spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 384

Belanja Efektif Pemprov Jabar, SilPa APBD Rp500 Ribu

0
Pemprov Jabar fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemprov Jabar berhasil melaksanakan belanja secara efektif. Sehingga SilPa pada APBD 2025 hanya Rp500 ribu.

Minimnya SilPa Pemprov Jabar menandakan bahwa APBD telah digunakan seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar-Kuba Jajaki Kolaborasi Strategis Bidang Kebencanaan

Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, keuangan daerah merupakan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SilPa yang minim pada 2025 menandakan belanja APBD dilakukan secara efektif.

“Artinya uang yang dikelola benar-benar didistribusikan untuk kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan di kabupaten/kota. Catatan penggunaan APBD tetap akuntabel,” tegas Herman, Rabu (7/1/2026).

Kondisi SilPa 2025 lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di mana rata-rata sekitar Rp1 trilyun.

Herman berharap, pemanfaatan APBD yang maksimal untuk kebutuhan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya Jabar istimewa.

Meski demikian, masih ada belanja pembangunan 2025 yang belum dibayarkan. Yakni senilai Rp621 milyar.

BACA JUGA:

Dukung Media Massa, Pemprov Jabar Segera Gelar UKW

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) memastikan, kurang bayar belanja pembangunan tersebut akan dibayarkan pada tahun 2026.

Pada Januari 2026, akan ada pemasukan ke kas daerah Pemprov Jabar sebesar Rp2 trilyun.

Dana tersebut akan dipakai untuk belanja gaji, tunjangan penghasilan pegawai dan lainnya. Sehingga menyisakan dana Rp800 milyar di kas daerah.

“Sisa dana tersebut untuk membayar belanja pada 2025,” ungkap KDM.

Menurut KDM, adanya belanja pembangunan yang belum dibayar karena berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat pada 2025.

“Dari pemerintah pusat DBH tidak disalurkan hampir Rp400 milyar. Andaikan uang ini disalurkan, maka tidak akan ada potensi untuk tunda bayar,” tutupnya.

(Bambang Fouristian)

Tahun Pertama! Gubernur Jabar Fokus Pelestarian Alam

0
Gubernur Jabar fokusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) berkomitmen membangun infrastruktur sejalan dengan upaya pelestarian alam pada tahun pertama pemerintahannya.

Oleh karena itu, sejumlah program pembangunan infrastruktur telah dituntaskan beriringan dengan program pelestarian alam sepanjang 2025.

BACA JUGA:

Situ Cipanten Majalengka Diserbu 19 Ribu Wisatawan, Jadi Magnet Wisata Jabar

Kondisi jalan menjadi perhatian Gubernur Jabar pada tahun lalu. Panjang jalan yang direkonstruksi mencapai 223 kilometer dengan anggaran Rp1,2 trilyun.

Pemeliharaan jalan berkala juga dilakukan. Dengan anggaran Rp520 milyar, 211 kilometer mendapat pemeliharaan berkala.

Dedi Mulyadi juga memperlebar 4,7 km ruas jalan dengan anggaran Rp6,1 milyar.

Selain itu, membangun jalan di Kota Bekasi (0,4 km) dan Kabupaten Sukabumi sepanjang 6,6 kilometer.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan juga meliputi pembangunan jembatan. Terdapat 11 unit jembatan yang diganti dengan anggaran Rp94 milyar.

Selanjutna, 16.043 Penerangan Jalan Umum (PJU) dibangun dengan anggaran Rp493 milyar.

Pemasangan sambungan listrik juga telah dirampungkan dengan total 76.038 satuan.

BACA JUGA:

Gubernur Jabar Bangun Jembatan Sodongkopo Pangandaran, “Terimakasih Bapak Aing”

Penguatan infrastruktur menjadi fokus Gubernur Jabar untuk mendukung kehidupan yang layak bagi masyarakat.

“Dengan infrastruktur yang memadai, kebutuhan sektor pendidikan, kesehatan hingga perekonomian dapat terpenuhi dengan baik,” katanya, Rabu (7/1/2026).

Sejalan dengan pembangunan infrastruktur, program-program pelestarian lingkungan juga telah rampung dilaksanakan pada tahun 2025.

Salah satunya, peremajaan perkebunan teh. Program tersebut dilaksanakan di Kebun Teh Malabar, Kabupaten Bandung (5 hektare) dan Kecamatan Ciater, Subang seluas 5 hektare.

Tak sampai di situ, KDM merehabilitasi hutan seluas 1,2 hektare dan mereboisasi 7,8 hektare hutan bambu.

BACA JUGA:

Junjung Transparansi dan Akuntabilitas, Jamkrida Jabar Raih Anugerah KIP 2025

Upaya pelestarian lingkungan juga meliputi normalisasi sungai, situ dan embung.

Sedikitnya 17 sungai, 55 situ, 1 oxbow dan 2 embung yang dinormalisasi sepanjang tahun 2025.

KDM juga membangun pos pantau curah hujan, pos duga air, pos hidrologi dan sumur bor. Total anggaran yang digunakan untuk semua pembangunan itu mencapai Rp168 milyar.

BACA JUGA:

Anugerah Gapura Pancawaluya jadi Motor Transformasi Karakter di Jabar

Gubernur Jabar mengatakan, normalisasi sungai, situ dan embung untuk mencegah meluapnya air sungai. Sehingga mengakibatkan banjir.

Upaya penting lainnya, pembebasan dan pengelolaan mata air. Kegiatan tersebut dilakukan di dua wilayah sungai dengan biaya Rp1,2 milyar.

(Bambang Fouristian)

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Lansia di Cinunuk Wanaraja

0
Tim SAR Gabungan fokusjabar.id
Tim SAR gabungan mengevakuasi Titi (65), warga Desa Karangsari yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

GARUT, FOKUSJabar.id: Setelah melakukan pencarian intensif selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Titi (65), warga Desa Karangsari yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cimanuk Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar).

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Desa Cinunuk Kecamatan Wanaraja, Rabu (7/1/2026).

BACA JUGA:

Pencarian Hari ke-2 Lansia Hanyut di Sungai Cimanuk Garut Nihil

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Garut, Daris mengatakan, jasad korban ditemukan cukup jauh dari titik awal kejadian.

“Alhamdulillah, memasuki hari ketiga pencarian, survivor atas nama Ibu Titi telah ditemukan. Jasad korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari titik awal pengarungan atau lokasi jatuhnya korban,” ujar Daris kepada FOKUSJabar.

Sebagai informasi, peristiwa tersebut bermula pada Senin (6/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

tim sar gabungan fokusjabar.id
Tim SAR gabungan mengevakuasi Titi (65), warga Desa Karangsari yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

Berdasarkan keterangan saksi,  korban terlihat berlari menuju arah sungai di kawasan Bojong Kalapa.

Seorang warga yang sedang memancing sempat berupaya menolong dengan menahan korban. Namun arus sungai yang kuat membuat pegangan terlepas hingga korban hanyut terbawa arus.

Korban diduga terpeleset saat berada di pinggir sungai. Informasi dari pihak keluarga menyebutkan, korban sebelumnya memiliki riwayat gangguan pada bagian kepala akibat terjatuh.

Proses Evakuasi

Upaya pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur. Mulai dari BPBD Garut, Damkar, Basarnas Pos Tasikmalaya, Brimob Kompi A hingga relawan dari Tagana, PMI, MDMC, Jenggala dan FAJI.

BACA JUGA:

Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu

“Tim di lapangan melakukan penyisiran melalui jalur darat dan pengarungan sungai menggunakan perahu karet dari titik TKP hingga ke wilayah Patrol, Kecamatan Banyuresmi,” jelas Daris.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas gabungan untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemulasaraan.

Atas kejadian tersebut, BPBD mengimbau kepada seluruh masyarakat. Terutama yang tinggal atau beraktivitas di sekitar bantaran sungai untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

BACA JUGA:

Lupa Matikan Kompor, Rumah di Bayongbong Garut Hangus Terbakar

“Kami meminta warga lebih berhati-hati. Terutama saat debit air sungai sedang tinggi,” katanya.

“Bagi keluarga yang memiliki anggota lansia agar lebih diawasi aktivitas di sekitar area berbahaya. Salah satunya,  aliran sungai,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Apel Pedang Pora Sambut Kapolres Tasikmalaya, Haru Warnai Pergantian Pimpinan

0
Kapolres Tasikmalaya fokusjabar.id
Tradisi pedang pora menyambut Kapolres baru Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (7/1/2026).

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Markas Komando (Mako) Polres Tasikmalaya di awal tahun 2026. Seluruh jajaran personel berkumpul dalam Apel Farewell Parade dan Serah Terima Jabatan Kapolres Tasikmalaya, Rabu (7/1/2026).

Dalam prosesi tersebut, AKBP Haris Dinzah, SH, SIK, MH, secara resmi menyerahkan jabatan Kapolres Tasikmalaya kepada AKBP Wahyu Pristha Utama, SH, SIK, MH.

