spot_imgspot_img
Minggu 26 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 331

Alun-alun Paamprokan Pangandaran, Tempat Asyik Dengan View Laut

0
pangandaran@fokusjabar.id
Alun-alun Paamprokan Pangandaran.(Sajidin/fokusjabar.id)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Alun-alun Paamprokan Pangandaran menjadi tempat yang asik untuk di kunjungi. Selain tempatnya yang luas, di tempat tersebut terdapat juga berbagai fasilitas umum, seperti permainan anak dan fasilitas olahraga.

Pada pagi dan sore hari, Alun-alun Paamprokan kerap di penuhi para pengunjung. Beragam kegiatan pun di lakukan, dari mulai senam, jogging, gym area dan bersepeda.

Namun, ada juga pengunjung yang hanya sekedar singgah dan istirahat juga melakukan swafoto di lokasi Alun-alun Paamprokan Pangandaran.

Baca Juga: Pesona Indah Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Habiskan Rp127 Miliar

Supriatin (50) warga Wonoharjo mengaku sering mengunjungi Alun-alun Paamprokan di kala libur dan akhiir pekan. Dia rela berjalan kaki sejauh 2 kilometer, berangkat bersama cucunya demi menikmati fasilitas dengan view laut Pangandaran.

“Karena kedua cucu saya memang sangat suka bermain di sini. Mereka suka sekali bermain perosotan dan jungkat-jungkit,” ungkap Supriatin, di lokasi Alun-alun Paamprokan, Sabtu, (17/1/2026).

Sambil menunggu cucunya yang sedang bermain, Supriatin juga melakukan olahraga ringan. Hal ini di lakukan untuk menjaga kebugaran tubuhnya yang sudah tidak muda lagi.

Yang lebih menariknya kata dia, semua fasilitas Alun-alun Paamprokan tidak berbayar alias gratis. “Cukup beli air minum sama makanan ringan anak-anak sudah bisa bahagia. Hemat banget,” ucapnya.

Baca Juga: The Allure Villas Pangandaran Tawarkan Hunian Ramah Lingkungan

Sementara itu, Erna (25) wisatawan asal Cileunyi Bandung, mengatakan, bahwa dia datang ke lokasi Alun-alun hanya untuk mengambil momen di saat liburan ke Pangandaran.

“Tadi jalan-jalan sama rombongan dari hotel mau sarapan ke kampung turis. Engga sengaja lihat di sini kayanya asik untuk berfoto-foto dulu,” ujarnya.

Menurut Erna, di lokasi Alun-alun sangat cocok untuk melakukan kegiatan olahraga. Selain itu, jaraknya tidak jauh dengan hamparan pantai Pangandaran. Bahkan pengunjung bisa melihat keindahan laut dari jarak ketinggian.

“Enak banget di sini, udah bisa olahraga, sekaligus bisa melihat pemandangan yang bagus dari atas bangunan. Aneka jajanan pun tidak begitu mahal,” katanya.

(Sajidin)

Dijadikan Kawasan Transmigrasi, Warga Dusun Nibung Menolak

0
 Warga Dusun Nibung fokusjabar.id
Aksi penolakan  Warga Dusun Nibung (dok: republika.co.id)

BENGKAYANG, FOKUSJabar.idWarga Dusun Nibung Desa Sahan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat (Kalbar) menolak rencana penetapan kawasan transmigrasi di wilayahnya, Jumat (16/1/2026) kemarin.

Mengutip republika.co.id, Mereka menuntut pembatalan hasil evaluasi lahan transmigrasi yang di nilai tidak melibatkan masyarakat setempat.

BACA JUGA:

Bahaya! Jalur Kereta Api di Pekalongan Terendam Banjir

Aksi tersebut di lakukan dengan membentangkan spanduk berisi tuntutan warga di pintu masuk gerbang perbatasan Dusun Nibung.

Kepala Dusun Nibung, Bernadus Awat menyatakan, rencana penetapan di lakukan tanpa izin, sosialisasi atau persetujuan masyarakat.

“Penolakan ini muncul setelah adanya tim evaluasi lahan transmigrasi Paket A di wilayah kami,” ungkap Bernadus Awat.

Dasar hukum rencana ini, menurut surat Bupati Bengkayang Nomor 500.18/KOUKMTRTK tertanggal 6 Januari 2026, merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 033 Tahun 1978 tentang pencadangan area tanah transmigrasi seluas 1.320 hektare.

Namun, warga menilai hal ini tidak memperhatikan kondisi sosial dan hak pengelolaan lahan yang telah di manfaatkan warga selama ini.

Masyarakat mengaku telah menyampaikan penolakan sejak awal. Namun tidak di indahkan.

BACA JUGA:

1 Ribu Hektare Sawah di Jateng Terendam Banjir

“Masyarakat sudah menyampaikan penolakan ketika tim evaluasi datang ke Dusun Nibung. Tapi tetap di lanjutkan tanpa ada kesepakatan bersama,” katanya.

Aksi pernyataan sikap ini dilakukan secara damai dengan mengedepankan kearifan lokal. Warga mengenakan busana adat sebagai simbol identitas dan penegasan hak atas wilayah mereka.

Mereka mendesak pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang dan instansi terkait untuk membatalkan hasil evaluasi serta membuka ruang dialog yang melibatkan masyarakat secara menyeluruh.

BACA JUGA:

Diteror Cuaca Buruk, Penumpang 1 Minggu Tertahan di Pelabuhan Kalianget

“Kita harap pemerintah dapat memperhatikan dan mempertimbangkan warga,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Pesona Indah Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Habiskan Rp127 Miliar

0
jembatan sodongkopo pangandaran@fokusjabar.id
Jembatan Sodongkopo Pangandaran.(foto: Yud's)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pesona indah Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Menjadi magnet bagi wisatawan untuk bisa melihat langsung mega proyek Pemerintah Provinsi Jabar.

Walaupun Jembatan Sodongkopo sudah bisa di lintasi kendaraan, namun hingga saat ini belum juga di resmikan oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Padahal Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami beberapa waktu lalu sempat mempertanyakan, terkait Jembatan Sodongkopo kapan akan di resmikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Peresmian Jembatan Sodongkopo Pangandaran Belum Ada Kepastian

Bahkan, masyarakat Kabupaten Pangandaran pun sangat menantikan jembatan Sodongkopo di resmikan segera oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Pembangunan Jembatan Sodongkopo Pangandaran di biayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Dengan tahap pertama senilai Rp72 Miliar namun pembangunannya mandeg saat Gubernur Jabar masih di jabat Ridwan Kamil.

Dan senilai Rp55,4 miliar pada tahap kedua, dengan lama pekerjaan 255 hari kalender, terhitung sejak tanggal 21 April 2025. Dengan panjang jembatan 140 meter dan lebar 7 meter, dan jalur bagi para pejalan kaki, masing-masing 2,5 meter.

Dan pemenang tender Jembatan Sodongkopo Pangandaran pada tahap pertama dan kedua yaitu PT. Putra Borneo Sakti. Dengan nilai total anggaran biaya Rp127 Miliar.

Jembatan Sodongkopo memiliki keunikan tersendiri dengan pelengkung baja tanpa pilar yang berdiri kokoh di atas sungai Cijulang yang menghubungkan Nusawiru dan Pantai Batu Karas Pangandaran.

“Jembatan Sodongkopo Pangandaran, memang begitu indah dan sangat mempesona. Melihat suasana dengan pemandangan langit dengan di hiasi awan seperti memberi pantulan yang begitu menakjubkan,” ungkap Dewi salah seorang wisatawan asal Bandung, Sabtu (17/1/2026).

Masjid Jami Ar Rohman

Jembatan Sodongkopo, lanjut dia, seperti berada di atas awan, karena pantulan dari sungai Cijulang yang airnya seperti kebiru-biruan.

Baca Juga: Bupati Citra Semprot Satpol-PP dan Disparbud Pangandaran, Ada Apa?

“Aslinya indah sekali Jembatan Sodongkopo dengan nuansa putih dengan hiasan langit biru dan awan yang menghiasi suasana dan seakan seperti di atas awan saat berada di sana,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, perjalanan dari Pangandaran ke pantai batu karas yang berada di Kecamatan Cijulang, memangkas waktu tempuh perjalanan, sehingga semakin singkat.

“Jembatan Sodongkopo memang menjadi ikon baru Kabupaten Pangandaran. Tidak hanya itu, Masjid Jami Ar Rohman juga tidak kalah uniknya dengan kubah baret hijau dan menara jenis peluru,” pungkasnya.

Masjid Jami Ar Rohman di bangun oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subianto yang merupakan putera terbaik dari Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Jabar.

(Yud’s)

Dapur Rumah Odo di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Rp20 Juta

0
Dapur rumah milik Odo fokusjabar.id
Personel Damkar UPTD Ciamis saat berjibaku memadamkan api

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dapur rumah milik Odo berukuran 4 x 4 meter di Dusun Sukamukti Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) ludes terbakar.

Penyebab kebakaran di duga dari bara api tungku yang lupa di padamkan setelah aktivitas memasak air.

BACA JUGA:

Rumah Karnimah di Ciamis Ambruk Diterjang Cuaca Ekstrem

Pemilik rumah pergi ke masjid. Sementara tungku api masih menyala.

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto mengatakan, Jumat (16/1/2026) sekira pukul 20.30 WIB, petugas piket Damkar UPTD Ciamis menerima laporan kebakaran di wilayah Desa Medanglayang.

“Lima Personel Damkar UPTD Ciamis dengan satu unit mobil Damkar menuju lokasi kebakaran,” katanya, Sabtu (17/1/2026).

Tiba di lokasi, dengan gerak cepat personel Damkar yang di bantu aparat TNI-Polri dan warga berjibaku memadamkan kobaran api yang sedang membakar dapur rumah milik Odo.

“Dalam waktu singkat, api berhasil di padamkan,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Cigarunggang Ciamis

Menurut Trisyanto, tidakada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa musibah kebakaran yang menimpa rumah milik Odo

Hanya saja, pemilik rumah mengalami kerugian materi sekitar Rp20 juta.

“Akibat kejadian itu, pemilik rumah mengalami kerugian materi sekitar Rp20 juta,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Masyarakat Hukum Adat Kampung Kuta Sambut Baik KUHP Baru

0
Masyarakat adat fokusjabar.id
Firman Khabibi

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru berlaku pada 2 Januari 2026 dan di sambut hangat tokoh masyarakat adat di Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

Demiian disampaikan Firman Khabibi, salah seorang pengurus Kampung Hukum Adat (MHA) Kuta Desa Karangpaninggal Kecamatan Tambaksari.

BACA JUGA:

Rumah Karnimah di Ciamis Ambruk Diterjang Cuaca Ekstrem

Pihaknya menyambut baik pemberlakuan KUHP baru. Terlebih jika hukum-hukum adat di masukan ke dalam KUHP baru tersebut.

“Tentunya kami sangat menyambut baik KUHP baru tersebut,” katanya, Sabtu(17/1/2026).

Firman mengatakan, sambutan baik MHA Kuta cukup beralasan. Pasalnya, selama ini hukum adat hanya berlaku secara lisan saja dan tidak di undang-undangkan dalam aturan hukum negara.

“Kalau hukum adat di berlakukan, nantinya yang melanggar hukum adat akan terkena sanksi pidana sesuai pelanggarannya,” kata Dia.

Firman menuturkan, karena selama ini hukum adat hanya bersifat lisan dari mulut ke mulut tetua Adat, maka saat ada pelanggaran di kampung adat Kuta tidak bisa di sanksi pidana.

“Pernah Saya menegur pengunjung di Kampung Adat Kuta karena membuang sampah sembarangan. Namun si pelanggar menyebut, ini pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Karena teguran itu tidak ada dasar hukumnya,” jelas Dia.

BACA JUGA:

Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Cigarunggang Ciamis

Firman berharap, dengan adanya peraturan perundangan-undangan yang baru legalitas hukum kampung adat Kuta bisa terlindungi dengan baik. Sehingga bila terjadi pelanggaran pihaknya bisa menegakan aturan.

“Saat ini sanksi pelanggaran di adat Kuta paling berat hanya oleh alam dan di kucilkan oleh masyarakat,” tutup Firman.

(Husen Maharaja)

Ada Apa 96 WNI Dipulangkan dari Arab Saudi?

0
96 WNI fokusjabar.id
Pesawat Saudi Arabian Airlines (foto: web)

ARAB SAUDI, FOKUSJabar.id: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah memfasilitasi pemulangan 96 WNI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi.

96 WNI tiba di Indonesia, Jumat (16/1/2026). Mereka menggunakan penerbangan Saudi Arabian Airlines.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar-Kuba Jajaki Kolaborasi Strategis Bidang Kebencanaan

Mengutip jpnn.com, sedikitnya 96 WNI dipulangkan dari Rumah Detensi Imigrasi Syumaisi Makkah (Tarhil). Mereka terdiri dari 11 laki-laki dan 84 perempuan.

Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi faktor apa yang menybebakan 96 WNI dipulangkan.

Kemlu mengatakan, pemulangan tersebut merupakan hasil kerja intensif Tim Pelayanan dan Pelindungan Kemlu RI dan KJRI Jeddah melalui layanan kekonsuleran dan koordinasi otoritas Arab Saudi serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi seluruh WNI.

Setelah tiba di Indonesia, Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI memfasilitasi kedatangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Seperti Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), bea cukai dan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta untuk proses tindak lanjut sesuai ketentuan.

BACA JUGA:

Kisah Shiro Hartono Soekwanto, Koi Ginrin yang Bersinar Lewat Konsistensi dan Kualitas

Pemerintah Indonesia terus berkomitmen memberikan pelindungan, pelayanan dan pendampingan maksimal kepada WNI. Termasuk dalam memastikan pemulangan ke Indonesia dengan aman dan lancar.

Sebelumnya, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono mengatakan, 27.768 WNI telah berhasil dipulangkan ke Indonesia dari berbagai kondisi darurat. Seperti konflik bersenjata, penipuan dan judi daring sepanjang tahun 2025.

Menurut Sugiono, perlindungan WNI merupakan pilar utama diplomasi Indonesia dan sejalan dengan amanat UUD 1945 untuk “melindungi segenap rakyat Indonesia.”

(Bambang Fouristian)

Bahaya! Jalur Kereta Api di Pekalongan Terendam Banjir

0
Jalur Kereta Api Pekalongan fokusjabar.id
Jalur Kereta Api Pekalongan terendam banjir (foto: web)

PEKALONGAN, FOKUSJabar.id: Jalur Kereta Api (KA) antara Stasiun Pekalongan dan Sragi Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) tak bisa di lewati akibat tergenang banjir sejak Sabtu (17/1/2026) dini hari.

Mengutip tempo.co, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, genangan air sudah mencapai batas kepala rel.

BACA JUGA:

1 Ribu Hektare Sawah di Jateng Terendam Banjir

Menurut Dia, genangan air di beberapa titik sudah mencapai 10 cm di atas rel Kereta Api.

“Jalur di nyatakan tidak aman dan berbahaya untuk dilewati,” kata Luqman di Semarang.

Akibat kondisi tersebut, jalur KA di Pantura Jawa Tengah di tutup sementara.

“Sejumlah perjalanan KA dihentikan sementara akibat jalur terputus,” ungkapnya.

Beberapa perjalanan Kereta Api yang terganggu akibat rel tergenang banjir, KA Jayabaya, KA Harina, KA Argo Anjasmoro, KA Tawangjaya Premium, Blambangan Ekspres, KA Kertajaya dan KA Dharmawangsa.

BACA JUGA:

Diteror Cuaca Buruk, Penumpang 1 Minggu Tertahan di Pelabuhan Kalianget

Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi genangan air. Selain itu, melakukan upaya mitigasi untuk memastikan keselamatan perjalanan KA.

“Mohon maaf kepada pelanggan yang terdampak kondisi tersebut,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)