spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7880

Mang Oded: Tak Ada Pertandingan Sepakbola Seharga Nyawa

0
Wali-Kota-Bandung-Oded-M-Danial-dan-Wakil-Wali-Kota-Bandung-Yana-Mulyana-saat-menonton-laga-Persib-vesus-Persija-di-stadion-GBLA-foto-Humas-Kota-Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan belasungkawa atas kejadian meninggalnya salah satu pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirila, sebelum laga lanjutan Liga Indonesia pekan ke-23 antara Persib kontra Persija di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).

Pemkot Bandung pun mengecam segala tindakan kekerasan yang mengatasnamakan olahraga. Khususnya Sepakbola.

” Atas nama pemerintah dan pribadi, saya mengutuk dan berduka atas peristiwa yang terjadi pada Minggu (23/9/2018) lalu. Kami mohon maaf kepada kelompok suporter Persija Jakarta atas kejadian tersebut. Semoga ini menjadi kejadian terakhir dan tidak ada lagi Haringga Sirila lain di kemudian hari,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

Wali Kota Bandung yang akrab disapa Mang Oded ini pun menilai, jika peristiwa yang dilakukan sejumlah oknum tersebut telah menodai kemenangan Persib yang didapat susah payah. Dia minta, kejadian tersebut diproses secara hukum.

” Saya minta penegak hukum menangkap dan menghukum seberat-beratnya pelaku yang melakukan dan terlibat. Tidak ada alasan yang dibenarkan atas kejadian pengeroyokan tersebut. Apalagi dilakukan dengan sengaja dihadapan banyak orang dan anak-anak. Even olahraga seharusnya membangkitkan rasa sportif bukan permusuhan,” terangnya.

Mang Oded menuturkan, nyawa jauh lebih penting daripada sekadar pertandingan sepakbola. Dirinya pun menyebut, jika tidak ada pertandingan sepakbola yang seharga dengan nyawa. Untuk itu, kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Khususnya suporter sepakbola untuk tidak melakukan fanatisme berlebihan.

” Saya pun minta para pengguna media sosial tidak menyebarkan video atau foto peristiwa yang mengakibatkan Haringga Sirila meninggal dunia. Karena itu mengandung unsur kekekerasan dan kebiadaban,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

HJKB Harus Bangkitkan Spirit Ciptakan Kota Bandung Lebih Baik

0
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menjadi Komandan Upacara pada Peringatan HJKB 208 (foto Humas Kota Bandung)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-208 diharapokan tidak hanya menjadi upacara seremoni semata. Namun harus ada sesuatu yang dipandang lebih penting. Dengan begitu, mampu menumbuhkan semangat menjadikan Kota Bandung lebih baik ke depannya.

“Momen ulang tahun Kota Bandung ini diharapkan bisa membangkitkan spirit kita. Semisal, semangat menciptakan Bandung lebih baik,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial usai menjadi Inspektur Upacara pada peringatan HJKB ke-208 di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (25/9/2018)

Wali Kota Bandung yang akrab disapa Mang Oded ini menuturkan, spirit tersebut bisa diperoleh dari keluarga besar R.A Wiranatakusumah II yang merupakan pemimpin dan perintis cikal bakal Kota Bandung. Dahulu, para leluhur merintis kota berjuluk Parijs Van Java ini dari yang asalnya hutan belantara.

“Dulu Kota Bandung ini tina leuweung geledegan (hutan belantara) dan menjadi sebuah kota. Leluhur kita menata dengan luar biasa hingga sekarang menjadi sebuah kota seperti ini. Itu spirit yang harus kita ambil,” tambahnya.

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung, Yayan A. Brillyana menuturkan, pada HJKB tahun ini tema yang diangkat adalah Bandung Semakin Unggul, Semakin Juara. Dengan tema tersebut, diharapkan dapat menggugah semangat Kota Bandung untuk terus meningkatkan keunggulan di berbagai bidang maupun SDM.

Tema tersebut pun diharapkan menjadi motivasi untuk semakin juara sebagaimana Visi Kepala Daerah Baru yakni Melanjutkan Bandung Juara yang Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis.

“Tagline yang diusung adalah Bandung Sauyunan karena kami ingin membangun Kota Bandung ini bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali,” ujar Yayan.

Sejalan dengan tema, logo yang dipilih pada peringatan HJKB 2018 sendiri yakni menggambarkan jembatan Pasupati. Jembatan merupakan pemersatu warga Kota Bandung untuk selalu mengedepankan keunggulan dan membuat Kota Bandung semakin juara. Sedangkan warna oranye pada jembatan merepresentasikan warga kota yang ceria, kreatif, dan inovatif.

Sedangkan maksud dan tujuan penyelenggaraan HJKB yakni untuk mengenang dan melestarikan kebesaran peran sejarah Kota Bandung sebagai kota perjuangan. Selain itu, menumbuhkembangkan kesadaran, semangat dan rasa memiliki serta mencintai Kota Bandung, dan menumbuhkembangkan partisipasi, inovasi dan kreativitas seluruh masyarakat Kota Bandung.

“Rangkaian acaranya telah dimulai dengan pengambilan video ucapan selamat Hari Jadi ke-208 Kota Bandung pada pekan lalu. Lalu ziarah ke makam leluhur pendiri Kota Bandung, Senin (24/9/2018) kemarin, uparaca peringatan pada hari ini (Selasa, 25/9/2018) yang dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda DPRD dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-208 tahun 2018,” tegasnya.

Selain itu, berbagai acara pun disiapkan dalam rangka peringatan HJKB 2018. Diantaranya pelaksanaan Indonesian City Government PR Summit pada 4 Oktober 2018 mendatang, Bandung Light Festival pada 13 Oktober 2018 dengan peserta seluruh OPD dan Swasta di Kota Bandung, Bandung Halal Culinary pada 13 Oktober 2018), dan Bandung Great Sale mulai 14 Oktober 2018 sampai dengan 11 November 2018.

(ageng/bam’s)

Jadi Komandan Upacara Peringatan HJKB 208, Kang Yana: Anak Tentara Tea Atuh

0
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menjadi Komandan Upacara pada Peringatan HJKB 208 (foto Humas Kota Bandung)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Upacara peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-208 pada tahun 2018 di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (25/9/2018), terasa lebih istimewa. Pasalnya, orang nomor dua di Kota Bandung yakni Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tampil sebagai komandan upacara.

Wakil wali kota Bandung yang akrab disapa Kang Yana ini bertindak sebagai pemimpin jalannya upacara dengan balutan pakaian adat Sunda. Kang Yana pun cukup sukses menjalankan tugasnya sebagai komandan upacara dengan baik dari awal hingga akhir.

Dengan langkah tegap, Kang Yana mengawali tugasnya dengan memasuki lapangan upacara, mengambil alih pasukan, dan mengistirahatkan pasukan hingga memimpin penghormatan pasukan. Wakil wali kota Bandung yang memiliki latar belakang pengusaha ini pun tampak tidak kaku saat harus melapor kepada Inspektur Upacara yakni Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.

Teriknya matahari pagi, tidak lantas membuat semangat Kang Yana luntur menyelesaikan tugasnya sebagai komandan upacara peringatan HJKB ke-208. Kang Yana tetap berdiri tegap hingga pembawa acara menutup upacara.

Usai pelaksanaan upacara, orang nomor dua di Kota Bandung itu pun kebanjiran ucapan selamat dan apresiasi dari berbagai pihak. Kemauannya untuk tidak segan-segan menjadi Komandan Upacara disebut-sebut sebagai langkah luar biasa di hari yang istimewa.

“Saya ingin mempersembahkan yang terbaik dimulai dengan menjadi Komandan Upacara karena hari ini adalah hari istimewa, hari ulang tahun Bandung. Mudah-mudahan saya bisa mempersembahkan yang terbaik bagi Kota Bandung. Minimal saya bersama pak wali tadi berbagi peran dengan memimpin Upacara HJKB ke-208,” ujar Kang Yana saat ditemui usai pelaksanaan upacara peringatan HJKB ke-208 di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

Terkait lancarnya dalam menjalankan tugas memimpin upacara, Kang Yana mengaku belajar banyak dari orangtuanya yang berlatar belakang militer. “Anak tentara tea atuh, ges biasa. Sering lihat bapak, akhirnya jadi terbiasa,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Emil Akan Kirim Ulama/Ustadz ke Luar Negeri untuk Berdakwah

0
(Humas Jabar)

BOGOR, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) dalam waktu dekat akan meluncurkan program pelatihan bahasa Inggris bagi ulama dan ustadz. Setelah menguasai bahasa Inggris, mereka akan dikirim ke beberapa negara di Eropa dan Amerika untuk berdakwah.

” Rencananya awal bulan depan akan kita mulai program pelatihan bahasa Inggris untuk para ulama dan ustadz. Kalau lulus dengan baik, saya akan kirim mereka keluar negeri untuk berdakwah,” ujar Emil seusai shalat Shubuh berjamaah di Masjid Abdurrahman Bin Auf Cibinong Kabupaten Bogor, Selasa (25/9/2018).

Untuk itu, Emil meminta daftar kepada MUI Kabupaten/Kota se-Jabar terkait nama-nama ulama dan ustadz yang ingin dilatih bahasa Inggris. Pihak Pemprov Jabar pun sudah menyiapkan sarana beserta pelatihnya.

“Mudah-mudahan saya bisa segera mendapatkan nama-nama dari ketua MUI terkait ustadz ulama yang mau dilatih bahasa inggris,” harapnya.

Untuk saat ini Emil memprioritaskan pengiriman ulama, ustadz ke negara-negara yang sering berburuk sangka terhadap islam. Khusus untuk negara di Eropa, Emil mengutamakan negara Spanyol. Ia beralasan di negara tersebut kini sedang ada gelombang warganya jadi mualaf.

“Kenapa akan saya kirim ke Spanyol karena disitu sekarang ada gelombang orang jadi mualaf. Jadi di sana mereka tidak mempraktekan ibadah agamanya, rata-rata sekarang banyaknya atheis tapi kelompok atheis ini banyak yang mentok terhadap pertanyaan-pertanyaan hidupnya,” jelas Emil.

Emil menceritakan, kini di Spanyol banyak dibangun mushala-mushala kecil. Ia pun bahkan telah diminta warga muslim disana untuk mendesain sebuah masjid besar sejak 2 bulan lalu.

“Kemudian saya tanya kenapa ingin bangun masjid, mereka menjawab karena orang-orang spanyol yang masuk islam semakin banyak, rata-rata kami hanya punya mushala kecil,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Emil sangat mengharapkan, para ulama dan ustad asal Jabar lah yang akan mengisi dakwah di negara tersebut.

“Syaratnya hanya satu, tentu harus bisa bahasa Inggris,” pungkasnya.

(Bam’s)

Hilang Saat Menjaring Ikan, Kholiludin Ditemukan Tewas di Sungai Cimuntur .

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Kholiludin (55) warga Dusun Cimuntur, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis ditemukan tewas di Sungai Cimuntur yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.

Menurut Kabid Darlog BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, korban ditemukan Tim SAR gabungan setelah sehari sebelumnya dinyatakan hilang saat sedang menjaring ikan di Sungai Cimuntur.

Kemarin korban dilaporkan keluarganya hilang saat sedang menjaring ikan,” katanya, Selasa (25/9/2018).

Ani mengatakan, mendapat laporan ada orang hilang diduga tenggelam pihaknya langsung menerjunkan tim SAR untuk bergabung dengan TNI-Polri dan warga untuk melakukan pencarian.

