TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus mengawal kelancaran program Makan Bergizi Gratis Tasikmalaya gagasan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh sajian bagi anak sekolah dan warga memenuhi standar kesehatan tinggi.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Pemuda Tasikmalaya Raya Mahesa Tembus Final Putra Putri Batik Nusantara 2026, Wakili Jawa Barat
Sidak ini bertujuan menguji alur pengolahan bahan makanan, kebersihan area dapur, hingga rantai distribusi program Makan Bergizi Gratis Tasikmalaya agar berjalan sesuai petunjuk teknis pemerintah pusat dan daerah.
Dalam inspeksi tersebut, Wali Kota Viman memboyong Kepala Dinas Kesehatan dr. Asep Hendra, Kadis DKP3 Elly Suminar, Kadis DPPKBPPPA Nanang Suhara, serta tim pengawas SPPG. Rombongan meninjau langsung ruang produksi, tempat penyimpanan bahan pangan, dapur pengolahan, hingga fasilitas pencucian alat.
Viman menyisir setiap sudut fasilitas dapur SPPG guna memeriksa dokumen izin operasional, standar sanitasi, alur kerja, hingga kelengkapan gizi pada menu masakan.
“Yang kita jaga adalah kualitas dan keamanan pangan. Dapur SPPG ini harus memenuhi standar higienis, gizinya harus terpenuhi, dan distribusinya tepat sasaran. Jangan sampai ada yang terlewat,” ungkap Viman Alfarizi, Selasa (1/9/2026).
Viman berbincang hangat dengan para juru masak dan relawan. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim SPPG yang saban hari mengolah ribuan porsi makanan sehat untuk pelajar, balita, ibu hamil, serta warga rentan di Kota Tasikmalaya.
Respon Positif Penerima Manfaat dan Komitmen Pengawasan
Usai mengecek dapur, Wali Kota menyambangi kediaman warga penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis Tasikmalaya. Salah seorang ibu hamil, Nurul (33), mengaku memetik manfaat besar dari bantuan paket makanan bernutrisi ini.
“Alhamdulillah sangat membantu saya Pak. Setiap hari bisa dapat makanan bergizi. Biasanya suka bingung mau masak apa, apalagi kondisi hamil seperti ini harus cukup gizi. Dengan MBG ini saya jadi lebih tenang,” ujar Nurul saat berbincang dengan Wali Kota Viman Alfarizi.
Warga penerima lainnya, Mirna (30), menyuarakan nada kepuasan yang sama. Ia menilai sajian menu harian sangat bervariasi, berdaya gizi tinggi, serta mengusung cita rasa yang lezat.
“Saya suka makannya, dan rasanya pun juga enak. Program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi bagi keluarga saya, tapi juga mampu membantu dalam pemenuhan gizi harian saya,” ujar Mirna.
Viman menegaskan bahwa Pemkot Tasikmalaya akan mengagendakan sidak berkala ke seluruh fasilitas dapur SPPG. Langkah preventif ini penting guna menjaga akuntabilitas, transparansi, serta menepis risiko gangguan kesehatan seperti keracunan makanan.
“Program MBG dari Presiden Prabowo ini, menjadi investasi untuk masa depan. Anak-anak kita harus dapat makanan yang sehat dan bergizi, agar tumbuh sehat dan cerdas. Ibu hamil dan balita juga harus terpenuhi gizinya agar lahir generasi muda Tasikmalaya yang kuat dan sehat,” harapnya.
Strategi Menekan Angka Stunting di Tasikmalaya
Viman menginstruksikan dinas teknis untuk menggelar pengawasan rutin, mengevaluasi variasi menu, serta memberikan pelatihan berkelanjutan bagi para pengelola dapur. Petugas wajib mengurai kendala lapangan dengan cepat agar proses penyaluran makanan berjalan mulus tanpa hambatan.
“Kita menargetkan, cakupan penerima MBG ini bisa terus bertambah secara bertahap. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pengelola SPPG, dan masyarakat, kita optimis program ini bisa menjadi solusi nyata dalam menekan stunting dan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.
(Seda)



