CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bangunan rumah yang dijadikan pabrik Makaroni seluas 10 x 15 meter milik Herman Taufiq di Dusun Cikatomas, Desa/Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kebakaran.
Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Trisyanto menyebut, musibah kebakaran yang menimpa Pabrik Makaroni tidak menelan korban jiwa maupun luka.
Trisyanto menjelaskan, api yang membakar pabrik Makaroni pertma kali diketahui warga yang mendengar suara letupan.
“Warga yang melihat kebakaran langsung lapor ke UPTD Damkar Ciamis,” ungkapnya.
Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, hujan deras dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).
Kondisi tersebut menyebabkan sebuah rumah milik Watimah di Dusun Singasari Desa Mekarsari ambruk.
Camat Tambaksari, Osep Hernandi mengatakan, kejadian rumah ambruk tidak memakan korban jiwa maupun luka. Hanya saja, Watimah mengalami kerugian material sekitar Rp15 juta.
Selebrasi Pemain PSGC Ciamis Haikal Khalil ke gawang Persikota Tanggerang
SOLO,FOKUSJabar.id: PSGC Ciamis tampil trengginas dan menunjukkan identitas sebagai tim yang tak mudah digoyahkan. Dalam laga lanjutan putaran kedua Liga Nusantara di Stadion Kota Barat, Solo, Senin (5/1/2026), Laskar Singacala menghajar dengan skor meyakinkan 3-0, sekaligus mempertegas dominasi mereka di puncak klasemen Grup B.
Dengan tambahan tiga poin ini, PSGC kini mengoleksi 19 poin dan kembali bertengger di posisi teratas. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa mereka bukan hanya unggul secara taktik, tetapi juga mental bertanding.
Sejak menit pertama, PSGC langsung mengambil alih permainan. Agresivitas para pemainnya membuat Persikota kesulitan mengembangkan skema permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke jantung pertahanan lawan, meski peluang awal belum membuahkan hasil.
Pertahanan PSGC juga tampil disiplin. Setiap upaya Persikota untuk membangun serangan selalu mentah sebelum mendekati kotak penalti. Solidnya lini belakang membuat penjaga gawang M. Ridho relatif aman sepanjang pertandingan.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit 12. Sahih Elang Rishandy menjadi aktor utama lewat gol yang lahir dari skema serangan rapi. Menerima umpan datar Rahmat Angga dari sisi kanan, Sahih melepaskan tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper Persikota. PSGC memimpin 1-0.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin hidup. Persikota mencoba membalas, tetapi kembali kandas oleh barisan pertahanan Singacala yang tampil tanpa celah.
Permainan Disiplin Jadi Kunci Kemenangan PSGC
PSGC justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit 31. Lagi-lagi lewat Sahih Elang Rishandy, kali ini dengan tandukan keras setelah menyambut bola hasil tendangan sudut. Skor berubah menjadi 2-0 dan bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Persikota tampil lebih agresif dan sempat memberi tekanan berarti. Namun, PSGC mampu meredam segala ancaman dengan permainan disiplin dan penguasaan bola yang efektif.
Menjelang laga usai, PSGC kembali menusuk. Pada menit 88, Haikal Khalil memanfaatkan kelengahan pemain belakang Persikota dan melepaskan tembakan akurat yang memastikan kemenangan telak 3-0 bagi tim asuhan Singacala.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. PSGC Ciamis menutup laga dengan kemenangan besar, sekaligus membawa pulang kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi fase selanjutnya di Liga Nusantara musim 2025/2026.
Zulqaidah Yasmin Nurhakimah (15), siswi kelas 9 dari SMPN 1 Garut, didampingi kedua orangtuanya, duterima Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin
GARUT, FOKUSJabar.id: Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Garut. Zulqaidah Yasmin Nurhakimah (15), siswi kelas 9 SMPN 1 Garut Jawa Barat (Jabar) resmi terpilih sebagai salah satu Grand Finalis ajang pemilihan Duta Siswa Indonesia 2026.
Kompetisi bergengsi ini merupakan wadah bagi siswa-siswi berprestasi dari seluruh penjuru tanah air dalam upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Zulqaidah berhasil menyisihkan ribuan peserta melalui tahapan seleksi ketat. Mulai dari psikotes, wawancara hingga pembuatan video profil.
Dalam upaya merebut gelar juara, Zulqaidah mengusung misi sosial yang diberi nama “Taman Pendidikan.”
Program tersebut dirancang sebagai solusi bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan biaya agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.
