BANDUNG,FOKUSJabar.id: Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Bandung mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan, sementara produksi belum mengalami peningkatan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan dampak terhadap masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas sayuran dan ayam potong.
“Harga pangan naik karena permintaan meningkat, sementara jumlah produksi tidak meningkat, baik produksi sayuran maupun terutama ayam potong,” kata Farhan di Pasar Kosambi Bandung, Selasa (1/9/2026).
BACA JUGA: Farhan Bongkar Tata Kelola Keuangan Perumda Tirtawening, Tiga Divisi Punya Rekening Sendiri
Untuk meredam dampak kenaikan harga, Pemkot Bandung bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) tengah menyalurkan bantuan pangan nasional ke sembilan kecamatan.
Selain itu, Pemkot Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar bazar pasar murah sebagai bagian dari upaya mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga pangan.
Farhan menegaskan, upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada pengendalian harga, tetapi juga memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan di seluruh pasar Kota Bandung.
“Yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung adalah memastikan barangnya ada di setiap pasar. Distribusinya harus ada di setiap pasar dan memastikan barangnya juga berkualitas,” katanya.
Menurut Farhan, harga pangan tetap bergerak mengikuti mekanisme pasar. Namun, pemerintah melakukan intervensi untuk membantu menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program.
“Bahwa harga naik mengikuti mekanisme pasar, itu sedang kita kendalikan melalui bazar pasar murah dan bantuan pangan nasional,” ucapnya.
Pemkot Bandung memperkirakan kondisi pasokan pangan akan kembali membaik pada Oktober 2026. Perkiraan tersebut seiring dengan datangnya masa panen raya yang diharapkan dapat meningkatkan pasokan ke pasar-pasar Kota Bandung.
“Menurut perkiraan kami, Oktober akan ada panen raya. Mudah-mudahan suplai ke pasar-pasar Kota Bandung kembali normal,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



