spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 394

Percepat Pembangunan Daerah, Wali Kota Banjar Tekankan Kinerja dan Kreativitas Pejabat Baru

0
Banjar@Fokusjabar.id
Caption: Wali Kota Banjar Sudarsono melantik Pejabat Baru Pimpinan Tinggi Pratama

BANJAR,FOKUSJabar.id: Wali Kota Banjar, Sudarsono, resmi melantik dan mengambil sumpah/janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Banjar. Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi perangkat daerah (OPD) sekaligus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Dalam sambutannya, Sudarsono menegaskan bahwa pejabat yang baru dilantik harus segera tancap gas dan beradaptasi dengan tugas barunya. Ia menekankan pentingnya kecepatan dalam pengambilan keputusan agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Baca Juga: Polres Banjar Gerak Cepat Evakuasi Korban Laka ke RSOP Ciamis


“Harapan saya dengan pejabat baru ini, setiap program yang telah kita sepakati bisa dipercepat baik dalam pengambilan keputusan maupun pelaksanaannya,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Sudarsono juga menjelaskan alasan melaksanakan pelantikan pada awal tahun. Menurutnya, hal tersebut menunggu turunnya persetujuan teknis (pertek) dari pemerintah pusat. Dokumen baru Pemkot Banjar terima pada hari Jumat sebelumnya sehingga tidak memungkinkan melakukan pelantikan pada hari yang sama.


“Pertek baru turun hari Jumat. Kalau memaksakan sore hari, tentu memberatkan. Jadi kita jadwalkan ulang. Kini semua OPD yang sebelumnya kosong sudah terisi, tinggal Asisten Daerah II yang masih menunggu,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudarsono mengingatkan adanya tantangan besar yang harus Kota Banjar hadapi. Terutama keterbatasan anggaran daerah. Dengan kondisi APBD yang terbatas, pejabat baru harus lebih kreatif, inovatif, dan aktif menjalin komunikasi untuk mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.


“Dengan kondisi APBD seperti sekarang, mereka minimal harus bisa berlari mencari anggaran tambahan,” tegasnya.

Sudarsono berharap para pejabat baru dapat menunjukkan kinerja nyata dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia menekankan agar setiap pengambilan kebijakan tetap memprioritaskan akuntabilitas dan kepentingan masyarakat.


“Dengan terisinya jabatan strategis ini, harapannya koordinasi antar OPD semakin kuat dan tidak lagi terkendala kekosongan pimpinan,” ungkapnya.

(Agus)

Kolaborasi Perdana dengan Kelme, Satria Muda Bandung Rilis Jersey Edisi Terbatas

0
Bandung@Fokusjabar.id
Foto: Kelme Resmi Jadi Official Apparel Satria Muda Pertamina Bandung di Musim 2026. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Satria Muda Pertamina Bandung menyatakan kesiapan penuh untuk mengarungi kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim 2026. Hal itu ditandai dengan digelarnya Official Team dan Jersey Launching di GOR C-Tra Arena, Kota Bandung, Senin (5/1/2026).

Pada acara tersebut, manajemen klub memperkenalkan komposisi pemain, jajaran pelatih, hingga staf pendukung yang akan bertarung sepanjang musim mendatang.

Baca Juga: Satria Muda Bandung Luncurkan Tim dan Jersey Baru untuk Musim 2026

Kolaborasi Baru dengan Kelme

Musim ini, Satria Muda Pertamina Bandung resmi menggandeng Kelme sebagai apparel sponsor. Kerja sama tersebut ditandai dengan peluncuran Home Jersey, Away Jersey, dan Alternate Jersey yang hadir dalam berbagai ukuran.

Pengenalan ketiga jersey tersebut sebagai Player Issue – Inaugural Edition, sebuah seri perdana dengan produksi terbatas sebagai simbol kolaborasi awal antara Satria Muda dan Kelme. Rancangan seri ini mengangkat kultur dan identitas historis klub, dan pasti tidak akan terjadi produksi ulang.

CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, menyampaikan kebanggaannya dapat berkolaborasi dengan klub besar seperti Satria Muda.

“Kami merasa terhormat menjadi bagian dari perjalanan Satria Muda Pertamina Bandung. Kelme membawa desain dan teknologi apparel yang mendukung performa atlet, memastikan pemain tampil optimal, nyaman, dan percaya diri di lapangan,” ujarnya.

Kevin menegaskan kerja sama ini terbanun atas dasar kesamaan nilai antara Kelme dan Satria Muda.

“Kami percaya performa tinggi lahir dari konsistensi dan disiplin. Karena itu, kerja sama ini bukan hanya sesaat, melainkan komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama olahraga basket Indonesia,” tambahnya.

Ia juga menyebut Bandung terpilih sebagai langkah awal karena budaya olahraga yang kuat, proses pembinaan yang solid, serta rekam jejak melahirkan banyak talenta nilai yang selaras dengan DNA Kelme.

Satria Muda Store Resmi Hadir

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem klub, Satria Muda juga meluncurkan Satria Muda Store, yang dapat warga akses secara daring maupun langsung. Store ini menyediakan berbagai kebutuhan resmi tim dan pendukung, mulai dari:

  • gym shirt pemain dan staf,
  • training set lengkap,
  • polo dan shooting shirt,
  • anthem jacket, varsity jacket,
  • tee shirt, celana panjang dan pendek,
  • hingga kaus kaki resmi.

Selain itu tersedia juga merchandise seperti backpack, duffle bag, snapback, topi baseball, tumblr, mug kaca, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Menghadirkan Pengalaman Lebih untuk Penggemar

Managing Director Satria Muda Pertamina Bandung, Christian Ronaldo Sitepu, menegaskan pengelolaan jersey dan merchandise berlangsung dengan serius karena penggemar merupakan bagian penting dari identitas klub.

“Apresiasi kepada fans menjadi prioritas. Karena itu, produk jersey dan merchandise kami kelola secara profesional dengan banyak pilihan, agar penonton bisa benar-benar merasa menjadi bagian dari Satria Muda,” katanya.

Dengan peluncuran tim, jersey edisi spesial, dan ekosistem pendukung yang semakin lengkap, Satria Muda Pertamina Bandung menandai awal perjalanan baru menghadapi musim IBL 2026 dengan optimisme tinggi.

(Arif)

Usai Nataru, Harga Cabai Rawit di Pangandaran Anjlok

0
Pangandaran@Fokusjabar.id
Poto: Cabai Rawit (ilustrasi by web).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Harga cabai rawit di Kabupaten Pangandaran mengalami penurunan signifikan setelah melewati masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) Pangandaran mencatat penurunan harga terjadi di tiga pasar tradisional utama, yakni Pasar Kalipucang, Pasar Pananjung, dan Pasar Parigi.

Baca Juga: Kang Dedi Muyadi, Kapan Jembatan Sodongkopo Pangandaran Diresmikan?

Kabid Perdagangan Diskopdagin Pangandaran, Sufendi, mengatakan bahwa tren penurunan tersebut cukup terasa di seluruh titik pemantauan.

“Di Pasar Kalipucang harga cabai rawit turun 21,4 persen, di Pananjung sekitar 16 persen, dan di Parigi mencapai 20,6 persen,” ujarnya kepada FOKUSJabar.id, Senin (5/12/2025).

Rincian Penurunan Harga di Tiga Pasar

Sufendi menjelaskan bahwa sebelum libur Nataru, harga cabai rawit di beberapa pasar sempat melonjak tinggi.

  • Pasar Kalipucang: sebelumnya Rp70.000/kg, kini turun menjadi Rp55.000/kg.
    “Ada penurunan sekitar Rp15 ribu,” jelasnya.
  • Pasar Pananjung: dari Rp60.000/kg menjadi Rp50.000/kg.
    “Turun sekitar Rp10 ribu,” katanya.
  • Pasar Parigi: sebelumnya berada di kisaran Rp63.000/kg, kini turun menjadi Rp50.000/kg.
    “Penurunannya mencapai Rp13 ribu per kilogram. Alhamdulillah ini sangat membantu ibu rumah tangga,” tambahnya.

Komoditas Lain Relatif Stabil

Selain cabai rawit, Sufendi menyebutkan bahwa harga sejumlah komoditas lainnya mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga bahan bangunan terpantau stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan.

(Sajidin)

Satria Muda Bandung Luncurkan Tim dan Jersey Baru untuk Musim 2026

0
Bandung@Fokusjabar.id
Foto: Jelang Musim 2026, Satria Muda Pertamina Bandung Launching Team dan Jersey. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menyambut bergulirnya kompetisi bola basket 2026, Satria Muda Pertamina Bandung resmi memperkenalkan komposisi tim serta jersey terbaru mereka dalam acara Official Team and Jersey Launching yang digelar di GOR C-Tra Arena, Kota Bandung, Senin (5/1/2026).

Acara berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Menpora Erick Thohir, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, jajaran pengurus PP Perbasi, perwakilan Dispora, KONI, IBL, komunitas basket Bandung, hingga para pendukung setia Satria Muda.

Baca Juga: Hadir di Bandung, Goat Arena Serius Kembangkan Padel untuk Jangka Panjang 

Komitmen Besar Menatap Musim Baru

Managing Director Satria Muda Pertamina Bandung, Christian Ronaldo Sitepu, menegaskan klub memiliki tekad kuat untuk menjaga konsistensi prestasi pada musim 2026. Hal tersebut, katanya, tidak terlepas dari dukungan penuh Pertamina sebagai sponsor utama sejak 2015.

“Musim 2026 kami jadikan momentum untuk melanjutkan konsistensi prestasi kemudian sekaligus memperkuat fondasi klub,” ujar Christian.

Ia menambahkan bahwa dukungan Pertamina bukan sekadar sponsor, melainkan kemitraan jangka panjang yang memberikan stabilitas dan ruang berkembang bagi klub.

“Kemitraan ini memberi energi bagi Satria Muda untuk terus tumbuh, beradaptasi, dan mengejar hasil terbaik setiap musim,” tambahnya.

Optimisme Menyambut Identitas Baru Bandung

Sebagai sosok legenda yang lahir dari Satria Muda, Christian juga menyampaikan optimisme tinggi terhadap perjalanan tim musim ini. Ia mengajak masyarakat Bandung untuk menjadi bagian dari perjalanan tim kebanggaan baru Kota Kembang tersebut.

“Kami optimistis dengan komposisi tim, staf pelatih, dan seluruh elemen klub. Satria Muda kini benar-benar menjadi bagian dari Kota Bandung. Kami mengajak seluruh warga untuk hadir dan mendukung perjuangan kami sepanjang musim,” ucapnya.

Membangun Skuat dengan Visi Jangka Panjang

Sport Director Satria Muda, Youbel Sondakh, menjelaskan pembentukan tim melalui proses perencanaan matang. Tentunya mengutamakan keseimbangan antara pengalaman pemain, kualitas pemain lokal, dan kebutuhan taktis.

“Kami membangun tim dengan keseimbangan pengalaman, kualitas lokal, dan kebutuhan sistem permainan. Semua terarah pada satu tujuan yakni mengembalikan Satria Muda ke puncak dan sejalan dengan semangat #CityofChampions,” kata Youbel.

Mantan pelatih yang membawa Satria Muda menjuarai IBL All Indonesian Final 2025 itu juga membeberkan alasan pemilihan Djordje Jovicic sebagai pelatih kepala.

“Filosofi Djordje sejalan dengan identitas klub: disiplin, detail, dan fokus pada proses jangka panjang. Kami menyusun skuat dengan karakter yang saling melengkapi agar tercipta tim yang solid,” jelasnya.

Awali Musim Baru dengan Semangat #CityofChampions

Peluncuran tim dan jersey ini menjadi penanda mulainya perjalanan baru Satria Muda Pertamina Bandung di musim 2026. Identitas Bandung yang kini mengakar kuat di tubuh klub semakin mempertegas tekad untuk bersaing di level tertinggi. Kemudian dapat mempersembahkan prestasi terbaik bagi kota dan para pendukungnya.

Deretan Sponsor yang Perkuat Ekosistem Klub

Dalam menghadapi musim kompetisi, Satria Muda kembali mendapat dukungan dari banyak sponsor dan mitra. Di antaranya:
SM Academy, Cap Panda, Extra Joss, Susu Zee, Santika, Mandiri Inhealth, Royal Progress, Biznet, OxyFit, Prima, Baraya, Citilink, Stayhoops, Hoops Point, serta regional partner Kuldesak, SSST, dan Dragonfly.

(Arif)

Situ Cipanten Majalengka Diserbu 19 Ribu Wisatawan, Jadi Magnet Wisata Jabar

0
Majalengka@Fokusjabar.id
Pesona Situ Cipanten di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Pesona Situ Cipanten di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, kembali memikat ribuan wisatawan. Pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), destinasi wisata alam ini mencatatkan rekor kunjungan tertinggi sepanjang sejarahnya.

Tercatat 19.040 pengunjung memadati kawasan danau berair jernih tersebut. Angka ini menegaskan transformasi Situ Cipanten menjadi salah satu magnet wisata paling diminati di Jawa Barat.

Kunjungan Melonjak 46 Persen dari Tahun Lalu

Data resmi pengelola menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dibandingkan Nataru 2025 yang mencatat sekitar 13.000 kunjungan, tahun ini meningkat drastis hingga 46 persen.

Peningkatan tersebut menjadi bukti keberhasilan strategi pengembangan dari Pemdes Gunungkuning bersama BUMDES dan mitra desa lainnya.

