CIAMIS,FOKUSjabar.id: Sebuah mobil Toyota Inova warna hitam dengan pelat nomor dinas Z 18 X menabrak bagian belakang mobil bak terbuka (pickup) Suzuki Carry bernomor polisi B 9344 TAU. Insiden tersebut menimpa Muhammad Syukron Hasan, warga Dusun Kadungkendal, Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Sangat disayangkan, pengemudi mobil dinas yang diduga kuat milik salah satu instansi Pemerintah Kota Banjar tersebut tidak menghentikan kendaraannya. Pelaku justru langsung tancap gas melarikan diri dan mengabaikan tanggung jawab moral pascakecelakaan.
Baca Juga: Mobdin Pemkot Banjar Viral Usai Tabrak Lari di Ciamis, Wali Kota Angkat Bicara
Korban, Muhammad Syukron Hasan, menceritakan bahwa peristiwa bermula saat ia menghentikan mobil bak miliknya di lampu merah Cihaurbeuti, tidak jauh dari Mako Polsek Cihaurbeuti. Ia baru saja melakukan perjalanan pulang dari Bandung menuju Kota Ciamis setelah menjual domba.
“Saat saya sedang berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah, tiba-tiba sebuah mobil berpelat dinas langsung menghantam bagian belakang mobil saya,” ujar Syukron, Kamis (14/5/2026).
Sempat Zig-zag dan Nyalakan Strobo
Syukron menuturkan, pelaku tidak menunjukkan iktikad baik setelah benturan terjadi. Pengemudi Toyota Inova tersebut langsung memacu kendaraannya melarikan diri ke arah Kota Ciamis, mengingat kedua kendaraan saat itu sama-sama melaju dari arah barat menuju timur.
“Saya sempat mengejar mobil tersebut, namun karena situasi jalanan tidak memungkinkan, saya akhirnya kehilangan jejak,” ucapnya.
Sebelum benturan terjadi, Syukron mengaku sudah melihat pergerakan mencurigakan dari mobil dinas tersebut dari kejauhan. Pengemudi membawa kendaraan secara ugal-ugalan dengan bermanuver zig-zag sambil membunyikan sirine atau strobo seolah-olah sedang terburu-buru atau dikejar sesuatu.
“Saya sempat melihat ke dalam mobil, sepertinya ada seorang anak kecil yang duduk di kursi depan,” jelas Syukron.
Tuntut Tanggung Jawab Pengemudi
Atas kerugian yang ia alami, Syukron meminta dengan tegas kepada pengendara mobil dinas tersebut untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Jika memang sedang terburu-buru, setidaknya ia berhenti sebentar untuk berbicara. Bukan malah kabur seperti ini tanpa mau bertanggung jawab,” ungkapnya dengan kecewa.
Insiden tabrak lari yang melibatkan aset negara ini kini memicu perhatian publik. Terutama setelah identitas kendaraan tersebut terkonfirmasi milik salah satu pejabat dinas di lingkungan Pemerintah Kota Banjar.
(Husen Maharaja)


