TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Rencana gelaran Kejuaraan Cabang Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Piala Wali Kota Tasikmalaya memicu polemik. Gelombang tanggapan ulama dan Pemkot Tasikmalaya membuat ajang ini resmi menunda jadwal acara.
Materi promosi digital berfoto Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan telanjur beredar luas. Publik menyoroti jadwal acara yang beririsan dengan Hari Santri Nasional.
Pengcab ORADO Sampaikan Permohonan Maaf
Ketua Pengcab ORADO Kota Tasikmalaya Suryaman memberikan klarifikasi terbuka. Suryaman mengakui materi promosi tersebut merupakan bentuk kekhilafan internal pengurus.
“Kami perlu segera melakukan klarifikasi dan tabayun kepada masyarakat. Kegiatan Kejuarcab Domino Piala Walikota ini sebenarnya masih dalam tahap perencanaan awal dan baru akan kami usulkan kepada Pemkot Tasikmalaya,” ujar Suryaman, Selasa (13/10/2026).
Pihaknya mengaku baru mengirim surat permohonan audiensi. Namun, pihak Pemkot belum memberikan tanggapan resmi.
“Atas nama Pengcab ORADO Kota Tasikmalaya, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para tokoh agama, alim ulama, serta seluruh warga Kota Tasikmalaya atas ketidaknyamanan akibat beredarsebarnya materi promosi tersebut. Sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap marwah Kota Santri dan Hari Santri Nasional, kami memutuskan menunda pelaksanaan kejuaraan ini,” tambahnya.
MUI Minta Peninjauan Jadwal
Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi menyambut baik langkah penundaan acara.
“MUI mengimbau ORADO, KONI, dan Pemkot Tasikmalaya untuk meninjau kembali jadwal kegiatan serta mengalihkannya ke waktu lain di luar rangkaian Hari Jadi Kota, Hari Santri Nasional, dan Hari Sumpah Pemuda. Ini bukan bentuk larangan terhadap olahraga domino, melainkan pertimbangan ketepatan momentum dan kemaslahatan bersama,” terang KH Aminudin Bustomi.
MUI meminta panitia menjamin acara bebas dari unsur perjudian.
Pemkot Tasikmalaya Belum Beri Izin
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan pemerintah daerah belum pernah menerbitkan izin resmi.
“Pada dasarnya, spirit olahraga domino ini memang sudah ada wadah cabangnya. Namun, karena kepengurusan rangkaian peringatan hari jadi serta rekomendasi perizinan dari KONI dan Dispora belum keluar, kami tidak merekomendasikan acara tersebut untuk dilaksanakan dalam waktu dekat,” tegas Viman.
Viman memastikan semua pihak sepakat menunda acara demi menjaga kedamaian kota.
“Untuk saling menghormati dan menjaga suasana kondusif, kompetisi atau event tersebut diundur sampai waktu yang belum ditentukan, hingga seluruh perizinan dan rekomendasinya benar-benar siap dan kondusif,” pungkasnya.
(Abdul Latif)



