spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7879

Polres Ciamis Berikan Bantuan Pengeras Suara untuk Mushola Ar- Riadzoh Cileungsir

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Polres Ciamis berikan pengeras suara untuk Mushola Ar-Riadzoh Dusun Sukajadi, Desa Cilengsir, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Selasa (25/9/2018).

Menurut Kasat Binmas Polres Ciamis, AKP. Firman Alamsyah, pemberian seperangkat alat pengeras suara tersebut untuk membantu warga sekitar dalam Syiar Agama Islam .

“Sebelumnya kami mendapat kabar bahwa Mushola ini membutuhkan alat pengeras suara sebagai sarana syiar Agama Islam,” katanya.

Firman mengatakan, setelah mendapat kabar ada Mushola yang membutuhkan pengeras suara, pimpinan langsung meresponya.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa memberikan bantuan dan mudah-mudahan saja apa yang kami berikan bisa bermanfaat untuk umat muslim disini,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa Cilengsir, H Ewo Syahwana mengaku, sangat berterimakasih kepada Polres Ciamis yang telah memperhatikan kebutuhan warganya.

“Memang Mushola ini sebelum mendapat rehab seperti ini kondisinya hampir ambruk,” terangnya.

Ewo melanjutkan, namun berkat adanya kepedulian warganya setelah ada dalam pemberitaan di fokusjabar.id Mushola tersebut langsung mendapat respon dari semua pihak.

“Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak sehingga Mushola ini bisa berdiri seperti ini,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

1.267.695 Bidang Tanah di Jabar Bersertifikat Hak Milik

0
(foto web)

BOGOR, FOKUSJabar.id : Berdasarkan data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil Jabar, dari 1.269.450 bidang tanah sudah diukur oleh BPN hingga saat ini sudah terlegalisasi atau telah bersertifikat hak milik sebanyak 1.267.695.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai mendampingi Presiden RI menyerahkan sertifikat hak atas tanah di area stadion Pakansari Cibinong Bogor, menyambut baik hal tersebut. Menurutnya, capaian tersebut hampir mendekati target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu 1.270.000 sertifikat di Jabar pada akhir 2018.

“Alhamdulillah yang sudah memiliki yuridis legalisasi tanah sebanyak 1.267.695 sertifikat, tinggal sedikit lagi,” kata Gubernur, Selasa (25/9/2018).

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan, sertifikat tanah sangat penting bagi masyarakat, dunia usaha dan negara yang akan berdampak pada kepastian hukum. Sebaliknya, kepemilikan tanah yang belum terlegalisasi akan mengalami kerentanan terhadap sengketa dan konflik.

“Tanah aset yang sudah memiliki sertifikat hak atas tanah Insyaallah harga jualnya pun akan jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Kepemilikan hak atas tanah menurut Emil, sangat mendukung dalam pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah. Beberapa proyek di Jabar yang kini tengah dalam proses diantaranya pengembangan empat jalur kereta api, tol Bandung – Cilacap, Tol Cisumdawu, pembangunan Bandara Cikembar dan sejumlah flyover di kota metropolitan.

“Khusus untuk pembangunan infrastruktur di Jabar kami sedang mengakselerasi melalui program PTSL ini untuk pengembangan 4 jalur kereta api, tol Bandung – Cilacap, tol Cisumdawu dan pembangunan fly over di kota metropolitan,” jelas Emil.

Untuk itu pihaknya berkomitmen untuk terus mengakselerasi pencapaian program PTSL dengan sosialisasi dan menjadi salah satu program unggulan di Jabar.

Dalam acara penyerahan sertifikat hak atas tanah itu diserahkan sebanyak 4000 sertifikat untuk warga Kota Bogor dan 3000 sertifikat bagi warga Kabupaten Bogor.

