spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hari Santri 2026, Ini Persiapan Pesantren di Majalengka

MAJALENGKA, FOKUSJabar: Jelang Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Majalengka menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi pesantren dan kreativitas santri. 

Kementerian Agama (Kemenag) Majalengka menyiapkan Expo Kemandirian Pesantren dengan 18 stand serta lomba video reel yang mengangkat budaya santri.

Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Majalengka, Ojun Rojun, mengatakan expo tersebut tersebut terbuka bagi pesantren yang memiliki produk barang maupun jasa.

Baca Juga: Pemkab Majalengka Matangkan Skema Bantuan Berobat Tanpa BPJS

Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana promosi agar produk dan potensi pesantren lebih dikenal masyarakat.

“Ini untuk mempromosikan produk pesantren atau mempromosikan lembaganya sendiri,” kata Ojun saat di konfirmasi (19/10/2026).

Selain expo, Kemenag Majalengka menggelar lomba video reel bertema sarung dan peci santri. Setiap pesantren dapat menampilkan kreativitas, keseharian.

Serta budaya di lingkungan masing-masing melalui video berdurasi maksimal dua menit yang diunggah ke media sosial.

Pendaftaran lomba ditutup pada 20 Oktober 2026, sedangkan penilaian dijadwalkan berlangsung pada 21-22 Oktober. Panitia menyiapkan hadiah Rp1 juta untuk juara pertama, Rp750 ribu untuk juara kedua, dan Rp500 ribu untuk juara ketiga.

Hingga wawancara berlangsung, lima pesantren tercatat telah mengisi formulir pendaftaran. Sejumlah pesantren lainnya sudah mengunggah video dan menandai akun Kemenag, tetapi belum melengkapi formulir pendaftaran.

2.600 Peserta Disiapkan Ikuti Upacara

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Di Majalengka, upacara peringatan HSN 2026 direncanakan berlangsung di Lapangan Karya Mukti kecamatan panyingkiran dengan melibatkan peserta dari 26 kecamatan.

Setiap kecamatan mendapat kuota 100 peserta sehingga total peserta yang direncanakan mencapai 2.600 orang. Koordinasi dilakukan oleh camat dengan melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA), majelis taklim, dan pondok pesantren.

“Fokusnya yang diutamakan adalah para santri. Bagaimana para santri itu ikut memeriahkan Hari Santri,” ujar Ojun kepada FOKUSJabar.id.

Baca Juga: Rektor UNMA Ingatkan Wisudawan Jaga Kompas Moral di Era AI

Selain kegiatan tingkat kabupaten, Kemenag Majalengka juga mendorong pesantren mengikuti rangkaian kegiatan tingkat provinsi dan nasional. Sejumlah agenda yang diinformasikan antara lain lomba menulis surat untuk Presiden, Santri Vision, Musabaqah Qira’atil Kutub atau lomba membaca kitab, debat Islami, dan dai cilik.

Untuk Expo Kemandirian Pesantren tingkat provinsi, Pesantren Nurul Barokah dari Kecamatan Cikijing telah didaftarkan sebagai peserta.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HSN 2026 yang, menurut Ojun, mengacu pada tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru