spot_imgspot_img
Kamis 2 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sawala Adat Budaya Sunda 10 Segera Digelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Sawala Adat Budaya Sunda ke-X segera di gelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun di Kampung Cianten Desa Ciwangi Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut di sambut baik Ketua Bidang Seni dan Budaya Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Rachmansyah. Menurut Dia, Sawala Adat Budaya Sunda merupakan ritual turun-temurun.

BACA JUGA:

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkab Garut-OJK Bersinergi

“Kami tentunya menyambut baik kegiatan ini dengan hati yang lapang dan semangat tinggi,” ungkap Dia, Kamis (2/7/2026).

Sebagai informasi, Museum Bumi Nyai Tanggulun merupakan ruang seni dan budaya yang di kelola oleh Yayasan Bhakti Asih Bumi Tangulun.

Museum tersebut menampilkan karya seni dan peninggalan bersejarah lokal. Fasilitas ini menjadi pusat kegiatan edukasi untuk melestarikan budaya dan tradisi Sunda.

Menurut Rachmansyah, Sawala Nyai Tanggulun mengajarkan kita untuk mengenal akar sejarah sendiri dan memahami falsafah hidup leluhur.

Karenanya, sebagai tindak lanjut strategis, sejumlah langkah segera di lakukan. Di antaranya,  menyusun susunan acara dan menunjuk pemandu dengan pemahaman budaya yang memadai.

Menyiapkan busana, atribut dan perlengkapan adat sesuai standar nilai budaya yang berlaku.

BACA JUGA:

Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri untuk Masyarakat

“Acara sakralnya memberikan pengetahuan tentang 7 warisan leluhur Nyai Tanggulun (Pusaka lintas benua). Di antaranya, Qur’an/kitab kuno, Bokor peninggalan leluhur, Air Kahuripan, pohon Kelapa dan pohon Kawung),” ungkap Dia.

Bertindak sebagai pengarah kegiatan Sawala Adat Budaya Sunda ke-X, Dia menegaskan, peristiwa ini membuktikan kesungguhan PM Gatra dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan kelestarian tradisi.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru