spot_imgspot_img
Jumat 24 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 305

Longsor di Padamukti Garut, Kerusakan Infrastruktur Capai Rp10 Juta

0
Longsor Padamukti Garut FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Pihak Kecamatan Pasirwangi bersama Satpol PP, Koramil 1112 Samarang, Polsek Pasirwangi, dan Pemerintah Desa Padamukti turun ke lokasi melakukan assesment penanganan awal berupa tanah longsor di Desa Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, pada Rabu (21/1/2026) pagi

GARUT,FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem kembali memicu bencana hidrometeorologi di Kabupaten Garut. Hujan deras yang mengguyur sejak pagi hari menyebabkan tanah longsor di Desa Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, Rabu (21/1/2026).

Longsor tersebut merusak infrastruktur sungai dan mengancam keselamatan rumah warga yang berada di bantaran aliran air.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Kampung Babakan Jati RT 003 RW 001.

Camat Pasirwangi, Bambang Rudijanto, menjelaskan bahwa longsor di picu oleh tingginya debit air hujan yang memperparah kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikatung yang sebelumnya sudah melemah akibat banjir pada November 2025 lalu.

Baca Juga: Milad ke-25 BAZNAS Garut, Salurkan Kaki Palsu hingga BPJS untuk Warga

“Struktur TPT DAS Cikatung yang sudah rapuh akhirnya ambruk. Kerusakan di perkirakan mencapai panjang 8 meter, tinggi 3,5 meter, dan lebar sekitar 2 meter,” ungkap Bambang.

Rumah Warga Terancam Roboh, Jembatan dalam Kondisi Rawan

Ambruknya TPT berdampak langsung pada satu unit rumah milik Asep Oseng yang saat ini dihuni oleh Ahmad Nurdin bersama empat anggota keluarganya. Bangunan mengalami kerusakan serius di bagian dinding samping dan dapur.

“Kondisi rumah sudah miring dan muncul retakan halus. Jika terjadi hujan susulan, risiko roboh sangat besar,” jelas Bambang.

Tak hanya mengancam hunian warga, pergeseran tanah juga membahayakan abutment Jembatan Bailey Cikatung yang menjadi akses penting masyarakat. Penyangga jembatan tersebut dilaporkan berada dalam kondisi rawan ambruk.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp10 juta.

Penanganan Darurat dan Imbauan Mengungsi

Pasca kejadian, jajaran Kecamatan Pasirwangi bersama Satpol PP, Koramil 1112 Samarang, Polsek Pasirwangi, serta Pemerintah Desa Padamukti langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas melakukan pengalihan sementara aliran sungai guna mencegah erosi lanjutan yang dapat memperparah kerusakan infrastruktur.

Demi keselamatan, pihak kecamatan mengimbau keluarga terdampak untuk mengungsi sementara.

“Kami minta penghuni rumah untuk sementara tinggal di rumah kerabat atau tetangga terdekat sampai kondisi dinyatakan aman,” tegas Bambang.

Kebutuhan Mendesak dan Peringatan Cuaca Ekstrem

Menurut Bambang, sejumlah kebutuhan mendesak saat ini meliputi pembangunan bronjong dan TPT permanen, rehabilitasi Jembatan Cikatung, serta perbaikan rumah warga yang terdampak longsor.

Ia juga mengingatkan masyarakat Pasirwangi dan wilayah rawan lainnya di Kabupaten Garut agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kami imbau warga untuk waspada, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai dan lereng rawan longsor,” pungkasnya.


(Y.A. Supianto)

Federico Barba Masih bagian dari Persib Bandung

0
Federico Barba fokusjabar.id
Federico Barba (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung asal Italia, Federico Barba di pastikan masih menjadi bagian tim kebanggaan Bobotoh pada putaran 2 Super League 2025/2026.

Demikian di sampaikan bos Persib Bandung, Umuh Muchtar. Di mana sebelumnya telah komunikasi intens antara manajemen klub dan sang pemain.

BACA JUGA:

Bojan Hodak Ungkap Kondisi Kebugaran Pemain Persib Bandung

Isu Federico Barba akan hengkang dan sempat mencuat dalam beberapa pekan terakhir pun mereda.

“Alhamdulillah, Barba tetap bersama dengan kami,” ungkap Umuh Muchtar.

Nama Barba sebelumnya ramai di perbincangkan publik sepakbola nasional. Pemain yang baru bergabung pada awal musim itu disebut-sebut tidak nyaman dan mempertimbangkan angkat kaki lebih cepat dari Indonesia.

Dengan keputusan Barba bertahan, Persib di pastikan tidak akan melakukan perombakan besar pada bursa transfer paruh musim.

BACA JUGA:

Rezaldi dan Hamra Hehanussa Dipinjamkan ke Persik Kediri

Sebelumnya, Barba sempat di minati oleh salah satu klub Serie B Italia.

Kini, keputusan Federico Barba bertahan memberi kepastian bagi Persib untuk menatap putaran kedua dengan komposisi pemain yang lebih stabil.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Persib Bandung resmi meminjamkan dua pemainnya Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa ke Persik Kediri.

Kedua pemain tersebut di pinjamkan skuat Maung Bandung ke Persik dengan durasi enam bulan atau hingga kompetisi Super League 2025/2026 berakhir.

Keputusan di pinjamkannya Hehanussa bersaudara ini merupakan langkah strategis. Dengan begitu, keduanya mendapatkan kesempatan bermain yang lebih konsisten.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menegaskan, keputusan peminjaman ini tidak lepas dari penilaian positif terhadap kualitas kedua pemain.

Selain itu, Hamra yang didatangkan pada awal musim 2025/2026 dipandang sebagai aset penting klub ke depan.

“Hamra adalah pemain dengan potensi yang sangat baik. Setiap hari dia latihan. Dia menunjukkan progres, sikap dan kualitas yang menjanjikan. Karena itu, Persib ingin memastikan ia mendapatkan kesempatan bermain yang sepadan dengan kemampuannya,” kata Adhitia.

(Bambang Fouristian)

Milad ke-25 Baznas Garut, Salurkan Kaki Palsu hingga BPJS untuk Warga

0
Milad Baznas Garut FOKUSJabar.id
Milad ke-25 Baznas diisi dengan aksi nyata melalui program Garut Sehat dengan menyalurkan sejumlah bantuan alat kesehatan dan jaminan sosial bagi warga. Acara dipusatkan di Kantor Baznas Kabupaten Garut, Jalan Pramuka, Selasa (21/1/2026)

GARUT,FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut mencatat capaian pengumpulan zakat, infak, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp12,3 miliar sepanjang tahun 2025.

Meski angka tersebut mengalami penurunan di bandingkan tahun sebelumnya, Baznas memastikan tata kelola dana umat tetap berjalan profesional, transparan, dan berintegritas.

Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Efendi, menegaskan bahwa lembaganya telah melalui berbagai tahapan audit dengan hasil memuaskan.

Audit syariah dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menghasilkan predikat Baik dengan Opini Bebas Temuan, sementara audit keuangan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk tahun 2024 berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Adapun audit keuangan tahun 2025 saat ini masih dalam proses.

Baca Juga: Yayasan Yasspira Indonesia Maju Launching SPPG di Cisewu Garut

“Ini bukti komitmen kami menjaga amanah umat. Akuntabilitas dan transparansi adalah prinsip utama dalam pengelolaan zakat di Baznas Garut,” ujar Abdullah saat acara puncak Milad ke-25 Baznas Kabupaten Garut di Kantor Baznas Garut, Jalan Pramuka, Rabu (21/1/2026).

Tantangan: Zakat Masih Banyak Disalurkan Langsung

Abdullah mengungkapkan, tantangan terbesar yang masih di hadapi adalah rendahnya kesadaran sebagian muzakki untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

Banyak masyarakat yang memilih memberikan zakat secara langsung kepada individu atau lembaga non-formal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Baznas Garut berencana memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra strategis dalam edukasi publik.

“Kami akan menggandeng MUI agar masyarakat semakin paham bahwa menyalurkan zakat melalui Baznas jauh lebih terarah, efektif, dan berdampak luas dalam pengentasan kemiskinan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ASN Pemkab Garut, pegawai BUMD, anggota DPRD, serta muzakki perorangan maupun perusahaan yang selama ini konsisten menunaikan zakat sesuai Peraturan Bupati Garut Nomor 52 Tahun 2023.

Bupati Garut: Baznas Lebih Cepat Hadir Saat Darurat

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memberikan apresiasi terhadap kinerja Baznas yang di nilainya memiliki fleksibilitas tinggi dalam merespons kondisi darurat.

“Dalam situasi bencana, ketika pemerintah masih terkendala mekanisme anggaran, Baznas bisa langsung bergerak. Ini kelebihan yang sangat penting dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati.

Ia pun mengajak masyarakat untuk semakin mempercayai BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat resmi yang diakui negara.

Milad ke-25: Zakat Menguatkan Indonesia

Peringatan Milad ke-25 Baznas Kabupaten Garut tahun ini mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”, yang dimaknai melalui empat pilar utama. Yakni Pilar Karakter, Pilar Keadilan Ekonomi, Pilar Kemandirian, dan Pilar Penguatan Pembangunan Nasional.

Sebagai bentuk implementasi nyata, Baznas Garut turut menyalurkan bantuan melalui program Garut Sehat. Bentuan berupa 9 unit kaki palsu, 2 unit kursi roda, serta aktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi 22 warga yang membutuhkan.

Melalui momentum 25 tahun pengabdian ini, Baznas Garut menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pilar kesejahteraan umat. Kemudian menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun Garut yang lebih berkeadilan dan sejahtera.


(Y.A. Supianto)

LSM Fordem Soroti Layanan RSUD Tasikmalaya, DPRD Turun Tangan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Kritisi Pelayanan RSUD dr. Soekarjo, LSM Fordem "Geruduk" DPRD Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kualitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soekarjo kembali menuai kritik. Kali ini, sorotan datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Reformasi Demokrasi (LSM Fordem) yang menilai masih adanya celah serius dalam pelayanan, khususnya bagi pasien dari kalangan masyarakat kurang mampu.

Kritik tersebut disampaikan dalam audiensi bersama DPRD Kota Tasikmalaya yang digelar di Ruang Badan Anggaran (Banggar), Rabu (21/01/2026). Forum tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, dan menjadi ruang terbuka bagi publik untuk menyampaikan persoalan krusial di sektor kesehatan.

Baca Juga: Perempuan di Balik Dokter, HUT ke-71 IIDI Tasikmalaya Perkuat Peran Sosial dan Kesehatan

Kasus Anak Penderita TBC Jadi Alarm Layanan Publik

Dalam audiensi itu, Fordem memaparkan temuan kasus seorang anak penderita Tuberkulosis (TBC) yang tidak memperoleh penanganan optimal. Kasus ini sebagai gambaran nyata masih lemahnya sistem pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien dari keluarga tidak mampu.

Perwakilan Fordem menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar kasus individual, melainkan alarm bagi pemerintah daerah agar serius membenahi layanan kesehatan publik.

“Kami tidak ingin ada lagi warga yang merasa ditinggalkan ketika sedang membutuhkan pertolongan medis. Negara harus hadir melalui layanan kesehatan yang adil dan manusiawi,” tegas perwakilan Fordem dalam forum tersebut.

Manajemen RSUD Akui Kelemahan Sosialisasi

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. Soekarjo, Tite Purwaningsih, mengakui adanya kekurangan dalam proses pelayanan. Namun, ia menilai permasalahan tersebut penyebabnya lebih karena kurangnya komunikasi dan pemahaman antara pihak rumah sakit dengan keluarga pasien.

Menurutnya, sosialisasi terkait alur dan ketentuan layanan kesehatan masih perlu penguatan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Evaluasi akan dilakukan, terutama dalam meningkatkan komunikasi dan pemahaman layanan kepada masyarakat,” ujar Tite.

