spot_imgspot_img
Selasa 1 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Disdamkar Bekasi Ingatkan Bahaya Gas Bocor yang Terakumulasi di Dalam Rumah

BEKASI,FOKUSJabar.id: Peristiwa kebocoran gas elpiji di dalam rumah menjadi salah satu ancaman serius yang wajib memicu kewaspadaan tinggi. Ketika gas yang merembes keluar dari tabung tidak segera terurai, risiko kebakaran hingga ledakan besar mengintai penghuni rumah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bekasi mengimbau warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Risiko bahaya meningkat drastis jika kebocoran melanda ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang memadai.

Baca Juga: Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Bekasi Koordinasi dengan KONI dan Cabor

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, meluruskan anggapan keliru mengenai fenomena “tabung gas meledak” yang kerap beredar di masyarakat. Ledakan dahsyat muncul sewaktu gas elpiji yang keluar mengendap di dalam ruangan lalu tersambar sumber pemantik api.

“Bukan tabung gasnya yang meledak. Gas yang keluar akibat kebocoran bisa terakumulasi di dalam ruangan. Ketika ada pemantik, misalnya api atau percikan listrik, maka dapat terjadi ledakan,” jelas Adeng, Selasa (1/9/2026).

Langkah Penting Mengatasi Kebocoran Gas Elpiji

Guna menekan risiko ledakan, Adeng meminta warga memastikan area dapur memiliki saluran ventilasi udara yang mencukupi. Kehadiran jendela, lubang angin, hingga exhaust fan membantu mengalirkan gas keluar sehingga tidak mengumpul di ruangan saat terjadi kebocoran gas elpiji.

Selain mengatur ventilasi, warga wajib mengenali tindakan penyelamatan yang tepat sewaktu mencium bau menyengat. Penghuni rumah harus menghindari tindakan menekan sakelar listrik atau mengoperasikan alat elektronik karena memicu percikan api.

Penggunaan kipas angin pun menjadi pantangan besar saat kecurigaan kebocoran gas elpiji muncul. Adeng mengingatkan warga untuk menahan diri dari menyalakan kompor atau menyalakan lampu saat mendeteksi bau gas.

“Ketika mencium bau gas, jangan langsung menyalakan listrik atau api. Ruangan juga harus memiliki akses udara dan akses penyelamatan yang memadai. Jangan sampai hanya ada satu pintu, sehingga ketika terjadi keadaan darurat masyarakat kesulitan untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Pencegahan Dini dan Edukasi Penanganan di Rumah Tangga

Adeng menekankan pentingnya mendesain jalur evakuasi yang aman di area rumah. Bangunan hunian idealnya memiliki akses udara sekaligus pintu keluar yang memadai agar keluarga terhindar dari jebakan asap atau kobaran api saat kondisi darurat.

Di sisi lain, Disdamkar Kabupaten Bekasi terus menggencarkan sosialisasi penanganan kebakaran. Kasie Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Disdamkar Kabupaten Bekasi, Syam, menyebutkan bahwa edukasi ini menyasar langsung kelompok keluarga di pemukiman warga.

“Edukasi ini terus kami sampaikan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebocoran gas. Prinsipnya, utamakan keselamatan, jangan panik, dan hindari tindakan yang dapat menimbulkan percikan atau api,” ujar Syam.

Syam mengajak warga rutin mengecek kondisi kelayakan tabung, regulator, serta selang sebelum memasak di dapur. Langkah sederhana ini terbukti ampuh mencegah bahaya kebocoran gas elpiji sejak dini.

“Jika masyarakat memahami mengenai penanganan kebocoran gas ini dapat mendorong terciptanya lingkungan rumah tangga yang lebih aman sekaligus menekan potensi terjadinya kebakaran,” terangnya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru