spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jaga Pesisir Pangandaran, Satpolairud Polres Gandeng Akademisi Riset Ekosistem Mangrove

PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Satpolairud Polres Pangandaran menjalin kolaborasi strategis dengan akademisi untuk melakukan riset mendalam terhadap ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Langkah ini bertujuan memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui pendekatan ilmiah yang lebih terukur.

Mengusung semangat “Sauyunan Jaga Lembur Bersama Jaga Alam”, Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Tri Sodikin, terjun langsung ke lapangan bersama Prof. Mohammad Taufiq Rahman, Ph.D. Tim gabungan ini melakukan identifikasi jenis mangrove, mengukur tingkat kerapatan pohon, serta memetakan peran ekologisnya bagi perlindungan pantai Pangandaran.

AKP Anang Tri Sodikin menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan upaya pelestarian lingkungan berjalan secara berkelanjutan. Ia memandang hutan mangrove sebagai benteng alami yang vital bagi keseimbangan ekosistem.

“Mangrove memegang peran kunci dalam melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi. Dengan dukungan akademisi, kami bisa melakukan upaya pelestarian secara lebih terarah,” ujar Anang, Sabtu (25/4/2026).

Mitigasi Perubahan Iklim dan Habitat Biota

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Taufiq Rahman menjelaskan bahwa fungsi mangrove melampaui sekadar pelindung garis pantai. Hutan bakau juga menjadi habitat utama bagi berbagai biota laut dan memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon untuk mitigasi perubahan iklim.

Ia mengapresiasi inisiatif Satpolairud Polres Pangandaran yang aktif melibatkan dunia akademik dalam kegiatan lapangan. Menurutnya, sinergi ini menjadi preseden positif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kekayaan alam.

Membangun Kepedulian Masyarakat

Melalui program riset ini, pihak kepolisian dan akademisi berharap tingkat kepedulian masyarakat terhadap hutan mangrove semakin meningkat. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam menjaga kelestarian benteng hijau pesisir tersebut.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa harmoni antara manusia dan alam dapat terwujud melalui kebersamaan serta kepedulian nyata dari berbagai pihak. Sinergi antara penegak hukum dan pakar ilmiah ini diharapkan mampu menciptakan strategi perlindungan pesisir Pangandaran yang lebih tangguh di masa depan.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru