spot_imgspot_img
Jumat 24 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 307

Wapres Gibran Rakabuming Payungi Kyai di Tengah Hujan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Momen Haru di Cipasung: Saat Wapres Gibran Rakabuming Payungi Kyai di Tengah Hujan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026), menyisakan satu momen yang tak tercantum dalam agenda protokoler, namun justru paling membekas di ingatan ribuan santri.

Di tengah rintik hujan yang turun saat Wapres meninjau fasilitas pembelajaran robotik santri, sebuah sikap spontan memperlihatkan sisi personal pemimpin muda Indonesia tersebut. Alih-alih meminta ajudan memayunginya, Gibran justru mengambil payung hitam dan memegangnya sendiri.

Baca Juga: Lagu MBG Karya Musisi Tasikmalaya Digadang Jadi Theme Song Nasional

Yang membuat suasana menjadi hening penuh haru, Wapres kemudian mengajak KH Gus Deni R Sagara, Khodimul Majelis MDS Pesantren Cipasung, untuk berjalan bersama di bawah payung yang sama.

Sepanjang langkah menuju Aula Dom, Gibran memastikan sang kiai tetap terlindung dari hujan, sementara dirinya tetap berdiri di sisi luar.

“Beliau tidak mau di payungi, justru beliau yang memayungi saya. Ini bukan soal hujan, tapi tentang adab seorang pemimpin kepada ulama,” ungkap Gus Deni dengan mata berkaca-kaca.

Bagi lingkungan pesantren, sikap tersebut bukanlah perkara sepele. Gus Deni menilai tindakan Wapres mencerminkan nilai luhur yang telah lama diajarkan dalam tradisi keilmuan Islam. Ia mengaitkan peristiwa itu dengan ajaran dalam Kitab Maulid Ad-Diba’i karya Imam Abdurrahman ad-Diba’i.

“Segala sesuatu di dunia adalah isyarat. Kepemimpinan sejati adalah mengikuti teladan Rasulullah SAW, yang memuliakan guru dan ulama,” tuturnya.

Payung hitam yang digunakan Wapres hari itu pun dimaknai lebih dari sekadar alat pelindung hujan. Ia menjadi simbol tanggung jawab moral seorang pemimpin melindungi, mengayomi, dan menempatkan ulama sebagai penjaga nilai dan akhlak bangsa.

Gagasan Besar bagi Masa Depan Pesantren

Selain meninggalkan pesan keteladanan, kunjungan tersebut juga membawa gagasan besar bagi masa depan pesantren. Dalam dialognya dengan pengasuh dan santri, Wapres Gibran menegaskan pentingnya keseimbangan antara tradisi keilmuan klasik dan penguasaan teknologi modern.

Ia mendorong agar pesantren tetap kokoh sebagai pusat pembentukan adab, namun tidak tertinggal dalam perkembangan zaman. Harapannya santri tidak hanya mendalami kitab kuning, tetapi juga mampu menguasai teknologi digital, termasuk robotik dan inovasi sains.

“Pesantren sudah kuat dalam akhlak dan keilmuan agama. Tinggal bagaimana santri terus berkembang untuk berinovasi dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Gibran.

Bagi keluarga besar Pesantren Cipasung, kunjungan ini bukan sekadar agenda kenegaraan. Ia menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang besar lahir dari kerendahan hati, dan kemajuan bangsa tidak boleh tercerabut dari nilai adab.

Sore itu, hujan mungkin membasahi halaman pesantren. Namun bagi ribuan santri, kehangatan justru hadir dari sikap sederhana seorang pemimpin yang memilih memuliakan ulama. Sebuah pesan tanpa kata, bahwa kekuasaan sejati bukan untuk ditinggikan, melainkan untuk melindungi dan menghormati.

(Abdul)

Kas RT Ratusan Juta, Gunungkuning Jadi Contoh Desa Mandiri di Majalengka

0
Majalengka, FOKUSJabar.id
Bikin Iri, Desa Gunungkuning Majalengka, Kas RT Ratusan Juta Tanpa Iuran Warga

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Di saat banyak desa masih berjibaku menghadapi tekanan ekonomi, Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, justru tampil sebagai contoh nyata keberhasilan membangun kemandirian dari akar rumput.

Melalui pengelolaan anggaran yang transparan dan optimalisasi potensi lokal, desa ini membuktikan bahwa kesejahteraan warga bisa di wujudkan secara kolektif.

Salah satu perubahan paling terasa di rasakan langsung oleh masyarakat. Warga kini tak lagi di pusingkan oleh iuran rutin, baik untuk kegiatan keagamaan, perayaan Hari Kemerdekaan, hingga acara hajat lembur.

Seluruh kebutuhan tersebut telah tertopang oleh kas RT yang di kelola secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga: Buka Dapur Anggaran, Desa Gunungkuning Majalengka Tetapkan Standar Baru Transparansi Desa

Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, menjelaskan bahwa fondasi kemandirian itu di bangun dari kebijakan desa yang konsisten mengalokasikan anggaran ke tingkat RT.

Setiap RT menerima dana stimulan sebesar Rp5 juta per tahun yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Dari total itu, Rp1 juta khusus untuk kegiatan HUT RI, sedangkan Rp4 juta sisanya menjadi kas RT yang di kelola sesuai kebutuhan warga,” ujar Rudi, Rabu (21/1/2026).

Kebijakan tersebut ternyata melahirkan dampak berlipat. Seiring waktu, kas RT tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang. Bahkan, ada RT yang kini memiliki saldo kas hingga lebih dari Rp200 juta. Sementara sebagian besar RT lainnya rata-rata telah mengantongi kas minimal Rp25 juta.

“Dengan kondisi seperti ini, RT tidak perlu lagi menarik iuran dari warga. Semua kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan bisa di biayai dari kas yang ada,” jelasnya.

Pengelolaan Anggaran Secara Produktif

Dana yang di gelontorkan desa pun tidak habis begitu saja. Melalui musyawarah warga di tujuh RT yang ada, anggaran tersebut di kelola secara produktif.

Sebagian digunakan untuk melengkapi inventaris lingkungan, sementara lainnya dikembangkan menjadi modal usaha yang terus berputar.

Kunci keberhasilan lain, menurut Rudi, terletak pada prinsip keterbukaan. Seluruh pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan dapat diakses oleh warga.

“Di sini tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka. Karena itu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa sangat kuat,” tambahnya.

Sumber kekuatan ekonomi Desa Gunungkuning juga ditopang oleh keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengelola destinasi wisata Situ Cipanten. Pada tahun 2025, desa ini berhasil mencatat PADes fantastis mencapai Rp2,5 miliar.

Tak hanya mengandalkan sektor wisata, Gunungkuning juga terkenal sebagai sentra hortikultura unggulan di Kabupaten Majalengka. Mayoritas warganya memiliki keahlian dalam pembibitan tanaman buah, mulai dari teknik cangkok hingga stek, yang bernilai ekonomi tinggi.

Menariknya, keahlian tersebut telahtertanam sejak dini. Anak-anak desa sudah terbiasa membantu proses pembibitan sejak usia sekolah. Alhasil, setelah lulus, mereka tidak kesulitan mencari penghidupan.

“Anak-anak di sini tidak bingung mencari kerja. Mereka langsung terjun ke dunia hortikultura. Potensi ekonomi dari bibit unggul ini sangat menjanjikan,” pungkas Rudi.

Langkah Desa Gunungkuning menjadi bukti bahwa dengan tata kelola yang jujur, inovatif, dan berpihak pada masyarakat, desa mampu berdiri mandiri dan menghadirkan kesejahteraan nyata bagi warganya.

(Abdul)

Lagu MBG Karya Musisi Tasikmalaya Digadang Jadi Theme Song Nasional

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Lagu MBG Karya Musisi Tasikmalaya Digadang Jadi Theme Song Nasional

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini mendapat sentuhan kreatif dari Kota Tasikmalaya.

Seorang musisi lokal, Atik Suwardi, meluncurkan lagu bertema “Makan Bergizi Gratis” sebagai media sosialisasi yang edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak sekolah.

Lagu tersebut untuk memperkuat pesan pentingnya asupan gizi sejak usia dini, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas. Bahkan, karya ini di proyeksikan menjadi theme song nasional bagi program MBG.

