GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina membuka secara resmi Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) Tahun 2026.
Kegiatan GPBG turut di meriahkan oleh iring-iringan karnaval dari berbagai peserta. Mulai dari komunitas budaya dan seni, SKPD di lingkungan Pemkab Garut, perwakilan kecamatan hingga delegasi dari 5 kabupaten/kota dan 5 provinsi di Indonesia.
BACA JUGA:
Putri Karlina Monitoring Pelayanan KB MKJP MOW di Klinik Bunda Alya
Putri Karlina bangga atas pencapaian GPBG yang kini berhasil masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN). Menurutnya, dari 400 lebih kabupaten/kota di Indonesia, Garut menjadi salah satu yang di lirik secara nasional.
Ia mengapresiasi perjuangan seluruh pihak mengingat GPBG telah berkiprah selama 24 tahun.
Putri Karlina mengaku terlibat langsung dalam mengawal persiapan event ini. Termasuk berkoordinasi dengan pihak Kementerian.
“Saya berharap, acara ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Khususnya pedagang kecil,” kata Wabup Garut.
Putri mengilustrasikan jika ada 10 ribu pengunjung belanja minimal Rp10 ribu, maka terdapat perputaran uang jutaan rupiah di tingkat PKL dan gerobakan.
Baginya, momen ini harus di rayakan bersama sebagai ajang apresiasi bagi pelaku seni di Kabupaten Garut agar dapat terus mengasah kemampuan dan meniti karier ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jadi ini harus kita rayakan bersama. Dan harus menjadi ajang apresiasi untuk para pelaku seni di Kabupaten Garut yang hebat-hebat. Mudah-mudahan bisa menjadi sebuah batu loncatan bagi teman-teman seni untuk terus mengasah kemampuan dan meniti karier lebih tinggi lagi,” tuturnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menambahkan, kesuksesan hari ini merupakan hasil kerja sama kolektif.
“Terima kasih kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta seluruh panitia,” ungkapnya.
Syakur menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Garut yang seharusnya jatuh pada 16 Februari. Namun di geser karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
BACA JUGA:
Putri Karlina Pastikan Hak Adminduk Anak Terjamin
GPBG 2026 mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang” yang bermakna Garut bersinar, tumbuh kokoh serta memiliki budaya yang luhur dan membanggakan.
Hal ini tercermin dari penampilan seni khas seperti Raja Dogar dan Surak Ibra yang di suguhkan kepada masyarakat.
Syakur mengapresiasi semangat para pengisi acara, pelaku budaya, perangkat daerah, hingga pihak penyelenggara (EO) yang telah menyukseskan acara dalam suasana yang aman dan lancar.
Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Nova Arisne mengaptrsiasi seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Garut.
Menurutnya, tahun 2026 Gebyar Pesona Budaya Garut resmi masuk dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Bahkan, Kabupaten Garut patut berbangga karena memiliki dua event unggulan yang berhasil masuk dalam daftar nasional tersebut.
“Dengan terpilihnya dua event unggulan membuktikan bahwa Garut memiliki potensi yang luar biasa. Baik dari sisi budaya, kreatifitas dan juga kearifan lokal masyarakatnya,” tegas Nova.
Nova menjelaskan, KEN merupakan program unggulan Kemenparekraf untuk mempromosikan event daerah yang berkualitas dan berdaya saing guna meningkatkan jumlah wisatawan.
Selain menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja, event ini di harapkan menjadi upaya nyata dalam merawat serta mewariskan nilai budaya kepada generasi mendatang.
Pihak kementerian berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan event daerah agar mampu berkembang menjadi festival budaya berkelas dunia.
“Kami berharap,Gebyar Pesona Budaya Garut dapat terus di tingkatkan kualitasnya melalui penguatan kurasi program, peningkatan tata kelola event serta pengukuran dampak yang lebih terstruktur,” pungkas Nova.
(Bambang Fouristian)