“Taman Pendidikan adalah wadah bagi siswa-siswi yang kekurangan biaya sekolah. Mereka bisa belajar di sana. Dan saya pun terjun langsung ikut mengajar,” kata Zulqaidah.
Zulqaidah Yasmin Nurhakimah
Perjuangan Zulqaidah akan berlanjut pada masa karantina yang dijadwalkan pada 29 Januari hingga 2 Februari 2026.
Selama periode tersebut, para finalis akan dibekali berbagai materi dan penilaian intensif.
“Agenda selama karantina pelatihan alam, presentasi proyek sosial yang selama ini dijalankan hingga pengesahan program kerja sebagai Duta Siswa,” ungkapnya.
Siswi SMPN 1 Garut ini optimistis membawa pulang predikat tertinggi dalam ajang tersebut.
“Target saya ingin menjadi Duta Siswa Utama. Khususnya untuk kategori putri,” tegasnya.
Capaian Zulqaidah diharapkan tidak hanya mengharumkan nama sekolah. Namun juga menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh pelajar di Kabupaten Garut untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sejak usia dini.
Keberhasilan Zulqaidah Yasmin Nurhakimah melaju ke Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026 tidak lepas dari peran besar kedua orang tuanya.
Doni Juansyah, ayah kandung Zulqaidah mengungkapkan rasa bangga. Dia juga bersyjur atas pencapaian sang putri yang kini membawa nama harum Kabupaten Garut di kancah nasional.
Menurut Doni, Zulqaidah dikenal sebagai sosok remaja yang sangat disiplin dan mandiri dalam belajar. Alih-alih banyak bermain di luar rumah, siswi kelas 9 SMPN 1 Garut ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk hal produktif.
“Selaku orangtua, tentu kami sangat bangga. Zulqaidah tidak banyak bermain di luar rumah. Kalaupun keluar, biasanya hanya untuk urusan sekolah dan les,” katanya, Selasa (6/1/2026).
Doni menambahkan, dirinya tidak perlu memberikan arahan yang kaku. Pasalnya Zulqaidah memiliki motivasi internal yang kuat.
“Saya tidak banyak mengatur. Dia sendiri yang memiliki inisiatif belajar. Peran kami hanya memantau dan terus mendukung langkahnya,” ungkap Doni didampingi Ny. Yati Damiyati.
Kolaborasi untuk Taman Pendidikan
Dukungan konkret diberikan Doni dan Yati terhadap program kerja Taman Pendidikan. Agar program tersebut berjalan maksimal, Doni berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk penyediaan fasilitas literasi.
“Kami dukung program tersebut dengan berkoordinasi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) untuk peminjaman buku. Alhamdulillah, Pak Kadis sangat mendukung dan meminjamkan banyak koleksi buku untuk menunjang kegiatan belajar di sana,” jelas Doni.
Jejak Prestasi Bidang Matematika
Ternyata, prestasi Zulqaidah diajang Duta Siswa Indonesia bukanlah yang pertama. Sebelum menembus babak Grand Final, Dia telah mengoleksi berbagai penghargaan di bidang akademik. Khususnya Matematika.
“Sejauh ini anak saya sudah mengumpulkan banyak sertifikat, piagam, medali emas, perak dan perunggu dari berbagai kompetisi Matematika tingkat nasional,” ungkap Doni bangga.
Dengan bekal kedisiplinan dan dukungan penuh keluarga, Zulqaidah kini bersiap menghadapi masa karantina pada 29 Januari mendatang.
Dia diharapkan dapat memberikan performa terbaik dan mewujudkan target menjadi Duta Siswa Utama Putri Indonesia 2026.
GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin memberikan sinyal kuat mengenai penataan organisasi melalui rotasi dan mutasi besar-besaran.
Syakur menyampaikan bahwa Pemkab Garut tengah menyiapkan desain struktur instansi baru. Langkah tersebut mencakup rencana rotasi dan mutasi ASN sebagai upaya penguatan kinerja birokrasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Bupati Garut juga mengingatkan agar para ASN tidak terjebak dalam zona nyaman dengan menduduki satu posisi dalam jangka waktu yang terlalu lama.
Menurutnya, dinamika tugas sangat diperlukan agar aparatur lebih adaptif dan profesional.
“Saya ingatkan, hindari zona nyaman atau terlalu lama pada satu pekerjaan yang akan mengakibatkan kebosanan. Dalam sebuah organisasi, kita memerlukan orang-orang yang multi-talent,” tegas Bupati Garut.
Bupati menekankan filosofi kerja sama tim. Dia mengibaratkan keberhasilan organisasi seperti kesatuan militer yang tidak hanya bergantung pada pimpinan, tetapi juga peran vital staf di lapangan.
“Saya selalu sampaikan bahwa tidak mungkin semua jadi pejabat. Seorang jenderal tidak akan berhasil tanpa adanya prajurit. Begitu juga di pemerintahan,” jelasnya. Syakur menambahkan bahwa rotasi jabatan adalah sarana agar ASN memiliki pengalaman luas di berbagai bidang sehingga kemampuannya lebih teruji.
Bupati berpesan agar seluruh ASN, di mana pun ditempatkan nantinya, tetap mengedepankan integritas, loyalitas, dan keikhlasan dalam melayani masyarakat.
Rencananya hari ini, Selasa (6/1/2026) bupati akan melantik dan mengambil Sumpah PNS dalam Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional, di Gedung Pendopo Garut.
KEDIRI, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib, Bojan Hodak mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit, Muhammad Tri Santoso pada pertandingan pekan ke-16 kompetisi Super League 2025/2026.
Menurut pelatih Persib, pihaknya segera menyampaikan keberatan secara tertulis soal kepemimpinan wasit.
“Ya, pertama saya akan menyinggung soal wasit. Saya tidak senang dengannya. Tentu saja kami akan mengirim surat (protes). Saya tidak bisa bicara banyak tentang wasit, itu saja,” kata Bojan Hodak.
Meski demikian, pelatih Persib tidak mau mengomentari lebih jauh tentang kepemimpinan wasit.
“Tidak bisa. Karena kalau saya beri tahu, nanti potong gaji (denda). Jadi saya tidak mau itu (komentari wasit),” tegas pelatih Persib.
Laga Persik Kediri-Persib Bandung digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (5/1/2026) malam.
Persib sebelumnya sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Saddil Ramdani menit 68. Namun Persik berhasil menyamakan kedudukan melalui Muhammad Firly pada menit 90+5.
Setelah tandang ke Persik Kediri, Selanjutnya fokus menyiapkan diri menghadapi Persija Jakarta.
Pertandingan pekan ke-17 kompetisi Super League 2025/2026 tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (11/1/2026).
Bek Persib Bandung, Alfeandra Dewangga (foto: persib.co.id)
KEDIRI, FOKUSJabar.id: Persib Bandung harus puas berbagi poin dengan Persik Kediri. Pertandingan pekan ke-16 kompetisi Super League 2025/2026 berakhir imbang 1-1.
Hasil imbang di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (5/1/2026) malam membuat bek kiri Persib Bandung, Alfeandra Dewangga kecewa.
Menurut Dewangga, hasil imbang pada pertandingan tersebut tidak sesuai dengan target. Yakni, tiga poin.
Persik vs Persib Banung (foto: persib.co.id)
Kemenangan pada pertandingan tersebut sangat dibutuhkan oleh skuat Maung Bandung untuk kembali ke puncak klasemen. Namun, hasil imbang membuat Persib Bandung hanya naik ke peringkat tiga.
“Pasti kurang bahagia. Karena kami seharusnya menang. Tetapi hasil akhir harus berbagi poin,” kata Dewangga.
Pada pertandingan menghadapi Persik, Persib sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Saddil Ramdani menit 68. Namun, menjelang berakhirnya laga, Persik berhasil menyamakan kedudukan melalui Muhammad Firly pada menit 90+5.
Meski kecewa, Dewangga menegaskan akan bangkit menghadapi pertandingan selanjutnya di kompetisi Super League 2025/2026.
Pada pertandingan pekan ke-17 kompetisi Super League 2025/2026, Persib dijadwalkan akan menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 11 Januari 2026.
“Jadi ini (hasil imbang) tidak bagus untuk tim. Tapi, tim akan segera bangkit,” tegasnya.
Hodak kembali melakukan pergantian. Luciano Guaycochea dan Thom Haye digantikan Robi Darwis dan Ramon “Tanque” de Andrade Souza.
Maung Bandung nyaris mencetak tambahan gol. Sayang Souza terperangkap off-side.
Pertandingan memasuki tambahan waktu enam menit. Lini pertahanan Pangeran Biru mendapat serangan lewat sundulan Pedro Matos. Tapi bola bisa ditepis Teja Paku Alam.
Teja juga mampu menangkap bola dengan sempurna, kiriman Ezra dari sepak pojok.
Di menit 90+6, M. Firli menyambar bola liar dengan sundulan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.