Perahu Transparan Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian wisatawan adalah Perahu Transparan, yang belakangan viral di media sosial. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung merasakan sensasi seolah melayang di atas permukaan air sambil melihat langsung ribuan ikan berwarna-warni di bawahnya.

Direktur BUMDES Gunungkuning, Yosep Hendrawan, menyebutkan bahwa fasilitas baru ini menjadi faktor utama membludaknya wisatawan.

“Alhamdulillah, jumlah kunjungan sangat luar biasa. Perahu transparan yang sedang viral menjadi magnet wisata. Banyak yang ingin merasakan kejernihan air dan melihat ikan secara langsung dari atas perahu,” ujar Yosep, Senin (5/1/2026).

Kolaborasi Kuat Desa dan BUMDES

Keberhasilan Situ Cipanten tidak lepas dari sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDES, dan Karang Taruna. Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, menegaskan seluruh pengembangan berdasarkan Peraturan Desa (Perdes) sebagai landasan manajemen wisata.

“Dengan bersatunya seluruh elemen desa, potensi alam yang dulu hanya sumber mata air kini berkembang menjadi destinasi unggulan yang masyarakat cintai,” ucap Rudi.

Ia menambahkan, transformasi Situ Cipanten berlangsung sangat signifikan. Dari sekadar mata air warga, kini menjadi kawasan wisata yang menawarkan pemandangan hutan, danau jernih, serta ribuan ikan berwarna-warni yang membuat wisatawan betah berlama-lama.

Paket Wisata Alam Lengkap dan Instagramable

Selain perahu transparan, Situ Cipanten menyediakan beragam daya tarik yang tak kalah memikat, mulai dari:

  • Air sebening kaca yang tak pernah surut meskipun kemarau,
  • Suasana hutan yang sejuk dan asri,
  • Spot foto Instagramable di berbagai titik,
  • Agrowisata kebun anggur, di mana wisatawan bisa memetik buah secara langsung.

Kombinasi keindahan alam dan inovasi wisata inilah yang mengukuhkan Situ Cipanten sebagai destinasi yang wajib warga kunjungi saat ke Majalengka.

(Abdul)

Parkir Liar Tak Terkendali, Wali Kota Bandung Dorong Pembangunan Park and Ride

0
Bandung@Fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pembangunan fasilitas park and ride akan menjadi langkah strategis untuk mengatasi maraknya parkir liar yang hingga kini masih terlihat di berbagai titik Kota Bandung.

Menurut Farhan, Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah melakukan identifikasi lahan sekaligus mencari investor yang bersedia terlibat dalam proyek tersebut. Namun prosesnya belum diumumkan secara resmi karena masih menunggu keputusan dan pembahasan lanjutan.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Antisipasi Dampak Proyek BRT

“Kita sekarang sedang mencari lahan dan investor. Identifikasi lahan itu penting. Setelah itu, DPMPTSP akan menggelar forum khusus untuk menjaring investor di sektor parkir,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (5/1/2026).

Prioritas Lokasi: Gerbang Kota dan Jalur Utama

Farhan menjelaskan, fasilitas park and ride akan terfokus di kawasan pintu masuk kota dan koridor lalu lintas yang memiliki tingkat kemacetan tinggi. Salah satu lokasi utama yang disiapkan berada di kawasan Pasteur, yang selama ini menjadi titik keluar-masuk kendaraan terbesar di Kota Bandung.

“Yang pasti itu di gerbang kota, khususnya Pasteur. Lalu di jalur tengah kota timur–barat, dan untuk koridor utara–selatan kami siapkan di kawasan Otista,” jelasnya.

Penindakan Parkir Liar Belum Efektif

Terkait penindakan, Farhan mengakui langkah yang Pemerintah lakukan selama ini belum memberikan efek jera karena sifatnya hanya sementara.

“Penertiban kita ini hit and run, seperti ngusir nyamuk. Kita usir, datang lagi. Tidak akan selesai kalau hanya begitu,” katanya.

Ia menegaskan, tanpa menyediakan fasilitas parkir yang memadai, tindakan penertiban hanya akan menjadi solusi jangka pendek.

Selain itu, penindakan terhadap oknum juru parkir liar juga terkendala regulasi karena hanya bisa dijerat tindak pidana ringan (tipiring).

“Itu hanya bisa kena tipiring, tidak bisa memprosesnya lebih jauh,” ungkap Farhan.

Pelanggar Terus Berulang di Kawasan Rawan

Selama masa libur Tahun Baru, puluhan pelanggar parkir liar sudah ditindak. Namun, praktik yang sama kembali terjadi keesokan harinya.

