spot_imgspot_img
Sabtu 4 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hajat Bumi Kota Banjar Hadirkan Budayawan Jawa Tengah

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pertunjukan seni tradisional dan tari-tarian mewarnai kemeriahan acara Syukuran Hajat Bumi di RT03/22 Lembur Sumanding Wetan, Kota Banjar Jawa Barat (Jabar).

Kegiatan yang mengusung tema “Ngerawat Tradisi, Ngariksa Toleransi, Ngawangun Lembur Sumanding Wetan anu Sabilulungan” itu menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antarbudayawan dari berbagai daerah.

BACA JUGA:

30 Pelatih Sepak Bola Ikut Kursus Lisensi D

Ketua pelaksana, Muhammad Syarif Hidayatulloh (Romo Syarif) mengatakan, kegiatan Hajat Bumi 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia menghadirkan konsep seni lintas daerah dengan melibatkan para seniman dan budayawan dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

“Kami hadirkan seni lintas daerah untuk mempererat silaturahmi. Tahun ini ada budayawan dari Dieng, Magelang dan Yogyakarta,” katanya Romo Syarif, Jumat (3/7/2026) malam.

Ia menjelaskan, Hajat Bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang di berikan. Selan itu, ungkapan terima kasih terhadap bumi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

“Intinya kami ingin bertasyakur binikmat. Apa yang kita pijak, apa yang kita makan dari tanah ini, semuanya harus kita syukuri,” katanya.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan menampilkan beragam kesenian tradisional. Pada malam pembukaan di gelar tari jaipong, pencak silat serta pertunjukan orkestra dari Sang Manarah.

Sementara pada hari kedua, masyarakat akan di suguhkan atraksi pencak silat dari PSSI Kota Banjar. Selanjutnya pertunjukan seni angguk khas kawasan Gunung Dieng, Jawa Tengah. Pada malam harinya di tampilkan tari-tarian anak-anak serta kesenian ronggeng.

BACA JUGA:

99 Mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar Ikut Program KKN

Puncak acara pada hari Minggu akan di tutup dengan pertunjukan Eblak dan Kuda Lumping yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

Romo Syarif berharap, kegiatan Hajat Bumi tidak hanya menjadi hiburan. Tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya leluhur.

“Harapan kami, generasi penerus tidak buta terhadap sejarah, budaya dan warisan leluhur. Tradisi ini harus terus di jaga agar tidak hilang di telan zaman,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

spot_img

Berita Terbaru