Pemerintah menargetkan tahun ini 60 ribu sertifikat dapat diterbitkan di Kota Bogor. Dari enam Kecamatan yang ada di Kota hujan tersebut bahkan dua diantaranya sudah selesai 100 persen. Sementara Kabupaten Bogor ditargetkan terbit sebanyak 80.750 sertifikat di penghujung tahun ini. Karena memiliki daerah yang luas, Kabupaten Bogor akan tuntas seluruhnya pada tahun 2025.

“Target pemerintah pusat sebanyak 126 juta sertifikat bidang tanah secara nasional pada tahun 2025. Insyaallah akan disukseskan secara maksimal oleh provinsi Jabar,” kata Emil.

(Bam’s)

Raih Juara Umum Porda XIII Jabar, Bonus Besar Menanti Atlet Kota Bandung

0
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana melepas kontingen Porda XIII Jabar-Kota Bandung (foto Humas Kota Bandung)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan DPRD Kota Bandung akan menyiapkan bonus bagi para atlet peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat di Kabupaten Bogor, 6-15 Oktober 2018 mendatang. Bonus yang diberikan pun akan lebih besar dibanding gelaran Porda Jabar sebelumnya dengan catatan bisa meraih gelar juara umum di Porda XIII Jabar.

“Saya ini insan olahraga dan suka berolahraga, jadi tahu bagaimana sulitnya meraih prestasi. Para atlet harus melewati proses persiapan lama dan tidak mudah dan diharapkan bisa berada pada puncak performa di Porda XIII Jabar nanti sehingga mampu menunjukkan penampilan terbaik dan meraih prestasi sesuai yang diharapkan,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat ditemui di grha DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

Wakil wali kota yang akrab disapa Kang Yana itu pun mengaku jika Pemkot Bandung siap memberikan dukungan hingga mempersiapkan apresiasi bagi setiap prestasi yang diraih atlet. Hal tersebut sudah selayaknya diterima para atlet karena sudah berjuang demi nama baik Kota Bandung.

“Tentu kita harus memberikan apresiasi yang baik terhadap pahlawan olahraga. Bentuknya bisa berupa apapun dan soal besaran bonus, nanti akan diatur oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung. Intinya kita akan berikan apresiasi bagi setiap prestasi yang sudah mengharumkan nama Kota Bandung,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan DPRD Kota Bandung. Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha mengatakan, pihaknya bersama pemerintah Kota Bandung akan mengupayakan bonus yang lebih baik dibanding gelaran Porda Jabar sebelumnya. Bonus atau apresiasi tersebut bisa berupa uang atau hal lain.

“Untuk bonus, kita akan dibicarakan dengan Dispora. Bentuknya bisa uang atau dalam bentuk lain seperti diterima sebagai CPNS. Tapi, Pordanya harus menang dulu. Harus juara umum. Kalau juara umum, pasti kami akan all out (dalam memberikan bonus) bagi atlet. Akan (diupayakan) lebih baik dibanding Porda sebelumnya,” pungkas Achmad.

(ageng/bam’s)

Kota Bandung Siapkan Langkah Antisipasi Kecurangan di Porda XIII Jabar Tahun 2018

0
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana melepas kontingen Porda XIII Jabar-Kota Bandung (foto Humas Kota Bandung)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung, Aan Johana mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah guna mengantisipasi kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi pada pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat di Kabupaten Bogor, 6-15 Oktober 2018 mendatang. Potensi kecurangan di ajang Porda XIII Jabar tahun 2018 pun sudah mulai tercium pada saat ini.

“Dari kesiapan venue cabang olahraga, masih ada kekhawatiran terkait kelayakannya. Termasuk dari sisi keabsahan atlet di beberapa cabang olahraga dimana kontingen tuan rumah Kabupaten Bogor belum memasukan daftar atlet mereka. Kita sendiri sudah memiliki catatan di cabang olahraga mana saja dan sudah siapkan langkah antisipasinya. Semoga saja pada pertemuan Chief de Mission (CDM) yang sedang digelar hari ini, semuanya sudah ada kepastian,” ujar Aan saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

Aan menambahkan, pihaknya tidak menyetujui beberapa komitmen yang sudah dibangun di beberapa cabang olahraga. Salah satunya terkait isu pembagian jatah medali bagi kota/kabupaten tertentu, termasuk kontingen tuan rumah.

