spot_imgspot_img
Rabu 14 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 328

Reses DPRD Kota Banjar, Warga Keluhkan PJU hingga Krisis Air Bersih

0
Banjar, FOKUSjabar.id
Caption: Jojo Juarno, anggota DPRD Fraksi Gerindra menggelar reses. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi Partai Gerindra, Jojo Juarno menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Kegiatan ini bertujuan menjaring beragam aspirasi masyarakat, mulai dari proyek pembangunan fisik, penerangan jalan umum (PJU), hingga krisis air bersih.

Jojo membeberkan alasan di balik tertundanya penanganan sejumlah usulan pembangunan warga. Ia menyebutkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran daerah menjadi faktor utama pembatas realisasi program tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Banjar Luncurkan Bumi Masagi, 525 UMKM Terima Bantuan Modal Rp1 Juta

“Sejumlah usulan memang belum bisa direalisasikan karena terkendala efisiensi anggaran. Mudah-mudahan pada tahun 2027 usulan yang telah disampaikan masyarakat dapat direalisasikan,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Keluhan datang dari Komar, seorang warga Desa Batulawang. Ia menyoroti minimnya penerangan di sepanjang jalur Perkebunan Batulawang yang memicu kerawanan pada malam hari. Selain itu, fasilitas lampu mercury bantuan pemerintah sudah tidak berfungsi optimal akibat kondisi padam.

Di lokasi lain, warga Lingkungan Binangun menumpahkan keluhan terkait pasokan air bersih. Mereka mengkritik fokus pembangunan daerah yang selama ini melulu menyasar saluran drainase, sementara pemenuhan air bersih justru luput dari perhatian.

Warga menilai air bersih sebagai kebutuhan pokok yang kian mendesak, terutama ketika memasuki musim kemarau. Kendati jaringan PDAM sudah menjangkau pemukiman, distribusi air masih kerap terganggu dan tidak berjalan maksimal.

Merespon deretan keluhan tersebut, Jojo Juarno berjanji menampung seluruh masukan warga. Pihaknya siap memperjuangkan aspirasi itu dalam forum pembahasan anggaran bersama Pemkot Banjar dengan mempertimbangkan skala prioritas daerah.

Agenda reses menjadi wadah krusial bagi jajaran legislator untuk menyerap suara konstituen sebagai bahan penyusunan program kerja serta kebijakan daerah pada periode anggaran mendatang.

(Agus Purwadi)

Terungkap! Wali Kota Bandung Ungkap Alasan Teras Cihampelas Tak Bisa Lagi Dipertahankan

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Rabu (29/7/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan bahwa pengalihan wewenang pengelolaan Jalan dan Teras Cihampelas kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak menggunakan skema tukar guling aset.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa Kota Bandung tidak mengincar aset pengganti, melainkan fokus mengejar manfaat penataan kawasan yang selama ini tersandung persoalan tata ruang dan administrasi.

Baca Juga: Farhan Ungkap Alasan Teras Cihampelas Harus Dibongkar, Ternyata Tak Pernah Masuk Tata Ruang

“Tidak ada tukar guling. Yang paling penting, kita akan mendapatkan manfaat penataan,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).

Farhan membeberkan bahwa perencanaan tata kota terdahulu tidak pernah memasukkan struktur Teras Cihampelas. Kondisi ini memicu benang kusut administratif, termasuk ketidakjelasan status bangunan di mata pemerintah pusat.

“Karena begini, Teras Cihampelas itu tidak pernah masuk dalam rencana tata kota. Pihak dari Kementerian PU juga tidak bisa mendefinisikan apakah itu bangunan, jalan, atau jembatan. Itu sebabnya sampai hari ini kita tidak bisa menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF),” katanya.

Atas dasar kerumitan tersebut, Pemkot Bandung mengambil sikap realistis untuk tidak mempertahankan keberadaan Teras Cihampelas.

“Jadi secara administrasi kami juga tidak bisa mempertahankan terus-terusan. Ya, setelah dihitung-hitung, dilihat dari tata ruang dan segala macam, serta estetika, ya kita bongkar akhirnya. Kesimpulannya begitu, kira-kira,” ucapnya.

Persiapan Pembongakaran Teras Cihampelas

Farhan mengutarakan bahwa rencana penataan Teras Cihampelas intensif dibahas sesaat setelah dirinya resmi menjabat dan berdiskusi langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Sejak pelantikan. Sejak saya sama Pak Gubernur ngobrol. Begitu kira-kira,” ujarnya.

Pemkot Bandung terus mengawal persiapan pembongkaran Teras Cihampelas agar berjalan sesuai aturan hukum. Pihaknya merangkul BPK, BPKP, serta Korsubda KPK guna memastikan proses ini tidak memicu potensi kerugian negara.

Lembaga pengawas keuangan dan hukum menuntut Pemkot Bandung menjaga transparansi penuh selama tahapan pembongkaran.

“Kalau kami kan mengajukan waktu itu ke BPK, BPKP, dan juga kepada Korsubda KPK. Semua peringatannya hanya satu, jangan sampai menimbulkan kerugian negara,” jelasnya.

Langkah lelang pembongkaran menjadi jalan keluar terbaik untuk mengamankan keuangan daerah.

“Nah, satu-satunya cara untuk menghindari kerugian negara adalah lelang pembongkaran. Jadi yang menang lelang pembongkaran harus memberikan nilai ekonomi kepada pemerintah,” ungkapnya.

Usai meratakan Teras Cihampelas, Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar berkomitmen mempertahankan fungsi ruang hijau serta deretan pohon rindang di sepanjang koridor jalan.

Farhan menegaskan penataan kawasan mematuhi penuh instruksi Gubernur Jawa Barat untuk tidak menebang pohon-pohon besar di area tersebut.

“Yang pasti begini, itu kan pesan dari Pak Gubernur tadi sudah jelas, bahwa kiri-kanan jalan dan pohon tidak boleh ditebang. Nah, keteduhan dan keanggunan pohon-pohon besar tersebut akan tetap dipertahankan,” katanya.

Pemkot Bandung memproyeksikan Kawasan Cihampelas melangkah ke arah yang berbeda dengan Jalan Cipaganti. Jika Cipaganti berfungsi murni sebagai kawasan asri non-komersial, Cihampelas bakal bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif.

“Cuma bedanya dengan ruas Cipaganti adalah Cipaganti tetap asri, tidak boleh menjadi pusat perekonomian. Kalau Cihampelas akan menjadi pusat perekonomian kreatif,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Farhan Ungkap Alasan Teras Cihampelas Harus Dibongkar, Ternyata Tak Pernah Masuk Tata Ruang

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan usai penandatanganan serah terima aset Jalan Cihamplas ke Pemprov Jabar di Balai Kota Bandung Rabu (29/7/2029) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyerahkan kepemilikan aset Jalan Cihampelas beserta seluruh sarana dan prasarana pendukungnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Langkah hibah ini menyusul penetapan ruas Jalan Cihampelas sebagai jalan provinsi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa pengalihan aset mencakup lahan jalan, fisik bangunan jalan, hingga jaringan utilitas di sepanjang koridor Cihampelas.

Baca Juga: Pemkot Bandung Siap Tertibkan Bangunan Liar, Farhan Tegaskan Tak Ada Toleransi

“Objek hibah yang disampaikan adalah berupa tanah jalan, konstruksi jalan, serta seluruh sarana prasarana utilitas yang berada di sepanjang ruas Jalan Cihampelas dari Pemerintah Kota Bandung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk tercatat dalam administrasi inventaris barang milik daerah provinsi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).

Farhan menjelaskan bahwa Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 620 tertanggal 30 Juni 2026 telah mengubah status Jalan Cihampelas menjadi jalan provinsi. Keputusan tersebut melimpahkan seluruh wewenang pengelolaan jalan kepada pihak Pemprov Jabar.

Proses administrasi hibah ini mematuhi seluruh koridor Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024.

“Secara administratif, telah terpenuhi dokumen pendukung berupa surat permohonan, disposisi, jawaban dari pemerintah, serta hasil pembahasan dari tim peneliti,” katanya.

Tumpang Tindih Kewenangan

Farhan menyebut pelimpahan aset ini mengakhiri tumpang tindih kewenangan pengelolaan jalan yang selama ini membingungkan.

“Jalan Setiabudi sampai ke Rumah Mode itu punya provinsi. Terus dari Rumah Mode sampai ke Cihampelas punya Pemkot. Jadi kararagok,” ucapnya.

Penyatuan wewenang ini mempermudah Pemprov Jabar mengucurkan anggaran pembangunan dan menata kawasan secara menyeluruh.

“Akhirnya, sudah sekalian saja, karena beliau menurunkan anggaran langsung untuk pembangunan itu. Itu pun sampai ke Cihampelas, nanti belok kiri ke arah Pajajaran dan Wastukencana juga akan dikelola oleh provinsi,” ujarnya.

Pemkot Bandung turut memasukkan struktur Teras Cihampelas dalam daftar aset yang mengalir ke provinsi. Farhan meluruskan bahwa kebijakan ini murni hibah tanpa skema tukar guling aset pengganti.

“Tidak ada tukar guling. Yang paling penting, kita akan mendapatkan manfaat penataan,” katanya.

Ia membongkar kendala tata ruang dan administrasi yang membuat bangunan Teras Cihampelas tidak mungkin bertahan lagi.

“Teras Cihampelas itu tidak pernah masuk dalam rencana tata kota,” ucapnya.

Selain itu, ketidakjelasan status fisik bangunan membuat Pemkot Bandung gagal menerbitkan izin operasional.

“Pihak dari Kementerian PU juga tidak bisa mendefinisikan apakah itu bangunan, jalan, atau jembatan. Itu sebabnya sampai hari ini kita tidak bisa menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF),” kata Farhan.

Atas dasar pertimbangan teknis dan estetika, Pemkot Bandung menyepakati opsi pembongkaran total Teras Cihampelas.

“Jadi secara administrasi kami juga tidak bisa mempertahankan terus-terusan. Ya, setelah dihitung-hitung, melihat dari tata ruang dan segala macam, serta estetika, ya kita bongkar akhirnya. Kesimpulannya begitu, kira-kira,” jelasnya.

Lelang Terbuka untuk Meratakan Struktur Teras Cihampelas

Pemprov Jabar bakal menggelar lelang terbuka untuk meratakan struktur Teras Cihampelas. Pemenang lelang nantinya wajib menyerahkan nilai ekonomi tertentu kepada kas Pemprov Jabar.

“Perusahaan yang ikut membongkar itu harus membayar nilai ekonomi tertentu kepada Pemerintah Provinsi,” tegasnya.

Pihak Pemprov Jabar mengagendakan proses assessment dan appraisal selama satu bulan ke depan untuk menghitung nilai pasti aset Jalan dan Teras Cihampelas.

“Belum ada. Itu nanti, seperti tadi Pak Sekda Provinsi bilang, dalam sebulan ini akan berlansgsung assessment dan appraisal,” ujarnya.

Sebelum menyetujui langkah pembongkaran, Pemkot Bandung berkonsultasi secara intensif dengan BPK, BPKP, hingga Korsubda KPK guna mencegah potensi kerugian negara.

“Semua peringatannya hanya satu, jangan sampai menimbulkan kerugian negara. Nah, satu-satunya cara untuk menghindari kerugian negara adalah lelang pembongkaran,” katanya.

Masa depan Cihampelas bakal mengusung konsep pusat ekonomi kreatif tanpa merusak kelestarian lingkungan dan pohon-pohon tua di sepanjang jalan.

“Yang pasti begini, itu kan pesan dari Pak Gubernur tadi sudah jelas, bahwa kiri-kanan jalan dan tidak boleh menebang pohon. Nah, tentu akan tetap mempertahankan keteduhan dan keanggunan pohon-pohon besar tersebu,” ungkapnya.

Farhan menggarisbawahi perbedaan karakter penataan antara kawasan Cihampelas dan Cipaganti.

“Cuma bedanya dengan ruas Cipaganti adalah Cipaganti tetap asri, tidak boleh menjadi pusat perekonomian. Kalau Cihampelas akan menjadi pusat perekonomian kreatif,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

BKPSDM Ciamis Luncurkan Program MAGISTER, 54 Mahasiswa Unigal Atasi Kekurangan Guru

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: MAGISTER Jadi Inovasi BKPSDM Ciamis Atasi Kekurangan Guru di Sekolah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badai pensiun, kasus meninggal dunia, serta mutasi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) memicu krisis tenaga pendidik di Kabupaten Ciamis. Merespon situasi tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis meluncurkan inovasi baru bernama MAGISTER (Magang Mahasiswa Guru Terintegrasi).

Inovasi ini menjembatani kebutuhan tenaga pengajar di sekolah negeri dengan potensi mahasiswa calon guru dari Universitas Galuh (Unigal).

Baca Juga: RSUD Ciamis Luncurkan Si Manis Ambulans, Layanan Ambulans Gratis Terintegrasi Call Center 112

Pemerintah Daerah menyebar 54 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh menuju 18 sekolah negeri di Kabupaten Ciamis. Para peserta bakal menjalani masa magang selama dua bulan, terhitung sejak Agustus hingga September 2026.

Program MAGISTER mengusung sinergi lintas instansi yang merangkul BKPSDM Kabupaten Ciamis, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Universitas Galuh, serta sekolah-sekolah sasaran.

Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi mengutarakan bahwa inovasi MAGISTER menjawab tantangan kebutuhan guru yang makin mendesak. Di sisi lain, batas rasio belanja pegawai membatasi ruang pemerintah daerah dalam menambah kuota formasi ASN.

“Kebutuhan guru di sekolah-sekolah kita sangat mendesak akibat banyaknya ASN yang pensiun dan mutasi, sementara belanja pegawai kita terbatas. Melalui kolaborasi berbasis data dan domisili bersama Dinas Pendidikan serta Unigal ini, kita hadirkan solusi yang legal, efisien, dan berdampak langsung. Mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata, dan sekolah yang membutuhkan langsung mendapat dukungan tenaga pendidik,” ujar Ai Rusli saat melepas peserta magang di Aula BKPSDM Ciamis, Rabu (29/7/2026).

Membangun Kemitraan Strategis

Ai menekankan bahwa MAGISTER tidak cuma menghadirkan tenaga pengajar cadangan. Sistem ini membangun kemitraan strategis guna merancang kebutuhan sumber daya manusia di bidang pendidikan secara berkelanjutan.

Sistem digital ini menyelaraskan data kekurangan guru sekolah dengan data profil mahasiswa agar proses penempatan berjalan presisi.

Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Ciamis, Rifki Arifin menjelaskan bahwa ia mengembangkan MAGISTER sebagai Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

Ia menegaskan timnya menentukan lokasi magang berdasarkan pemetaan kebutuhan riil sekolah serta domisili tempat tinggal mahasiswa.

“Kami memetakan kebutuhan sekolah sasaran berdasarkan data riil kekurangan guru di lapangan dan mencocokkannya dengan domisili para mahasiswa. Dengan sistem pendataan yang terintegrasi ini, penempatan 54 mahasiswa magang menjadi sangat presisi dan efisien, sehingga layanan pendidikan di 18 sekolah sasaran bisa langsung terfasilitasi,” kata Rifki.

Sebanyak 54 peserta tersebut berasal dari enam program studi FKIP Universitas Galuh. Rinciannya mencakup Pendidikan Jasmani (26 orang), Pendidikan Bahasa Inggris (10 orang), Pendidikan Bahasa Indonesia (9 orang), Pendidikan Sejarah (4 orang), Pendidikan Matematika (3 orang), serta Pendidikan Biologi (2 orang).

Memperkuat Jajarn Pengajar di Sekolah

Mereka bakal memperkuat jajaran pengajar di sekolah yang mengalami kekosongan guru, seperti SMPN 1 Ciamis, SMPN 3 Ciamis, SMPN 4 Ciamis, SMPN 5 Ciamis, SMPN 8 Ciamis, SMPN 1 Cipaku, SMPN 3 Cipaku, SMPN 1 Cijeungjing, SMPN 2 Kawali, SMPN 3 Kawali, SMPN 1 Baregbeg, SMP Satu Atap Cipaku, hingga sejumlah SD negeri di Kecamatan Ciamis, Cipaku, dan Cijeungjing.

Wakil Dekan I FKIP Universitas Galuh, Dr. Yeni Wijayanti menyambut baik kolaborasi ini karena memberikan manfaat timbal balik bagi kampus dan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BKPSDM Kabupaten Ciamis yang telah memberikan kesempatan kepada Universitas Galuh untuk berkolaborasi. Kerja sama seperti ini sangat penting karena tujuannya meningkatkan kualitas mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat,” ujarnya.

“Saat ini memang baru dua bulan sebagai tahap awal atau pilot project. Mudah-mudahan setelah dilakukan evaluasi, ke depan dapat dikembangkan menjadi enam bulan agar dampaknya semakin besar bagi sekolah maupun mahasiswa,” tambah Dr. Yeni.

Salah seorang peserta magang asal Prodi Pendidikan Matematika, Ayi Nuraeni mengaku bangga atas penempatannya di SMPN 8 Ciamis.

“Sangat terbantu karena kita disalurkan ke sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan dan kekurangan guru, jadi merasa lebih bermanfaat. Selain itu juga membuka pengalaman dan koneksi baru bagi kami,” ungkapnya.

Pelaksanaan Program MAGISTER berpijak pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Permendikti Saintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Langkah ini juga memperkuat Perjanjian Kerja Sama antara BKPSDM, Dinas Pendidikan, dan Unigal di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat.

Lewat program MAGISTER, BKPSDM Kabupaten Ciamis optimistis sanggup mengikis masalah kekurangan guru secara cepat. Sekaligus memberikan jam terbang mengajar bagi para calon pendidik sebelum terjun ke dunia kerja.

(Mia)

BMKG Prediksi Hujan di Pangandaran, Satpolairud Minta Nelayan Tingkatkan Kewaspadaan

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Perahu nelayan di Cikidang, Pangandaran (dokumen)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Pangandaran meminta warga pesisir meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini merespon peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi lonjakan curah hujan sepanjang 26 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Trie Sodikin membeberkan bahwa dinamika gelombang atmosfer sanggup memicu hujan di sejumlah daerah meski saat ini masih berada dalam periode musim kemarau. Wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Pangandaran, memicu peningkatan intensitas hujan pada 26–28 Juli 2026.

Baca Juga: “AI Bisa Menjawab, Tapi Tak Bisa Menggantikan Guru,” Gagasan Guru Pangandaran Ini Jadi Sorotan

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan, wisatawan, dan pelaku usaha wisata bahari, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar AKP Anang, Rabu (29/7/2026).

AKP Anang mendorong warga yang beraktivitas di sekitar pantai maupun perairan Pangandaran untuk rajin memeriksa pembaruan informasi cuaca resmi BMKG sebelum berlayar.

Ia menuntut warga mematuhi arahan petugas lapangan. Serta melarang keras nelayan memaksakan diri melaut jika kondisi ombak dan cuaca membahayakan keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di perairan,” tegasnya.

Satpolairud Polres Pangandaran berkomitmen mengintensifkan pemantauan kondisi perairan secara berkala. Pihaknya memperkuat koordinasi bersama instansi lintas sektor guna menyebarkan imbauan keselamatan kepada masyarakat luas.

Upaya preventif ini bertujuan menekan angka kecelakaan di laut sekaligus meminimalkan dampak buruk dari potensi cuaca ekstrem.

Petugas meminta warga segera memberikan laporan kepada aparat terdekat atau menghubungi kantor Satpolairud Polres Pangandaran. Tentunya apabila melihat potensi bahaya keselamatan di laut selama masa cuaca yang tidak menentu ini.

(Sajidin)

RSUD Ciamis Luncurkan Si Manis Ambulans, Layanan Ambulans Gratis Terintegrasi Call Center 112

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Sosialisasi Si Manis Ambulans di Aula Kelurahan Maleber

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis meluncurkan inovasi Si Manis Ambulans (Sistem Informasi dan Manajemen Layanan Ambulans Gratis bagi Masyarakat Miskin). Langkah strategis ini bertujuan mempercepat penanganan pasien dalam kondisi gawat darurat.

Pihak RSUD mengintegrasikan layanan ini dengan Call Center 112 Kabupaten Ciamis. Masyarakat kini cukup menekan satu nomor darurat untuk memperoleh pertolongan medis secara instan.

Baca Juga: Warung Makan di Banjarsari Ciamis Dibakar Orang Tak Dikenal?

Pihak rumah sakit mensosialisasikan program ini kepada para pemangku kepentingan di Aula Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

RSUD Ciamis menetapkan wilayah Kecamatan Ciamis sebagai lokasi pilot project pada tahap awal. Pemerintah daerah memproyeksikan sistem ini menjadi model pelayanan darurat yang bakal meluas ke wilayah lain.

Inovasi ini merupakan wujud implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2026 gubahan Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Ciamis, Rd. Aris Sukmayana.

Aris mengutarakan bahwa Si Manis Ambulans berfokus memberikan respons cepat pada situasi darurat medis. Program ini sekaligus mengikis hambatan warga kurang mampu dalam mengoperasikan layanan transportasi medis.

“Melalui Si Manis Ambulans kami ingin memastikan kehadiran rumah sakit pada saat masyarakat membutuhkan pertolongan paling mendesak. Jangan sampai ada warga yang terlambat mendapatkan pelayanan medis hanya karena terkendala biaya transportasi atau kesulitan mengakses layanan,” ujarnya.

Warga Bisa Menghunguni Call Center 112 Nonstop

Aris membeberkan keunggulan utama program ini yang terhubung langsung dengan Call Center 112 kelolaan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis. Warga bisa menghubungi nomor tersebut selama 24 jam nonstop, lalu petugas memverifikasi laporan sebelum meneruskannya ke tim responder cepat RSUD Ciamis.

“Integrasi dengan Call Center 112 menjadi bagian penting dalam mempercepat alur pelayanan. Masyarakat cukup menghubungi satu layanan darurat, selanjutnya laporan akan diproses dan dikoordinasikan dengan tim RSUD Ciamis,” katanya.

Tim medis bergerak melakukan evakuasi dan memberikan penanganan awal pra-rumah sakit sesaat setelah menerima laporan masuk, sebelum membawa pasien menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ciamis.

Sistem digitalisasi turut memperkuat efektivitas Si Manis Ambulans melalui pertautan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Dinas Sosial. Pertautan data ini menjamin proses verifikasi penerima manfaat berlangsung cepat dan akurat.

Aris menyebutkan bahwa skema ambulans gratis ini memprioritaskan masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5 data DTSEN.

“Digitalisasi ini membuat proses verifikasi lebih cepat, akurat, dan transparan. Dengan data yang terintegrasi, pelayanan dapat berjalan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Evaluasi Pelayanan IGD RSUD Ciamis

Peluncuran Si Manis Ambulans menjawab hasil evaluasi pelayanan IGD RSUD Ciamis yang menekankan pentingnya respons waktu penanganan pasien. Keterbatasan akses transportasi serta biaya evakuasi selama ini menjadi kendala utama warga di lapangan.

Penanganan medis yang tanggap pada masa emas (golden period) terbukti memegang peran kunci dalam meningkatkan peluang keselamatan pasien sekaligus menekan risiko komplikasi berat.

Program ini mengusung prinsip “No Discrimination, Equal Access for Everyone”, yakni menjamin kesetaraan akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan warga tanpa memandang status sosial ekonomi.

Camat Ciamis, Iyus Sunardi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kesehatan ini. Iyus menilai Si Manis Ambulans menjadi jawaban nyata atas kebutuhan transportasi darurat warga.

“Kami menyambut baik hadirnya Si Manis Ambulans di Kecamatan Ciamis. Program ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena menghadirkan kemudahan dan kepastian dalam memperoleh pertolongan medis,” ujarnya.

Iyus mendorong seluruh elemen perangkat daerah, fasilitas kesehatan, serta elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu menyukseskan program ini.

Pihak RSUD Ciamis bakal memantau dan mengevaluasi efektivitas Si Manis Ambulans secara berkala. Pemkab Ciamis berencana memperluas jangkauan layanan ini hingga mencakup tiga sampai empat kecamatan sekitar demi memperkuat sistem kegawatdaruratan daerah.

(Mia)

Wali Kota Banjar Luncurkan Bumi Masagi, 525 UMKM Terima Bantuan Modal Rp1 Juta

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Wali Kota Banjar Sudarsono menyerahkan bantuan Program Berdaya Lokal melalui penyaluran Bantuan Usaha Mikro Maju Adil Sejahtera Agamis dan Inovatif (Bumi Masagi). (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Wali Kota Banjar, Sudarsono meluncurkan Program Berdaya Lokal lewat penyaluran Bantuan Usaha Mikro Maju Adil Sejahtera Agamis dan Inovatif (Bumi Masagi). Dalam kesempatan yang sama, ia juga meresmikan Warung Inflasi BESTIE (Belanja Ekonomis Sembako Terjangkau, Stabilitas Harga Efektif Terkendali) Tahun 2026 di Galeri UMKM Sukma Kenanga Kota Banjar, Rabu (29/7/2026).

Skema Program Bumi Masagi mengucurkan bantuan modal usaha sebesar Rp1.000.000 kepada masing-masing dari 525 pelaku UMKM. Pemerintah menggelontorkan total anggaran mencapai Rp525 juta secara non-tunai melalui rekening bank penerima bekerja sama dengan Bank BJB Cabang Banjar.

Baca Juga: Mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar Dampingi UMKM Desa Neglasari Urus NIB, Sertifikat Halal dan Rebranding Produk

Pemerintah Kota Banjar juga memperkenalkan Warung Inflasi BESTIE, sebuah terobosan unggulan Dinas KUKMP Kota Banjar di sektor perdagangan.

Program ini menyajikan bahan kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah daripada tarif pasar. Program ini untuk mengendalikan stabilitas harga dan menjaga daya beli warga.

Sudarsono menegaskan Pemkot Banjar memegang komitmen kuat untuk memperkokoh fondasi ekonomi daerah berbasis kekuatan masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro.

“Program Bumi Masagi bukan sekadar bantuan modal usaha, tetapi merupakan bentuk investasi pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sudarsono meluruskan bahwa hadirnya Warung Inflasi BESTIE tidak bertujuan menyaingi pedagang pasar tradisional maupun peritel swasta. Kehadiran program ini murni berfungsi sebagai instrumen kolaborasi pemerintah untuk mengintervensi pasar saat harga bahan pokok melonjak.

“Melalui Warung Inflasi BESTIE, pemerintah hadir memberikan solusi nyata dengan menyediakan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Seremonial acara tersebut turut merangkul kehadiran Wakil Wali Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, perwakilan jajaran Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Banjar.

(Agus Purwadi)