spot_imgspot_img
Sabtu 4 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Usai Musda, Golkar Garut Harus Fokus Gerakkan Ekonomi Rakyat

Oleh: Bambang Fouristian

GARUT, FOKUSJabar.id: Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di setiap kabupaten/kota selalu jadi sorotan. Bukan hanya karena akan lahir nahkoda baru, tapi karena sebuah cermin apakah partai berlambang pohon Beringin ini masih solid di akar rumput atau tidak.

Musda XI Golkar Kabupaten Garut 2026 punya beban ganda. Yakni, mengonsolidasikan kader pasca-Pemilu 2024 dan menyiapkan mesin partai menghadapi Pemilu 2029 yang di prediksi akan jauh lebih kompetitif.

BACA JUGA:

Masjid Jami Cijambe jadi Inspirasi Kebangkitan Peradaban Garut Utara

Musda Bukan Arena Perebutan Kursi

Di banyak daerah, Musda sering di sempitkan menjadi “kontestasi kursi.” Kader sibuk berhitung suara, lupa esensi merumuskan arah perjuangan.

Padahal, masyarakat Garut tidak peduli siapa yang jadi ketua. Yang mereka tanya, “Setelah Musda, Golkar mau berbuat apa soal harga gabah, UMKM dan lapangan kerja?”

Karenanya, ketua terpilih nanti harus mampu menyapa petani, PKK hingga pedagang pasar. Tanpa itu, kemenangan 2029 hanya akan jadi jargon.

Peran Sayap Partai jadi Penentu

Golkar kuat karena punya sayap yang hidup. Di Garut, Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) sekaligus Fungsionaris DPP, Holil Aksan Umarzen konsisten menggerakkan pemberdayaan perempuan dan UMKM desa.

Jika ketua terpilih mampu merangkulnya, maka struktur DPD sampai TPS akan hidup kembali.

Tantangan Terbesar: Kepercayaan Rakyat

Tantangan Golkar Garut ke depan bukan hanya mengalahkan partai lain. Tantangan terbesarnya adalah mengembalikan kepercayaan rakyat.

BACA JUGA:

Idris Marham: Golkar Siap Kawal Prabowo-Gibran dan Lawan Kelompok Ekonomi Serakah

Kepercayaan di bangun dari kerja nyata, bukan spanduk. Musda harus melahirkan 3 hal.

  • Kepemimpinan Merakyat

Ketua terpilih harus mau dengar, bukan hanya di dengar

  • Program kerakyatan

Fokus ke ekonomi keluarga, stunting dan infrastruktur desa

  • Kaderisasi Berkelanjutan

Memberi ruang bagi anak muda dan perempuan untuk jadi pemimpin

Musda akan selesai dalam sehari. Tapi hasilnya akan di uji selama 5 tahun ke depan.

Jika Golkar Garut mampu menjadikan Musda sebagai titik balik konsolidasi (bukan titik awal perpecahan), maka suara Golkar (suara rakyat) bukan sekadar slogan.

BACA JUGA:

Golkar Jabar Era Daniel Mutaqien Mulai Tancap Gas

Karena pada akhirnya, rakyat Garut tidak memilih logo. Masyarakat memilih siapa yang paling tulus bekerja untuk mereka.

Musda DPD Golkar Kabupaten Garut bukan hanya soal memilih ketua. Ini soal arah 5 tahun ke depan.

Rakyat tidak butuh ketua hebat di atas kertas. Rakyat butuh pemimpin yang turun ke desa, dengar keluh petani dan gerakkan UMKM.

PM Gatra sudah menunjukkan kerja nyata di akar rumput. Kini giliran DPD Golkar Garut merangkul semua energi itu.

Jika Musda XI melahirkan kepemimpinan merakyat, program kerakyatan dan kaderisasi kuat, maka kemenangan 2029 bukan mimpi.

Jika tidak, Musda hanya akan jadi seremonial. Pilihan ada di tangan kader Golkar Garut.

(Penulis adalah Anggota PWI Kabupaten Garut)

spot_img

Berita Terbaru