TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Halaman Gedung Creative Center (GCC) Dadaha Kota Tasikmalaya banjir dengan ribuan orang bernama Asep, Sabtu (1/8/2026). Para anggota Paguyuban Asep Dunia (PAD) dari berbagai daerah berkumpul meriah memperingati Milangkala Ke-16 organisasi mereka.
Peserta tidak hanya datang dari Priangan Timur, tetapi juga dari kota jauh seperti Pontianak hingga Aceh.
Presiden Paguyuban Asep Dunia Asep Jaelani menyebut Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah karena memiliki jumlah populasi Asep terbanyak.
Ia menjelaskan PAD berdiri sejak 1 Agustus 2010 dan kini memiliki kepengurusan daerah di seluruh Indonesia.
Organisasi ini konsisten menjalankan empat pilar utama mencakup bidang agama, sosial, ekonomi, hingga pendidikan.
“Target kami, Asep-Asep ini tidak hanya kompak dalam nama, tapi juga kompak dalam karya nyata,” ujar Asep Jaelani.
PAD berencana menggelar Konferensi Asep-Asep se-Dunia di Gedung Merdeka Bandung pada 7 Agustus 2026 mendatang.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara mengapresiasi tinggi soliditas seluruh anggota paguyuban unik tersebut.
Ia sempat melemparkan gurauan segar yang memancing gelak tawa ribuan peserta di lokasi acara.
“Buat ASN yang namanya Asep… tapi tidak hadir tanpa kabar, sebaiknya ganti nama jadi Euis,” ungkapnya.
Ia mendorong para Asep menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
(Seda)



