spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7883

Kepala KSP: Jangan Sampai Olahraga Ternodai Perilaku Oknum

0
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Kantos Staf Presiden Moeldoko mengatakan, pemerintah tidak akan mengintervensi liga sepakbola profesional di Tanah Air meski terus bermasalah. Sehingga, dirinya memastikan pemerintah tidak akan menghentikan kompetisi tersebut.

“Kita tidak terlalu intervensi. Jangan pemerintah intervensi ke dalam, program PSSI, nggak boleh.” kata dia di Bandung, Senin (24/9/2018).

Untuk mencegah terulangnya rusuh antar suporter, menurut dia, perlu pendewasaan terhadap seluruh kelompok pendukung sepakbola.

BACA JUGA:

Bojan Hodak Pastikan Persib Bandung Siap Hadapi Bali United

“Jangan sampai pesta olaharaga ini jadi ternodai oleh perilaku oknum,” katanya.

Dia pun menilai pengamanan di sekitar lokasi pertandingan harus ditingkatkan. Dititikberatkan bagaimana menjaga keamanan dan ketertibannya.

(LIN)

Masalah Suporter Tak Bisa Diselesaikan, Anggota DPR RI: Bubarkan Liga Indonesia

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Anggota DPR RI asal Jabar Daniel Mutaqqin Syafiuddin berharap liga Indonesia dibubarkan jika perseteruan antar suporter sepak bola tidak bisa diselesaikan. Demikian diungkapkan Daniel menyusul permasalahan antara suporter, khususnya Viking dan The Jak Mania yang terus berlarut, bahkan terakhir Minggu (23/9/2018) memakan korban.

Daniel berharap semua pihak yang bertanggungjawab atas kejadian pengeroyokan The Jak Mania di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

“Dan semua pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini bisa duduk bersama menyelesaikan permasalahan yang sudah lama ini. Supaya tidak terulang kejadian yang sama. Kalau tidak bubarkan saja liga Indonesia,” tegas dia, Senin (24/9/2018).

Menurut dia, seharusnya olahraga bisa menjadi alat pemersatu bangsa. Menurut dia, terlalu mahal jika dalam olahraga harus mengorbankan nyawa.

“Saya menyesal kejadian ini terjadi kembali, seharusnya olahraga menjadi bahasa universal dan menjadi pemersatu bangsa,” jelas Daniel.

(LIN)

Pemprov Jabar Siap Bantu Optimalisasi Legalisasi Tanah

0
Gubernur Jabar Ridwan Kamil seusai menjadi inspektur upacara di Hari Agraria Nasional di BPN Kanwil Jabar (foto LIN)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil seusai menjadi inspektur upacara di Hari Agraria Nasional di BPN Kanwil Jabar (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu optimalisasi legalisasi tanah terutama yang dimiliki warga. Hal ini dirasa penting untuk meminimalisasi sengketa lahan yang berujung pada terhambatnya pembangunan seperti infrastruktur.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, pihaknya mendorong program pemerintah pusat terkait Percepatan Tanah Sistemasi Lengkap (PTSL). Akselerasi tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang pembangunan khususnya dalam bidang infrastruktur.

Dia menilai bahwa pembangunan infrastruktur di wilayahnya tidak jarang terhambat oleh sengketa lahan. Kecepatan membangun terhambat 50 persen, karena waktu habis untuk memetakan, bukan membangun.

Emil mengakui dari 1,2 juta bidang tanah di wilayahnya, baru 56 persen yang sudah terdaftar.

Kepala Kanwil BPN Jabar Sri Mujitono (Foto LIN)
Kepala Kanwil BPN Jabar Sri Mujitono (Foto LIN)

“Makanya tadi saya menawarkan, dukungan pemprov seperti apa. Apakah ikut mengampanyekan, membuat program-program, atau apa,” kata dia.

Emil berharap upaya PTSL di Jabar semakin optimal agar tidak ada lagi proyek infrastruktur yang terhambat dan sengketa lahan yang menghambat pembangunan, fly over, kantor, dan lainnya tidak lagi terjadi.

“Apalagi kita ada pengembangan (aktivasi) empat jalur kereta api,” kata dia.

Dia pun siap bekerjasama dengan Badan Pertahanan Nasional (BPN) terkait optimalisasi PTSL itu.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Jawa Barat Sri Mujitono menargetkan akhir tahun ini seluruh bidang tanah di wilayahnya sudah diukur. Dia pun tidak menampik bahwa saat ini baru 56 persen bidang tanah yang sudah disertifikasi.