Baca Juga: Wapres Gibran Kagum Inovasi AI Santri Cipasung, Hanya 4 Hari

Pada Rabu (21/01/2026), Atik Suwardi bertemu langsung dengan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, guna membahas pengembangan lagu tersebut. Pertemuan itu menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap inovasi seni yang sejalan dengan program strategis nasional.

“Harapan kami, lagu ini bisa sampai ke Presiden Prabowo dan Mas Gibran. Lalu diadopsi Badan Gizi Nasional sebagai lagu tema resmi MBG di seluruh Indonesia,” ujar Atik.

Keistimewaan lagu ini terletak pada keterlibatan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Anak-anak PAUD, siswa SD, SMP, hingga SMA di Tasikmalaya turut ambil bagian sebagai pengisi suara. Sehingga lagu tersebut terasa dekat dengan sasaran utama program MBG.

Produksi Video Klip

Meski saat ini baru rilis dalam format audio melalui Atap Digital Studio, lagu “Makan Bergizi Gratis” sudah menuai respons positif. Karya tersebut bahkan mendapat sambutan meriah saat berkumandang secara langsung pada acara pisah sambut Dandim 0612 di Asia Plaza. Ke depan, Atik bersama Diky Candra berencana memproduksi video klip resmi agar jangkauan sosialisasi semakin luas.

Tak hanya membahas lagu MBG, pertemuan tersebut juga menyinggung persoalan penting terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Atik Suwardi mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk aktif menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi terbaru terkait Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain kewajiban pembayaran royalti bagi ruang publik komersial seperti hotel, kafe, dan restoran sesuai Surat Edaran Dirjen HKI tahun 2025. Atik juga menyinggung perubahan regulasi yang merupakan hasil perjuangan musisi nasional, serta pentingnya kejelasan hukum bagi pelaku usaha dan seniman lokal.

“Kami ingin ada kepastian hukum. Jangan sampai pelaku usaha kebingungan, sementara hak-hak musisi justru terabaikan. Sosialisasi harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi dialog antara pemerintah daerah, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), pelaku usaha, dan para seniman.

Langkah ini harapannya dapat menjadikan Tasikmalaya sebagai kota yang ramah investasi. Sekaligus menjunjung tinggi penghargaan terhadap karya dan kreativitas para musisi lokal.

(Abdul)

Atlet Panahan Muda MI Al Mu’minin Ciamis Tunjukkan Konsistensi Prestasi

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Borong Gelar Juara, Atlet Muda MI Al Mu’minin Ciamis Tunjukkan Konsistensi Prestasi

CIAMIS,FOKUSJAbar.id: Keberhasilan Azkiya Namira di dunia panahan terus berlanjut. Terbaru, atlet muda berbakat ini berhasil menorehkan prestasi tertinggi dengan meraih Juara 1 pada ajang Setaciban Pangandaran Cilacap (MABAR 2).

Capaian tersebut semakin mengukuhkan konsistensi serta perkembangan performa Azkiya di cabang olahraga panahan.

Deretan prestasi yang di raih dalam berbagai kejuaraan menjadi bukti bahwa proses latihan yang di jalani Azkiya selama ini membuahkan hasil membanggakan. Ia pun mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.

Baca Juga: Pergerakan Tanah Ancam Akses Tambaksari–Bangunharja di Ciamis

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bahagia. Ini menjadi bukti kepada orang tua bahwa latihan yang saya jalani selama ini tidak sia-sia,” ujar Azkiya, Rabu (21/1/2026).


Ia menegaskan akan terus meningkatkan intensitas latihan, menjaga fokus, serta membangun rasa percaya diri saat bertanding.


“Ke depan saya harus lebih giat berlatih dan terus berproses, karena insyaallah proses tidak akan mengkhianati hasil,” tambahnya.

Prestasi Azkiya juga mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala MI Al Mu’minin Ciamis, Lisnawati, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswinya yang mampu bersaing di tingkat provinsi.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Azkiya atas prestasi gemilang yang di raih dalam ajang JABAR SERIES Panah Indonesia,” ungkap Lisnawati.

Kerja Keras dan Doa dari Orangtua

Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras, kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta doa dan dukungan penuh dari orang tua dan pelatih.

“Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga di harapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk berprestasi di berbagai bidang,” tambahnya.

Sementara itu, orang tua Azkiya, Dita, menuturkan bahwa keluarga tidak pernah membebani sang anak dengan target berlebihan dalam setiap kejuaraan yang diikuti.

