spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Karantina Moka Sumedang 2026 Dimulai, 30 Finalis Ditempa Menuju Grand Final

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 30 finalis Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) Sumedang Tahun 2026 tengah melakoni masa karantina intensif sebagai bagian dari rangkaian seleksi menuju malam puncak kompetisi. Mereka mengikuti kegiatan tersebut di Gedung Sumedang Creative Center yang menjadi fase krusial untuk menempa kapasitas para peserta sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.

Selama dua hari penuh, seluruh finalis melahap berbagai sesi pembelajaran dan pembekalan yang bertujuan meningkatkan kapasitas serta kesiapan mereka sebagai calon duta daerah. Masa karantina ini memberikan kesempatan emas bagi peserta untuk memperdalam pengetahuan sekaligus mengasah berbagai keahlian penting guna mengarungi ajang Pasanggiri Moka.

Baca Juga: Pemkab Bogor Tanam 45.152 Pohon di 40 Kecamatan

Penyelenggara juga telah menyiapkan rangkaian agenda padat setelah masa karantina berakhir. Para finalis bakal unjuk gigi menampilkan bakat terbaik mereka dalam agenda Unjuk Kabisa di Mal Asia Plaza Sumedang, sebelum akhirnya bertarung memperebutkan gelar juara pada malam Grand Final di Aula Tampomas, Sekretariat Daerah (Setda) PPS.

Di sela-sela masa karantina, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyempatkan hadir untuk memberikan arahan sekaligus membakar motivasi seluruh finalis. Ia menegaskan bahwa seorang Mojang dan Jajaka tidak boleh sekadar mengandalkan penampilan fisik yang menarik, melainkan harus mampu menjadi sosok pembuat perubahan yang menginspirasi generasi muda lainnya.

“Finalis Moka tidak hanya berfokus pada penampilan fisik. Melainkan harus mampu menjadi teladan yang inspiratif bagi generasi muda di Sumedang. Khususnya dalam hal pola pikir dan pola sikap,” kata Dony, Rabu (15/7/2026).

Dalam wejangannya, Dony menekankan empat nilai utama yang wajib melekat pada setiap finalis. Yaitu membiasakan diri merasakan hal-hal positif, berpikir positif, bertutur kata positif, serta menunjukkan tindakan dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Aksi positif yang berlangsung secara terus-menerus akan menjadi sebuah kebiasaan. Kemudian kebiasaan itulah yang kelak akan mengakar menjadi karakter kita ke depannya,” tegas Dony.

Pentingnya Kendali Diri untuk Menatap Masa Depan

Selain membangun pondasi karakter yang kuat, Bupati juga mengingatkan para finalis mengenai pentingnya kemampuan mengendalikan diri. Menurutnya, setiap individu memegang kendali penuh atas pilihan nasib dan tindakan yang mereka ambil sepanjang menjalani kehidupan.

“Harus bisa mengendalikan diri, karena kendali ada pada diri sendiri. Sebuah tindakan, apakah itu berujung positif atau negatif, sangat bergantung pada langkah dan keputusan yang diambil,” ujarnya.

Melalui proses pembekalan selama masa karantina ini, panitia berharap para finalis tidak hanya siap memenangi kompetisi. Tetapi juga mampu menularkan nilai-nilai positif yang mereka dapatkan ke dalam lingkungan sosial dan kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Sumedang menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan Pasanggiri Mojang Jajaka Tahun 2026. Ajang tahunan ini memikul misi penting untuk melahirkan duta-duta daerah yang cerdas dan berwawasan luas. Serta berkarakter mulia demi mengharumkan nama Kabupaten Sumedang di tingkat yang lebih tinggi.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru