spot_imgspot_img
Rabu 14 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 329

Pemkot Bandung Siap Tertibkan Bangunan Liar, Farhan Tegaskan Tak Ada Toleransi

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJABAR.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya untuk menertibkan bangunan liar secara konsisten di seluruh penjuru kota. Langkah tegas ini merespon langsung instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meminta pemerintah daerah mengakselerasi penataan wilayah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya tidak memberi ruang toleransi sedikit pun bagi keberadaan bangunan liar. Tim gabungan bakal menyasar setiap titik lokasi yang terbukti melanggar aturan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Alih Kelola, Ini Alasan Pemprov Jabar Ambil Teras Cihampelas

“Di mana ada bangunan liar, di situ harus ditertibkan. Itu pesan khusus dari gubernur,” kata Farhan, Rabu (29/7/2026).

Farhan menjelaskan bahwa aksi penertiban ini masuk dalam agenda penataan kota jangka panjang. Pemkot Bandung merangkul jajaran kepolisian guna memastikan proses penataan berjalan maksimal di lapangan.

Pihak Pemkot Bandung dan kepolisian mengintensifkan komunikasi harian untuk mengawal kebijakan ini. Kerjasama intensif ini tidak sekadar membidik masalah bangunan liar, melainkan juga mencakup aspek keamanan lingkungan secara menyeluruh.

“Soalnya sekarang komunikasi antara Pemkot dengan kepolisian berlangsung setiap hari karena kami mendapat tugas dari Pak Gubernur untuk melakukan penertiban bangunan liar dan berbagai titik penataan kota,” katanya.

Sinergi kuat Pemkot Bandung dan kepolisian sekaligus bertujuan menciptakan iklim keamanan yang kondusif. Selain mempercantik estetika kota, pemerintah ingin mengembalikan rasa aman warga saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Farhan mengutarakan bahwa Gubernur Jawa Barat rutin memantau perkembangan penataan Kota Bandung. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran aparatur Pemkot Bandung untuk bekerja ekstra, termasuk mengikis habis kejahatan jalanan seperti begal.

“Gubernur juga memantau hampir setiap hari. Kami memastikan persoalan begal dan rasa aman masyarakat harus kembali. Karena itu, Pemkot Bandung bersama kepolisian akan terus bekerja setiap hari agar rasa aman masyarakat bisa kembali,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bukan Sekadar Alih Kelola, Ini Alasan Pemprov Jabar Ambil Teras Cihampelas

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Proses administrasi serah terima pengelolaan Teras Cihampelas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah rampung. Saat ini, proses tersebut tinggal menunggu penandatanganan kedua pihak (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJABAR.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera menyerahkan pengelolaan Teras Cihampelas kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Langkah pengalihan aset ini bertujuan mempercepat penataan ulang kawasan Cihampelas yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Jabar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah menyelesaikan seluruh berkas administrasi. Saat ini, proses pengalihan hanya menunggu penandatanganan dokumen serah terima resmi.

Baca Juga: Kabar Baik! Disnaker Bandung Buka 3.019 Lowongan Kerja di Job Fair 2026, Lulusan SMP hingga S2 Bisa Melamar

Farhan mengungkapkan bahwa Gubernur Jawa Barat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kawasan Cihampelas. Gubernur bahkan selalu mempertanyakan perkembangan kawasan tersebut setiap kali menggelar pertemuan dengannya.

“Setiap kali saya bertemu beliau, selalu ditanya, ‘Cihampelas bagaimana?,” kata Farhan, Rabu (29/7/2026).

Penyerahan wewenang pengelolaan ini membuka peluang penataan kawasan Cihampelas secara lebih terpadu dan terintegrasi.

Sebelumnya, Pemkot Bandung mengusulkan penyerahan wewenang pengelolaan Jalan Cihampelas kepada Pemprov Jabar demi menyederhanakan administrasi anggaran serta mencegah benturan kewenangan antarinstansi.

Pihak Pemprov Jabar menegaskan bahwa pengalihan aset Jalan dan Teras Cihampelas ini bertujuan mempercepat revitalisasi kawasan, sekaligus mencatatnya sebagai Barang Milik Daerah (BMD) tingkat provinsi.

Farhan menjamin tidak ada lagi hambatan teknis maupun administratif dalam proses pemindahan wewenang tersebut.

“Sudah rampung. Tinggal tanda tangan. Alhamdulillah,” katanya.

Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar bakal menjalin kolaborasi erat untuk menata ulang Teras Cihampelas seusai penandatanganan berkas serah terima.

Pemprov Jabar sebelumnya juga menyatakan kesiapan penuh untuk menangani opsi pembongkaran Teras Cihampelas sebagai bagian dari rencana besar penataan ulang kawasan.

(Yusuf Mugni)

“AI Bisa Menjawab, Tapi Tak Bisa Menggantikan Guru,” Gagasan Guru Pangandaran Ini Jadi Sorotan

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Suasana pelajar SMPN 1 Mangunjaya Pangandaran saat membaca buku

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: “Teknologi tidak pernah menentukan masa depan suatu bangsa. Manusialah yang menentukan bagaimana teknologi itu digunakan.”

Kutipan mendalam tersebut keluar dari mulut Dian Eka Purnamawati, S.Pd.Gr., seorang tenaga pengajar di SMP Negeri 1 Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Penipuan Berkedok Petugas PLN di Cimerak Pangandaran

Dian menilai pandangan tersebut terasa kian krusial saat lanskap pendidikan menghadapi serbuan pesat kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Kemampuan sistem AI saat ini sanggup memproses jawaban, merancang laporan, menerjemahkan bahasa, hingga menciptakan materi pembelajaran hanya dalam hitungan detik.

“AI membawa harapan sekaligus kekhawatiran. Di satu sisi membuka peluang meningkatkan kualitas pendidikan. Di sisi lain memunculkan ketergantungan berpikir, menurunnya kreativitas, hingga persoalan etika akademik,” ujar Dian, Rabu (29/7/2026).

Pendidik asal Pangandaran ini menegaskan bahwa publik seharusnya tidak lagi memperdebatkan kelayakan AI di dalam kelas. Hal paling utama mendesak untuk dibahas adalah tata cara penggunaan serta pemegang kendali atas teknologi tersebut.

“Sebab AI hanyalah alat. Sama seperti buku atau internet, dampaknya tergantung manusia yang menggunakannya,” katanya.

Bahaya Penggunaan AI Tanpa Pendampingan

Dian mengamati para peserta didik era sekarang yang tergolong Generasi Alpha sudah terbiasa berdampingan dengan AI. Mereka sanggup mengoperasikan sistem AI untuk memaparkan materi, menyelesaikan soal, sampai menyusun presentasi lewat satu instruksi perintah (prompt).

“Respons kita sering ekstrem. Ada yang menolak total karena takut siswa malas berpikir. Ada yang membiarkan tanpa batas. Padahal pelarangan sulit karena siswa tetap akses AI di luar sekolah. Penggunaan tanpa pendampingan juga berbahaya,” jelas Dian.

Ia menekankan pentingnya menempatkan AI sebatas mitra belajar, bukan pengambil alih proses menuntut ilmu. Para siswa wajib menyaring dan memverifikasi setiap output informasi dari AI sebelum memanfaatkannya.

Menghadapi gelombang teknologi ini, Dian mengusulkan peran baru bagi pendidik, yaitu sebagai arsitek pembelajaran.

“Seorang arsitek merancang fondasi, menentukan tujuan, memilih material. Guru juga begitu. Mungkin bukan lagi satu-satunya sumber informasi, tapi tetap satu-satunya yang mampu merancang pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya.

Ia merinci tiga pilar pembeda mendasar antara kecerdasan buatan dan sosok pendidik:

  1. AI mampu memberi jawaban, sedangkan guru mengajarkan cara menemukan makna.
  2. AI mampu menulis teks, sedangkan guru menanamkan nilai kejujuran dalam berkarya.
  3. AI mampu membuat slide presentasi, sedangkan guru menumbuhkan keberanian menyampaikan ide.

“Teknologi mempercepat proses. Hanya guru yang bisa memanusiakan pendidikan,” kata Dian.

Human-Centered AI Learning Architecture (HAILA)

Guna mengarahkan penggunaan teknologi ini, Dian merancang model Human-Centered AI Learning Architecture (HAILA). Konsep ini mengusung lima tahapan utama: Design, Guide, Verify, Reflect, dan Create.

Penerapan HAILA terlihat jelas pada mata pelajaran Bahasa Inggris, di mana siswa terlebih dahulu menyusun recount text secara mandiri sebelum meminta masukan perbaikan dari AI. Hasil draf tersebut kemudian menjadi bahan diskusi bersama guru.

Sementara pada pelajaran IPA, para siswa memformulasikan hipotesis awal berdasarkan pengamatan langsung, lalu membandingkannya dengan uraian penjelasan dari AI.

“Tujuannya agar AI jadi media refleksi, bukan jalan pintas. Yang berkembang bukan hanya pengetahuan, tapi juga berpikir kritis,” jelasnya.

Dian optimistis perubahan besar kualitas bangsa selalu bermula dari dinamika ruang kelas. Kedaulatan Indonesia membutuhkan SDM penguasa teknologi, sedangkan keadilan sosial menuntut pemerataan literasi AI bagi seluruh anak bangsa.

“AI bisa bantu sampaikan informasi. Tapi senyum guru, dorongan saat gagal, dan teladan sikap tidak bisa digantikan algoritma. Itu esensi pendidikan humanis,” tuturnya.

Di akhir penjelasannya, Dian menggarisbawahi bahwa laju perkembangan AI tidak mungkin terbendung. Hal paling krusial adalah memastikan guru tetap memegang kendali penuh atas penggunaan AI di lingkungan sekolah.

“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh secanggih apa AI, tapi oleh seberapa bijaksana guru membimbing generasi muda menggunakannya,” pungkas guru SMPN 1 Mangunjaya itu.

(Sajidin)

Kabar Baik! Disnaker Bandung Buka 3.019 Lowongan Kerja di Job Fair 2026, Lulusan SMP hingga S2 Bisa Melamar

0
BANDUNG,FOKUSJabar.id
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali membuka ribuan peluang kerja melalui Job Fair Future Connect 2026 yang menghadirkan 30 perusahaan dengan total 3.019 lowongan kerja -Ist- (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menyediakan 3.019 lowongan kerja melalui Job Fair Future Connect 2026. Sebanyak 30 perusahaan meramaikan bursa kerja offline ketiga sepanjang tahun 2026 ini.

Masyarakat dapat menghadiri acara tersebut di Miko Mall, Jalan Raya Kopo, Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis (30/7/2026). Pencari kerja dari latar belakang pendidikan SMP, SMA/SMK, Diploma, S1, hingga S2 memiliki peluang yang sama untuk melamar.

Baca Juga: Libas DPMM FC, Persib Amankan Tiket Semifinal Piala Presiden 2026

Ketua Tim Pasar Kerja Disnaker Kota Bandung, Ilham Mulyana menegaskan bahwa pihaknya sengaja mengubah pola pelaksanaan bursa kerja. Pihaknya kini memilih menggelar bursa kerja skala kecil secara berkala setiap bulan agar layanan makin dekat dengan masyarakat.

“Kalau tahun lalu dalam satu tahun hanya dua kali, berarti kesempatan masyarakat untuk bertemu dengan perusahaan juga hanya dua kali. Sekarang kami berupaya menggelarnya hampir setiap bulan. Skalanya memang lebih kecil, tetapi kami mendekatkan layanan ke masyarakat,” kata Ilham, Rabu (29/7/2026).

Pencari kerja yang pernah mengikuti kegiatan serupa tetap dapat mendaftar kembali. Pengguna yang sudah mengantongi akun aplikasi NEW BIMMA cukup melakukan login lalu memilih posisi yang sesuai.

Pemerintah Kota Bandung menghadirkan fitur job matching pada aplikasi NEW BIMMA untuk memudahkan proses rekrutmen. Fitur canggih ini menyelaraskan profil pelamar mulai dari riwayat pendidikan, keterampilan, pengalaman, hingga sertifikat dengan kebutuhan spesifik perusahaan.

“Semakin lengkap profil yang diisi, semakin akurat hasil job matching-nya. Perusahaan juga dapat melihat kandidat yang memiliki tingkat kecocokan tinggi, bahkan hingga 100 persen, lalu menghubungi kandidat tersebut untuk mengikuti proses rekrutmen,” jelasnya.

Kriteria Rekrutmen Perusahaan

Ilham mengingatkan bahwa kriteria rekrutmen perusahaan saat ini sudah mengutamakan keahlian praktis. Pihak manajemen tidak lagi berpatokan semata pada lembar ijazah formal.

“Saat ini perusahaan tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi yang pelamar miliki. Kompetensi tambahan menjadi nilai lebih yang sangat pelamar butuhkan dalam proses rekrutmen,” katanya.

Strategi pelaksanaan bursa kerja berkala ini membuahkan hasil nyata. Pihaknyamencatat lebih dari 500 warga Kota Bandung berhasil menembus dunia kerja melalui rangkaian bursa kerja sepanjang tahun 2026.

“Sampai saat ini sudah lebih dari 500 warga Kota Bandung yang berhasil mendapat pekerjaan. Belum termasuk peserta dari luar Kota Bandung karena memang tidak kami data secara khusus,” ungkapnya.

Fungsional Pertama Pengantar Kerja Disnaker Kota Bandung, Cahyadi Maulana meminta seluruh calon peserta untuk mendaftar lebih awal melalui aplikasi NEW BIMMA atau situs resmi Disnaker Kota Bandung. Aplikasi tersebut kini memuat fitur Ticketing Job Fair sebagai syarat masuk lokasi acara.

“Sekarang di NEW BIMMA sudah tersedia layanan Ticketing Job Fair yang menjadi tiket masuk ke acara job fair. Setelah peserta berada di lokasi, dapat langsung melamar ke perusahaan yang mereka tuju melalui aplikasi NEW BIMMA,” jelasnya.

Cahyadi meminta para pelamar memperbarui seluruh data pribadi pada aplikasi. Profil yang terisi lengkap akan berfungsi sebagai pengganti Curriculum Vitae (CV) digital yang langsung terbaca oleh tim rekrutmen.

“Profil di NEW BIMMA pada dasarnya seperti CV. Jadi, lengkapi data pendidikan, pengalaman, keterampilan, hingga sertifikat yang dimiliki agar perusahaan semakin tertarik,” ujarnya.

Fasilitas Pelatihan Keterampilan Berbasis Industri

Selain menggelar bursa kerja, Pemerintah hadir memfasilitasi ragam pelatihan keterampilan berbasis industri seperti public speaking dan digital marketing. Langkah ini bertujuan mengasah daya saing para calon tenaga kerja.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk memiliki kompetensi tambahan. Karena itu, pemerintah menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis kompetensi,” ucapnya.

Panitia penyelenggara menyajikan Coaching Clinic Ketenagakerjaan bagi para lulusan baru (fresh graduate). Sesi khusus ini membekali peserta mengenai tata cara penyusunan CV, teknik wawancara, hingga konsultasi psikologi untuk mengenali potensi diri.

“Kami menyiapkan satu sesi khusus Coaching Clinic Ketenagakerjaan. Di sana peserta akan mendapatkan materi tentang cara menyusun CV yang baik, persiapan saat bertemu HRD dan teknik menghadapi wawancara kerja. Hingga berbagai hal yang perlu menjadi perhatian dan persiapan sebelum memasuki dunia kerja,” pungkasnya.

Pencari kerja dapat mengunduh aplikasi NEW BIMMA atau mengakses disnaker.bandung.go.id untuk pendaftaran. Panduan langkah demi langkah pendaftaran juga tersedia di akun Instagram @bdg.disnaker.

(Yusuf Mugni)

bank bjb Bukukan Kinerja Positif, Aset Tembus Rp228,2 Triliun  dan Laba Tumbuh 58,8%

0
bank bjb Bukukan Kinerja Positif, Aset Tembus Rp228,2 Triliun  dan Laba Tumbuh 58,8%
bank bjb Bukukan Kinerja Positif, Aset Tembus Rp228,2 Triliun  dan Laba Tumbuh 58,8%

BANDUNG,FOKUSJabar.id: bank bjb kembali membukukan kinerja positif pada Semester I Tahun 2026 dengan tetap menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi serta tantangan industri perbankan. Melalui strategi growth with quality, Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperluas sumber pertumbuhan melalui transformasi digital dan pengembangan bisnis berbasis ekosistem pemerintah daerah.

Kinerja tersebut disampaikan dalam Earnings Call Triwulan II Tahun Buku 2026 dan Public Expose bank bjb 2026 yang dihadiri investor, analis pasar modal, dan publik di Menara bank bjb, Bandung, Rabu (29/7/2026).

Sebagai entitas pengendali Grup bjb yang membawahi tiga perusahaan anak perbankan dan dua lembaga keuangan non-bank, hingga Semester I 2026 bank bjb secara konsolidasi membukukan total aset sebesar Rp228,2 triliun. Perusahaan anak memberikan kontribusi aset sebesar Rp44,2 triliun atau sekitar 19,4 persen terhadap total aset konsolidasi Grup bjb.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit termasuk pembiayaan secara konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun, terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp29,3 triliun dan bank only sebesar Rp111,1 triliun.

Segmen konsumer tetap menjadi penopang utama portofolio kredit bank bjb dengan outstanding mencapai Rp74,2 triliun atau sekitar 66,8 persen dari total kredit. Kualitas kredit pada segmen ini juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang rendah, yakni 0,56 persen, mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.

Selain mempertahankan kekuatan pada segmen konsumer, bank bjb juga terus melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan kredit melalui pengembangan pembiayaan non-konsumer. Salah satu fokus utama Perseroan adalah memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui penyediaan pembiayaan yang dilakukan secara selektif, terukur, dan sesuai prinsip kehati-hatian.

Perseroan menilai kebutuhan pembiayaan pemerintah daerah masih memiliki prospek yang positif seiring berlanjutnya berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di daerah. Dengan pengalaman yang panjang dalam melayani pemerintah daerah serta pemahaman terhadap karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah, bank bjb optimistis segmen ini akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis yang berkualitas sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Sejalan dengan upaya tersebut, bank bjb juga terus melakukan penyempurnaan proses bisnis melalui implementasi Commercial Business Centre (CBC) guna meningkatkan efektivitas proses kredit, memperkuat tata kelola, serta mendukung pertumbuhan pembiayaan yang lebih berkualitas.

Di sisi pendanaan, bank bjb mampu menjaga pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara sehat di tengah persaingan penghimpunan dana yang semakin kompetitif. Hingga Juni 2026, DPK secara konsolidasi tercatat sebesar Rp160,9 triliun, memberikan dukungan likuiditas yang kuat bagi pertumbuhan bisnis Perseroan.

Untuk semakin memperkuat struktur pendanaan, bank bjb terus mendorong peningkatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) melalui perluasan kerja sama payroll, peningkatan aktivitas transaksi nasabah, serta optimalisasi layanan digital yang semakin mudah diakses masyarakat.

Transformasi digital juga terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui aplikasi DIGI bank bjb, pembukaan rekening tabungan secara digital mencapai hingga 12.000 rekening baru setiap bulan. Capaian tersebut diharapkan semakin memperluas basis nasabah sekaligus mendukung peningkatan penghimpunan dana murah secara berkelanjutan.

Dari sisi profitabilitas, Semester I 2026 mencerminkan hasil positif dari strategi rekomposisi aset dan liabilitas, optimalisasi biaya dana, peningkatan fee based income, penguatan sinergi Grup bjb, serta berbagai inisiatif efisiensi operasional yang dijalankan secara konsisten.

Pendapatan bunga bersih tumbuh lebih dari 9,1 persen secara year-on-year, sementara fee based income memberikan kontribusi sebesar Rp1,1 triliun sehingga semakin memperkuat struktur pendapatan Perseroan. Berbagai langkah efisiensi juga berhasil menurunkan beban operasional sekitar 5,4 persen dan mendorong pertumbuhan laba operasional sebelum Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) lebih dari 34,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Seluruh upaya tersebut mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp783 miliar, atau tumbuh 58,8 persen secara year-on-year, sekaligus mencerminkan efektivitas strategi Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan kualitas aset.

Memasuki Semester II 2026, bank bjb akan terus berfokus pada strategi growth with quality melalui penguatan penghimpunan dana murah, optimalisasi kerja sama payroll, pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem pemerintah daerah, percepatan transformasi digital, serta pengelolaan risiko yang disiplin. Perseroan optimistis strategi tersebut mampu menjaga kinerja tetap positif sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika industri perbankan.

Dengan fundamental bisnis yang semakin kokoh, inovasi layanan yang terus berkembang, serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik dan prinsip kehati-hatian, bank bjb optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan.

(Rilis BJB)

Bupati Garut-PT Asri Indah Lestari Bahas Pengembangan TWA Papandayan

0
Bupati Garut Asri Indah fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan silaturahmi dari manajemen PT Asri Indah Lestari di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (29/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana strategis pengembangan serta pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi daerah dan masyarakat sekitar.

BACA JUGA:

BUMD Penggerak Kemandirian Ekonomi DOB Garut Utara

Bupati Garut menegaskan pentingnya komunikasi yang intensif dengan pengelola TWA Papandayan.

Menurutnya, wisata pegunungan merupakan salah satu destinasi unggulan Garut yang memiliki daya tarik besar bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Syakur mengungkapkan, Pemkab Garut berkomitmen untuk terus menghidupkan kawasan pariwisata melalui berbagai agenda kegiatan.

Pihaknya siap mendorong kolaborasi penyelenggaraan event-event menarik di kawasan TWA Papandayan guna memikat lebih banyak pengunjung.

“Kita akan komunikasi agar ke depan ada event-event yang di laksanakan di Papandayan,” ucapnya.

Direktur Utama PT Asri Indah Lestari, Graha Kartika Kaban menyambut baik arahan dan dukungan penuh Bupati Garut.

Pihaknya mengapresiasi atas keterbukaan Pemkab Garut dalam membangun sinergi demi kemajuan industri pelancongan daerah.

“Terima kasih  Pak Bupati atas waktu dan arahannya. Sebenarnya tujuannya satu, memajukan pariwisata di Kabupaten Garut supaya ke depannya masyarakat lebih mengenal wisata. Khususnya bisa berkunjung keliling pariwisata di Kabupaten Garut,” katanya.

Terkait pengembangan kawasan dan aksesibilitas penunjang, Graha menyerahkan sepenuhnya kebijakan infrastruktur kepada Pemkab Garut selaku pemangku wilayah.

Pihaknya meyakini Pemkab Garut memiliki pemetaan dan prioritas pembangunan terbaik untuk kenyamanan para wisatawan.

BACA JUGA:

BMKG dan Pemkab Garut Perkuat Mitigasi Gempa

Graha mengakui, masih banyak potensi spot wisata di kawasan TWA Papandayan yang perlu di kembangkan secara optimal. Kendati demikian, seluruh rencana tata kelola kawasan akan tetap di konsultasikan secara berkelanjutan dengan Pemerintah Pusat.

“Kalau khususnya di Papandayan masih banyak yang perlu kita kembangkan. Banyak spot-spot yang harus kita pikirkan. Akan tetapi kami akan diskusikan lagi kepada Kementerian Kehutanan. Kami tidak bisa bergerak tanpa arahan dan petunjuk dari Kementerian Kehutanan,” ungkap Graha.

(Bambang Fouristian)

Dewan Pembina KWS: Budaya tidak Patut Direndahkan

0
KWS Budaya Sukapura fokusjabar.id
Dewan Pembina KWS, Rd. H. Holil Aksan Umarzen

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Dewan Pembina Kumpulan Wargi Sukapura (KWS), Holil Aksan Umarzen angkat bicara soal pernyataan oknum kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) yang di duga merendahkan budaya Sukapura.

Atas dasar dugaan adanya komentar dari seorang kader PSI Kota Tasikmalaya yang di nilai sebagian masyarakat telah merendahkan pembahasan mengenai Budaya Sukapura, pihaknya menyampaikan pernyataan sikap.

BACA JUGA:

Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Pastikan Seluruh SPPG di Kota Tasikmalaya Aman

KWS menyatakan keprihatinan atas polemik yang berkembang dan berharap seluruh pihak dapat menyikapinya dengan kepala dingin, menjunjung tinggi adab serta menghormati nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Apabila benar terdapat pernyataan yang merendahkan atau menjadikan Budaya Sukapura sebagai bahan olok-olok, KWS menyatakan keberatan karena hal tersebut dapat melukai perasaan masyarakat serta mencederai kehormatan warisan budaya yang telah di jaga oleh para leluhur selama berabad-abad.

Pihaknya meminta DPP PSI memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, melakukan penelusuran sesuai mekanisme internal partai serta mengambil langkah yang di pandang tepat apabila di temukan adanya pelanggaran etika oleh kadernya.

BACA JUGA:

30 Tahun Kudatuli, Momentum Mengingat Luka Demokrasi dan Menjaga Semangat Reformasi

KWS berharap ada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan agar polemik ini tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang semakin luas dan mengganggu keharmonisan masyarakat.

KWS menegaskan, persoalan ini bukanlah konflik antara budaya dengan Partai Politik (Parpol). Melainkan pengingat bagi seluruh tokoh publik agar senantiasa menjaga etika dalam menyampaikan pendapat mengenai sejarah, adat dan budaya daerah.

Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat dan Keluarga Besar Sukapura agar tetap menjaga ketertiban, tidak terprovokasi serta mempercayakan penyelesaian persoalan ini melalui cara-cara yang beradab, konstitusional dan sesuai hukum yang berlaku.

BACA JUGA:

Viman Alfarizi Perkuat Kolaborasi dengan Kementerian Ekraf untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya

Sebagai penjaga nilai-nilai luhur Sukapura, KWS akan terus berkomitmen menjaga kehormatan budaya, sejarah dan identitas masyarakat Tasikmalaya sebagai warisan yang harus di hormati oleh siapa pun tanpa membedakan latar belakang politik maupun golongan.

“Budaya boleh di diskusikan, tetapi tidak patut di rendahkan. Demokrasi memberi ruang kebebasan berpendapat. Namun etika dan penghormatan terhadap budaya adalah tanggung jawab setiap warga negara,” tegas Holil.

Sebagai informasi, Budaya Sukapura di Tasikmalaya adalah akar sejarah dan identitas tradisi masyarakat Sunda yang berasal dari Kepatihan/Kabupaten Sukapura sebagai cikal bakal Kabupaten Tasikmalaya.

Budaya ini mencakup warisan Wastra Sukapura, adat istiadat hingga situs peninggalan leluhur yang sarat nilai luhur alam Pasundan.

(Bambang Fouristian)