BACA JUGA: Kriminalitas di Kabupaten Tasikmalaya Naik! Sepanjang 2025 Polres Tangani 402 Kasus, Narkoba dan Laka Lantas Jadi Sorotan

Tradisi pedang pora dan pengalungan bunga yang dipimpin Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Sukmawijaya, menjadi simbol penyambutan nakhoda baru Polres Tasikmalaya.

Apel ini tak sekadar seremoni, namun juga menjadi momen penuh makna sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian AKBP Haris Dinzah selama memimpin dan membangun kedekatan dengan masyarakat Tasikmalaya.

Kompol Sukmawijaya menegaskan kesiapan seluruh jajaran untuk mendukung penuh kepemimpinan Kapolres yang baru.

“Kami siap melanjutkan dan meningkatkan kinerja, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan pelayanan terbaik yang humanis,” tegasnya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama pun menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diterimanya.

Ia berharap soliditas yang telah terbangun dapat terus dijaga.

“Dengan kerja sama yang kuat, kami optimistis Polres Tasikmalaya akan semakin profesional dan responsif dalam melayani masyarakat,” ujar Wahyu.

Sertijab ini juga menjadi momen perpisahan bagi AKBP Haris Dinzah yang mendapat kepercayaan mengemban tugas baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat.

BACA JUGA: Heboh! Julia Prastini buka Hijab dan ke Bali Bareng Jefri Nichol

“Tasikmalaya memiliki tempat tersendiri di hati saya. Terima kasih atas kebersamaan, doa, dan dukungan seluruh anggota selama ini,” ungkap Haris.

Diketahui, AKBP Wahyu Pristha Utama sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polrestabes Bandung. Sementara AKBP Haris Dinzah melanjutkan pengabdian di tingkat Polda Jawa Barat.

(F Kamil)

Heboh! Julia Prastini buka Hijab dan ke Bali Bareng Jefri Nichol

0
Julia Prastini fokusjabar.id
Julia Prastini (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Selegram Julia Prastini (Jule) kembali bikin sensasi. Dia membuat heboh warganet dengan penampilan terbarunya di Instagram.

Dari unggahan akun gosip@lambe_turah terlihat Julia Prastini yang selama ini dikenal hijabers tampil berani mengunggah video lipsing tanpa hijab dengan mengenakan baju terbuka.

BACA JUGA:

Millen Cyrus Salat Jumat, Jamaah Jadi Salfok

Julia Prastini juga nampak memamerkan rambutnya yang berwarna merah dengan poni yang imut.

Warganet heboh dan mengecam perbuatan dari ibu 3 anak tersebut yang bercerai dari suami Oppa nya karena kasus perselingkuhan.

Warganet heboh ingin Julia Prastini mendapat cancel culture karena dianggap meresahkan.

Selain itu, mantan istri Na Daehoon tersebut juga dikabarkan sedang ada hubungan spesial dengan aktor ganteng, Jefri Nichol setelah akun instagram @ajiss** menulis komentar “Gaesss jule lagi di bali sama jefri nichol. Valid 100% ya. Tinggal tunggu aja ada yang ketemu di beach club atau cafe wkwkwk.

BACA JUGA:

Diduga Prostitusi, Artis TA Ditangkap di Kamar Hotel di Bandung

Liat aja mereka saling follow kok, di sebuah unggahan akun @exclusivetimnasartis.

Isu ini semakin terlihat menjadi fakta saat Jule mengunggah foto sedang di sebuah pantai yang diduga benar ada di Bali bersama Jefri Nichol yang sebelumnya dikabarkan sudah putus dengan kekasihnya, Ameera Khan.

(Cita Amalia)

Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu

0
Dinkes Garut fokusjabar.id
Kepala Dinkes Garut, Leli Yuliani

GARUT, FOKUSJabar.id: Kepala Dinkes Garut Jawa Barat (Jabar), Leli Yuliani menjelaskan soal teknis deteksi varian Influenza A H3N2 sub-clade K atau yang sering disebut sebagai Super Flu.

Menurut Leli, hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus positif varian tersebut yang berasal dari spesimen pasien di wilayah Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Pencarian Hari ke-2 Lansia Hanyut di Sungai Cimanuk Garut Nihil

Kepala Dinkes Garut mengungkapkan, kepastian mengenai keberadaan varian ini hanya bisa diketahui melalui pengujian DNA atau Whole Genome Sequencing (WGS)

Namun untuk wilayah Garut, hasil pengujian tersebut sejauh ini masih nihil.

“Belum ada laporan dari hasil tes laboratorium secara DNA atau WGS yang dilakukan RSHS dan Labkesda Provinsi Jawa Barat terkait pasien dari Garut,” kata Leli kepada FOKUSJabar, Rabu (7/1/2026).

Dia menjelaskan, selama ini pemeriksaan WGS di Jawa Barat diprioritaskan bagi pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan provinsi.

“Pemeriksaan WGS dilaksanakan pada pasien yang dirawat di RS rujukan provinsi. Yaitu RSHS sebagai RS sentinel lokus pemeriksaan WGS. Sementara itu, sampai saat ini seluruh rumah sakit di Garut belum dijadikan sentinel sampel WGS,” ungkapnya.

Upaya Deteksi dan Skrining 

Meski belum menjadi lokus pemeriksaan WGS, langkah antisipasi di tingkat kabupaten sudah berjalan ketat.

Dinkes Garut telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk melakukan pemantauan terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada influenza berat.

BACA JUGA:

Lantik 88 Pejabat, Bupati Garut Tekankan Pelayanan Prima dan Integritas

“Upaya yang dilakukan untuk mendeteksi kasus ‘Super Flu’ di rumah sakit adalah melalui skrining ketat,” jelasnya.

“Rumah sakit yang merawat pasien suspek diwajibkan mengisi form laporan khusus yang terkoneksi langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Situasi Epidemiologi dan Data Nasional

Secara nasional, sub-clade K ini memang telah terdeteksi di 8 provinsi di Indonesia sejak Agustus 2025 dengan total 62 kasus hingga akhir Desember.

BACA JUGA:

Soal Rotasi Jabatan, Bupati Garut Bilang Begini

Jawa Barat termasuk dalam jajaran tiga besar provinsi dengan temuan kasus terbanyak bersama Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Data surveilans menunjukkan karakteristik penyebarannya. Yakni, kelompok rentan terbanyak ditemukan pada perempuan (64 persen).

Usia Dominan (anak-anak usia 1-10 tahun) mencakup 35 persen dari total kasus dan karakteristik varian. Berdasarkan 843 spesimen positif influenza secara nasional, sebanyak 172 sampel adalah tipe A(H3). Di mana 62 di antaranya (36 persen) merupakan sub-clade K.

BACA JUGA:

Bawa Program Taman Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Menuju Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

Kepala Dinkes Garut mengingatkan, meski tren nasional cenderung menurun dalam dua bulan terakhir, kewaspadaan masyarakat jangan sampai kendor.

Masyarakat diminta segera ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) jika gejala flu tidak membaik dalam tiga hari. Terutama jika disertai sesak napas atau demam tinggi yang menetap.

“Vaksinasi influenza tahunan tetap menjadi tameng utama bagi kelompok rentan. Seperti lansia, ibu hamil dan pemilik komorbid agar terhindar dari risiko rawat inap atau kematian,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Wali Kota Bandung Tanggapi Keluhan Warga Soal Akses Flyover Nurtanio

0
Wali kota bandung fokusjabar.id
Penutupan Sementara Akses Jalan di Kawasan Flyover Nurtanio Kota Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Muhammad Farhan merespons keluhan warga terkait akses di kawasan Flyover Nurtanio yang masih ditutup sebagian.

Wali Kota Bandung memastikan penutupan dilakukan sementara sambil menunggu kelengkapan fasilitas jalan selesai.

BACA JUGA:

Soal Sungai Cijangjawa, Wali Kota Bandung Bilang Begini

“Semalam saya lihat sebagian masih ditutup karena kelengkapan jalan masih belum selesai. Tapi sejauh ini sudah banyak membantu. Terutama selama arus Natal dan Tahun Baru,” kata Farhan, Rabu (7/1/2026).

Meski begitu, pihaknya mengaku banyak masukan dari masyarakat terkait kebutuhan akses penyeberangan di kawasan tersebut.

BACA JUGA:

Parkir Liar Tak Terkendali, Wali Kota Bandung Dorong Pembangunan Park and Ride

Salah satu usulan yang disampaikan warga adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bagi pejalan kaki untuk melintasi jalur kereta api.

“Alhamdulillah ada beberapa masukan dari warga. Katanya minta dibuatkan JPO. Itu akan kita pikirkan,” kata Farhan.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengkaji lebih lanjut masukan tersebut dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan.

BACA JUGA:

Sidang Praperadilan Wawalkot Bandung, Kuasa Hukum Paparkan Tujuh Materi Gugatan

Pasalnya, JPO harus dibangun sejajar dengan flyover agar bisa melintasi jalur kereta api. Sehingga membutuhkan konstruksi dengan ketinggian yang cukup ekstrem.

“Masalahnya sangat tinggi karena harus sejajar dengan flyover. JPO-nya harus benar-benar menyeberangi kereta api,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)