut terhempas ke tanah bersama material tower.

“Kalau melihat di lokasi, towernya ambruk. Dugaan sementara tidak kuat menopang sehingga kedua pekerja ikut terbawa jatuh. Penyebab pastinya masih kami selidiki,” ungkap Kapolres.

(Agus Purwadi)

Usai Musda, Golkar Garut Harus Fokus Gerakkan Ekonomi Rakyat

0
Golkar Garut Musda fokusjabar.id
Ilustrasi

Oleh: Bambang Fouristian

GARUT, FOKUSJabar.id: Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di setiap kabupaten/kota selalu jadi sorotan. Bukan hanya karena akan lahir nahkoda baru, tapi karena sebuah cermin apakah partai berlambang pohon Beringin ini masih solid di akar rumput atau tidak.

Musda XI Golkar Kabupaten Garut 2026 punya beban ganda. Yakni, mengonsolidasikan kader pasca-Pemilu 2024 dan menyiapkan mesin partai menghadapi Pemilu 2029 yang di prediksi akan jauh lebih kompetitif.

BACA JUGA:

Masjid Jami Cijambe jadi Inspirasi Kebangkitan Peradaban Garut Utara

Musda Bukan Arena Perebutan Kursi

Di banyak daerah, Musda sering di sempitkan menjadi “kontestasi kursi.” Kader sibuk berhitung suara, lupa esensi merumuskan arah perjuangan.

Padahal, masyarakat Garut tidak peduli siapa yang jadi ketua. Yang mereka tanya, “Setelah Musda, Golkar mau berbuat apa soal harga gabah, UMKM dan lapangan kerja?”

Karenanya, ketua terpilih nanti harus mampu menyapa petani, PKK hingga pedagang pasar. Tanpa itu, kemenangan 2029 hanya akan jadi jargon.

Peran Sayap Partai jadi Penentu

Golkar kuat karena punya sayap yang hidup. Di Garut, Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) sekaligus Fungsionaris DPP, Holil Aksan Umarzen konsisten menggerakkan pemberdayaan perempuan dan UMKM desa.

Jika ketua terpilih mampu merangkulnya, maka struktur DPD sampai TPS akan hidup kembali.

Tantangan Terbesar: Kepercayaan Rakyat

Tantangan Golkar Garut ke depan bukan hanya mengalahkan partai lain. Tantangan terbesarnya adalah mengembalikan kepercayaan rakyat.

BACA JUGA:

Idris Marham: Golkar Siap Kawal Prabowo-Gibran dan Lawan Kelompok Ekonomi Serakah

Kepercayaan di bangun dari kerja nyata, bukan spanduk. Musda harus melahirkan 3 hal.

  • Kepemimpinan Merakyat

Ketua terpilih harus mau dengar, bukan hanya di dengar

  • Program kerakyatan

Fokus ke ekonomi keluarga, stunting dan infrastruktur desa

  • Kaderisasi Berkelanjutan

Memberi ruang bagi anak muda dan perempuan untuk jadi pemimpin

Musda akan selesai dalam sehari. Tapi hasilnya akan di uji selama 5 tahun ke depan.

Jika Golkar Garut mampu menjadikan Musda sebagai titik balik konsolidasi (bukan titik awal perpecahan), maka suara Golkar (suara rakyat) bukan sekadar slogan.

BACA JUGA:

Golkar Jabar Era Daniel Mutaqien Mulai Tancap Gas

Karena pada akhirnya, rakyat Garut tidak memilih logo. Masyarakat memilih siapa yang paling tulus bekerja untuk mereka.

Musda DPD Golkar Kabupaten Garut bukan hanya soal memilih ketua. Ini soal arah 5 tahun ke depan.

Rakyat tidak butuh ketua hebat di atas kertas. Rakyat butuh pemimpin yang turun ke desa, dengar keluh petani dan gerakkan UMKM.

PM Gatra sudah menunjukkan kerja nyata di akar rumput. Kini giliran DPD Golkar Garut merangkul semua energi itu.

Jika Musda XI melahirkan kepemimpinan merakyat, program kerakyatan dan kaderisasi kuat, maka kemenangan 2029 bukan mimpi.

Jika tidak, Musda hanya akan jadi seremonial. Pilihan ada di tangan kader Golkar Garut.

(Penulis adalah Anggota PWI Kabupaten Garut)