TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-wilayah Priangan Timur bersinergi memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Mereka memperluas pemberdayaan peternak lokal melalui penguatan program inklusi keuangan bertajuk BEREHAN (Berbagi Hewan Kurban).
Program inovatif ini menjadi strategi jitu untuk memperluas akses lembaga jasa keuangan formal sekaligus menumbuhkan budaya perencanaan keuangan masyarakat melalui skema tabungan kurban sejak dini.
Baca Juga: Pulang Haji, Wali Kota Tasikmalaya Langsung Gowes Temui Ulama Sepuh Berusia 107 Tahun
TPAKD Provinsi Jawa Barat merancang Program BEREHAN khusus untuk mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mencicil pembelian hewan kurban secara lebih terencana. ASN dapat memanfaatkan produk tabungan khusus yang disediakan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).
Selain memperkuat literasi keuangan individu, program BEREHAN juga menggandeng langsung para peternak milenial lokal sebagai pemasok utama hewan kurban. Pola kemitraan ini otomatis mengalirkan dampak ekonomi positif yang lebih luas bagi sektor peternakan daerah. Serta membuka lebar akses pasar bagi peternak tradisional.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menegaskan jajarannya akan terus menggelar sosialisasi. Kemudian melaksanakan edukasi secara masif guna mendongkrak pemahaman serta partisipasi aktif para abdi negara.
“Saat digelar sosialisasi, tidak kurang dari 450 perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari seluruh wilayah Priangan Timur dengan target pembukaan 70 rekening Tabungan BEREHAN pada masing-masing pemerintah kabupaten/kota di wilayah Priangan Timur,” kata Nofa Hermawati memaparkan pencapaian program di Tasikmalaya, Rabu (3/6/2026).
Tim gabungan telah menggulirkan program BEREHAN ini secara bertahap sepanjang April hingga Mei 2026 di tujuh wilayah kerja OJK Tasikmalaya. Cakupan areanya meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, hingga Kabupaten Sumedang.
Gandeng Peternak Milenial demi Amankan Pasokan dan Keuntungan
Forum sosialisasi tersebut berjalan produktif dengan menghadirkan narasumber dari Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat, manajemen Bank BJB, serta perwakilan peternak milenial. Para peternak muda ini membagikan pengalaman nyata mereka terkait tata kelola bisnis peternakan modern serta proyeksi cerah sektor agraria di masa depan.
Nofa memandang program BEREHAN sebagai wujud nyata kolaborasi harmonis antara pemda, industri keuangan, dan pelaku usaha mikro dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.
“Program BEREHAN tidak hanya membantu masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan ibadah kurban secara lebih terencana dan bertahap. Tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi peternak lokal,” jelas Nofa.
Melalui kepastian pasar yang terstruktur dari tabungan ASN ini, OJK berharap mampu memotong rantai tengkulak. Sehingga margin keuntungan para peternak lokal bisa melonjak drastis.
“Program BEREHAN dapat menjadi salah satu upaya mendorong pemberdayaan peternak lokal melalui penciptaan pasar yang lebih terencana dan berkelanjutan. Keterlibatan peternak dalam program ini harapannya dapat meningkatkan kepastian permintaan. Terlebih mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak, serta memperkuat perekonomian daerah,” pungkasnya.
Sinergi segitiga antara pemerintah, perbankan, dan sektor peternakan ini menjadi motor baru untuk menggerakkan roda ekonomi regional. Kemudian meningkatkan taraf hidup peternak, serta memperdalam inklusi keuangan masyarakat di seluruh pelosok Priangan Timur.
(Seda)