“Kita pun sudah memiliki bukti dengan beberapa cabang olahraga dan bidang hukum akan menindaklanjuti hal itu. Kita akan pertanyakan terkait isu pembagian jatah medali tersebut. Kasihan para atlet yang sudah berlatih keras untuk tampil di Porda XIII Jabar jika pemenangnya sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai,” terangnya.

Selain mempersiapkan bidang hukum dengan merekrut Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk melakukan pendampingan jika terjadi permasalahan di Porda XIII Jabar, lanjut Aan, pihaknya pun terus melakukan penguatan-penguatan dari sisi internal. Mulai dari pengurus cabang olahraga, pelatih hingga atlet.

“Penguatan dari sisi internal, dengan memberikan motivasi-motivasi kepada atlet, pelatih dan pengurus. Termasuk dengan peningkatan semangat bertanding dan sportivitas keolahragaan,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya berharap pelaksanaan pertandingan Porda XIII Jabar di setiap cabang olahraga bisa berjalan dengan baik, sportiv dan fair play. Sehingga, tujuan pelaksanaan Porda XIII Jabar yakni untuk persiapan Jabar mempertahankan titel juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua serta mendukung pencapaian Indonesia di ajang internasional pun bisa tercapai.

“Kita berharap tidak ada persoalan non-teknis yang terjadi di Porda XIII Jabar. Tapi, kalaupun ada, kita siap dengan tim pembelaan hukum dan akan mempersoalkan kecurangan-kecurangan tersebut,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Wagub: Pospeda Sangat Hebat dan Bermanfaat sebagai Ajang Silaturahim

0
(Humas Jabar)

KUNINGAN, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga gelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) VIII tahun 2018.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Yudha M Saputra, Bupati Kuningan, Acep Purnama secara resmi membuka gelaran tersebut, di Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan, Selasa (25/9/2018).

” Pospeda menurut kami sangat hebat, bermanfaat dan hikmahnya sebagai arena silaturahim diantara kita, antar santri, Kiyai serta Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes),” ungkap Uu.

Sportivitas kata Uu, menjadi penting. Terlebih, tujuan kegiatan tersebut adalah silaturahim. Dengan silaturahim yang akan mempersatukan hubungan emosianal. Sehingga, olahraga yang menyehatkan dapat pula menjadi ajang pemersatu bangsa.

Selain itu, Pospeda jadi ajang evaluasi, sejauh mana pembinaan kepada para santri sudah diberikan.

” Tahun yang akan datang, ingin lebih hebat dan lebih meriah lagi dari segi sarana dan prasarananya,” kata Uu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jabar, Yudha M Saputra yang juga selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa Pospeda diselenggarakan dalam rangka meningkatkan budaya olahraga dan berkesenian di kalangan para santri.

“Demi mewujudkan insan yang taat kepada Allah SWT, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, dan kompeten,” kata Yudha.

Dengan menjaring santri dari seluruh penjuru Jawa Barat. Maka Pospeda juga menjadi ajang penggalian atlet, dan talenta seni berpotensi.

Sebelumnya, telah terselenggara Pospedawil si empat Wilayah Jawa Barat. Dimana dalam penyelenggaraannya, merupakan ajang seleksi atau pembentukan tim Pospeda Jawa Barat, yang kemudian seterusnya akan berlaga di Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) 2019, yang akan berlangsung di Belitung.

(Bam’s)

Dedi Mulyadi: Rakyat Jawa Barat Tidak Mau Jadi Nomor 2

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa rakyat Jawa Barat tidak mau dinomorduakan.