“Puluhan penindakan, besoknya muncul lagi. Capek juga ngelihatnya,” ujarnya.

Sejumlah kawasan tetap menjadi titik rawan, seperti Tamansari, Braga, Asia Afrika, hingga kawasan Alun-alun Bandung. Bahkan, petugas kembali menemukan kendaraan yang parkir di trotoar Tamansari sehingga harus melakukan penertiban.

Farhan pun menegaskan pentingnya percepatan pembangunan fasilitas parkir agar persoalan ini bisa teratasi secara sistematis dan berkelanjutan.

“Solusinya bukan hanya penindakan. Kita harus membangun fasilitas parkir yang benar,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Identitas Terancam, Petani Aren Ciamis Tolak Label Gula Merah

0
Ciamis@Fokusjabar.id
Ketua Kelompok Tani Taruna Mandiri, Peri Heryanto

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Suasana kekecewaan mengemuka dari para petani aren di Desa Mekarmulya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kelompok Tani Taruna Mandiri melayangkan protes keras terkait kebijakan pemerintah daerah yang menetapkan wilayah mereka sebagai Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Gula Merah.

Bagi para petani, persoalan ini bukan hanya sekadar penyebutan nama, tetapi menyangkut identitas, kualitas, dan masa depan usaha mereka. Mereka menilai penyamaan istilah “gula aren” dan “gula merah” berpotensi merusak marwah komoditas unggulan yang selama ini mereka jaga.

Baca Juga: Ini Penyebab Rumah Watimah di Mekarsari Ciamis Ambruk

Gula Aren vs Gula Merah: Perbedaan yang Bukan Sekadar Istilah

Ketua Kelompok Tani Taruna Mandiri, Peri Heryanto, menegaskan, penyamaan antara gula aren dan gula merah adalah kesalahan yang dapat merugikan petani. Menurut Peri, gula aren murni berasal dari nira pohon aren (Arenga pinnata) yang tumbuh alami dalam sistem agroforestri dan diolah secara organik, sehingga memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi.

Sementara itu, gula merah umumnya identik dengan bahan baku kelapa atau campuran bahan lain yang kualitas dan nilai ekonominya berbeda.

“Penyamaan istilah ini menurunkan nilai produk kami. Gula aren Mekarmulya punya identitas dan kualitas premium. Mengaburkan nama berarti mengaburkan jerih payah kami menjaga kemurnian produk,” tegas Peri, Senin (5/1/2026).

“Kampung Kawung”: Identitas, Konservasi, dan Perlawanan

Jauh sebelum adanya intervensi pemerintah, para petani di Mekarmulya telah mengembangkan konsep “Kampung Kawung”. Bukan sekadar kawasan produksi, konsep ini menjadi simbol gerakan ekonomi hijau dan pelestarian lingkungan.

Pohon aren, atau kawung, dikenal sebagai tanaman konservasi yang mampu menahan erosi serta menyimpan cadangan air di wilayah selatan Ciamis. Bagi petani, identitas ini sangat penting dan tidak bisa terganti oleh label umum “gula merah”.

Mereka menilai pemerintah mengabaikan nilai historis, ekologis, dan kearifan lokal yang sudah lama mereka rawat.

Kebijakan yang Minim Riset dan Dialog

Kekecewaan petani kian memuncak karena kebijakan dari DKUKMPP Ciamis dianggap tidak berbasis riset dan minim dialog. Beberapa poin keberatan yang disampaikan petani meliputi:

  • Minimnya pemetaan potensi yang akurat di lapangan.
  • Risiko maraknya produk campuran yang merusak harga dan identitas gula aren murni.
  • Petani merasa hanya menjadi objek, bukan mitra dalam proses perumusan kebijakan.

“Kami tidak anti pembangunan. Kami hanya ingin kebijakan yang berbasis data dan menghormati realitas di lapangan. Mekarmulya adalah sentra gula aren, bukan gula merah,” ujarnya.

Harapan Petani untuk Masa Depan Ekonomi Hijau Ciamis

Melalui aspirasi ini, Kelompok Tani Taruna Mandiri mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi dan pelurusan kebijakan terkait penetapan sentra industri. Mereka berharap Pemkab Ciamis membuka ruang dialog terbuka agar pengambilan keputusan dapat lebih tepat sasaran.

Harapan mereka sederhana namun penting: memastikan komoditas aren di Pamarican tetap menjadi primadona ekonomi hijau yang mampu menyejahterakan petani tanpa kehilangan identitas dan nilai ekologisnya.

(Abdul)