“Dari 1,2 juta bidang, 95 persen sudah dilakukan pengukuran,” Kata Mujitono.

Dia akan meminta bantuan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan legalisas tanah tersebut. Dia mengakui bahwa terhambatnya legalisasi tanah diakibatkan dua faktor utama, yakni kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan dan tidak lengkapnya bukti-bukti kepemilikan tanah.

“Kami akan meminta bantuan pemda untuk membangun animo masyarakat dalam rangka penyiapan bukti-bukti kepemilikan. Memang harus kerja keras,” jelas dia.

(LIN)

Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polres Ciamis Datangi SDN 4 Kertasari

0
sosialisasi tertib lalu lintas di SDN 4 Kertasari Ciamis (Foto Husen)
sosialisasi tertib lalu lintas di SDN 4 Kertasari Ciamis (Foto Husen)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis datangi Sekolah Dasar (SD) Negeri-4 Kertasari di Jalan Kertanegara Kelurahan Kertasari Ciamis, Senin (24/9/2018).

Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Agoeng Ramadhani mengatakan bahwa kedatangan mereka ke SDN 4 Kertasari itu untuk memberikan sosialisasi tertib lalu lintas.

Menurut dia, siswa SD sangat penting diberikan wawasan dan pengetahuan tentang aturan berlalulintas yang baik dan benar.

“Untuk menanamkan disiplin harus sejak dini, nantinya akan tertanam kuat hingga dewasa,” jelas Agoeng.

Adapun dalam sosialisasi tertib lalu lintas tersebut, para siswa diperkenalkan tentang rambu-rambu lalu lintas, penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor, begitupun yang diboncengnya.

Sementara itu, Kepala SDN 4 Kertasari Ismail Hamdi menyambut baik kegiatan sosialisasi oleh Sat Lantas Polres Ciamis di sekolahya. Pihaknya berharap Sat Lantas pun bisa memberikan sosialisasi serupa kepada para orangtua siswa.

“Ini sangat penting. Kami pun berharap para orangtua siswa bisa mendapatkan sosialisasi juga. Kami siap memfasilitasi Sat Lantas Polres Ciamis dengan orangtua siswa di sini,” ungkap dia.

(Husen Maharaja/LIN)

Ketua DPRD Jabar Prihatin atas Tewasnya Suporter Jak Mania

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat mengaku prihatin dengan kasus tewasnya seorang anggota The Jak Mania (supporter Persija Jakarta) Haringga Sirilla (23) karena dikeroyok oknum suporter bola di area parkir Stadion GBLA pada Minggu (23/9/2018).

“Atas nama pribadi dan institusi saya sampaikan turut berduka untuk korban dan keluarganya. Kami prihatin dengan kasus tewasnya seorang pendukung klub sepak bola saat laga Persib melawan Persija di Bandung kemarin,” kata Ineu di Bandung, Senin (24/9/2018).

Pihaknya mengecam keras segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan yang dilakukan oleh oknum pendukung klub sepak bola kepada pendukung lainnya, apalagi hingga menelan korban jiwa.

“Ini sudah masuk ranah pidana karena sudah menelan korban jiwa,” kata dia.

Seharusnya, kata Ineu, para pendukung klub sepak bola bisa menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kekeluargaan saat klub kesayangannya berlaga di lapangan. Sportivitas dan rasa kekeluargaan sesama suporter bola harus diutamakan.

“Karena Persib kan bermain itu tidak hanya dengan satu klub saja, ada klub lain juga. Ingat bahwa kita semua itu bersaudara,” tegas Ineu.

Lebih lanjut Ineu berharap para pelaku bisa dihukum setimpal, dan kejadian serupa tidak terulang kembali. Pihaknya yakin pihak kepolisian akan bertindak semaksimal mungkin mengusut kasus tersebut.

“Informasi yang saya dapatkan, pelakunya sudah ditangkap pihak Polrestabes Bandung ya. Kejadian ini tentunya harus menjadi pembelajaran bagi siapapun agar tidak melalukan fanatisme berlebihan,” tutur dia.

bjb Meriah dan bjb Potret Wujud Apresiasi kepada Debitur

0

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id : Kembali program menarik dipersembahkan bank bjb dalam rangka memberi apresiasi kepada nasabah. Salah satunya mengapresiasi debitur Kredit Guna Bhakti (KGB) dan bjb Kredit Pra Purna Bhakti (KPPB) untuk program bjb Meriah (Memberi Hadiah). Sedangkan bagi debitur Kredit Purna Bhakti (KPB) digelar program bjb Potret (Promo Extra Hebat).

Program bjb Meriah yang dikhususkan bagi debitur dalam bentuk bjb Bertabur Emas ini, merupakan program pemberian gimmick berupa logam mulia seberat 1 gram. Gimmick diberikan kepada debitur yang mengajukan khusus skim Kredit Guna Bhakti (KGB) dan bjb Kredit Pra Purna Bhakti (KPPB).

Kredit Guna Bhakti adalah pembiayaan yang diberikan kepada pegawai aktif berpenghasilan tetap. Sementara pembiayaan kepada pegawai aktif menjelang pensiun diberikan dalam bentuk fasilitas bjb Kredit Pra Purna Bhakti (KPPB).

Program bjb Meriah dilaksanakan pada periode program 3 September sampai 28 September 2018. Agar bisa mendapatkan gimmick dari program ini, nilai nominal pengajuan pinjaman minimal Rp75 juta, dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Sementara program bjb Potret digelar sebagai wujud apresiasi kepada pensiunan yang mengajukan skim kredit bjb Kredit Purna Bhakti (KPB). bjb KPB diberikan kepada para pensiunan guna memberikan kemudahan berinvestasi di masa purna bhakti.

Program ini tak hanya membantu memfasilitasi permasalahan finansial saja, tetapi juga menawarkan suku bunga ringan mulai 0,4% perbulan. Selain itu, biaya administrasi murah dimulai bulan September hingga Desember 2018.

Program bjb Meriah dan bjb Potret digelar sebagai wujud apresiasi kepada debitur, tetapi juga, diharapkan mampu meningkatkan penyaluran kredit bank bjb. Karena, sebagaimana fungsi intermediasi bank yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana di masyarakat guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

(HW)

 

Dorong Eksistensi Pesantren, Ini Program Emil-Uu untuk Ponpes di Jabar

0
Wakil Gubernur Jawa Barat (Foto Humas)
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mendorong keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) agar terus hadir dan eksis di tengah masyarakat.
Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Menurut Uu, pihaknya memiliki program agar pesantren mandiri secara ekonomi dan mempunyai lulusan atau santri lebih berkualitas.
” Kami bersama Gubernur, Ridwan Kamil (Kang Emil) mempunyai program yang berpihak pada Ponpes,” kata Uu di Ponpes Manba’ul Huda, Dusun Karanghonje, RT17/07, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Program pertama, Emil-Uu akan membuat Trenmart, yaitu supermarket atau minimarket di dalam pesantren yang khusus memberikan pelayanan kepada santri dan masyarakat sekitar ponpes.
“Satu pesantren satu produk, satu pesantren satu berpenghasilan. Apa yang menjadi perekonomian di sini (pesantren) kita dorong lahirnya produk-produk ekonomi yang ada di pesantren,” ujar Uu.
Pesantren perlu didorong agar memiliki produk khas yang bernilai ekonomi dan menjadi sumber pendapatan pondok pesantren. Karena menurut Uu, banyak pondok pesantren bubar ketika pendirinya telah meninggal dunia sebab hanya bergantung pada sumbangan masyarakat.
“Karena di saat pendirinya atau kiainya meninggal, banyak pondok pesantren yang ikut meninggal karena tidak ada aktivitasnya. Kenapa? Karena ekonominya hanya mengandalkan sumbangan atau permintaan dari masyarakat,” ungkapnya.
Kedua, Emil dan Uu akan membantu pembangunan asrama di setiap pondok pesantren di Jawa Barat. Program ini merupakan lanjutan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sebelumnya.
Program ketiga, yaitu penyetaraan para lulusan atau keluaran pondok pesantren agar setara dengan pendidikan di tingkat SMA atau sarjana.
“Kami ingin berusaha alumninya (pondok pesantren) layak untuk setara dengan SMA atau S-1. Kenapa tidak kita dorong untuk lahirnya program tentang kesetaraan keluaran pondok pesantren,” tukas Uu.
Pondok pesantren, tambah Uu, merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang menjaga kemurnian agama, kebersihan aqidah, dan kemurnian muamallah umat Islam.
“Maka wajar kalau pemerintah mendorong atau mendukung eksistensinya pondok pesantren,” ucanya.
(Bam’s)