Apalagi, jika ada pihak-pihak yang ingin menomortigakan rakyat Jabar. Menurut dia, seluruh elemen rakyat pasti menolak.

Demikian ditegaskan Ketua DPD Golkar Jabar di Kantor DPD Golkar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

“Kita ingin memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Barat. Karena itu, kita tidak ingin dinomorduakan. Rakyat Jawa Barat tidak mau jadi nomor 2. Semua ingin dinomorsatukan,” tegas dia.

Menurut dia, berbagai riset telah membuktikan tesisnya itu. Dedi kembali menegaskan bahwa rakyat Jabar ingin menjadi nomor satu dalam hal apapun.

“Emak-emak di Jawa Barat tak ada yang mau jadi nomor dua. Pasti semua ingin menjadi nomor satu,” selorohnya.

Dedi menyebut bahwa nomor satu adalah nomor yang merepresentasikan peringkat paling atas.

Tidak hanya itu, tagline ‘menomorsatukan rakyat’ menurut Dedi, mengilhami seluruh tim dan simpatisan Jokowi-Ma’ruf untuk menyelesaikan masalah sosial. Karena itu, dirinya mengaku tidak akan menggelar acara seremonial di tengah masyarakat.

Insentif elektoral menurut dia akan bisa diraih dengan cara terjun langsung ke tengah masyarakat.

Berbagai jenis pelayanan mulai dari pendidikan, kesehatan dan infrastruktur harus dapat dirasakan masyarakat. Caranya, Dedi sudah berkoordinasi dengan pengarah teritorial kabupaten/kota untuk fokus terhadap hal tersebut.

“Kepala daerah yang berasal dari partai semua fokusnya di sana. Kalau kualitas pelayanan kepada masyarakatnya baik maka kemenangan di Jawa Barat akan semakin nampak,” katanya.

(LIN)

Kejadian di GBLA Bukan Ciri dari Olahraga

0
ilustrasi (foto.web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha mengaku sangat kecewa atas kejadian kekerasan yang dilakukan oknum Bobotoh yang mengakibatkan meninggalnya salah seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, sebelum laga lanjutan Liga Indonesia pekan ke-23 antara Persib kontra Persija di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).

Dirinya pun mengajak bobotoh Persib untuk lebih menjaga rasa persaudaraan dan rasa sportivitas olahraga.

“Saya sangat kecewa atas kejadian kekerasan suporter. Harapan saya kepada seluruh Bobotoh untuk menjaga rasa persaudaraan dan menunjukkan rasa sportivitas,” ujar Achmad saat ditemui di gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

Achmad secara tegas meminta semua pihak untuk menghentikan semua bentuk kekerasan dalam olahraga. Apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.

“Itu bukan ciri dari olahraga. Sebagai suporter, seharusnya memberikan suport atau dukungan kepada timnya dan juga memiliki rasa sportivitas sebagai semangat dalam olahraga yang harus ditularkan. Kebersamaan dan kekeluarga diantara sesama suporter harus terus dijaga dan ditingkatkan,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kelompok suporter Persija Jakarta tidak melakukan pembalasan atas kejadian yang menimpa Haringga Sirila. Dirinya menyebut hal tersebut akan membuat perselisihan dan pertikaian yang terjadi diantara dua kubu suporter terus terjadi.

“Bagi kita ini menjadi kejadian yang sangat memalukan. Sebagai bangsa yang besar dengan budaya tinggi, seharusnya pewristiwa seperti ini tidak perlu terjadi,” tambahnya.

Sebagai bangsa yang besar dengan aneka keberagaman, lanjutnya, semua warga seharusnya bersatu dan saling menjaga kekeluargaan diantaranya. Termasuk diantara suporter sepakbola.

“Kalau untuk proses hukum yang sedang dijalankan, silakan lanjutkan. Lakukan proses hukum yang baik dan seadil-adilnya,” tegasnya.

(ageng/bam’s)