spot_imgspot_img
Jumat 24 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hati-hati Banjir! Sampah Menggunung di Turangga Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Timbunan sampah yang menggunung di sebuah taman di RW 4, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, memicu pencemaran lingkungan sekaligus memperparah banjir yang kerap membawa limbah hingga masuk ke rumah warga.

Warga yang tinggal di depan taman di Jalan Guntursari Wetan, Maira (36), mengaku resah dengan alih fungsi taman menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Ia yang telah tinggal sejak lahir berharap taman tersebut dapat kembali di tata seperti semula.

“Baunya sampai ke dalam rumah, sampah juga berceceran ke jalan. Teman anak saya sampai enggak mau main ke sini lagi, karena rumah kami dekat tempat sampah. Padahal dulu taman ini sering di pakai anak-anak,” kata Maira Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Pemkot Bandung Perketat WFH, Sinyal Krisis Energi Makin Nyata

Kondisi tersebut semakin di perparah saat hujan turun. Maira menyebut, banjir yang kerap terjadi membuat sampah ikut terbawa hingga masuk ke dalam rumah, bahkan sampai ke kamar.

“Wah, baunya itu luar biasa, terutama kalau habis hujan. Kalau banjir, sampah ikut masuk bahkan sampai ke kamar. Saya juga sering lihat orang lewat buang sampah ke situ, mungkin dikira TPS,”ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris RW 4, Zein Wargadibrata, membenarkan bahwa lokasi tersebut kini berubah menjadi semacam TPS liar.

Ia menjelaskan, awalnya kawasan itu memang memiliki TPS resmi yang di gunakan oleh beberapa RW. Namun, sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti mengalami kebakaran sekitar tiga tahun lalu.

Sampah Sekitar Taman

Operasional TPS di hentikan dan di alihkan untuk pengolahan maggot. Warga pun terpaksa menumpuk sampah sementara di sekitar taman.

“Awalnya hanya penampungan sementara karena tidak ada lokasi lain. Tapi lama-lama jadi TPS liar karena banyak orang luar ikut buang sampah di situ,” ujar Zein.

Zein mengungkapkan, pengangkutan sampah yang tidak menentu turut memperparah kondisi. Jika sebelumnya di lakukan dua kali seminggu, kini pengangkutan kerap terlambat dan hanya di lakukan sekali dalam sepekan.

“Petugas hanya mau angkut sampah dari RW 4, sementara sampah dari luar di anggap liar. Truk juga sering sudah penuh, jadi yang terangkut tidak banyak,” katanya.

Padahal,  warga secara rutin membayar iuran sampah sebesar Rp1,36 juta per bulan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung. Berbagai aduan pun telah di sampaikan ke pihak kelurahan, kecamatan, hingga DLH, namun belum membuahkan solusi.

“Bahkan Pak Wakil Wali Kota juga sudah ke sini, tapi tetap tak ada solusi. Kami memang tak ada lahan lagi buat jadi TPS. Kantor RW memang luas, tapi enggak memungkinkan buat di jadikan TPS karena bersebelahan dengan sekolah,”ucapnya.

Penyediaan TPS Baru

Zein menyebut, keterbatasan lahan menjadi kendala utama dalam penyediaan TPS baru. Pihak RW sempat mengusulkan pemanfaatan lahan milik PT KAI sebagai lokasi TPS melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain persoalan sampah, warga juga mengeluhkan banjir yang semakin sering terjadi. Mereka menduga kondisi ini di picu oleh pembangunan fasilitas olahraga di lahan sekitar yang menutup saluran air.

Baca Juga: Mesti Status Tersangka, Wawalkot Bandung Masih Terima Tunjangan dan Fasilitas

“Setelah ada pembangunan lapangan padel, daerah sini jadi sering banjir. Di duga ada saluran air yang tertutup coran,” katanya.

Zein berharap, Pemerintah Kota Kota Bandung dapat segera mengambil langkah konkret, tidak hanya untuk menuntaskan persoalan sampah, tetapi juga mengatasi banjir yang kian meresahkan.

“Harapan kami sederhana, taman bisa kembali seperti dulu dan lingkungan jadi bersih serta aman,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru