spot_imgspot_img
Rabu 1 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Banjar Bagikan Traktor Gratis Demi Pacu Ketahanan Pangan

BANJAR,FOKUSJabar.id: Polres Banjar mengemas peringatan Hari Bhayangkara ke-80 secara berbeda di Lapang Bhakti Taman Kota, Kota Banjar, Rabu (1/7/2026). Selain memperkuat sinergi lintas sektor demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pihak kepolisian turut menyokong program ketahanan pangan nasional lewat penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menegaskan bahwa momentum seabad kurang dua dekade ini merefleksikan kuatnya kolaborasi antara Polri, Pemerintah Kota Banjar, TNI, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta seluruh elemen masyarakat setempat.

Baa Juga: Perumda Tirta Anom Umumkan Gangguan Air, Ini Penyebab dan Imbauannya

Sokong Visi Ketahanan Pangan Presiden Lewat Alsintan

Guna mendorong produktivitas sektor agraria lokal, Polres Banjar bersama pemerintah daerah menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada kelompok tani jagung. Bantuan tersebut berupa dua unit traktor dan lima unit alat pemipil jagung modern.

“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan Presiden. Kami menyerahkan dua unit traktor dan lima alat pemipil jagung kepada kelompok tani jagung di Kota Banjar agar mereka dapat meningkatkan produktivitas pertanian,” jelas AKBP Didi Dewantoro.

Didi menambahkan, jajaran kepolisian akan terus membangun sinergi bersama instansi terkait untuk menciptakan stabilitas keamanan kota yang linier dengan kesejahteraan para petani.

Ringankan Beban Petani Waringinsari yang Kelola 113 Hektare Lahan

Bantuan teknologi pertanian ini memicu rasa syukur mendalam dari para pelaku sektor bumi. Ketua Kelompok Tani Tunggak Semi Desa Waringinsari, Riyanto, mengapresiasi langkah taktis Polres Banjar. Kelompok tani pimpinannya saat ini mengelola lahan produktif seluas 113 hektare, yang terbagi atas 91 hektare lahan darat dan 22 hektare lahan sawah.

Riyanto membeberkan bahwa budidaya tanaman jagung di wilayahnya baru berjalan sekitar dua tahun dengan intensitas dua kali musim panen. Selama ini, para petani kerap menghadapi tantangan berat berupa kelangkaan pasokan air saat musim kemarau melanda.

“Kalau musim kemarau seperti sekarang, kendala utama kami adalah air. Pompa memang ada, tetapi sumber airnya cukup jauh sehingga belum maksimal,” ungkap Riyanto.

Meskipun menghadapi kendala irigasi, Riyanto menilai hasil panen jagung sejauh ini masih cukup memuaskan. Ia optimistis kehadiran traktor baru ini akan memangkas durasi pengolahan tanah secara signifikan sehingga efisiensi kerja petani meningkat tajam.

Bagi kelompok tani Tunggak Semi, ini merupakan bantuan alsintan pertama yang mereka terima setelah 15 tahun menggarap sektor pertanian di Kota Banjar. Riyanto berharap pemerintah terus menggulirkan program dukungan serupa demi mendongkrak taraf hidup para petani daerah.

(Agus Purwadi)

spot_img

Berita Terbaru