TASIKMALAYAFOKUSJabar.id: Suasana di Gedung Juang 45 Kota Tasikmalaya terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan rutin, agenda Pertemuan Gabungan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya kali ini bertransformasi menjadi ruang kontemplasi yang mendalam.
Satu frasa pendek dalam bahasa Sunda bergema di penjuru ruangan: “Cing eling” (Ingat/Sadar). Ungkapan ini bukan sekadar kata, melainkan napas utama yang membakar semangat ratusan anggota Persit yang hadir.
Mandiri Lewat UMKM
Sebelum memasuki inti acara, aura kemandirian sudah terasa. Para ibu Persit di ajak menyusuri deretan stan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) karya anggota sendiri.
Baca Juga: APBD 2026 Kota Tasikmalaya Digugat, FOSSMA Desak Transparansi Total
Produk-produk yang di pamerkan bukan sembarang kerajinan; semuanya telah mengantongi izin resmi. Ini menjadi bukti nyata bahwa istri prajurit tidak hanya piawai mengurus rumah tangga, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga yang kreatif dan berdaya.
Hidup Bukan Sekadar Menghitung Hari
Kehadiran Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, selaku Pembina Persit, bersama Ketua Persit Ny. Rima Mutia Imvan Ibrahim, memberikan sentuhan inspirasi yang membumi. Dalam arahannya, Letkol Imvan menekankan pentingnya memaknai hidup lebih dari sekadar rutinitas.
“Benar belum tentu baik, dan baik belum tentu benar,” ungkapnya puitis namun penuh logika.
Pesan ini menjadi tamparan lembut bagi setiap orang untuk selalu mengedepankan kebijaksanaan (wisdom) di atas pembenaran diri.
Beliau mengajak para istri prajurit untuk fokus pada rezeki yang halal, menjauhi prasangka, dan senantiasa menjaga martabat keluarga serta satuan dengan sikap rendah hati.
Internalisasi Nilai “Suluh Persit” di Era Digital
Setelah arahan Pembina, Ny. Rima Mutia Imvan Ibrahim mengambil alih panggung dengan energi yang tak kalah kuat. Beliau membedah kembali nilai-nilai Suluh Persit: Suci, setia, sepi ing pamrih, rame ing gawe.
Di tengah gempuran dunia digital yang serba cepat, Ny. Rima memberikan peringatan keras namun edukatif terkait ancaman nyata masa kini, seperti pinjaman online (pinjol) dan judi online.
Ia mendorong anggota untuk lebih bijak bermedia sosial dan membangun support system yang sehat antarsesama anggota.
“Sudahkah ibu-ibu bersyukur hari ini?” tanya beliau menutup sesi, sebuah refleksi sederhana yang membuat ruangan mendadak hening dalam rasa syukur.
Sinergi Ekonomi dan Kreativitas
Acara ini juga menjadi ajang literasi finansial dengan kehadiran mitra strategis seperti Pegadaian, Bank BWS, dan Amitra Travel. Sinergi ini membuka wawasan baru bagi para anggota dalam mengelola keuangan dan melihat peluang usaha di masa depan.
Baca Juga: Terpilih Jadi Ketua KNPI, Burhanudin Muslim: Terimakasih Pemuda Kabupaten Tasikmalaya
Keseruan semakin memuncak dengan penampilan kreativitas anggota, pembagian doorprize, hingga cinderamata yang mempererat tali silaturahmi.
Pertemuan hari itu di akhiri dengan Mars Persit yang membahana. Namun, esensi dari kegiatan ini tetap tertuju pada satu titik, Cing Eling.
Bahwa dalam setiap langkah mendukung tugas suami, ada kesadaran yang harus di jaga, ada nama baik yang harus di pelihara, dan ada doa yang menjadi senjata paling ampuh bagi seorang istri prajurit.
(Abdul Latif)


