spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wali Kota Tasikmalaya Sidak Disdik, Ungkap 2.800 Berhasil Kembali ke Bangku Sekolah

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya, Rabu (15/7/2026) sore. Aksi ini bertujuan untuk membangun komunikasi langsung dan menyelaraskan kinerja dengan jajaran otoritas pendidikan setempat.

Dalam sidak tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Goparullah, Inspektur Inspektorat Imin Muhaemin, serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Riza R. Setiawan turut mengawal Wali Kota Viman. Kepala Dinas Pendidikan Rojab Riswan Taufik bersama seluruh jajaran pejabat Disdik Kota Tasikmalaya menyambut langsung kehadiran rombongan orang nomor satu di Kota Tasikmalaya tersebut.

Baca Juga: Warung Amal Warga Parungponteng Curi Perhatian di Pembukaan TMMD ke-129 Tasikmalaya

Kunjungan ini berfokus untuk membedah sejumlah isu krusial. Pembahasan utama menyasar proses penerimaan siswa baru tingkat SD dan SMP/sederajat, serta penanganan serius terhadap angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Tasikmalaya.

Pada kesempatan itu, Viman Alfarizi menekankan tiga pilar penting bagi jajaran Pendidikan yakni integritas, loyalitas, dan kompetensi. Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan memegang kunci utama untuk mendongkrak mutu dan kualitas pendidikan anak-anak selaku penerus bangsa.

Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Tasikmalaya menaruh perhatian yang sangat serius untuk mencari solusi dan menangani fenomena ATS secara tuntas.

“Berdasarkan pemetaan awal, jumlah ATS mencapai 7.400 anak, namun alhamdulillah, setelah berbagai upaya mulai jemput bola dan pendataan jumlah, serta kolaborasi sejumlah pihak, sebanyak 2.800 anak sudah bersekolah dan juga kembali melanjutkan sekolah,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan, Rabu (15/7/2026).

Pemkot akan Segera Menjalankan Proses Cleansing Data

Ia menjelaskan, untuk sisa 3.000 anak lainnya, Pemkot akan segera menjalankan proses cleansing data (pembersihan data). Langkah ini krusial agar pemerintah memiliki data yang akurat. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan tidak semua anak tersebut masuk kategori ATS; sebagian ada yang sudah meninggal dunia, dan sebagian lagi sebenarnya sudah bersekolah namun sistem data pendidikan belum memverifikasinya.

“Saya ingin memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah dan putus sekolah. Mereka generasi penerus bangsa yang harus kembali ke bangku pendidikan agar, mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegas Viman.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan untuk menjalin kerja sama erat dengan pemangku kepentingan lain seperti Disdukcapil, Dinsos, dan Kemenag demi mempercepat validasi sehingga menghasilkan data yang sahih serta akurat.

Soroti Revitalisasi Fisik dan Rencana Penggabungan (Merger) Sekolah

Selain urusan ATS, Wali Kota Viman Alfarizi juga menyoroti kondisi fisik bangunan sekolah. Saat ini, sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Tasikmalaya sudah menyerap anggaran untuk merevitalisasi gedung mereka agar lebih representatif dan nyaman bagi siswa.

Meski begitu, Viman mengakui keterbatasan fiskal daerah membuat pemerintah belum bisa menyentuh seluruh sekolah yang membutuhkan. Sebagai solusinya, Pemkot Tasikmalaya telah melayangkan usulan ke pemerintah pusat. Kini sedang menyusun skala prioritas untuk menentukan sekolah mana yang paling mendesak menerima bantuan perbaikan ruang kelas.

Viman juga memaparkan rencana penggabungan (merger) bagi sekolah dasar yang kekurangan murid. Langkah ini bertujuan agar pemanfaatan ruang kelas bisa lebih optimal serta mendongkrak mutu pembelajaran agar makin berkualitas.

“Kedatangan Pa Wali Kota merupakan suplemen bagi kami, dan Kami pun siap melaksanakan semua arahan Pak Wali. Termasuk mempercepat pendataan ATS dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan di Dinas Pendidikan,” ungkap Rojab Riswan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, menyebut monitoring langsung dari Wali Kota ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh tenaga pendidik dan ASN di lingkungan Disdik Kota Tasikmalaya.

“Kedatangan Pa Wali Kota merupakan suplemen bagi kami, dan Kami pun siap melaksanakan semua arahan Pak Wali. Termasuk mempercepat pendataan ATS dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan di Dinas Pendidikan,” ungkap Rojab Riswan.

Penggabungan Sekolah

Rojab juga membenarkan rencana penggabungan sejumlah sekolah yang memiliki lokasi berdekatan. Kebijakan ini justru bertujuan agar jarak tempuh tidak memberatkan siswa untuk menjangkau tempat belajar mereka.

Ia kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyelesaikan sengkarut data ATS. Disdik sangat membutuhkan data kependudukan dari Disdukcapil dan data keluarga miskin dari Dinsos. Serta data madrasah dari Kemenag untuk memetakan jumlah riil anak yang telah mengenyam bangku sekolah.

“Iya tadi Pa Wali Kota memberikan arahan, motivasi dan penyemangat bagi kami dan seluruh jajaran Pendidikan untuk terus bekerja. Dalam hal ini demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan anak-anak. Sekaligus mendorong terwujudnya program-program strategis Pemerintah Kota Pemkot salah satunya Tasik Pintar,” urai Rojab Riswan Taufik.

Pemkot Tasikmalaya memasang target tinggi pada tahun ajaran baru mendatang untuk terus menekan angka anak tidak sekolah. Lewat sinergi harmonis antara pemerintah, Dinas Pendidikan, dan elemen masyarakat, setiap anak di Kota Tasikmalaya diharapkan bisa menggenggam hak pendidikan yang layak dan bermutu.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru