Akademi Persib Putri U-15 bertanding di Hydroplus Soccer League 2025/2026. (Arif/fokusjabar.id)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Akademi Persib Putri melanjutkan tren positif di Hydroplus Soccer League 2025/2026 regional Bandung U-15, setelah mengalahkan Putri Patriot Bekasi.
Pada pertandingan pekan kedelapan Hydroplus Soccer League 2025/2026, Akademi Persib Putri berhasil menaklukkan Putri Patriot Bekasi dengan skor 2-0 di Lapangan Infini Soegiri Pusdikpom, Sabtu (17/1/2026).
Kemenangan atas Putri Patriot Bekasi membuat Akademi Persib Putri melanjutkan tren tidak terkalahkan di kompetisi Hydroplus Soccer League 2025/2026 dan kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan 22 poin.
Pertandingan, Pelatih Akademi Persib Putri U-15, Imam Nurjaman, mengaku bersyukur dengan hasil yang diraih anak asuhnya pada pertandingan tersebut.
Selain itu, Imam Nurjaman mengetakan secara permainan pasukannya tampil lebih baik jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
“Alhamdulillah kalau hasil pertandingan hari ini lebih baik secara performa tim ketimbang pekan lalu. Walaupun pekan lalu kita bisa cetak 4 gol,” katanya usai pertandingan.
“Hari ini kita bisa 2 gol, tapi secara permainan anak-anak lebih baik daripada pertandingan sebelumnya,” jelasnya.
Perjuangan Masih Panjang
Terkait posisi Akademi Persib Putri yang berada di puncak klasemen dan tidak terkalahkan, Imam Nurjaman, tak ingin cepat puas. Karena, perjuangan masih panjang dan tim lain pasti akan membenahi kekurangannya.
“Kita coba mau tingkatkan lagi tren ke depan. Apalagi nanti di putaran dua saya yakin tim-tim lain akan jauh lebih berkembang lagi. Sehingga kita memang perlu menambah amunisi lagi kekuatan tim untuk bisa lebih survive lagi di putaran kedua nanti,” tegasnya.
Imam Nurjaman menilai, setelah bergulir selama delapan pakan penampilan tim peserta Hydroplus Soccer League 2025/2026 mengalami peningkatan, sehingga membuat persaingan semakin ketat.
“Betul, itu yang memang kita antisipasi. Karena tim-tim lain pun sekarang udah berkembang jauh lebih hebat. Saya lihat Goal Aksis udah mulai performanya meningkat. Kemudian ada Mojang, kemudian ada Sidolig juga yang menjadi kompetitor kita nanti di papan atas yang harus kita antisipasi,” pungkasnya.
Profesionalisme dan Integritas Kurator Ditekankan sebagai Pilar Penegakan Hukum Kepailitan (LIN)
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Profesionalisme dan integritas kurator menjadi sorotan dalam kajian hukum kepailitan di Indonesia, khususnya dalam perspektif perdagangan dan pidana.
Demikian terungkap dalam seminar nasional bertajuk ‘Profesionalisme dan Integritas Kurator’ yang digelar Universitas Langlangbuana (Unla) Jalan Karapitan Bandung, Sabtu,(17/01/2026).
Ahli Kepailitan yang juga Anggota Komisi III DPR RI Dr. Soedeson Tandra mengatakan, penekanan profesionalisme dan integritas kurator ini bukan karena adanya keraguan terhadap peran kurator. Lebih dari itu sebagai upaya memperluas pemahaman akademik dan publik, terutama bagi mahasiswa program doktor (S3).
Profesionalisme dan Integritas Kurator Ditekankan sebagai Pilar Penegakan Hukum Kepailitan (LIN)
Soedeson pun menyoroti urgensi revisi Undang-undang (UU) Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Menurut dia, aturan tersebut berpotensi menimbulkan ‘kekacauan’ hukum jika tidak segera direvisi. Terlebih, kata dia, akan bertabrakan dengan Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset yang saat ini tengah dibahas.
Adapun titik krusial potensi konflik norma itu, terletak pada konsep sita umum. Dalam kepailitan, kata dia, aset dikuasai oleh kurator, sementara dalam RUU Perampasan Aset, negara memiliki kewenangan untuk merampas aset, baik melalui putusan pengadilan (conviction based) maupun tanpa putusan (non-conviction based).
“Banyak sekali yang harus direvisi. Kalau UU perampasan asset disahkan, bagaimana posisinya dengan sita umum kurator?. Ini perlu harmonisasi agar sejalan dan tidak timbul konflik kepentingan,” kata Soedeson.
Fenomena Mafia Pailit
Seminar yang dipandu Advokat Acong Latif sebagai moderator berlangsung menarik. Suasana diskusi semakin apik saat Acong menyinggung fenomena ‘Mafia Pailit’ yang menjadi ‘Momok’ dalam dunia hukum perniagaan.
Soedeson pun tidak menampik bahwa hamper selalu ada praktik itu di berbagai lini hukum. Menurut dia, perlawanan terbaik terhadap praktik tersebut adalah edukasi publik dan transparansi proses hukum.
“Kepailitan pada dasarnya merupakan ranah hukum perdata. Namun, banyak juga menyangkut kepentingan umum, sehingga negara melalui pengadilan menunjuk kurator mengelola dan ‘membereskan’ harta pailit,” kata dia.
Kehadiran kurator dimaksudkan untuk melindungi hak para pihak sekaligus mengefisiensikan proses hukum agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Dalam konteks ini, pemahaman masyarakat tentang kepailitan dinilai masih terbatas. Padahal, edukasi yang memadai dapat mencegah masyarakat menjadi korban penipuan atau penyalahgunaan proses pailit.
Lebih dari itu, pemahaman yang baik juga mendorong terciptanya ketertiban dan kepastian hukum dalam aktivitas ekonomi.
Dia berharap, mahasiswa S3 tidak hanya menguasai konsep teoretis, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Dengan demikian, pengetahuan tentang kepailitan dan peran kurator dapat berkembang dan semakin dikenal luas oleh publik.
Dari sisi regulasi, kepailitan masih sering dipahami secara sempit sebagai proses penyitaan seluruh harta debitor. Padahal, secara hukum, kepailitan memiliki mekanisme dan tujuan yang lebih kompleks, termasuk perlindungan kepentingan kreditor, debitor, serta stabilitas ekonomi.
Seminar ini juga menghadirkan perspektif penegak hukum melalui paparan Komisaris Besar (Purn) Dr. Baharudin. Kepela Biro Pusat Kajian Kepolisian (Pusjianpol) yang juga Dosen Unla itu membedah irisan tindak pidana dalam kasus perdata kepailitan. Menurut dia, kasus kepailitan tidak hanya dipandang dari sisi hukum dagang semata.
Rektor Unla Inspektur Jenderal (Purn) Dr. A. Kamil Razak. Dia menegaskan komitmen institusinya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dimana akademisi Unla hadir sebagai fasilitator untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, sekaligus masukan strategis bagi pemerintah.
“Ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terus berkembang. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas agar mereka mengetahui maksud, peran, dan tanggung jawab kurator dalam proses kepailitan,” kata Kamil.
Sesuai arahan Presiden, civitas akademika memiliki tanggung jawab sosial untuk mentransformasikan pengetahuan kepada masyarakat. “Kampus tidak boleh terjebak pada diskursus akademik semata, tetapi harus hadir sebagai pusat pencerahan hukum yang aplikatif,” kata dia.
Unla Siap Berkontribusi
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum Unla Prof. Widhi Handoko mengatakan, pihaknya akan menyusun naskah akademik berdasarkan masukan dalam seminar ini. Terlebih menurut Widhi, hukum tidak stagnan.
“Masukan dari praktisi dan temuan di lapangan akan kami olah menjadi naskah akademis sebagai bentuk check and balance kepada legislatif,” kata Widhi.
Pantai Batu karas Pangandaran.(foto;Yud's/fokusjabar.id)
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pantai batu karas yang berada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Merupakan destinasi wisata alam yang mempesona untuk healing pada saat akhir pekan.
Air lautnya yang bersih dan jernih, menambah keindahan suasana dari Pantai Batu Karas Pangandaran. Dengan ombaknya yang damai sangat cocok untuk surfing bagi yang masih pemula.
Pantai batu karas memberikan kesan damai, karena suasananya tidak terlalu ramai seperti halnya di pantai barat dan timur pangandaran.
Di pantai batu karas pangandaran juga banyak terdapat penginapan, serta tempat kuliner. Sehingga para wisatawan tidak perlu khawatir jika liburan akhir pekan.
Selain itu, sebelum masuk ke pantai batu karas, ada objek wisata yang sudah tidak asing lagi untuk body rifting yaitu Grand Canyon.
Kenapa di namakan Grand Canyon?, hal itu berawal dari seorang wisatawan asing asal Prancis yaitu Bill Jhon, yang memperkenalkan nama tersebut.
Dan jika para wisatawan ingin suasana penginapan camping, pantai Madasari tempat terindah. Dan lokasinya tidak jauh dari batu karas juga grand canyon pangandaran.
Jenderal TNI Agus Subiyanto
Lalu ketika melintas di jalan raya Cijulang, para pelancong akan di suguhkan dengan Masjid Jami Ar Rohman yang unik.
Bangunannya berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya, yaitu dengan kubah baret hijau di hiasi bintang empat juga menara berbentuk peluru. Yang merupakan ciri khas TNI AD.
Masjid Jami Ar Rohman di dirikan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang merupakan putera terbaik bangsa Indonesia pituin Cijulang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.
“Jadi, memang sekali mendayung beberapa objek wisata di Kabupaten Pangandaran bisa di singgahi. Dan tidak pernah membosankan berwisata ke pantai batu karas pangandaran,” ungkap Susan wisatawan asal Bandung, Sabtu (17/1/2026).
Apalagi, lanjut dia, dari Pangandaran menuju batu karas dengan memakai akses jembatan Sodongkopo, suasananya lebih mempesona.
“Juga di suguhi keunikan Masjid Jami Ar Rohman dengan baret hijau dan dengan bintang empat dan menara peluru. Pokoknya menambah suasana liburan akhir pekan bertambah indah,” pungkasnya.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat mengingatkan, kondisi cuaca saat ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Terutama di wilayah rawan longsor, banjir dan pohon tumbang.
Untuk itu, Dia mengimbau masyarakat yang tinggal di zona merah bencana supaya meningkatkan kehati-hatian dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.
“Hindari beraktivitas di dekat lereng, tebing dan aliran sungai. Terutama saat hujan. Tingkatkan kepekaan terhadap gejala alam,” kata Asep, Sabtu (17/1/2026).
Menurutnya, BPBD Cianjur telah menyiagakan seluruh Relawan Tanggap Bencana (Retana) di setiap desa. Hal itu sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana.
Pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan untuk mengurangi risiko bencana. Seperti pemangkasan pohon kakija (kanan kiri jalan) yang sudah lapuk dan berpotensi tumbang.
“Sejumlah rambu peringatan juga telah dipasang di berbagai lokasi. Terutama di titik-titik rawan bencana,” terang Asep.
Dia menyebut, seluruh wilayah di Cianjur rawan bencana hidrometeorologi. Seperti pergeseran tanah, longsor, banjir, gelombang pasang, angin puting beliung dan kekeringan.
Sepanjang 2025, pihaknya mencatat 243 kejadian bencana. Terdiri 125 longsor dan pergeseran tanah, banjir 49 dan 69 kejadian lainnya akibat cuaca ekstrem.
“Dari seluruh kejadian tersebut, tercatat satu orang meninggal dunia, 2.200 rumah mengalami kerusakan dan 12.837 jiwa terdampak. Mereka sempat mengungsi,” ungkapnya.
Jumlah kunjungan tersebar di enam destinasi wisata. Yakni, Pantai Pangandaran, Batu Karas, Batu Hiu, Karapyak, Madasari dan Green Canyon.
Pantai Pangandaran masih menjadi primadona para wisatawan. Total kunjunganmencapai 15.067 orang. Kemudian di susul Batu Karas sebanyak 4.058 wisatawan.
Pantai Batu Karas yang terletak di Kecamatan Cijulang merupakan pantai yang paling unik. Karena memiliki pasir keemasan dengan ombak yang ramah bagi wisatawan.
Daya tarik utamanya adalah ombak yang ideal untuk belajar selancar, suasana tenang seperti Bali (“Little Bali”), pemandangan alam, aktivitas berenang serta adanya Bukit Batu Karas yang menawarkan panorama luas.
Tak kalah menarik dari Batu Karas, Pantai Batu Hiu juga menjadi magnet bagi para wisatawan.
Sebanyak 1.629 orang tercatat memadati wisata yang di kenal dengan Batu karang yang menyerupai sirip hiu serta gapura berbentuk mulut hiu.
Di tempat ini, para wisatawan bisa melihat pemandangan lepas dari atas bukit pandan, tersaji panorama Samudra Hindia yang luas. Karenanya disebut-sebut sebagai tanah lot-nya Jawa Barat.
Lalu Pantai Madasari menjadi lokasi ke empat yang ramai di kunjungi wisatawan. Totalpengunjung 1.130 orang pada libur pekan ini.
Pantai Madasari di kenal dengan suasana ketenangannya.
Destinasi berikutnya Pantai Karapyak. Pantai ini terletak di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang dikenal luas sebagai destinasi wisata sejuta karang dan surga tersembunyi.
Pantai yang menawarkan pemandangan menakjubkan dengan pasir putih yang mempesona ini telah di kunjungi sebanyak 882 wisatawan.
Destinasi yang paling sedikit di kunjungi wisatawan adalah Green Canyon. Padahal memiliki daya tarik sungai hijau jernih berwarna hijau toska. Tercatat hanya di kunjungi 318 wisatawan.
Green Canyon Pangandaran (Cukang Taneuh) terkenal karena keindahan alamnya yang unik. Di sana wisatawan bisa melakukan aktivitas seperti body rafting, susur sungai dengan perahu, loncat tebing dan berenang.
Erna wisatawan asal Cileunyi Bandung mengaku baru mengunjungi Pantai Pangandaran pada hari pertama liburan bersama keluarganya.
Rencananya, akan berkeliling mengunjungi destinasi wisata di Pangandaran selama 3 hari ke depan.
“Hari pertama di Pangandaran. Mungkin nanti sore kita akan pergi ke Batu Karas untuk melihat matahari terbenam. Besoknya mau keliling ke tempat yang lain,” kata Erna di temui di Alun-alun Paamprokan Pangandaran, Sabtu (17/1/2026).
SUMATERA, FOKUSJabar.id: Hingga 16 Januari 2026, pemerintah telah membangun 781 unit Hunian Sementara (Huntara) khusus masyarakat terdampak bencana banjir Sumatera.
Demikian di katakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
“Pembangunan 781 unit hunian sementara sudah selesai dan siap di huni masyarakat terdampak bencana banjir Sumatera,” kata Dia di kutip kompas.com, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Abdul, realisasi pembangunan ini masih jauh dari rencana yang diajukan sebanyak 27.860 unit dari data jumlah rumah rusak berat mencapai 50.668.
“Saat ini, 5.738 unit masih dalam proses pembangunan,” ungkapnya.
BNPB juga mencatat data pengajuan hunian tetap sebanyak 10.273 unit. 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi.
Adapun data sementara korban jiwa di Sumatera (Aceh, Sumut dan Sumbar) mencapai 1.198 orang.
Sedangkan korban hilang naik menjadi 144 jiwa dari 141 jiwa.
Kenaikan data juga dialami dari jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian. Dari 131.521 naik menjadi 166.579 jiwa.
Abdul menyebut, pemerintah melalui BNPB berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan serta seluruh unsur masyarakat dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terukur dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh dan berdaya menghadapi risiko bencana ke depan,” pungkas Abdul.
GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina menyebut, peran organisasi perempuan sangat penting dalam mengedukasi masyarakat. Baik terkait kesehatan hingga dampak sosial pernikahan dini.
Karenanya, Putri Karlina mengapresiasi terhadap Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut yang tetap aktif berorganisasi demi kemajuan kaum Hawa.
Dia menyoroti tantangan sosial di wilayah pelosok Garut. Terutama mengenai maraknya pernikahan di bawah umur.
Putri Karlina saat menghadiri resepsi Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97
Menurutnya, pernikahan dini bukanlah solusi. Namun potensi sumber masalah sosial dan kesehatan di masa depan.
“Kita yang punya pendidikan harus bisa memberdayai dan membersamai teman-teman yang mungkin masih ada kendala masalah sosial,” ungkapnya saat menghadiri resepsi Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Tingkat Kabupaten Garut di Gedung Lasminingrat, Jalan Ahmad Yani.
Wabup Garut berpesan kepada para generasi muda. Khususnya perempuan untuk terus mengejar yang terbaik dari pendidikan dan pengalaman.
Selain itu, para ibu agar lebih memperhatikan pola asuh dan kesehatan reproduksi. Seperti rutin memeriksakan kehamilan ke Puskesmas dan mengatur jarak kelahiran sesuai program pemerintah.
Pada kesempatan itu, GOW Kabupaten Garut menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi. Mereka menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Sumatera.
Ketua GOW Kabupaten Garut, Diana Ratna Inten mengatakan, pihaknya telah menghimpun donasi untuk membantu pemulihan di wilayah terdampak.
Bantuan yang disalurkan difokuskan pada kebutuhan mendesak dan pembangunan infrastruktur jangka panjang. Di antaranya, bantuan sembako siap konsumsi, penyediaan sarana sekolah dan tempat ibadah.
Pembangunan Dapur Mandiri untuk kelompok rumah tangga, pengeboran sumur air bersih di titik krisis dan pembangunan jembatan darurat.
“Dukungan dari pemerintah daerah dan sinergi lintas sektor adalah kekuatan besar yang membuat PHI ke-97 semakin bermakna. Semoga kebersamaan ini terus kita jaga agar perempuan Garut semakin berdaya, berkarya dan menginspirasi serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi emas,” ungkapnya.