spot_imgspot_img
Jumat 24 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 306

Dari Ikon Wisata Jadi Bangunan Mati, Potret Pusat Belanja Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; Potret suram ruko di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gemerlap pusat belanja wisata yang sempat digadang-gadang menjadi ikon baru Pantai Pangandaran kini tinggal kenangan. Deretan bangunan permanen yang berdiri di kawasan wisata andalan Jawa Barat itu tampak terbengkalai, rusak, dan nyaris kehilangan denyut aktivitas ekonomi.

Pantauan di sejumlah titik menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Dinding bangunan berkarat, genteng banyak yang jebol, lorong-lorong ruko gelap dan sempit, bahkan dipenuhi sampah serta bau tak sedap. Di beberapa sudut, botol minuman keras berserakan, sementara ilalang tumbuh menutupi papan bertuliskan aset milik Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Polres Pangandaran dan MUI Sepakat Perangi Miras dan Judi Online

Sedikitnya terdapat empat pusat belanja wisata di kawasan Pantai Pangandaran, yakni Nanjung Sari, Nanjung Endah, Nanjung Elok, dan Nanjung Asri, yang tersebar di wilayah Pantai Barat dan Pantai Timur. Seluruhnya dibangun dalam bentuk ruko-ruko berukuran sekitar 3 x 2 meter sebagai lokasi relokasi pedagang.

Kawasan ini sejatinya sebagai solusi penataan pedagang kaki lima yang sejak 1986 berjualan menggunakan tenda biru di sepanjang bibir pantai. Tujuannya jelas, memperindah wajah Pantai Pangandaran sekaligus menciptakan kawasan wisata yang lebih tertib dan nyaman. Pusat belanja tersebut berjalan pada 2017, pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Namun, harapan besar itu tak bertahan lama. Seiring berjalannya waktu, aktivitas jual beli kian sepi. Minimnya kunjungan wisatawan ke area ruko membuat pedagang satu per satu menutup lapaknya. Dari 1.364 pedagang yang sempat mendapat relokasi, kini hanya segelintir yang masih bertahan.

Sebagian pedagang yang tersisa bahkan kembali berjualan di area depan pantai, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Tak sedikit pula yang memasang kembali tenda biru tepat di depan bangunan permanen agar dagangan mereka terlihat oleh wisatawan.

Lorong Ruko Gelap dan Sempit

Salah satu mantan pedagang, Satimin (42), mengaku terpaksa menutup tokonya karena tak sanggup bertahan menghadapi sepinya pembeli.

“Lorong rukonya cuma sekitar satu meter, gelap dan sempit. Gimana mau menarik pengunjung,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Menurut Satimin, bangunan permanen yang megah tidak otomatis menjamin ramainya pembeli. Wisatawan, kata dia, cenderung memilih berbelanja di kios yang langsung menghadap ke jalan atau pantai.

“Kalau harus masuk ke lorong-lorong sempit di bagian dalam, kebanyakan pengunjung malas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, membenarkan bahwa pusat belanja wisata tersebut merupakan aset milik Disparbud.

Ia menegaskan, ke depan bangunan tersebut harus kembali memiliki fungsi dan manfaat. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, pihaknya akan melakukan kajian menyeluruh terkait konsep pengelolaan.

“Kami akan kaji dulu, mulai dari pendataan pedagang yang masih bertahan hingga kondisi bangunan kios yang ada,” ujar Dadan.

Kajian tersebut harapannya menjadi dasar penentuan arah pemanfaatan pusat belanja wisata agar tidak terus menjadi bangunan mati di tengah kawasan wisata unggulan Pangandaran.

(Sajidin)

Bandung Tuan Rumah Proliga 2026 Seri 3 Putaran I, Ini Jadwalnya

0
Proliga 2026 Bandung bjb Tandamata
Dari ki-ka: Ketua Pelaksana Proliga 2026 seri Bandung Tachyan Iskandar, Manajer Tim Bandung bjb Tandamata Asep Sukmana, dan Wakil Direktur Proliga Reginald Nelwan. (FOTO: Ageng)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Perhelatan Proliga 2026 akan di lanjutkan di GOR Sabilulungan, komplek SOR si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis-Minggu (22-25/1/2026).

Bandung bjb Tandamata akan bertindak sebagai tuan rumah pada gelaran seri ketiga putaran pertama kompetisi bola voli profesional terakbar di Tanah Air.

Wakil Direktur Proliga, Reginald Nelwan mengatakan, perhelatan Proliga 2026 sudah di mulai sejak Kamis (8/1/2026) dengan seri perdana di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak.

Sementara seri kedua putaran pertama di gelar di GOR Voli Indoor Sport Center, Kualanamu Medan, Sumatera Utara.

BACA JUGA:

Nyaris Sempurna di Medan, Bandung bjb Tandamata Takluk Tipis dari Electric

“Untuk seri ketiga putaran pertama, di gelar di Bandung dengan tuan rumah bjb Tandamata di GOR Sabilulungan Jalak Harupat. Total ada delapan seri yang di gelar selama dua putaran penyisihan grup pada Proliga 2026 ini untuk menentukan tim yang berhak tampil di final four,” kata Regi kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Pada setiap pelaksanaan seri Proliga 2026 di setiap kota, di gelar sebanyak dua pertandingan pada hari Kamis sampai Sabtu. Sedangkan di hari terakhir yakni Minggu, di gelar sebanyak tiga pertandingan.

“Jadi ada sembilan pertandingan yang nanti akan di gelar di seri Bandung. Tuan rumah Bandung bjb Tandamata akan menjalani laga perdana menghadapi Jakarta Pertamina Enduro pada pertandingan kedua di hari pertama yakni Kamis (22/1/2026) besok. Kita gelar dua pertandingan di hari Kamis sampai Sabtu dan tiga pertandingan di hari Minggu, karena melihat situasi serta antusias penonton melihat pertandingan bola voli,” Regi menuturkan.

Proliga 2026 Bandung bjb Tandamata
Tim Bandung bjb Tandamata akan menjadi tuan rumah Proliga 2026 seri 3 putaran I di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, Kamis-Minggu (22-25/1/2026). (FOTO: DOK. PP PBVSI)

Sementara Ketua Pelaksana Proliga 2026 seri Bandung, Tachyan Iskandar mengatakan, pihaknya sudah sangat siap untuk menggelar kompetisi bola voli profesional terakbar, Proliga, di Tanah Pasundan.

Persiapan perangkat pertandingan, lapangan hingga hal lain sudah mencapai 95 persen.

“Per hari ini (Rabu, 21/1/2026), semua sudah siap. Kita siap menggelar seri ketiga putaran pertama Proliga 2026. Bahkan tim peserta sudah melakukan latihan resmi di GOR Sabilulungan dan besok siap menggelar pertandingan,” kata Tachyan.

Untuk gelaran Proliga 2026 seri Bandung, pihak panitia sudah menyiapkan sekitar 3000 lembar tiket atau sekitar 80 persen dari kapasitan GOR.

Tiket yang dijual terbagi dalam tiga kategori yakni reguler dengan harga Rp125 ribu, VIP dengan harga Rp250 ribu, serta tiket VVIP yang di siapkan untuk tamu-tamu undangan.

“Untuk laga besok, tiket yang sudah terjual sekitar 80 persen. Baik untuk reguler maupun VIP. Kami berharap, pecinta bola voli di Bandung khususnya bisa hadir untuk memberikan dukungan kepada tim yang bertanding. Khususnya bagi tuan rumah Bandung bjb Tandamata,” Tachyan menegaskan.

Berikut Jadwal Pertandingan Proliga 2026 seri Bandung, GOR Sabilulungan Jalak Harupat

– Kamis, 22 Januari 2026
Pukul 15.30 WIB: Falcons Tirta Bhagasasi Vs LavAni Livin (Putra)
Pukul 18.30 WIB: BJB Tandamata Vs Pertamina Enduro (Putri)

– Jumat, 23 Januari 2026
Pukul 15.30 WIB: Falcons Vs Livin Mandiri (Putri)
Pukul 18.30 WIB: Popsivo Polwan Vs Pertamina Enduro (Putri)

– Sabtu, 24 Januari 2026
Pukul 15.30 WIB: Electric PLN Mobile Vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (Putri)
Pukul 18.30 WIB: Bhayangkara Presisi Vs Garuda Jaya (Putra)

– Minggu, 25 Januari 2026
Pukul 12.30 WIB: Popsivo Polwan Vs Livin Mandiri (Putri)
Pukul 15.30 WIB: LavAni Livin Vs Samator (Putra)
Pukul 18.30 WIB: BJB Tandamata Vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (Putri)

(ageng)

Jelang Ramadhan, Polres Pangandaran dan MUI Sepakat Perangi Miras dan Judi Online

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari bersama tokoh agama di Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, sinergi antara aparat kepolisian dan tokoh agama di Kabupaten Pangandaran semakin diperkuat. Fokus utama pembahasan mengarah pada upaya penertiban peredaran minuman keras (miras), pencegahan judi online, serta kebiasaan penyediaan miras dalam sejumlah hajatan masyarakat.

Isu-isu tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi antara jajaran Polres Pangandaran Polda Jabar dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, Rabu (21/1/2026). Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk menyamakan persepsi demi menciptakan suasana Ramadhan yang aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Baca Juga: Cita-cita Siti Aulia Ingin Bangun Rumah di Pangandaran, Tangis Titin Pecah

Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH Harun Al-Aziz, menegaskan kesiapan para tokoh agama untuk bergandengan tangan dengan pemerintah dan kepolisian dalam menjaga ketertiban sosial serta membina umat.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah, khususnya kepolisian, untuk menjaga ketertiban dan membina masyarakat agar suasana Ramadhan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain persoalan miras dan judi online, MUI juga menyoroti pentingnya penanganan warung makan yang beroperasi di siang hari selama bulan puasa. Menurutnya, penertiban sebaiknya dengan pendekatan persuasif, beretika, dan mengedepankan kearifan lokal.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk menindaklanjuti masukan para tokoh agama. Ia menegaskan bahwa Polres Pangandaran terbuka terhadap kritik dan saran demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

“Polres Pangandaran siap berkolaborasi dengan MUI dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang aman, religius, dan harmonis. Khususnya menjelang dan selama Ramadhan,” tegas Kapolres.

Tiga Program Keagaamaan Unggulan

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ikrar Potawari juga memaparkan tiga program keagamaan unggulan yang rutin Polres Pangandaran jalankan. Program tersebut meliputi Shalat Jumat Keliling, Shalat Subuh Keliling beriringan dengan sesi curhat bersama Kapolres. Serta pembacaan Asmaul Husna setelah apel pagi.

“Program-program ini tidak hanya terlaksana di tingkat Polres, tetapi juga diterapkan hingga ke jajaran Polsek,” jelasnya.

Kapolres menilai, silaturahmi dengan tokoh agama merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Sekaligus membangun kebersamaan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Pangandaran.

Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, para Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Pangandaran, Kasat Intelkam AKP Agus Mulyadi, Kasat Binmas AKP Didi Sutardi, serta Kasi Propam IPDA Maret Daniel hadir dalam pertemuan tersebut.

(Sajidin)

Perempuan di Balik Dokter, HUT ke-71 IIDI Tasikmalaya Perkuat Peran Sosial dan Kesehatan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Foto Kebersamaan dalam acara Puncak Peringatan HUT IIDI Cabang Tasikmalaya di Ballroom Harmoni Hotel Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) di maknai secara mendalam oleh IIDI Cabang Tasikmalaya.

Tidak sekadar seremoni, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Puncak peringatan HUT IIDI ke-71 tersebut di kemas melalui kegiatan Konsolidasi Organisasi dan Seminar Kesehatan yang berlangsung di Ballroom Harmoni Hotel Tasikmalaya, Jalan R. Ikik Wiradikarta, Kecamatan Tawangsari, Rabu (21/1/2026).

Mengusung tema “71 Tahun IIDI Mewujudkan Pengabdian kepada Masyarakat”, acara berlangsung sederhana namun sarat makna.

Baca Juga: Wapres Gibran Rakabuming Payungi Kyai di Tengah Hujan

Sejumlah unsur penting turut hadir, di antaranya Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviany, perwakilan organisasi perempuan se-Kota Tasikmalaya seperti PKK, GOW, dan DWP, mitra strategis IIDI, serta anggota IIDI Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua IIDI Cabang Tasikmalaya, Prima Nanda Farid, menegaskan bahwa usia ke-71 menjadi tonggak refleksi sekaligus penguatan peran organisasi dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

“IIDI selalu berupaya hadir di tengah masyarakat melalui program kesehatan, edukasi, hingga kegiatan sosial. Ini adalah bentuk dedikasi kami kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Menurut Prima, IIDI tidak hanya menjadi pendamping profesi dokter, tetapi juga telah bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui penguatan sumber daya perempuan, pembangunan kesehatan keluarga, hingga aksi-aksi kemanusiaan yang responsif dan berkelanjutan, IIDI terus bergerak untuk memberikan manfaat nyata,” jelas istri Ketua Umum IDI Kota Tasikmalaya, dr. Farid Wajdi, tersebut.

Program Bosial Baru

Pada momen puncak HUT ini, IIDI Cabang Tasikmalaya juga meluncurkan program sosial baru dengan mengangkat anak asuh dari kalangan anak yatim. Program ini dirancang berkelanjutan hingga jenjang pendidikan tinggi.

“Mulai 2026 ini, kami berkomitmen membantu pendidikan anak asuh yatim hingga mereka lulus kuliah. Insyaallah ini menjadi ladang amal sekaligus investasi sosial jangka panjang,” tambah Prima.

Ia menegaskan, di usia yang semakin matang, IIDI Cabang Tasikmalaya akan terus memperkuat soliditas organisasi. Serta mendukung program-program kesehatan dan sosial demi kebermanfaatan yang lebih luas.

“Kami ingin keberadaan IIDI benar-benar dirasakan manfaatnya, bukan hanya oleh anggota, tetapi oleh seluruh lapisan masyarakat Tasikmalaya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviany memberikan apresiasi atas kontribusi berkelanjutan IIDI dalam pembangunan sektor kesehatan.

“Selamat HUT ke-71 IIDI. Ini adalah perjalanan panjang organisasi perempuan yang konsisten berkontribusi melalui program kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Kemudian kegiatan sosial lainnya yang telah dirasakan masyarakat,” ungkap Evi.

Ia menilai IIDI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah. Khususnya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup.

“Kami di Komisi IV siap bersinergi dengan IIDI untuk menyukseskan program kesehatan. Termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pemeriksaan pap smear sebagai deteksi dini kanker leher rahim bagi perempuan,” pungkasnya.

Sebelumnya, rangkaian peringatan HUT ke-71 IIDI Cabang Tasikmalaya telah diisi berbagai kegiatan sosial. Seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, Senam Germas, edukasi pencegahan narkoba dan bullying dalam keluarga. Kemudian rehabilitasi rumah tidak layak huni, hingga pemberian bantuan dan uang kadeudeuh bagi para warakawuri.

(Seda)

Wapres Gibran Rakabuming Payungi Kyai di Tengah Hujan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Momen Haru di Cipasung: Saat Wapres Gibran Rakabuming Payungi Kyai di Tengah Hujan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026), menyisakan satu momen yang tak tercantum dalam agenda protokoler, namun justru paling membekas di ingatan ribuan santri.

Di tengah rintik hujan yang turun saat Wapres meninjau fasilitas pembelajaran robotik santri, sebuah sikap spontan memperlihatkan sisi personal pemimpin muda Indonesia tersebut. Alih-alih meminta ajudan memayunginya, Gibran justru mengambil payung hitam dan memegangnya sendiri.

Baca Juga: Lagu MBG Karya Musisi Tasikmalaya Digadang Jadi Theme Song Nasional

Yang membuat suasana menjadi hening penuh haru, Wapres kemudian mengajak KH Gus Deni R Sagara, Khodimul Majelis MDS Pesantren Cipasung, untuk berjalan bersama di bawah payung yang sama.

Sepanjang langkah menuju Aula Dom, Gibran memastikan sang kiai tetap terlindung dari hujan, sementara dirinya tetap berdiri di sisi luar.

“Beliau tidak mau di payungi, justru beliau yang memayungi saya. Ini bukan soal hujan, tapi tentang adab seorang pemimpin kepada ulama,” ungkap Gus Deni dengan mata berkaca-kaca.

Bagi lingkungan pesantren, sikap tersebut bukanlah perkara sepele. Gus Deni menilai tindakan Wapres mencerminkan nilai luhur yang telah lama diajarkan dalam tradisi keilmuan Islam. Ia mengaitkan peristiwa itu dengan ajaran dalam Kitab Maulid Ad-Diba’i karya Imam Abdurrahman ad-Diba’i.

“Segala sesuatu di dunia adalah isyarat. Kepemimpinan sejati adalah mengikuti teladan Rasulullah SAW, yang memuliakan guru dan ulama,” tuturnya.

Payung hitam yang digunakan Wapres hari itu pun dimaknai lebih dari sekadar alat pelindung hujan. Ia menjadi simbol tanggung jawab moral seorang pemimpin melindungi, mengayomi, dan menempatkan ulama sebagai penjaga nilai dan akhlak bangsa.

Gagasan Besar bagi Masa Depan Pesantren

Selain meninggalkan pesan keteladanan, kunjungan tersebut juga membawa gagasan besar bagi masa depan pesantren. Dalam dialognya dengan pengasuh dan santri, Wapres Gibran menegaskan pentingnya keseimbangan antara tradisi keilmuan klasik dan penguasaan teknologi modern.

Ia mendorong agar pesantren tetap kokoh sebagai pusat pembentukan adab, namun tidak tertinggal dalam perkembangan zaman. Harapannya santri tidak hanya mendalami kitab kuning, tetapi juga mampu menguasai teknologi digital, termasuk robotik dan inovasi sains.

“Pesantren sudah kuat dalam akhlak dan keilmuan agama. Tinggal bagaimana santri terus berkembang untuk berinovasi dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Gibran.

Bagi keluarga besar Pesantren Cipasung, kunjungan ini bukan sekadar agenda kenegaraan. Ia menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang besar lahir dari kerendahan hati, dan kemajuan bangsa tidak boleh tercerabut dari nilai adab.

Sore itu, hujan mungkin membasahi halaman pesantren. Namun bagi ribuan santri, kehangatan justru hadir dari sikap sederhana seorang pemimpin yang memilih memuliakan ulama. Sebuah pesan tanpa kata, bahwa kekuasaan sejati bukan untuk ditinggikan, melainkan untuk melindungi dan menghormati.

(Abdul)

Kas RT Ratusan Juta, Gunungkuning Jadi Contoh Desa Mandiri di Majalengka

0
Majalengka, FOKUSJabar.id
Bikin Iri, Desa Gunungkuning Majalengka, Kas RT Ratusan Juta Tanpa Iuran Warga

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Di saat banyak desa masih berjibaku menghadapi tekanan ekonomi, Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, justru tampil sebagai contoh nyata keberhasilan membangun kemandirian dari akar rumput.

Melalui pengelolaan anggaran yang transparan dan optimalisasi potensi lokal, desa ini membuktikan bahwa kesejahteraan warga bisa di wujudkan secara kolektif.

Salah satu perubahan paling terasa di rasakan langsung oleh masyarakat. Warga kini tak lagi di pusingkan oleh iuran rutin, baik untuk kegiatan keagamaan, perayaan Hari Kemerdekaan, hingga acara hajat lembur.

Seluruh kebutuhan tersebut telah tertopang oleh kas RT yang di kelola secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga: Buka Dapur Anggaran, Desa Gunungkuning Majalengka Tetapkan Standar Baru Transparansi Desa

Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, menjelaskan bahwa fondasi kemandirian itu di bangun dari kebijakan desa yang konsisten mengalokasikan anggaran ke tingkat RT.

Setiap RT menerima dana stimulan sebesar Rp5 juta per tahun yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Dari total itu, Rp1 juta khusus untuk kegiatan HUT RI, sedangkan Rp4 juta sisanya menjadi kas RT yang di kelola sesuai kebutuhan warga,” ujar Rudi, Rabu (21/1/2026).

Kebijakan tersebut ternyata melahirkan dampak berlipat. Seiring waktu, kas RT tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang. Bahkan, ada RT yang kini memiliki saldo kas hingga lebih dari Rp200 juta. Sementara sebagian besar RT lainnya rata-rata telah mengantongi kas minimal Rp25 juta.

“Dengan kondisi seperti ini, RT tidak perlu lagi menarik iuran dari warga. Semua kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan bisa di biayai dari kas yang ada,” jelasnya.

Pengelolaan Anggaran Secara Produktif

Dana yang di gelontorkan desa pun tidak habis begitu saja. Melalui musyawarah warga di tujuh RT yang ada, anggaran tersebut di kelola secara produktif.

Sebagian digunakan untuk melengkapi inventaris lingkungan, sementara lainnya dikembangkan menjadi modal usaha yang terus berputar.

Kunci keberhasilan lain, menurut Rudi, terletak pada prinsip keterbukaan. Seluruh pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan dapat diakses oleh warga.

“Di sini tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka. Karena itu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa sangat kuat,” tambahnya.

Sumber kekuatan ekonomi Desa Gunungkuning juga ditopang oleh keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengelola destinasi wisata Situ Cipanten. Pada tahun 2025, desa ini berhasil mencatat PADes fantastis mencapai Rp2,5 miliar.

Tak hanya mengandalkan sektor wisata, Gunungkuning juga terkenal sebagai sentra hortikultura unggulan di Kabupaten Majalengka. Mayoritas warganya memiliki keahlian dalam pembibitan tanaman buah, mulai dari teknik cangkok hingga stek, yang bernilai ekonomi tinggi.

Menariknya, keahlian tersebut telahtertanam sejak dini. Anak-anak desa sudah terbiasa membantu proses pembibitan sejak usia sekolah. Alhasil, setelah lulus, mereka tidak kesulitan mencari penghidupan.

“Anak-anak di sini tidak bingung mencari kerja. Mereka langsung terjun ke dunia hortikultura. Potensi ekonomi dari bibit unggul ini sangat menjanjikan,” pungkas Rudi.

Langkah Desa Gunungkuning menjadi bukti bahwa dengan tata kelola yang jujur, inovatif, dan berpihak pada masyarakat, desa mampu berdiri mandiri dan menghadirkan kesejahteraan nyata bagi warganya.

(Abdul)

Lagu MBG Karya Musisi Tasikmalaya Digadang Jadi Theme Song Nasional

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Lagu MBG Karya Musisi Tasikmalaya Digadang Jadi Theme Song Nasional

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini mendapat sentuhan kreatif dari Kota Tasikmalaya.

Seorang musisi lokal, Atik Suwardi, meluncurkan lagu bertema “Makan Bergizi Gratis” sebagai media sosialisasi yang edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak sekolah.

Lagu tersebut untuk memperkuat pesan pentingnya asupan gizi sejak usia dini, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas. Bahkan, karya ini di proyeksikan menjadi theme song nasional bagi program MBG.

Baca Juga: Wapres Gibran Kagum Inovasi AI Santri Cipasung, Hanya 4 Hari

Pada Rabu (21/01/2026), Atik Suwardi bertemu langsung dengan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, guna membahas pengembangan lagu tersebut. Pertemuan itu menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap inovasi seni yang sejalan dengan program strategis nasional.

“Harapan kami, lagu ini bisa sampai ke Presiden Prabowo dan Mas Gibran. Lalu diadopsi Badan Gizi Nasional sebagai lagu tema resmi MBG di seluruh Indonesia,” ujar Atik.

Keistimewaan lagu ini terletak pada keterlibatan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Anak-anak PAUD, siswa SD, SMP, hingga SMA di Tasikmalaya turut ambil bagian sebagai pengisi suara. Sehingga lagu tersebut terasa dekat dengan sasaran utama program MBG.

Produksi Video Klip

Meski saat ini baru rilis dalam format audio melalui Atap Digital Studio, lagu “Makan Bergizi Gratis” sudah menuai respons positif. Karya tersebut bahkan mendapat sambutan meriah saat berkumandang secara langsung pada acara pisah sambut Dandim 0612 di Asia Plaza. Ke depan, Atik bersama Diky Candra berencana memproduksi video klip resmi agar jangkauan sosialisasi semakin luas.

Tak hanya membahas lagu MBG, pertemuan tersebut juga menyinggung persoalan penting terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Atik Suwardi mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk aktif menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi terbaru terkait Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain kewajiban pembayaran royalti bagi ruang publik komersial seperti hotel, kafe, dan restoran sesuai Surat Edaran Dirjen HKI tahun 2025. Atik juga menyinggung perubahan regulasi yang merupakan hasil perjuangan musisi nasional, serta pentingnya kejelasan hukum bagi pelaku usaha dan seniman lokal.

“Kami ingin ada kepastian hukum. Jangan sampai pelaku usaha kebingungan, sementara hak-hak musisi justru terabaikan. Sosialisasi harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi dialog antara pemerintah daerah, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), pelaku usaha, dan para seniman.

Langkah ini harapannya dapat menjadikan Tasikmalaya sebagai kota yang ramah investasi. Sekaligus menjunjung tinggi penghargaan terhadap karya dan kreativitas para musisi lokal.

(Abdul)