DPRD Pastikan Pengobatan Gratis Hingga Sembuh

Sebagai langkah konkret, DPRD Kota Tasikmalaya memastikan pasien anak penderita TBC yang menjadi sorotan akan mendapatkan penanganan medis secara menyeluruh tanpa terbebani biaya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama pihak RSUD bertanggung jawab penuh terhadap proses pengobatan pasien hingga sembuh.

“Pengobatan berjalan sampai tuntas dengan biaya nol rupiah. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan,” tegas Heri.

Ia juga menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD akan mendorong perbaikan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami berkomitmen memastikan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan benar-benar terlindungi,” tambah politisi Fraksi PKS tersebut.

Momentum Perbaikan Sistem Kesehatan

Audiensi ini harapannya menjadi titik balik bagi RSUD dr. Soekarjo dan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga transparansi aturan, empati petugas, serta kecepatan pelayanan.

Masyarakat menanti langkah nyata, bukan sekadar janji, demi terwujudnya layanan kesehatan yang berkeadilan dan bermartabat di Kota Tasikmalaya.


(Abdul)

Dari Ikon Wisata Jadi Bangunan Mati, Potret Pusat Belanja Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; Potret suram ruko di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gemerlap pusat belanja wisata yang sempat digadang-gadang menjadi ikon baru Pantai Pangandaran kini tinggal kenangan. Deretan bangunan permanen yang berdiri di kawasan wisata andalan Jawa Barat itu tampak terbengkalai, rusak, dan nyaris kehilangan denyut aktivitas ekonomi.

Pantauan di sejumlah titik menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Dinding bangunan berkarat, genteng banyak yang jebol, lorong-lorong ruko gelap dan sempit, bahkan dipenuhi sampah serta bau tak sedap. Di beberapa sudut, botol minuman keras berserakan, sementara ilalang tumbuh menutupi papan bertuliskan aset milik Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Polres Pangandaran dan MUI Sepakat Perangi Miras dan Judi Online

Sedikitnya terdapat empat pusat belanja wisata di kawasan Pantai Pangandaran, yakni Nanjung Sari, Nanjung Endah, Nanjung Elok, dan Nanjung Asri, yang tersebar di wilayah Pantai Barat dan Pantai Timur. Seluruhnya dibangun dalam bentuk ruko-ruko berukuran sekitar 3 x 2 meter sebagai lokasi relokasi pedagang.

Kawasan ini sejatinya sebagai solusi penataan pedagang kaki lima yang sejak 1986 berjualan menggunakan tenda biru di sepanjang bibir pantai. Tujuannya jelas, memperindah wajah Pantai Pangandaran sekaligus menciptakan kawasan wisata yang lebih tertib dan nyaman. Pusat belanja tersebut berjalan pada 2017, pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Namun, harapan besar itu tak bertahan lama. Seiring berjalannya waktu, aktivitas jual beli kian sepi. Minimnya kunjungan wisatawan ke area ruko membuat pedagang satu per satu menutup lapaknya. Dari 1.364 pedagang yang sempat mendapat relokasi, kini hanya segelintir yang masih bertahan.

Sebagian pedagang yang tersisa bahkan kembali berjualan di area depan pantai, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Tak sedikit pula yang memasang kembali tenda biru tepat di depan bangunan permanen agar dagangan mereka terlihat oleh wisatawan.

Lorong Ruko Gelap dan Sempit

Salah satu mantan pedagang, Satimin (42), mengaku terpaksa menutup tokonya karena tak sanggup bertahan menghadapi sepinya pembeli.

“Lorong rukonya cuma sekitar satu meter, gelap dan sempit. Gimana mau menarik pengunjung,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Menurut Satimin, bangunan permanen yang megah tidak otomatis menjamin ramainya pembeli. Wisatawan, kata dia, cenderung memilih berbelanja di kios yang langsung menghadap ke jalan atau pantai.

“Kalau harus masuk ke lorong-lorong sempit di bagian dalam, kebanyakan pengunjung malas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, membenarkan bahwa pusat belanja wisata tersebut merupakan aset milik Disparbud.

Ia menegaskan, ke depan bangunan tersebut harus kembali memiliki fungsi dan manfaat. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, pihaknya akan melakukan kajian menyeluruh terkait konsep pengelolaan.

