spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7881

Dinilai Langgar Aturan Organisasi, Ketua DPP Fagar Kabupaten Garut Dituntut Mundur

0

GARUT, FOKUSJabar.id : Aksi “Jihad Guru” yang di gelar Selasa (18/9/2018) lalu, sukses dan menjadi buah bibir masyarakat. Bahkan, jadi headline sejumlah media, baik cetak, elektronik maupun online.

Menurut Wakil Ketua DPC Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Kecamatan Cibatu, Aep Saepudin, di balik keberhasilan aksi tersebut tak terlepas dari sosok Ketua DPP Fagar Kabupaten Garut, Cecep Kurniadi.

BACA JUGA:

CV Graha Kiara Sari Bantah Wanprestasi Investasi MBG di Sukarame Garut

Namun sayangnya muncul sebuah imbauan agar para Ketua DPC Fagar se-Kabupaten Garut  memberikan iuran sekaligus membuat ucapan dukungan terhadap Ketua DPP Fagar sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Garut Daerah Pemilihan (Dapil) 1.

Hal itu sambug Aep terungkap setelah Sekretaris PDM Garut, Irwandani mempostingnya di WhatsApp Grup (WAG) DIKDASMEN PDM GARUT.

” Ini maksudnya apa, kok bisa  sebuah organisasi di politisir seperti ini? Seorang Ketua tentunya harus netral. Saya minta sodara Cecep mundur dari jabatan Ketua DPP Fagar karena ada imbauan untuk membuat ucapan dukungan,” kata Aep, Senin (24/9/2018) malam.

Aep menuding, Ketua DPP Fagar telah melanggar aturan organisasi. Di mana, Fagar merupakan sebuah organisasi profesi guru honorer yang bersifat netral dan tidak berafiliasi kepada salah satu Partai Politik (Parpol).

“ Pantesan waktu unjuk rasa di dalam Gedung DPRD Garut yang boleh orasi hanya Ketua PGRI Jabar, PGRI Garut dan Ketua Fagar,” beber Aep Saepudin.

Hingga berita ini di tayangkan, FOKUSJabar belum berhasil memintai keterangan Ketua DPP Fagar Kabupaten Garut.

(Andian/Bam’s)

Jabar Miliki Sekolah Kopi Pertama di Indonesia

0
(Humas Jabar)

SUMEDANG, FOKUSjabar.co.id :   SMK PPN (Pertanian, Pembangunan Negeri) Tanjung Sari Sumedang dipercaya oleh pemerintah pusat menjadi pilot project atau percontohan sekolah yang memiliki jurusan kopi. Ini merupakan satu-satunya sekolah di Jabar bahkan di Indonesia yang pertama kali menerapkan jurusan kopi.

Peresmian jurusan kopi di SMK PPN Tanjung Sari dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Dirman Nasution didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, Senin (24/9/18).

Menko Perekonomian Dirman Nasution mengungkapkan, pilot project ini merupakan implementasi dari roadmap kebijakan pengembangan vokasi di Indonesia tahun 2017-2025. Juga sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas SDM melalui vokasi. Dirman melihat, SMK PPN Tanjung Sari memiliki dasar dan kualitas dalam pengelolaan kopi sejak zaman Belanda. Sekolah tersebut telah berdiri dari tahun 1914.

“Ironis kalau Indoensia tidak punya sekolah kopi yang komprehensif dari hulu sampai hilir. Oleh sebab itu kami memberanikan diri dan atas izin Mendikbud untuk melakukan pilot project sekolah kopi di SMK PPN ini,” ujar Dirman.

Menko mengatakan, industri kopi terbesar di dunia lahir di Indonesia tepatnya di Jawa Barat yaitu kopi Gunung Malabar. Saat itu bibit kopi Malabar dibawa ke Belanda kemudian disebar di daratan Amerika Latin.

“Seharusnya industri kopi kita lebih berkembang dan maju dari mereka,” ujarnya.

Melalui pilot project sekolah kopi ini, Darmin menargetkan, mulai awal tahun 2019 akan memperbanyak SMK yang memiliki jurusan kopi, minimal ada satu sekolah di tiap Kota.

