spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7882

Herru Djoko : Viking dan Bobotoh Berduka

0
(FOKUSJabar/Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Viking Persib Club (VPC) merasa prihatin dan mengutuk keras insiden pengeroyokan yang membuat salah seorang Jakmania, Haringga Sirila meninggal dunia.

Insiden kekerasan tersebut terjadi menjelang pertandingan kandang Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).

” Ya, pasti kami keluarga besar Viking dan Bobotoh sangat berduka dengan kejadian tersebut,” kata Ketua Umum VPC, Herru Djoko di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (24/9/2018).

Herru menuturkan, pihaknya sudah berusaha agar kekerasan supporter tidak terjadi. Salah satunya dengan memberikan imbauan untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Sehingga, kejadian tersebut tidak diduga olehnya.

“Kami tidak ingin kejadian ini terjadi. Yang pasti kami berduka karena kami ingin berbuat sesuatu untuk bangsa dan sepak bola sebagai sarana persatuan. Tapi kita yakin kita akan menuju ke sana,” ucapnya.

(Arif/Bam’s)

Suarakan Hak, Kaum Feminis Arab Saudi Berjuang Lewat Radio Online

0
ilustrasi (web)

ARAB SAUDI, FOKUSJabar.id: Kaum Feminis Arab Saudi meluncurkan siaran radio online. Radio itu diluncurkan untuk mengampanyekan hak-hak perempuan yang lebih luas lagi di Arab Saudi. Dengan diiringi musik melankolis, penyiar Nsawya FM (Feminisme FM) membahas masalah kekerasan dalam rumah tangga di kerajaan itu.

Suara sang penyiar bergetar ketika dia membahas nasib Sarah, seorang perempuan yang dikatakannya dibunuh oleh seorang kerabat laki-lakinya.

“Impian Sarah kandas setelah ditembak dengan lima peluru oleh saudara laki-lakinya yang berumur 22 tahun, meskipun ia sudah resmi bertunangan dengan persetujuan orang tuanya,” tutur Ashtar, 27 tahun, kepada BBC Arab melalui telepon.

Ia menggunakan nama samaran yang terinspirasi oleh dewi cinta dan perang dari Mesopotamia.

Sang penyiar juga menceritakan kisah Hanan Shahri, yang dilaporkan bunuh diri pada tahun 2013, setelah kakak dan pamannya diduga memukulinya, mereka tak mengizinkan Hanan menikahi tunangannya.

Kasus-kasus seperti itu, ujar Ashtar, “hanyalah puncak gunung es”, seperti dikutip Detik

Ashtar mengatakan, awalnya mereka tidak terlalu membayangkan bisa memperoleh banyak pendengar. Dan tujuan mereka sebenarnya adalah mencapai “pertumbuhan bertahap” karena program mereka adalah menyebarkan kesadaran tentang hak-hak perempuan.

“Kami memulai proyek ini untuk sekadar mengabadikan fase ini sebagai sejarah, sehingga orang-orang akan tahu kami nyata, kami memang ada,” jelas Ashtar, yang tidak ingin mengungkapkan jati dirinya, meskipun tinggal di luar Arab Saudi karena ia takut ada tindakan balas dendam.

“Otoritas Saudi bisa melarang Twitter kapan saja dan gagasan-gagasan kami akan lenyap. Padahal radio memberi kami kesempatan untuk merekam semua program dan menyiarkannya di platform lain,” tambahnya.

Dalam dua minggu terakhir, stasiun radio itu menyiarkan dua program selama satu jam dengan hanya menggunakan mikrofon, laptop dengan perangkat lunak penyuntingan dan siaran langsung audio dari situs web streaming, Mixlr.

 

(Agung)

Ketua Dewan Pembina Viking Terpukul atas Tewasnya Suporter Persija

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Dewan Pembina Viking Iwa Karniwa mengaku terpukul dan sangat berduka cita atas tewasnya anggota The Jak (suporter Persija) Haringga Sirilia atas perbuatan sejumlah oknum supporter Persib di GBLA, Minggu (23/9/2018) kemarin.

Dia pun menyatakan berbelasungkawa terhadap keluarga korban dan The Jak atas insiden tersebut. Meski tindakan penganiayaan dan kekerasan bukan dilakukan oleh anggota Viking, pihaknya memastikan akan mendukung kepolisian menindak tegas.

“Ini sudah menyangkut ranah kriminal, dan di sini negara hukum, maka percayakan pada Kapolrestabes untuk menangani. Ini akan melakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku sehingga diharapkan ada efek jera pada para pelaku,” kata Iwa di Gedung Sate, Bandung, Senin (24/9/2018).

Dirinya pun sudah mengimbau pengurus dan anggota Viking untuk kembali membangun upaya perdamaian dengan menghindari hal-hal yang bersifat anarkis serta memelihara sikap fanatisme berlebihan.

“Kita akan bangga kalau liga berlangsung damai dan menghasilkan juara. Cukup, hentikan korban sampai di sini, jangan terulang lagi,” tegas dia.

Sekda Jabar ini pun menilai perilaku suporter yang menjurus anarkis, bahkan memelihara dendam akan menjauhkan kualitas sepakbola Indonesia. Begipun dengan jerih payah Persib yang tengah diperjuangkan bisa sia-sia karena ternoda ulah oknum suporter biadab.

“Jaga kerukunan dan kedamaian di antara pecinta sepakbola,” kata dia.

Pihaknya pun memastikan akan memberikan bantuan kepada keluarga korban melalui para pengurus Viking. Mekanisme penyerahannya akan diserahkan kepada Viking untuk menemui keluarga korban.

(LIN)

Cina Diduga Tahan 1 Juta Umat Minoritas Muslim

0
ilustrasi (web)

CINA, FOKUSJabar.id: Amnesty Internasional mendesak pemerintah Cina menjelaskan dugaan penahanan satu juta orang minoritas Muslim di wilayah otonomi Xinjiang, Cina.

“Ratusan ribu keluarga hancur akibat tindakan keras ini,” kata Nicholas Beqelin, Direktur Asia Timur Amnesty Internasional, dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Senin (24/9/2019).

“Mereka putus asa untuk mengetahui apa yang terjadi pada orang-orang yang mereka cintai dan sudah saatnya pihak berwenang Cina memberikan mereka jawaban,” tambahnya.

Beijing dilaporkan meningkatkan pembatasan terhadap minoritas Muslim untuk memerangi kelompok ekstremis Islam dan separatis di provinsi tersebut.

Namun, para pengamat mengatakan dorongan itu berisiko menimbulkan kebencian terhadap Beijing dan justru semakin menyulut kelompok separatis.

Melansir CNN, Orang-orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya dihukum karena melanggar peraturan yang melarang memelihara jenggot, mengenakan cadar, dan memiliki Al-Quran yang tidak sah.

Panel Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan lalu melaporkan bahwa sebanyak satu juta orang Muslim Uighur ditahan di kamp-kamp pendidikan.

Kebanyakan dari mereka ditahan karena melakukan pelanggaran seperti melakukan kontak dengan anggota keluarga di luar negeri dan mengucapkan selamat liburan Islam di media sosial.

Beijing membantah berbagai laporan mengenai kamp tersebut, tetapi banyak bukti-bukti dalam bentuk dokumen pemerintah dan berbagai kesaksian orang-orang yang melarikan diri.

(Agung)

Jelang Pemilu 2019, Kasat Bimas Polres Ciamis Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis mengimbau seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Ciamis agar tetap menjaga kondusifitas wilayah.

Demikian disampaikan Kasat Bimas Polres Ciamis AKP Firman Alamsyah, menyusul dalam waktu dekan rakyat Indonesia akan melaksanakan Pileg dan Pilpres 2019.

“Agar pesta demokrasi tersebut berjalan aman dan lancar, peran masyarakat diperlukan dalam menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing,” kata Firman, Senin (24/9/2018).

BACA JUGA:

Pj Gubernur Jabar Keluarkan Surat Edaran Study Tour

Melalui kegiatan diskusi yang dilaksanakan jajaran kepolisian dengan elemen masyarakat, diharapkan peran serta mereka dalam menjaga kondusifitas tetap terjaga.

“Kami harapkan setelah mengikuti diskusi ini, mereka bisa mengaplikasikan pengetahuanya di tengah masyarakat,” ucapnya.

(Husen Maharaja/LIN)

Tak Lolos, Calon Komisioner KPU Layangkan Protes

0
seleksi calon komisioner KPU (foto web)
seleksi calon komisioner KPU (foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat periode 2018-2023 yang dinyatakan tidak lolos Deden Nurul Hidayat melayangkan protes atas keputusan tersebut.