“Kami akan kaji dulu, mulai dari pendataan pedagang yang masih bertahan hingga kondisi bangunan kios yang ada,” ujar Dadan.

Kajian tersebut harapannya menjadi dasar penentuan arah pemanfaatan pusat belanja wisata agar tidak terus menjadi bangunan mati di tengah kawasan wisata unggulan Pangandaran.

(Sajidin)

Bandung Tuan Rumah Proliga 2026 Seri 3 Putaran I, Ini Jadwalnya

0
Proliga 2026 Bandung bjb Tandamata
Dari ki-ka: Ketua Pelaksana Proliga 2026 seri Bandung Tachyan Iskandar, Manajer Tim Bandung bjb Tandamata Asep Sukmana, dan Wakil Direktur Proliga Reginald Nelwan. (FOTO: Ageng)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Perhelatan Proliga 2026 akan di lanjutkan di GOR Sabilulungan, komplek SOR si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis-Minggu (22-25/1/2026).

Bandung bjb Tandamata akan bertindak sebagai tuan rumah pada gelaran seri ketiga putaran pertama kompetisi bola voli profesional terakbar di Tanah Air.

Wakil Direktur Proliga, Reginald Nelwan mengatakan, perhelatan Proliga 2026 sudah di mulai sejak Kamis (8/1/2026) dengan seri perdana di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak.

Sementara seri kedua putaran pertama di gelar di GOR Voli Indoor Sport Center, Kualanamu Medan, Sumatera Utara.

BACA JUGA:

Nyaris Sempurna di Medan, Bandung bjb Tandamata Takluk Tipis dari Electric

“Untuk seri ketiga putaran pertama, di gelar di Bandung dengan tuan rumah bjb Tandamata di GOR Sabilulungan Jalak Harupat. Total ada delapan seri yang di gelar selama dua putaran penyisihan grup pada Proliga 2026 ini untuk menentukan tim yang berhak tampil di final four,” kata Regi kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Pada setiap pelaksanaan seri Proliga 2026 di setiap kota, di gelar sebanyak dua pertandingan pada hari Kamis sampai Sabtu. Sedangkan di hari terakhir yakni Minggu, di gelar sebanyak tiga pertandingan.

“Jadi ada sembilan pertandingan yang nanti akan di gelar di seri Bandung. Tuan rumah Bandung bjb Tandamata akan menjalani laga perdana menghadapi Jakarta Pertamina Enduro pada pertandingan kedua di hari pertama yakni Kamis (22/1/2026) besok. Kita gelar dua pertandingan di hari Kamis sampai Sabtu dan tiga pertandingan di hari Minggu, karena melihat situasi serta antusias penonton melihat pertandingan bola voli,” Regi menuturkan.

Proliga 2026 Bandung bjb Tandamata
Tim Bandung bjb Tandamata akan menjadi tuan rumah Proliga 2026 seri 3 putaran I di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, Kamis-Minggu (22-25/1/2026). (FOTO: DOK. PP PBVSI)

Sementara Ketua Pelaksana Proliga 2026 seri Bandung, Tachyan Iskandar mengatakan, pihaknya sudah sangat siap untuk menggelar kompetisi bola voli profesional terakbar, Proliga, di Tanah Pasundan.

Persiapan perangkat pertandingan, lapangan hingga hal lain sudah mencapai 95 persen.

“Per hari ini (Rabu, 21/1/2026), semua sudah siap. Kita siap menggelar seri ketiga putaran pertama Proliga 2026. Bahkan tim peserta sudah melakukan latihan resmi di GOR Sabilulungan dan besok siap menggelar pertandingan,” kata Tachyan.

Untuk gelaran Proliga 2026 seri Bandung, pihak panitia sudah menyiapkan sekitar 3000 lembar tiket atau sekitar 80 persen dari kapasitan GOR.

Tiket yang dijual terbagi dalam tiga kategori yakni reguler dengan harga Rp125 ribu, VIP dengan harga Rp250 ribu, serta tiket VVIP yang di siapkan untuk tamu-tamu undangan.

“Untuk laga besok, tiket yang sudah terjual sekitar 80 persen. Baik untuk reguler maupun VIP. Kami berharap, pecinta bola voli di Bandung khususnya bisa hadir untuk memberikan dukungan kepada tim yang bertanding. Khususnya bagi tuan rumah Bandung bjb Tandamata,” Tachyan menegaskan.

Berikut Jadwal Pertandingan Proliga 2026 seri Bandung, GOR Sabilulungan Jalak Harupat

– Kamis, 22 Januari 2026
Pukul 15.30 WIB: Falcons Tirta Bhagasasi Vs LavAni Livin (Putra)
Pukul 18.30 WIB: BJB Tandamata Vs Pertamina Enduro (Putri)

– Jumat, 23 Januari 2026
Pukul 15.30 WIB: Falcons Vs Livin Mandiri (Putri)
Pukul 18.30 WIB: Popsivo Polwan Vs Pertamina Enduro (Putri)

– Sabtu, 24 Januari 2026
Pukul 15.30 WIB: Electric PLN Mobile Vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (Putri)
Pukul 18.30 WIB: Bhayangkara Presisi Vs Garuda Jaya (Putra)

– Minggu, 25 Januari 2026
Pukul 12.30 WIB: Popsivo Polwan Vs Livin Mandiri (Putri)
Pukul 15.30 WIB: LavAni Livin Vs Samator (Putra)
Pukul 18.30 WIB: BJB Tandamata Vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (Putri)

(ageng)

Jelang Ramadhan, Polres Pangandaran dan MUI Sepakat Perangi Miras dan Judi Online

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari bersama tokoh agama di Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, sinergi antara aparat kepolisian dan tokoh agama di Kabupaten Pangandaran semakin diperkuat. Fokus utama pembahasan mengarah pada upaya penertiban peredaran minuman keras (miras), pencegahan judi online, serta kebiasaan penyediaan miras dalam sejumlah hajatan masyarakat.

Isu-isu tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi antara jajaran Polres Pangandaran Polda Jabar dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, Rabu (21/1/2026). Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk menyamakan persepsi demi menciptakan suasana Ramadhan yang aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Baca Juga: Cita-cita Siti Aulia Ingin Bangun Rumah di Pangandaran, Tangis Titin Pecah

Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH Harun Al-Aziz, menegaskan kesiapan para tokoh agama untuk bergandengan tangan dengan pemerintah dan kepolisian dalam menjaga ketertiban sosial serta membina umat.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah, khususnya kepolisian, untuk menjaga ketertiban dan membina masyarakat agar suasana Ramadhan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain persoalan miras dan judi online, MUI juga menyoroti pentingnya penanganan warung makan yang beroperasi di siang hari selama bulan puasa. Menurutnya, penertiban sebaiknya dengan pendekatan persuasif, beretika, dan mengedepankan kearifan lokal.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk menindaklanjuti masukan para tokoh agama. Ia menegaskan bahwa Polres Pangandaran terbuka terhadap kritik dan saran demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

“Polres Pangandaran siap berkolaborasi dengan MUI dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang aman, religius, dan harmonis. Khususnya menjelang dan selama Ramadhan,” tegas Kapolres.

Tiga Program Keagaamaan Unggulan

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ikrar Potawari juga memaparkan tiga program keagamaan unggulan yang rutin Polres Pangandaran jalankan. Program tersebut meliputi Shalat Jumat Keliling, Shalat Subuh Keliling beriringan dengan sesi curhat bersama Kapolres. Serta pembacaan Asmaul Husna setelah apel pagi.

“Program-program ini tidak hanya terlaksana di tingkat Polres, tetapi juga diterapkan hingga ke jajaran Polsek,” jelasnya.

Kapolres menilai, silaturahmi dengan tokoh agama merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Sekaligus membangun kebersamaan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Pangandaran.

Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, para Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Pangandaran, Kasat Intelkam AKP Agus Mulyadi, Kasat Binmas AKP Didi Sutardi, serta Kasi Propam IPDA Maret Daniel hadir dalam pertemuan tersebut.

(Sajidin)