“Setelah satu malam dinyatakan hilang, akhirnya tadi pagi korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Rencananya, korban akan di kebumikan di pemakaman keluarga di lingkungan tempat tinggalnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Uninus Juara Grand Final MUFT 2018

0
(FOKUSJabar/Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, berhasil menjadi juara seri terakhir turnamen Futsal antar perguruan tinggi tingkat nasional bertajuk ” Mizuno University Futsal Tournament (MUFT) 2018.”

Uninus keluar sebagai juara MUFT 2018 seri Bandung ini setelah pada partai final mengalahkan Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung dengan skor 4-1 di lapangan futsal Progresif, Kota Bandung, Minggu (23/9/2018) kemarin.

Uninus dan UIN berbagi gelar individu pada event yang diikuti 16 perguruan tinggi dari Bandung dan Jakarta ini.

Pemain andalan Uninus, Diego ZA dinobatkan sebagai pemain terbaik. Sementara pemain UIN, Asep Dani meraih gelar top skor dengan koleksi 7 gol.

Keberhasilan tersebut membuat Uninus selain mendapat trofi dan uang pembinaan Rp 5 juta , juga berhak tampil wewakili Bandung pada grand final MUFT 2018.

Pada grand final, Uninus sudah ditunggu juara seri Jakarta (STIE Perbanas), seri Yogyakarta (Universitas Negeri Yogyakarta), dan seri Surabaya (Universitas Yogyakarta).

Rencanannya Grand final turnamen antar perguruan tinggi tingkat nasional “Mizuno University Futsal Tournament (MUFT) akan digelar di Yogyakarta, November 2018 mendatang.

Vennard Hutabarat, Brand Communications Executive Mizuno puas seri terakhir MUFT 2018 yang digelar di kota kembang berjalan lancar. Selain itu, peserta juga bisa bersaing dengan sehat untuk menjadi jawara di seri ketiga ini.

“Seperti yang kami perkirakan persaingan antar peserta di seri Bandung cukup ketat,karena banyak pemain potensial yang ikut berlaga,” jelas Vennard.

(Arif/Bam’s)

Ketua FKBM Garut: Pendidikan Sejak Dini Itu Penting

0
Abdul Basith

GARUT, FOKUSJabar.id : Pendidikan adalah salah satu elemen terpenting dalam kehidupan. Dari pendidikan, kita bisa belajar dalam berbagai hal hingga bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Mengingat pentingnya pendidikan, Ketua Yayasan Al-Falah, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Abdul Basith dengan sejumlah pemerhati pendidikan pada tahun 2000 merumuskan sekaligus melahirkan Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) yang kini berganti nama jadi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

BACA JUGA:

Pinjaman Tanpa Bunga di Tasikmalaya Hajar Bank Emok

Menurut dia, PAUD merupakan salah satu wadah yang telah di sediakan pemerintah bagi balita dan anak kecil untuk menjadi pijakan awal mengenal dalam dunia pendidikan.

“ Pendidikan sejak dini itu sangat penting, karenanya pada tahun 2000 saya ikut merumuskan lahirnya PAUD,” kata Ketua Forum Komunikasi Belajar Masyarakat (FKBM) Kabupaten Garut, Selasa (25/9/2018).

Abdul Basith yang juga Calon Legislatif (Caleg) DPRD Garut Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dari Partai Demokrat menambahkan, ada beberapa poin penting manfaat PAUD. Di antaranya, membantu pembentukan struktur otak anak, memiliki pencapaian akademis lebih baik, tambahan aktivitas harian anak yang terstruktur.

BACA JUGA:

Pinjaman Tanpa Bunga di Tasikmalaya Hajar Bank Emok

Mendorong perkembangan emosi sosial, belajar disiplin dan mengikuti aturan/perintah dengan menyenangkan,  mendorong anak untuk berani belajar menulis, membaca dan berhitung, mendorong rasa percaya diri pada anak, lebih siap untuk masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi serta mendorong anak mendapat nilai lebih baik di sekolah lanjutan.

(Andian/Bam’s)