BANDUNG,FOKUSJABAR.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya untuk menertibkan bangunan liar secara konsisten di seluruh penjuru kota. Langkah tegas ini merespon langsung instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meminta pemerintah daerah mengakselerasi penataan wilayah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya tidak memberi ruang toleransi sedikit pun bagi keberadaan bangunan liar. Tim gabungan bakal menyasar setiap titik lokasi yang terbukti melanggar aturan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Alih Kelola, Ini Alasan Pemprov Jabar Ambil Teras Cihampelas
“Di mana ada bangunan liar, di situ harus ditertibkan. Itu pesan khusus dari gubernur,” kata Farhan, Rabu (29/7/2026).
Farhan menjelaskan bahwa aksi penertiban ini masuk dalam agenda penataan kota jangka panjang. Pemkot Bandung merangkul jajaran kepolisian guna memastikan proses penataan berjalan maksimal di lapangan.
Pihak Pemkot Bandung dan kepolisian mengintensifkan komunikasi harian untuk mengawal kebijakan ini. Kerjasama intensif ini tidak sekadar membidik masalah bangunan liar, melainkan juga mencakup aspek keamanan lingkungan secara menyeluruh.
“Soalnya sekarang komunikasi antara Pemkot dengan kepolisian berlangsung setiap hari karena kami mendapat tugas dari Pak Gubernur untuk melakukan penertiban bangunan liar dan berbagai titik penataan kota,” katanya.
Sinergi kuat Pemkot Bandung dan kepolisian sekaligus bertujuan menciptakan iklim keamanan yang kondusif. Selain mempercantik estetika kota, pemerintah ingin mengembalikan rasa aman warga saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Farhan mengutarakan bahwa Gubernur Jawa Barat rutin memantau perkembangan penataan Kota Bandung. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran aparatur Pemkot Bandung untuk bekerja ekstra, termasuk mengikis habis kejahatan jalanan seperti begal.
“Gubernur juga memantau hampir setiap hari. Kami memastikan persoalan begal dan rasa aman masyarakat harus kembali. Karena itu, Pemkot Bandung bersama kepolisian akan terus bekerja setiap hari agar rasa aman masyarakat bisa kembali,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



