BANJAR,FOKUSJabar.id: Wali Kota Banjar, Sudarsono meluncurkan Program Berdaya Lokal lewat penyaluran Bantuan Usaha Mikro Maju Adil Sejahtera Agamis dan Inovatif (Bumi Masagi). Dalam kesempatan yang sama, ia juga meresmikan Warung Inflasi BESTIE (Belanja Ekonomis Sembako Terjangkau, Stabilitas Harga Efektif Terkendali) Tahun 2026 di Galeri UMKM Sukma Kenanga Kota Banjar, Rabu (29/7/2026).
Skema Program Bumi Masagi mengucurkan bantuan modal usaha sebesar Rp1.000.000 kepada masing-masing dari 525 pelaku UMKM. Pemerintah menggelontorkan total anggaran mencapai Rp525 juta secara non-tunai melalui rekening bank penerima bekerja sama dengan Bank BJB Cabang Banjar.
Pemerintah Kota Banjar juga memperkenalkan Warung Inflasi BESTIE, sebuah terobosan unggulan Dinas KUKMP Kota Banjar di sektor perdagangan.
Program ini menyajikan bahan kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah daripada tarif pasar. Program ini untuk mengendalikan stabilitas harga dan menjaga daya beli warga.
Sudarsono menegaskan Pemkot Banjar memegang komitmen kuat untuk memperkokoh fondasi ekonomi daerah berbasis kekuatan masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro.
“Program Bumi Masagi bukan sekadar bantuan modal usaha, tetapi merupakan bentuk investasi pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sudarsono meluruskan bahwa hadirnya Warung Inflasi BESTIE tidak bertujuan menyaingi pedagang pasar tradisional maupun peritel swasta. Kehadiran program ini murni berfungsi sebagai instrumen kolaborasi pemerintah untuk mengintervensi pasar saat harga bahan pokok melonjak.
“Melalui Warung Inflasi BESTIE, pemerintah hadir memberikan solusi nyata dengan menyediakan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Seremonial acara tersebut turut merangkul kehadiran Wakil Wali Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, perwakilan jajaran Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Banjar.
(Agus Purwadi)