“Jadi ini adalah upaya kita mempersiapkan percontohan untuk diperbanyak di tahun depan. Anggaran sudah disiapkan di APBN untuk diterapkan di seluruh indonesia,” kata Dirman.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun sepakat bahwa program keahlian di SMK harus relevan dengan perkembangan saat ini.

“Saya setuju SMK harus relevan dengan ekonomi baru, sekarang lagi tren di seluruh dunia adalah ekonomi kopi,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil.

Menurutnya, Jabar sebagai daerah penghasil kopi terbaik di dunia harus juga memiliki SDM handal bidang industri kopi. Pihaknya pun menargetkan akan akan menerapkan SMK jurusan kopi ini di seluruh Jabar.

“Masa Jabar tidak melahirkan lulusan-lulusan yang ahli tentang industri kopi. Jadi saya dukung dan akan masif kan di seluruh Jabar program ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, berbagai upaya dalam mempersiapkan Jabar menjadi produsen kopi terbesar di dunia sudah dilakukan sejak tahun 2014. Diantaranya membagikan 10 juta benih kopi unggulan bersertifikat kepada petani. Mendistribusikan satu juta pohon kopi kepada 61 kelompok tani di enam Kabupaten. Di tahun 2015 dan 2016 telah disalurkan pula 4 juta benih kopi serta 5 juta benih di tahun 2017.

“Lima tahun kedepan yaitu 2018-2023 direncanakan akan kembali mendistribusikan 23,5 juta kopi disebar ke seluruh Jabar,” pungkas Emil.

(DAR)

Taklukkan Persija, ‎Umuh: Kemenangan Persib Hambar

0
(foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung berhasil mengamanakan poin penuh pada pertandingan pekan ke-23, seusai menaklukkan Persija Jakarta dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).

Namun, kemenangan Maung Bandung dirasa hambar bagi manajer Persib, Umuh Muchtar. Pasalnya, sebelum laga terjadi pengeroyokan di luar stadion yang membuat supporter Persija, Haringga Sirila meninggal dunia.

“Saya dengan kejadian kemarin mewakili pemain, prihatin. Besok kita akan berdoa bersama untuk almarhum,” kata Umuh di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (24/9/2018).

“Betul-betul merasa ternodai. Kemenangan Persib yang tadinya gembira akhirnya hambar. Kenapa hambar, kan dari awal jangan sampai ada kejadian,” tambahnya.

Umuh mengaku tidak menyangka pertandingan di kandang Persib menelan korban jiwa, pasalnya sebelumnya semua pihak sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

“Di dalam tidak ada masalah sedikitpun, sangat rapih dan sangat bagus. Kejadian kemarin di luar dugaan, di luar stadion kejadian jam 1, dan sangat kaget juga,” ungkapnya.

(Arif/Vetra)

BKKBN Gelar Sosialisasi KB dan KR di  Kelurahan Warung Muncang Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung

0
BANDUNG,FOKUSJabar.id: BKKBN hadir kembali di tengah-tengah masyarkat Kota Bandung dengan program sosialisasi tentang promosi pelayanan KB dan KR berkualitas bersama mitra yang dilaksanakan pada hari Senin (24 /09/2018).
Kegiatan BKKBN ini adalah tentang promosi pelayanan KB dan KR berkualitas bersama mitra. Kegiatan sosialisasi tentang promosi pelayanan Keluarga berencana dan kesehatan reproduksi dilaksanakan di Kelurahan Warung Muncang Kecamatan Bandung Kulon.
Kegiatan promosi pelayanan KB dan KR berkualitas di era JKN ini memiliki tujuan untuk dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bercana dan kesehatan reproduksi yang berkualitas agar kehidupan warga lebih baik.
Elma Triyulianti Kabid Adpin BKKBN Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa program keluarga berencana selain berhubungan dengan kependudukan juga berkaitan dengan kesehatan terutama berkaitan dengan kesehatan ibu dan bayi. Pelayanan keluarga berencana harus berkualitas.
Menurutnya,  masih tingginya kematian ibu dan anak di Jawa Barat. Selain itu program KB berhubungan dengan pendidikan oleh karena itu program KB harus diwujudkan dengan baik dengan kualitas yang semakin lebih baik dari yang ada.
Sementara Kepala Dinas DPPKB Kota Bandung Eddy marwoto menyampaikan tentang pentingnya pengendalian penduduk dan memaksimalkan program keluarga berencana.
Selain itu, nata sumber I Ketut Sustiawan memberikan materi tentang pendidikan keluarga berencana agar keluarga Indonesia sehat, sejahtera dan keadilan sosial bagi warga dapat terwujud.
“Program keluarga KB ini sesuai dan sejalan dengan tujuan kita dalam berbangsa dan bernegara. Program KB ini diharapkan dapat menjadikan warga memiliki hidup yang sehat, cerdas dan kuat,” katanya.
Dalam acara promosi pelayanan KB dan KR berkualitas tersebut, diberikan juga  bantuan kepada puskesmas dan ada pembagian doorprize kepada peserta. Kegiatan ini semakin meriah dan menarik dengan suguhan hiburan dan  pertunjukan tarian tradisional.
(Budi)

Bobotoh Asal Ciamis Tewas Usai Nonton Laga Persib vs Persija

0

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Fahmi Alawi bin Abdul Jalil warga Dusun Cipeundeuy Desa Selasari Kemacatan Kawali Kabupaten Ciamis tewas usai menonton laga Persib vs Persija di  Stadion GBLA Bandung (Minggu/23/9) malam.  siswa Madrasah Aliyah Nurul Huda tersebut dibonceng bersama  rekannya Bubun bin Ewong. Kondisi Bubun  kritis dan dirawat di RSU Purwokerto Jateng.

Keterangan yang dihimpun dari keluarga korban menyebutkan peristiwa itu terjadi saat, Fahmi memang baru pulang nonton laga Persib di Bandung bersama rekannya. Dari Kawali Fahmi dijemput rekannya untuk gabung dengan bobotoh Lewo Garut. Dari Lewo Limbangan Garut gabung dengan Bobotoh Limbangan menuju Bandung dengan menggunakan mobil secara rombongan. Sementara sepeda motornya disimpan di Limbangan.

Perjalanan menuju Bandung dari Limbangan berlangsung lancar. Namun sepulangnya dari Bandung, Fahmi dan rekannya singgah dulu di Lewo lalu memakai sepeda motor ke Kawali.

Sesampainya di Kawali, rupanya mereka tak langsung pulang ke rumah masing-masing, tapi berniat cari makan di Alun-alun Kawali. Mereka berboncengan, belum diketahui siapa yang dibonceng dan nyetir. Saat memasuki kawasan Winduraja yang ketika itu suasana sepi tiba tiba dari arah berlawanan melaju sepeda motor yang dikemudikan Ndonz Abdul Karim dengan kecepatan tinggi. Dan tabrakan pun tak terelakan.

Diduga tabrakan sangat keras sekali. Ini terlihat dari kondisi sepeda motor ringsek. Ketiga korban terlempar di jalan raya dengan kondisi mengenaskan. Korban ditemukan warga setempat dan kemudian dilarikan ke Puskesmas Kawali.

Korban Ndonz tampaknya menghembuskan nafas saat perjalanan menuju Kawali, sedangkan Fahmi meninggal di Puskesmas Kawali. Korban banyak mengeluarkan darah dari hidung dan mulut serta kakinya patah. Fahmi dimakamkan pada Senin (24/9/2018) di Pemakaman kampung tersebut.

Kecelakaan lalu-lintas tersebut membuat geger warga Selasari, Kawali. Pasalnya ketiga korban adalah warga desa tersebut. Kepala Desa Selasari Elon mengatakan, segenap warga Selasari berduka.

Sementara itu orangtua korban, Abdul Jalil dan Maemunah mengatakan, anaknya pamit menonton laga Persib vs Persija di Bandung. Fahmi memang bobotoh setia Persib dan selalu memaksa ingin nonton persib secara langsung di Stadion. “Ini mah sudah takdir, kita hanya bisa sabar,” pungkasnya.

(dar)

Supporter Persija Meninggal, Manajemen PBB Sampaikan Duka Cita

0
(foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) melalui Komisarisnya, Kuswara S Taryono menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah satu pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirila.

Haringga Sirila meninggal akibat insiden pengeroyokan di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018), jelang laga kandang Persib Bandung kontra Persija Jakarta.

Berikut pernyataan resmi manajemen Persib yang dibacakan Kuswara di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (24/9/2018).

” Keluarga besar serta pengurus Persib menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah satu pendukung Persija Jakarta akibat insiden di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu tanggal 23 September 2018. Pernyataan duka cita ini secara khusus disampaikan kepada keluarga korban, the Jakmania dan Persija Jakarta,” ucapnya.

” Kami sangat sedih, kecewa sekaligus marah serta mengutuk kejadian tersebut dan menyayangkan adanya fanatisme berlebihan yang melibatkan kekerasan di mana pun. Apalagi dalam suatu pertandingan olahraga yang seharusnya mengutamakan nilai-nilai sportivitas yang tinggi,” tambahnya.

” Kemenangan Persib di detik-detik terakhir hasil perjuangan para pemain yang tak kenal lelah selama 90 menit terasa hambar, karena bagaimana pun tidak sebanding dengan hilangnya nyawa,” jelasnya.

“Kami mendukung sepenuhnya pihak kepolisian dalam mengusut tuntas kasus ini, agar para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.” tegasnya.

“Kejadian seperti ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak terulang di kemudian hari. Ayo kita bersama-sama menjadi bobotoh yang santun dan bageur,” pungkasnya.

(Arif/Bam’s)

75 Ton Tinja di Kota Tasikmalaya Dibuang Sembarangan

0
(FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Dari 800 ribu lebih jumlah penduduk Kota Tasikmalaya, hampir sebagiannya masih berprilaku hidup tidak sehat dengan membuang tinja di sembarang tempat.

Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masyarakat Kota Santri telah berlangsung cukup lama. Mereka BABS di kolam, sungai, selokan dan di sawah. Mereka pun tidak menyadari BABS akan menimbulkan penyakit.

Demikian disampaikan Ratna Ika Praesty, Governance Advisor for Urban SNV Indonesia dalam kegiatan Sanitasi Aman Tanggung Jawab Semua bersama puluhan awak media bertempat di Hotel Horison, Jalan Yudanegara Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (24/9/2018).

” Jumlah penduduk seluruhnya 808.506 orang. Yang baru terakses Sanitasi layak atau Jamban Sehat hanya sekitar 61 persen (660.395 KK),” sebut Ika.

Menurutnya, dari data tersebut ada sekitar 300 ribu atau 39 persennya warga Kota Tasikmalaya secara aktif buang tinja sembarangan dan per harinya setiap orang membuang kotoran seperempat kg.

” Jika dikalkulasikan dengan data tersebut, per harinya ada sekitar 75 ton tinja di Kota Tasikmalaya. Ini berpotensi menimbulkan berbagai penyakit,” tuturnya.

Dia menambahkan, BABS menimbulkan kematian bayi dan penyakit Stunting di Indonesia.

” Kotoran manusia (tinja) akan menyebabkan air tercemar yang menimbulkan diare pada bayi. 40 persen kematian bayi akibat diare. Selain itu, buang tinja sembarangan juga merugikan negara sampai 300 triliun rupiah karena menyebabkan anak-anak Indonesia tumbuh kerdil (Stunting),” ucapnya.

Dia pun menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tentunya harus mulai berprilaku hidup sehat dengan memiliki sanitasi yang layak dan tidak membuang tinja sembarangan.

” Kita semua harus konsen dan terlibat termasuk jurnalis dan media dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dengan menyadarkan masyarakat untuk berprilaku sehat dengan tidak membuang kotoran di sembarangan tempat,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)