“Kami tidak pernah menuntut harus juara. Kami hanya mengikuti alurnya saja. Alhamdulillah, Azkiya bisa sampai mengikuti event nasional bahkan internasional,” tuturnya.

Ia menegaskan, keluarga lebih menekankan proses latihan yang maksimal dibandingkan hasil akhir.

“Hasilnya kami serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Mudah-mudahan selalu diberikan yang terbaik,” katanya.

Dita juga menambahkan bahwa motivasi terbesar justru datang dari semangat latihan Azkiya yang konsisten dan penuh komitmen.

“Selama Azkiya masih semangat dan mencintai olahraga panahan, kami sebagai orang tua akan terus memberikan dukungan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

(Adhmia Raudhia)

Greenland Rebutan Negara Besar, Kenapa?

0
Greenland fokusjabar.id
Greenland (foto: web)

DENMARK, FOKUSJabar.id: Pulau terbesar di dunia, Greenland belakangan ini kerap muncul dalam pembahasan geopolitik global.

Saat ini bukan lagi di pandang sekadar wilayah es di Kutub Utara. Namun sudah menjadi titik penting dalam persaingan kekuatan besar.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto: Inggris Siap Berinvestasi di Indonesia

Mengutip IDN Times, sejumlah media internasional menyoroti bagaimana posisi strategis, kekayaan alam dan dinamika politik membuat Greenland semakin di lirik banyak negara.

Greenland berada di jalur krusial antara Amerika Utara dan Eropa. Sekaligus dekat dengan wilayah Arktik yang makin terbuka akibat perubahan iklim.

The Guardian melansir, mencairnya es membuka jalur pelayaran baru dan menjadikan kawasan sekitar Greenland sebagai garis depan baru dalam persaingan Amerika Serikat dan Rusia.

Analisis dari Belfer Center Harvard juga menyebut, Greenland penting bagi sistem pertahanan dan peringatan dini AS. Terutama karena keberadaan pangkalan militer di wilayah tersebut.

Situasi itu di perkuat laporan Business Standard yang menilai Greenland sebagai aset strategis di tengah meningkatnya ketegangan global.

Selain faktor militer, juga menyimpan cadangan mineral penting dalam jumlah besar.

Menurut Anadolu Agency (AA), wilayah ini kaya akan mineral kritis seperti rare earth elements yang dibutuhkan untuk teknologi modern. Mulai dari energi terbarukan hingga industri pertahanan.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto Pimpin Rapat Terbatas dari London

Media Mining.com.au menyoroti, kekayaan ini membuat Greenland relevan dalam strategi NATO dan negara Barat untuk mengamankan pasokan bahan baku di luar Cina.

Isu mineral ini juga dibahas The Guardian sebagai salah satu alasan utama masuk dalam peta kepentingan global.

Minat negara besar terhadap Greenland memicu respons dari pemimpin lokal dan sekutu Eropa.

India News Network menyebut, pemimpin Greenland secara terbuka mengkritik ketertarikan Amerika Serikat yang dinilai mengabaikan aspirasi rakyat setempat.

Sementara The Guardian edisi lain menyoroti pernyataan pejabat Uni Eropa yang menilai tekanan politik terkait Greenland sebagai langkah keliru dan berpotensi memicu ketegangan baru.

Kondisi tersebut menunjukkan, wilayah itu bukan hanya objek perebutan. Namun juga aktor yang berusaha menentukan masa depannya sendiri.

Greenland kini berada di persimpangan antara geopolitik, ekonomi dan perubahan iklim.

Posisi strategis di Arktik, kekayaan mineral bernilai tinggi serta meningkatnya persaingan global membuat pulau ini semakin sering menjadi sorotan dunia.

Perebutan pengaruh di pulau itu bukan isu sementara. Melainkan bagian dari dinamika jangka panjang yang akan terus berkembang.

(Bambang Fouristian)

Kader Senior NasDem Rusdi Masse Pindah Perahu? Saan Mustopa Bilang Begini

0
Saan Mustopa partai NasDem fokusjabar.id
(foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Saan Mustopa angkat bicara soal kabar pengunduran diri kader senior, Rusdi Masse .

Menurut Saan Mustopa, Dia belum menerima surat pengunduran diri dari Rusdi Masse.

BACA JUGA:

HUT ke-14, NasDem Jabar: Politik Tanpa Korupsi

“Belum menerima surat pengunduran diri. Nanti saya cek dulu,” kata Saan di kutip tempo.co. Rabu (21/1/2026).

Tak hanya itu, Saan juga belum mengetahui ihwal kabar bergabungnya Rusdi Masse ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Rusdi Masse hingga saat ini masih tercatat sebagai Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan dan masih bertugas sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR menggantikan posisi Ahmad Sahroni yang di nonaktifkan.

Informasi bergabungnya Rusdi Masse ke PSI sempat mencuat kala partai pimpinan Kaesang Pangarep itu bersiap mengumumkan pelantikan pengurus DPP periode 2025-2030 pada 26 September 2025 lalu.

Saat itu, dua nama politikus NasDem yang diisukan berpindah haluan ke PSI ialah Rusdi Masse dan mantan Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali.

Ahmad Ali secara resmi bergabung dan menjadi pengurus DPP PSI.

BACA JUGA:

NasDem Jabar Tebar Semangat Sumpah Pemuda Lewat Bakti Sosial di Panti Lansia

Ahmad Ali mengatakan, Rusdi Masse sebetulnya turut diundang PSI dalam acara pelantikan yang digelar di Djakarta Theater tersebut. Namun dalam pelantikan tersebut, Rusdi Masse tak hadir.

(Bambang Fouristian)

Soal Isu Satwa Stres, Wali Kota Bandung: Tunggu Hasil Kajian Ahli

0
Wali Kota Bandung fokusjabar.id
Salah satu Satwa di bandung Zoo

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Jawa Bart (Jabar), Muhammad Farhan menyampaikan, penentuan kondisi kesejahteraan satwa di Bandung Zoo tidak bisa di lakukan sembarangan. Namun harus melalui kajian ahli dan keputusan Kementerian Kehutanan.

Hal itu sebagai tanggapan pernyataan yang menyebut sejumlah satwa di Bandung Zoo mengalami stres.

BACA JUGA:

Wali Kota Bandung Minta Kejari Awasi 4 Dinas, Kenapa?

“Yang berhak menentukan satwa itu stres adalah para ahli dan Kementerian Kehutanan. Kami sedang menunggu hasil penelitian para ahli yang di tunjuk oleh Kementerian Kehutanan,” kata Farhan di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Rabu (21/1/2026).

Farhan menyebut, hingga saat ini belum dapat di pastikan apakah pembukaan kembali Bandung Zoo berdampak terhadap kondisi satwa. Menurutnya, proses penelitian masih berjalan.

“Saya belum tahu apakah pembukaan kemarin berpengaruh atau tidak. Karena masih dalam tahap penelitian,” katanya.

Farhan menjelaskan, berbagai pernyataan yang di sampaikan para ahli melalui media masih sebatas pengamatan dari luar. Meski demikian, kritik dan masukan tersebut tetap menjadi perhatian serius Pemkot Bandung.

“Kami sangat memperhatikan kritik dan masukan dari para ahli. Hal itu justru menjadi laporan awal kami kepada Kementerian Kehutanan,” kata Wali Kota Bandung.

Farhan menambahkan, saat ini Kementerian Kehutanan tengah menyiapkan penelitian yang lebih mendalam untuk memastikan kondisi kesejahteraan satwa di Bandung Zoo.

“Kementerian Kehutanan sedang menyiapkan penelitian lebih dalam terhadap hewan-hewan tersebut,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Bandung Zoo Jadi Sorotan, Orangutan dan Gajah Diduga Stres

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Lembaga Pemerhati Satwa Geopix menemukan dugaan indikasi stres pada sejumlah satwa usai melakukan kunjungan ke Bandung Zoo pada 14 Januari 2026 lalu.

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati menyampaikan, kondisi beberapa satwa sangat memprihatinkan dan tidak boleh di abaikan.

Satwa yang disoroti antara lain, orangutan, gajah dan monyet hitam yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kesejahteraan.

“Temuan di lapangan menunjukkan dugaan stres pada beberapa satwa kunci. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan tidak boleh diabaikan,” kata Annisa.

(Yusuf Mugni)