Rencananya, Deden dan sejumlah calon Komisioner KPU Jawa Barat lainnya akan mengajukan gugatan terhadap Tim Seleksi Penjaringan Calon Komisioner KPU Jawa Barat dan KPU RI ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

“Pada tanggal 31 Juli ditetapkan lolos calon anggota KPU Jabar 14 besar. Tapi saat hendak melakukan fit and proper test 14 September lalu di Hotel Papandayan Bandung, saya dinyatakan tidak lolos oleh KPU RI,” kata Deden di Bandung, Senin (24/9/2018).

Deden mengatakan bahwa saat dirinya hendak menjalani fit and proper test, dua komisioner KPU RI membuka agenda dan menyatakan penundaan fit and proper test tersebut.

“Kami tidak tahu alasan penundaan fit and proper test tersebut. Namun pada 20 September 2018, nama saya dan ada enam nama lainnya dinyatakan tidak lolos,” kata dia.

Deden mengaku keberatan dengan keputuaan itu, dirinya menilai itu sebagai sebuah ironi.

“Ini ironi, orang ditetapkan malah jadi tidak ada. Saya pikir ada kedzoliman, maka langkah kami menuntut timsel dan KPU RI ke PTUN dan DKPP,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Penjaringan Calon Komisioner KPU Jawa Barat Muradi mempersilakan Deden Nurul Hidayat mengajukan gugatan hukum ke PTUN dan DKPP karena dinyatakan tidak lolos menjadi calon komisioner KPU Jawa Barat.

“Boleh saja (mengajukan gugatan terhadap timsel dan KPU RI ke PTUN dan DKPP),” kata Muradi.

Namun, lanjut dia, jika Deden menggugat timsel ke PTUN, itu salah alamat karena timsel bukan objek hukum.

“Pertama yang objek hukum itu KPU, timsel bukan objek hukum, jadi kalau menggugat timsel itu salah alamat,” tegas Muradi.

Menurut dia, Deden Nurul Hidayat dan lima orang lainnya dinyatakan tidak lolos menjadi calon komisioner KPU Jawa Barat karena yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

“Saya merasa kita (timsel) sudah maksimal, sudah seobjektif mungkin menjalani tugas kewajiban kita. Jadi ketika bakal ada gugatan, boleh saja,” tegas dia.

(LIN)

Polrestabes Bandung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Penganiayaan The Jakmania

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung menetapkan tujuh tersangka dalam kasus penganiayaan anggota The Jakmania (suporter Persija) Haringga Sirila berusia (23) hingga meninggal dunia di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage saat laga panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada Minggu (24/9/2018).

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris mengungkapkan, insiden penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 13: 00 WIB hingga pukul 14:00 WIB. Dalam kejadian itu, polisi menetapkan delapan tersangka yang diduga menganiaya korban secara berencana.

Awal kejadian bermula saat seorang pengendara sepeda motor melintas di depan GBLA dan ternyata dilakukan sweeping oleh anak-anak dari Bobotoh. Sehingga mereka mendapatkan ada satu orang yang diduga Jakmania yang memiliki KTP Jakarta.

Saat identitas korban diketahui, aksi pemukulan pun tak bisa dihindarkan. Saat itu korban langsung dihantam menggunakan balok kayu hingga berdarah. Bahkan aksi tersebut diabadikan dalam sebuah video singkat. Dalam video itu korban juga dihantam menggunakan sebatan besi.

“Setelah itu, terhadap orang ini dilakukan penganiayaan berkali – kali menggunakan alat, yakni balok ada juga helm kaca, dengan tangan dan kaki juga yang mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP,” kata dia.

Saat penanganan di lokasi, kata Yoris, polisi mengamankan lima orang bobotoh yang diduga terlibat. Namun, dari pemeriksaan 16 saksi lainnya, polisi menambahkan tiga orang jadi tersangka.

Polisi melakukan langkah – langkah pertama melakukan penangkapan, diamankan lima orang di TKP.

“Delapan orang kita sudah tetapkan sebagai tersangka dengan umur yang variasi. Ada yang di bawah umur 17 tahun, ada juga yang sudah 40 tahun. Para pelaku kita jerat dengan pasal 170 atau penganiayaan secara bersama – sama yang memgakibatkan korban meninggal dunia,” jelas dia.

(LIN)