DEPOK,FOKUSJabar.id: Mahasiswa Hubungan Masyarakat (Humas) Vokasi Universitas Indonesia (UI) mendorong akselerasi transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Depok. Lewat program pendampingan khusus, para mahasiswa membantu usaha kecil meningkatkan kualitas citra merek (branding) serta memperluas jangkauan pasar secara daring.
Program pengabdian ini menyasar Dapur Mama Zahra, sebuah usaha katering rumahan di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Kehadiran para mahasiswa menjadi bukti nyata dukungan generasi muda agar sektor usaha lokal lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.
Baca Juga: BAZNAS Kota Depok Salurkan Bantuan Rp512 Juta untuk Palestina
Ketua kelompok program pendampingan, Khairunissa, mengungkapkan bahwa Dapur Mama Zahra sebelumnya hanya mengandalkan promosi konvensional dari mulut ke mulut. Pola tersebut membuat usaha katering ini kesulitan bersaing di tengah menjamurnya bisnis kuliner berbasis aplikasi digital. Minimnya identitas visual dan strategi pemasaran menjadi kendala utama pemilik usaha.
Melihat tantangan tersebut, tim Humas Vokasi UI langsung menyusun strategi komunikasi digital. Mereka meluncurkan pesan utama berupa tagline “Tenangin Urusan Makan” untuk membangun posisi (positioning) Dapur Mama Zahra sebagai penyedia kuliner rumahan yang praktis, terpercaya, dan ramah di kantong.
“Kami menjalankan pendampingan ini selama tiga bulan. Tim merombak total aspek branding, mulai dari pembuatan identitas visual, perancangan tagline, pengambilan foto produk secara profesional, hingga pengelolaan akun Instagram bisnis agar tampil lebih menarik dan konsisten,” ujar Nisa, sapaan akrabnya, Kamis (14/5/2026).
Tampilan Modern Dongkrak Penjualan
Nisa menjelaskan bahwa kerja keras selama tiga bulan kini mulai membuahkan hasil. Akun Instagram Dapur Mama Zahra kini terlihat lebih aktif, rapi, dan estetik. Strategi komunikasi baru ini juga terbukti efektif menjaring segmen pasar yang lebih luas.
Katering ini memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan sejumlah menu unggulan seperti ayam goreng bawang putih dan rice bowl dengan harga ekonomis mulai dari belasan ribu rupiah.
Pemilik Dapur Mama Zahra, Yeyen, mengaku sangat terbantu oleh program mahasiswa UI tersebut. Ia menilai usahanya kini memiliki citra yang jauh lebih modern sehingga membuka peluang pasar yang lebih besar.
“Para mahasiswa membuat foto produk saya menjadi lebih berkualitas dan menyiapkan akun Instagram untuk menunjang penjualan. Tagline baru ini juga membuat merek dagang kami terlihat lebih modern,” tutur Yeyen.
Siap Unjuk Gigi di Festival Kampus
Selain mengoptimalkan pemasaran digital, tim mahasiswa juga menjadwalkan Dapur Mama Zahra untuk berpartisipasi dalam ajang Vokasi Humas Festival pada 21 Mei 2026 mendatang di lingkungan Vokasi UI. Festival ini akan menjadi panggung bagi Yeyen untuk memperkenalkan cita rasa kateringnya secara langsung kepada civitas akademika dan masyarakat luas.
Kolaborasi apik antara mahasiswa dan pelaku usaha ini membuktikan bahwa kreativitas generasi muda mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi usaha kecil. Transformasi digital ini tidak hanya menaikkan angka penjualan, tetapi juga menyiapkan UMKM lokal di Depok agar lebih tangguh menghadapi persaingan bisnis modern.
(Jingga Sonjaya)


